Sungai Han membelah tengah Seoul, dan lebih dari 30 jembatan menjahit kota itu kembali menjadi satu. Kebanyakan pelancong mencatatnya sebagai “benda yang dilewati taksi”, tetapi segelintir penyeberangan ini memuat bab-bab utuh sejarah kota. Jembatan dengan air mancur pemegang Rekor Dunia Guinness terpasang di pagarnya. Jembatan yang runtuh saat perjalanan pagi ke kantor dan menulis ulang setiap undang-undang keselamatan di negeri ini. Jembatan yang menjelma lagu nomor satu. Jembatan yang menembus lurus kawasan suaka burung dan sampai kini dilarang untuk membunyikan klakson. Berikut cerita di balik 10 jembatan Sungai Han di Seoul — dan bagaimana benar-benar melihatnya, menyusurinya, serta menangkapnya pada momen terbaiknya.

Jawaban singkatnya

  • Bintang utamanya adalah Moonlight Rainbow Fountain Jembatan Banpo — 1,140 meter air dan cahaya, disertifikasi Guinness sebagai air mancur jembatan terpanjang di dunia. Hanya beroperasi April sampai Oktober.
  • Cerita terberat milik Jembatan Seongsu — keruntuhannya pada 1994 menewaskan 32 orang dan memicu perombakan total sistem keselamatan infrastruktur Korea Selatan.
  • Jembatan terbaik untuk dijalani adalah Jembatan Jamsu (persis di atas air) dan Jembatan Gwangjin (dengan observatorium di bawahnya). Untuk kopi berpanorama, menujulah ke Jembatan Dongjak.
1900 
Jembatan Sungai Han pertama rampung (Jembatan Kereta Hangang)
1,140m
Panjang air mancur Jembatan Banpo (Rekor Dunia Guinness: air mancur jembatan terpanjang)
380buah
Nozel pada Moonlight Rainbow Fountain (memompa ~190 ton air per menit)
30+
Jembatan yang melintasi Sungai Han di Seoul (termasuk jembatan kereta)

Pertama, sedikit konteks — kenapa Seoul punya begitu banyak jembatan?

Sungai Han membelah Seoul menjadi dua bagian — utara (Gangbuk) dan selatan (Gangnam) — dan di beberapa titik lebarnya lebih dari satu kilometer. Di kota ini, jembatan bukan pemandangan. Ia infrastruktur bertahan hidup. Yang pertama berdiri pada 1900, dan selama 120 tahun lebih berikutnya, setiap kali Seoul melebar sedikit, muncul satu jembatan lagi. Ikuti jembatannya sesuai urutan pembangunan, dan kamu sedang menelusuri pertumbuhan kota ini dari kota benteng tepi sungai menjadi metropolis 10 juta jiwa.

Logika tersembunyi di balik nama jembatan

Sampai 1980-an, jembatan sekadar dinomori menurut urutan penyelesaian: 제1한강교 (No. 1), 제2한강교 (No. 2), 제3한강교 (No. 3), dan seterusnya. Karena jembatan terus bertambah, sistem penomoran itu runtuh oleh beratnya sendiri, dan semuanya diganti nama mengikuti geografi setempat. No. 1 menjadi Jembatan Hangang, No. 2 menjadi Jembatan Yanghwa, dan No. 3 menjadi Jembatan Hannam. Inilah sebabnya sebuah lagu pop Korea lawas dari 1979 menyanyikan "Jembatan Hangang Ketiga" — itu Jembatan Hannam masa kini.


Lima jembatan dengan cerita — mulailah dari sini

🌈
Jembatan Banpo · Jamsu
Jembatan bertingkat pertama di Korea. Di atas: air mancur pemegang rekor Guinness. Di bawah: Jembatan Jamsu, sengaja dibangun cukup rendah agar terendam saat banjir.
🕯️
Jembatan Seongsu
Pada satu pagi hari kerja tahun 1994, lantai atasnya ambrol dan menewaskan 32 orang. Bencana itu menulis ulang setiap regulasi keselamatan di negeri ini.
🎵
Jembatan Yanghwa
Diabadikan dalam lagu penyanyi R&B Zion.T tentang ayahnya yang sopir taksi. Juga: jembatan Sungai Han pertama yang dibangun sepenuhnya dengan teknologi Korea setelah kemerdekaan.
🐦
Jembatan Seogang
Menembus lurus Bamseom, lahan basah berstatus Ramsar. Sampai hari ini, membunyikan klakson dilarang di sepanjang bentangan pulau itu.
Jembatan Dongjak
Jembatan dengan kafe, toko buku, dan dek pandang di atap yang dibangun persis di atasnya — satu-satunya di Seoul.

