Jawaban singkatnya

Untuk urusan kejahatan kekerasan, Seoul termasuk kota besar paling aman di mana pun. Risiko yang benar-benar mengenai wisatawan adalah soal uang — taksi yang mengambil rute panjang, gerobak jajanan tanpa label harga, "hadiah" yang berujung tagihan. Di bawah ini pola yang paling sering dilaporkan, dan persisnya apa yang harus kamu lakukan untuk tiap-tiapnya.

Taksi: rute memutar dan tarif borongan

Kamu baru saja keluar dari bar di Itaewon atau Hongdae pukul 1 dini hari. Sebuah taksi menunggu di tepi jalan. Sopirnya menurunkan kaca dan menyebutkan harga — “Myeongdong, 30,000!” — alih-alih menyalakan argo. Atau mungkin argonya menyala, tapi tiba-tiba rutenya sama sekali tidak mirip dengan yang ditunjukkan petamu.

Bagaimanapun juga, kamu sedang dibawa jalan-jalan dalam arti yang salah.

Yang harus dilakukan: panggil taksi lewat aplikasi Kakao T. Rute, tarif, dan identitas sopirmu semuanya tercatat di sana. Kalau sopir menolak memakai argo, turun saja — tanpa perdebatan, tanpa tawar-menawar. Tarif dari Bandara Incheon mengikuti struktur yang dipublikasikan; angka yang melenceng jauh dari kisaran wajar adalah tanda bahaya.

Jajanan kaki lima tanpa label harga

Tidak ada harga yang terpampang. Kamu makan lebih dulu. Tagihannya muncul belakangan, disesuaikan dengan logatmu.

Ini salah satu trik tertua yang ada, dan berhasil karena makanannya sudah di depan mata, mendesis, dan kamu lapar. Tusukan yang dibayar semua orang di sekitarmu seharga ₩4,000–5,000 tiba-tiba jadi ₩10,000 di tagihanmu.

Yang harus dilakukan: makan di tempat yang memajang harga, titik. Kalau tidak ada, tanyakan sebelum memesan dan pastikan lewat jari atau kalkulator ponsel. Disebutkan angka yang tidak masuk akal? Jalan saja ke gerobak berikutnya — di Seoul selalu ada gerobak berikutnya sepuluh langkah lagi.

"Hadiah gratis" yang sebenarnya tidak gratis

Orang asing yang ramah menyodorkan “sampel gratis” atau mengikatkan gelang di pergelangan tanganmu di dekat lokasi wisata. Sesaat kemudian, mereka menuntut bayaran — atau donasi yang tidak pernah kamu setujui.

Cara menangkalnya

Di Korea, orang asing tidak membagikan barang gratis kepada turis. Masukkan tangan ke saku, ucapkan "tidak, terima kasih" dengan sopan, lalu terus berjalan. Jangan berhenti, jangan meladeni, jangan merasa tidak sopan — orang yang mengandalkan kesopananmu itulah yang justru tidak sopan.

Paket kosmetik dengan tekanan penjualan

Kamu mampir ke sebuah toko di jalan yang ramai turis. Dalam hitungan detik ada yang menumpuk produk di depanmu — “beli set ini, diskon besar, hanya hari ini!” Harganya, kalau kamu mau repot mengecek, sering jauh di atas harga merek yang sama di flagship store-nya sendiri dua blok dari situ.

Yang harus dilakukan: flagship store merek dan Olive Young memakai harga tetap yang terpampang. Tanpa tawar-menawar, tanpa desakan waktu, tanpa “penawaran khusus buat kamu”. Kalau kamu merasa diburu-buru, itu isyarat untuk pergi — toko yang benar di Seoul tidak perlu memburu siapa pun.

Cek apa yang dilaporkan wisatawan bulan ini

Penipuan itu berpindah-pindah. Trik yang mempan di satu sudut jalan akan pindah begitu mulai dikenal. Sebelum berangkat, baca sekilas laporan langsung terbaru dari wisatawan lain di KTripView, bisa dicari menurut kawasan dan kategori. Tambahkan laporanmu sendiri kalau kamu mengalami sesuatu — wisatawan berikutnya akan berterima kasih.

Kalau sesuatu benar-benar terjadi

Sedang populer di Seoul

Klook.com

Tautan afiliasi — kami mungkin memperoleh komisi tanpa biaya tambahan untukmu. Detail →