Haneul Park adalah padang ilalang perak paling termasyhur di Seoul kala musim gugur — tapi ada satu hal yang hampir tidak pernah muncul di Instagram turis: bukit setinggi 95 meter ini selama 15 tahun adalah tempat pembuangan sampah utama kota. Sementara para pelancong berfoto di antara batang-batang keperakan, mereka sebenarnya berdiri di atas 92 juta ton sampah yang terkubur. Panduan ini membongkar transformasi luar biasa Nanjido — dari “Pulau Sampah” menjadi taman langit — plus insinerator yang masih beroperasi di sebelahnya, dan semua hal yang perlu kamu tahu sebelum berkunjung.
Sekilas
- Haneul Park berdiri di atas Nanjido, TPA Seoul dari 1978 sampai 1993 — 92 juta ton sampah membentuk dua gunung setinggi 95 meter.
- Pembangunan dimulai tahun 2000, dan World Cup Park dibuka pada Mei 2002. Metana dari limbah yang terurai sampai kini ditangkap dan dipakai memanaskan bangunan di sekitarnya.
- Masuk gratis. Ke puncak lewat 291 anak tangga atau trem ramah lingkungan. Ilalang perak memuncak Oktober–November; festival tahunan akhir Oktober membuka jam malam yang langka.
Haneul Park dulunya apa sebelum jadi taman?
Jauh sebelum menjadi gunung sampah, tempat ini adalah pulau cantik di Sungai Han bernama Nanjido (蘭芝島). Namanya berasal dari aksara Tionghoa untuk anggrek (蘭) dan iris (芝) — bunga liar wangi yang dulu menyelimuti daratannya. Dikenal sebagai “Pulau Bunga”, rimbun dengan alang-alang dan burung migran, ini adalah pulau berpasir di sungai tempat petani menanam kacang tanah dan sorgum hingga jauh ke era Joseon.
Semuanya berubah pada Maret 1978. Saat Seoul membengkak karena industrialisasi cepat, kota menetapkan Nanjido sebagai TPA resmi kotamadya. Selama 15 tahun berikutnya — sampai 1993 — longsoran sampah rumah tangga, puing konstruksi, dan limbah industri mengalir masuk: kira-kira 92 juta ton total. Pulau yang tadinya datar menumbuhkan dua gunung sampah raksasa setinggi sekitar 95 meter (puncaknya 98 meter). Nanjido jadi terkenal buruk — “Pulau Sampah” yang berbau busuk, dikerumuni lalat dan membocorkan lindi beracun. Satu catatan kaki yang ganjil: ketika Sampoong Department Store ambruk pada 1995, puingnya juga dikubur di sini. Ya — secara harfiah ada sebuah pusat perbelanjaan terkubur di bawah ilalang perak itu.
Bagaimana gunung sampah bisa berubah jadi taman?
Ketika TPA ditutup pada 1993, Seoul memanfaatkan momentum Piala Dunia FIFA 2002 untuk meluncurkan proyek reklamasi lingkungan yang ambisius. Pembangunan dimulai tahun 2000, dan pada Mei 2002 World Cup Park dibuka di atas bekas kawasan Nanjido. Taman ini bukan satu ruang tunggal — melainkan keluarga berisi lima taman.