Jembatan Banpo — tunggu, kenapa ada air menyembur dari jembatan?

Kalau kamu pernah melihat satu foto jembatan Seoul, kemungkinan besar inilah fotonya. Tertanam di kedua sisi Jembatan Banpo adalah 380 nozel yang menyedot air langsung dari Sungai Han dan menyemburkannya keluar — kira-kira 190 ton per menit. Tiap sisi membentang 570 meter, total 1,140m, yang mengantarnya meraih Rekor Dunia Guinness pada 2008 sebagai air mancur jembatan terpanjang di dunia. Pada malam hari, hampir 200 lampu mewarnai tiang-tiang air dengan rona pelangi, dan dari sanalah namanya berasal: 달빛무지개분수 — Moonlight Rainbow Fountain.

Tetapi keanehan rekayasa yang sesungguhnya di sini bukan urusan airnya. Melainkan strukturnya. Jembatan Banpo adalah jembatan bertingkat pertama di Korea, dan tingkat bawahnya punya identitas yang sama sekali terpisah: Jembatan Jamsu (潛水橋), yang secara harfiah berarti “jembatan menyelam”. Ia dibangun rendah dengan sengaja — ketika sungai meluap, airnya memang dimaksudkan menggulung melewatinya.

Kenapa membangun jembatan yang dirancang untuk tenggelam?

Jembatan Jamsu lebih dulu ada, rampung pada 1976. Dana terbatas, jadi para insinyur memilih desain rendah dan murah — konsekuensinya, saat hujan lebat mereka tinggal menutupnya dan membiarkan sungai bekerja. Tetapi inilah bagian cerdiknya: pilar-pilarnya dirancang sejak hari pertama untuk menopang lantai kedua. Pada 1982, Jembatan Banpo dibangun di atasnya. Jadi Banpo dan Jamsu bukan dua jembatan terpisah — keduanya lantai atas dan lantai bawah dari struktur yang sama. Sampai hari ini, ketika permukaan Sungai Han naik, Jembatan Jamsu adalah penyeberangan pertama yang ditutup.

💧 Jadwal Moonlight Rainbow Fountain 2026

RincianInfo
Musim operasi16 Maret – 31 Oktober 2026 (tutup saat musim dingin)
Jam pertunjukan12:00 · 19:30 · 20:00 · 20:30 · 21:00 (tambahan pukul 21:30 pada Juli–Agustus)
DurasiSekitar 20 menit per pertunjukan
Tiket masukGratis
Titik pandang terbaikHamparan rumput Taman Sungai Han Banpo (pandangan lurus), Jembatan Jamsu (pandangan samping, jarak dekat), dek Sebitseom
PerhatianDibatalkan saat hujan, angin kencang, atau ketika permukaan sungai tinggi

Tips berkunjung

  • Tontonlah dari arah lurus (Taman Sungai Han Banpo) — hanya itu cara menangkap efek pelangi secara utuh. Dari atas jembatannya sendiri, kamu hanya akan melihat semburan air.
  • Pertunjukan pukul 8:00 dan 8:30 malam paling ramai. Datanglah 30 menit lebih awal untuk merebut tempat bagus. Pada akhir pekan, rombongan bertikar keluar berbondong-bondong.
  • Dari Stasiun Express Bus Terminal (Jalur 3, 7, 9), ambil Exit 8-1 dan berjalanlah ke arah Taman Sungai Han Banpo — sekitar 10 menit.
  • Pada malam akhir pekan musim panas, Bamdokkaebi Night Market (food truck) kerap menggelar lapak di dekat sana.

📍 Buka di Naver Map

Jembatan Jamsu sedang menuju bebas kendaraan

Seoul sedang mengubah Jembatan Jamsu menjadi jembatan khusus pejalan kaki pertama di Sungai Han. Sebuah proposal berjudul “The Longest Gallery” — gagasan firma arsitektur Belanda — memenangi sayembara desain, dan rencananya mengubah seluruh bentangan sekitar 800 meter menjadi ruang budaya terbuka untuk pameran dan festival. Target awalnya April 2026, tetapi penyelesaiannya digeser ke 2027.

Sementara itu, Seoul rutin menggelar Festival Jalan Kaki Jembatan Jamsu Bebas Kendaraan tahunan (뚜벅뚜벅 축제, nama onomatope yang meniru bunyi langkah kaki). Setiap Minggu selama delapan pekan tiap musim semi — pada 2026, dari 26 April sampai 14 Juni — jembatan ditutup bagi kendaraan dan diserahkan sepenuhnya kepada pejalan kaki. Bahkan di luar musim festival, Jamsu punya jalur pejalan kaki yang buka sepanjang tahun, dan karena letaknya lebih dekat ke air ketimbang jembatan Sungai Han mana pun, pemandangannya terasa nyaris sejangkauan tangan dari sungai.

📍 Buka di Naver Map


Jembatan Seongsu — benarkah ada jembatan yang runtuh di sini?

Benar. Dan tragedi itu menjadi momen ketika Korea dipaksa memperhitungkan ongkos budaya pembangunan “lebih cepat, lebih cepat” miliknya.

Sekitar pukul 7:40 pagi pada 21 Oktober 1994, sebuah bentangan rangka atas Jembatan Seongsu — kira-kira 48 sampai 50 meter — terlepas dan terjun ke Sungai Han. Saat itu jam sibuk pagi. Bus, mobil, dan para penglaju yang menuju kantor dan sekolah ikut jatuh bersama lantai jembatan. Tiga puluh dua orang tewas dan 17 terluka. Di antara korban ada siswi SMA yang sedang berangkat ke sekolah.

Penyebabnya bukan bencana alam. Melainkan konstruksi yang cacat dan pemeliharaan yang diabaikan: pengelasan di bawah standar pada sambungan rangka, bertahun-tahun truk kelebihan muatan melintas, dan inspeksi keselamatan yang hanya ada di atas kertas. Jembatan itu baru beroperasi 15 tahun.

Dampaknya membentuk ulang seluruh pendekatan Korea Selatan terhadap keselamatan infrastruktur. Tahun berikutnya datang runtuhnya Sampoong Department Store (1995), dan bersama-sama kedua bencana itu mendorong lahirnya Undang-Undang Khusus tentang Manajemen Keselamatan Fasilitas, inspeksi keselamatan presisi yang wajib, serta tulang punggung regulasi yang mengatur infrastruktur Korea sampai hari ini.

Sempat ada wacana memperbaiki bentangan Jembatan Seongsu yang selamat, tetapi pada akhirnya diputuskan untuk merobohkan dan membangun ulang dari nol. Konstruksi dimulai April 1995, dan jembatan baru dibuka kembali pada 3 Juli 1997 — lebih kuat, dengan kapasitas beban ditingkatkan dari 32 ton menjadi 43 ton, penguatan tahan gempa, dan braket antijatuh: mekanisme pengunci sekunder yang dirancang menahan lantai jembatan sekalipun terjadi kegagalan struktural, mencegahnya jatuh ke sungai. Kini, menyeberangi Jembatan Seongsu sepenuhnya aman.

Tugu peringatan

Pada peringatan ketiga bencana itu — 21 Oktober 1997 — keluarga korban mendirikan Tugu Peringatan Bencana Jembatan Seongsu. Tugu itu berdiri bukan di ujung utara jembatan melainkan agak menepi di sepanjang Gangbyeon Expressway, hanya bisa dicapai dengan kendaraan, sehingga sedikit orang yang berkunjung. Ini tugu peringatan, bukan objek wisata. Kalau kamu ke sana, datanglah dengan tenang.

Bagi pelancong hari ini, Jembatan Seongsu sekadar penyeberangan antara Seoul Forest (Seongsu-dong) dan Apgujeong — rute alami ketika kamu berpindah dari distrik kafe Seongsu ke Apgujeong Rodeo. Tetapi kalau kamu tahu apa yang terjadi di sini pada satu pagi Oktober 1994, pemandangan di balik jendela terasa berbeda.

📍 Buka di Naver Map


Jembatan Yanghwa — jembatan yang menjelma lagu

Bagi orang Korea berusia 20-an dan 30-an, “Jembatan Yanghwa” adalah judul lagu sebelum ia menjadi sepotong infrastruktur. Dirilis pada 2014 oleh Zion.T — penyanyi R&B Korea yang sangat berpengaruh, jangan tertukar dengan rapper ZICO — lagu ini dibangun di sekitar jembatan yang setiap hari dilintasi ayahnya yang sopir taksi. Refrainnya, “Mari berbahagia, jangan sakit”, menjadi penanda satu generasi.

Jembatan Yanghwa menghubungkan kawasan hunian di barat Seoul (Mokdong, Yangpyeong-dong) dengan distrik bisnis kota. Ini jembatan penglaju — alasan sang ayah dalam lagu itu bolak-balik melintasinya sampai dini hari, sekaligus alasan sebuah lagu yang menyebut satu jembatan spesifik entah bagaimana terasa seperti bercerita tentang keluarga semua orang.

Jembatan ini sendiri juga punya tempat kokoh dalam sejarah rekayasa. Jembatan Yanghwa yang asli — saat itu disebut 제2한강교 (Jembatan Hangang No. 2) — adalah penyeberangan Sungai Han pertama yang dirancang dan dibangun sepenuhnya dengan teknologi Korea setelah merdeka dari penjajahan Jepang. Konstruksinya dimulai Juni 1962 dan rampung pada 25 Januari 1965. Pada 1982, bentangan sejajar ditambahkan di sisi hulu, dan jembatan itu mengambil nama sekarang dari bekas penyeberangan feri di dekatnya, 양화진 (Yanghwajin).

Ini bukan jembatan wisata dalam pengertian konvensional. Yang ia punya adalah lokasi: ujung utaranya persis berada di Hapjeong dan Hongdae. Selesaikan makan malam di Hongdae, berjalanlah ke jalan masuk jembatan, dan Sungai Han terbentang di depanmu. Kalau kamu tahu lagunya, itu sudah cukup jadi tujuan.

📍 Buka di Naver Map

Jembatan Hannam — sebenarnya, dulu pun ada jembatan yang menjelma lagu

Pada 1979, penyanyi Hye Eun-yi merilis “Jembatan Hangang Ketiga” — hit besar pada zamannya. Jembatan No. 3 itu adalah Jembatan Hannam hari ini. Ketika dibuka pada 1969, inilah gerbang Seoul menuju Gyeongbu Expressway sekaligus garis start pembangunan Gangnam — yang saat itu masih berupa lahan kosong. Tak berlebihan mengatakan Gangnam yang dikenal dunia hari ini bermula di jembatan ini. Dua generasi, dua lagu hit, dua jembatan yang sangat berbeda — tetapi sungai yang sama mengalir di bawahnya.


Jembatan Seogang — kenapa ada pulau di tengahnya?

Pandanglah ke selatan dari Mapo ke arah Yeouido dan kamu akan melihat pulau berhutan duduk di bawah lantai jembatan. Itulah Bamseom (栗島, “Pulau Berangan”). Jembatan Seogang menembusnya lurus — secara harfiah.

Bamseom dulu pulau berpenghuni, rumah bagi sekitar 400 warga. Pada 1968, di tengah demam pembangunan Yeouido, pulau itu diledakkan dengan dinamit — kota menginginkan pasir dan kerikilnya sebagai agregat konstruksi, dan membersihkannya melebarkan alur sungai. Warga yang tergusur dipindahkan paksa ke kaki Wausan di Mapo. Tetapi sisa batu dan puingnya perlahan menjerat sedimen, pulau itu mulai memulihkan diri, dan setelah manusia pergi, burung-burung berdatangan.

Ketika konstruksi Jembatan Seogang dilanjutkan pada 1991, kelompok lingkungan dan ahli burung melawan keras. Rencananya membentangkan jalan berjalur banyak menembus habitat burung migran yang, saat itu, menarik lebih dari 15,000 burung. Jembatan tetap dibangun — tetapi dengan syarat.

Aturan yang masih berlaku sampai hari ini

  • Selama konstruksi, semua pekerjaan dihentikan pada musim kawin April–Juni.
  • Membunyikan klakson dilarang di bentangan Bamseom Jembatan Seogang. Di tengah jalan raya Seoul, ini aturan yang ditulis demi burung.
  • Bamseom ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Lanskap Ekologis pada 1999 dan Lahan Basah Ramsar pada 2012. Situs Ramsar di tengah kota raksasa adalah hal yang sangat langka.

Bamseom tertutup bagi publik. Tetapi kamu bisa mendapat pandangan sedekat mungkin dengan menyusuri jalur pejalan kaki Jembatan Seogang, yang memandang lurus ke bawah ke arah pulau, atau dari area Mulbit Square di Taman Sungai Han Yeouido. Mengetahui bahwa pulau yang diledakkan diam-diam membangun ulang dirinya menjadi lahan basah yang dilindungi secara internasional — itulah jenis latar cerita yang mengubah lima menit di atas jembatan.

📍 Buka di Naver Map


Jembatan Dongjak · Jembatan Gwangjin — bisa minum kopi di atas jembatan?

Bisa — di dua tempat berbeda, dan keduanya tak lazim secara struktural.

Jembatan Dongjak — gedung lima lantai bertengger di atas jembatan

Di ujung selatan Jembatan Dongjak, dua fasilitas pandang berdiri persis di atas strukturnya. Di sisi barat (menghadap hilir) ada Noeul Café; di sisi timur (hulu) ada Gureum Café. Interiornya membentang beberapa tingkat dengan kafe, minimarket, toko buku, kafe baca, dan dek pandang di atap.

KafeArahYang kamu lihat
Noeul Café (Senja)Barat (hilir)Senja Sungai Han, Namsan Seoul Tower pada malam hari
Gureum Café (Awan)Timur (hulu)Moonlight Rainbow Fountain Jembatan Banpo, Sebitseom

Jadi aturannya sederhana: untuk air mancur, pergilah ke Gureum; untuk senja, pergilah ke Noeul. Kafe-kafe itu terhubung langsung ke Stasiun Dongjak (Jalur 4 dan 9), membuat aksesnya mudah, dan pengalaman menyeruput kopi sambil menggantung di atas Sungai Han benar-benar tak biasa — bahkan di Seoul.

📍 Buka di Naver Map

Gwangjingyo 8th Street — observatorium di bawah jembatan

Jembatan Gwangjin berada di tepi paling timur Seoul, menghubungkan Cheonho di Gangdong-gu dengan Gwangjang-dong di Gwangjin-gu. Terselip di bawah lantai jembatan pada bentangan tengah adalah ruang pandang yang dipahat ke dalam struktur pilar — 광진교8번가 (Gwangjingyo 8th Street). Menurut Pemerintah Metropolitan Seoul, observatorium di pilar jembatan hanya ada di tiga tempat di seluruh dunia.

Lewat jendela setinggi langit-langit, sungai mengalir deras persis di bawahmu. Ruang ini menggelar pameran dan pertunjukan kecil. Masuknya gratis.

RincianInfo
Jam bukaApr–Okt: 12:00–20:00 / Mar & Nov: 12:00–18:00
TutupSenin, Tahun Baru Imlek, Chuseok (Thanksgiving Korea)
Tiket masukGratis
AlamatGucheonmyeon-ro 77, Gangdong-gu, Seoul

Jembatan Gwangjin juga salah satu dari sedikit penyeberangan Sungai Han yang dirancang ulang dengan mempertimbangkan pejalan kaki dan pesepeda — jumlah lajur dikurangi untuk melebarkan ruang jalan, menjadikannya salah satu jembatan paling nyaman untuk diseberangi dengan jalan kaki. Konsekuensinya: letaknya di tepi paling timur kota, jadi perhitungkan waktu tempuh dari pusat Seoul.

📍 Buka di Naver Map


Lebih banyak jembatan, lebih banyak cerita

🌉 Jembatan Sungai Han lain yang layak diketahui

JembatanCeritanya
Jembatan Kereta Hangang (1900)Penyeberangan Sungai Han yang pertama. Pengusaha Amerika James R. Morse memulai konstruksinya untuk Jalur Kereta Gyeongin, dan rampung pada Juli 1900. Pejalan kaki tak bisa memakainya — otoritas kolonial Jepang mencoret jalur pejalan kaki dari rencananya dengan alasan biaya. Sampai kini masih khusus kereta.
Jembatan Hangang (1917)Jembatan pertama yang benar-benar bisa dilalui orang berjalan kaki — awalnya disebut “Jembatan Penyeberangan Hangang” (한강인도교). Ia hadir 17 tahun setelah jembatan kereta. Pada 2021, bentangan khusus pejalan kaki (“Jembatan 100 Tahun”) ditambahkan, memungkinkanmu berjalan dari Noryangjin ke Nodeulseom, pulau di tengah sungai yang kini menjadi ruang budaya.
Jembatan Wonhyo (1981)Jembatan yang dibiayai swasta — Dongah Construction membangunnya dengan uang sendiri, berniat memungut tol. Pengemudi menolak, memutar jalan demi menghindari bayaran, dan operatornya bahkan tak sanggup menutup tagihan listrik lampu jalannya. Pada 1983, mereka begitu saja menyerahkan seluruhnya kepada pemerintah kota.
Jembatan Olympic (1990)Jembatan cable-stayed dengan empat pilon menjulang, dibangun untuk memperingati Olimpiade Seoul 1988. Pada 2001, patung berbentuk api seberat 10.8 ton sedang diangkat helikopter ke puncak salah satu pilon ketika ia jatuh dan menewaskan tiga tentara. Patung itu masih berdiri di atas jembatan sampai hari ini.
Jembatan Cheongdam (2001)Jembatan lantai ganda pertama Korea — tetapi berbeda dari Banpo/Jamsu, lantai bawah di sini membawa Subway Seoul Jalur 7, bukan mobil. Inilah momen ketika gerbong keretamu tiba-tiba menyembur ke cahaya siang di tengah sungai. Lantai atasnya khusus kendaraan — satu-satunya jembatan Sungai Han yang tak bisa diseberangi pejalan kaki.
Jembatan Mapo (1970)Menghubungkan Yeouido dan Mapo, dengan pandangan lurus ke panorama malam Yeouido. Kekhawatiran keselamatan memicu beberapa perubahan desain pada 2010-an, dan kini pagar pengaman tinggi terpasang di sepanjang jalur pejalan kaki.
Jembatan World Cup (2021)Butuh kira-kira 11 tahun dari peletakan batu pertama sampai pembukaan — masalah anggaran menghentikan konstruksi berkali-kali. Desain cable-stayed asimetrisnya khas, dan ia menjadi penanda panorama malam di sekitar Sangam dan Nanji.

Tips praktis menyusuri jembatan Sungai Han di Seoul

  • Untuk pemula: Jembatan Jamsu — penyeberangan terpendek (~800m) dan paling dekat ke air. Mulailah dari Taman Sungai Han Banpo.
  • Untuk panorama malam: kafe pandang Jembatan Dongjak → susuri jalur tepi sungai ke arah Jembatan Banpo untuk air mancurnya.
  • Untuk jalan santai: Jembatan Gwangjin (ruang pejalan kaki lebar) + observatorium Gwangjingyo 8th Street.
  • Di atas jembatan sangat berangin. Pada musim dingin, hawa dinginnya menusuk lebih keras ketimbang di tepi sungai, dan topi serta barang ringan bisa terbang.
  • Sebagian besar jalur pejalan kaki jembatan berdampingan langsung dengan lalu lintas — bising. Anggap jalan kaki ini pengalaman visual, bukan meditatif.
  • Ketika permukaan sungai tinggi atau saat peringatan topan/hujan lebat, Jembatan Jamsu dan sebagian ruas taman tepi sungai ditutup.

Ingin menuntaskan cerita jembatan dalam satu hari?

Berikut itinerari setengah hari yang merangkai sorotannya:

  1. 4:00 sore — Tiba di Stasiun Dongjak. Naiklah ke salah satu kafe pandang Jembatan Dongjak (Noeul Café untuk sudut senja) dan nikmati Sungai Han serta Namsan.
  2. Sekitar matahari terbenam — Setelah langit memainkan perannya, ikuti jalur tepi sungai ke timur menuju Taman Sungai Han Banpo.
  3. 7:00 malam — Seberangi Jembatan Jamsu dengan berjalan kaki, sedekat mungkin ke air tanpa masuk ke dalamnya.
  4. 8:00 malam — Rebut tempat di hamparan rumput Taman Sungai Han Banpo untuk Moonlight Rainbow Fountain (pertunjukan pukul 8:00 malam).
  5. Setelah pukul 9:00 malam — Menuju Stasiun Express Bus Terminal, atau tutup dengan panorama malam dari dek Sebitseom.

Kalau kamu menginap di sekitar Yeouido atau Hongdae, rute alternatif yang bagus adalah Jembatan Seogang (panorama Bamseom) → Jembatan Mapo (panorama malam Yeouido) → Jembatan Yanghwa (Hapjeong/Hongdae).

Sumber data

Sedang populer di Seoul

Klook.com

Tautan afiliasi — kami bisa memperoleh komisi tanpa menambah biayamu. Detail →