| Taman | Lokasi & Karakter | Suasana |
|---|---|---|
| Haneul Park | Puncak TPA ke-2, padang rumput ~19 ha | Hamparan ilalang perak, panorama luas — bintang panduan ini |
| Noeul Park | TPA ke-1 | Pemandangan matahari terbenam, area kemah, park golf |
| Pyeonghwa Park | Dataran rendah di bawah bekas TPA | Kolam Nanji, hamparan rumput luas, plaza acara |
| Nanjicheon Park | Alur lama Sungai Nanji | Lahan basah, jalur pejalan kaki |
| Nanjicheon Hangang Park | Menyusuri Sungai Han | Kemah, olahraga air, bersepeda |
Ini bagian pentingnya: sampahnya tidak diangkut keluar — mereka menutup dan menstabilkannya. Pekerja memasang lapisan kedap air tebal di sekeliling TPA agar lindi tercemar tidak merembes ke Sungai Han. Mereka juga membangun sistem untuk menangkap gas metana dari limbah yang terurai di bawah, yang kini memasok energi pemanas bagi fasilitas World Cup Park dan Stadion Piala Dunia Seoul. Singkatnya, di bawah padang ilalang yang layak Instagram itu, puluhan tahun sampah Seoul masih diam-diam bersemayam — taman ini pada dasarnya padang ajaib yang berlapis di atas masa lalu.
Apakah masih ada insinerator di dekat sini?
Ya — dan cerobongnya terlihat dari Haneul Park. Fasilitas Pemulihan Sumber Daya Mapo (insinerator sampah) sudah beroperasi di Sangam-dong selama puluhan tahun, dan kisah sampah Seoul masih sangat terjalin dengan kawasan ini.
Pada 2023, Pemerintah Kota Seoul mengonfirmasi rencana membangun fasilitas pemulihan sumber daya metropolitan baru — insinerator yang lebih besar — tepat di samping yang sudah ada di Sangam-dong. Alasannya: Kementerian Lingkungan Hidup melarang penimbunan langsung sampah rumah tangga di wilayah metropolitan Seoul mulai 2026, sehingga kota harus memperbesar kapasitas insinerasi. Rencananya membangun fasilitas bawah tanah baru (1,000 ton/hari) di sebelah yang sekarang (750 ton/hari), sehingga total kapasitas menjadi 1,750 ton/hari. Warga Mapo-gu dan Kota Goyang di sebelahnya memprotes keras — mereka sudah menanggung insinerator yang ada selama lebih dari 30 tahun dan menilai tidak semestinya memikul beban sampah Seoul lebih banyak lagi. Ironinya kental: tempat Seoul menyulap gunung sampah menjadi taman tetap menjadi titik nol perang sampah kota ini.
Seperti apa Haneul Park hari ini?
Kini Haneul Park adalah salah satu tujuan ilalang perak musim gugur dan panorama terbaik di Seoul. Karena pohon sulit berakar di atas TPA yang ditutup, taman ini ditanami sebagai padang rumput — hamparan terbuka luas tempat ilalang perak beriak seperti ombak diterpa angin. Dari puncaknya, kamu bisa menikmati Bukhansan, Namsan, Sungai Han, dan Stadion Piala Dunia Seoul sekaligus.
| Rincian | Info (perkiraan — konfirmasi sebelum berkunjung) |
|---|---|
| Tiket masuk | Gratis |
| Cara naik | 291 Haneul Stairs jalan kaki / Trem Listrik Maengkkongi / tanjakan landai dari Nanjicheon Park |
| Trem Listrik | Sekali jalan: dewasa 2,000 won, anak 1,500 won / Pulang pergi: dewasa 3,000 won, anak 2,200 won (tanpa reservasi, berangkat bila penuh) |
| Daya tarik | Ilalang perak musim gugur, pink muhly & kochia, kanola musim semi & bunga matahari musim panas, panorama Seoul |
| Festival Ilalang | Akhir Oktober setiap tahun (2025: 18–24 Oktober), jam malam selama festival (kira-kira 9 pagi–10 malam) |
Untuk sampai ke atas, naiklah 291 “Haneul Stairs” — cukup menguras napas tapi sangat bisa dilakukan — atau naik Trem Listrik Maengkkongi di pintu masuk taman. Trem ini penyelamat kalau kamu bersama anak-anak atau anggota keluarga yang lebih tua. Selama festival musim gugur, taman buka sampai larut malam, dan ilalang perak yang tersorot lampu dengan latar cakrawala Seoul benar-benar memesona.
Apa lagi yang layak dilihat di sekitar Haneul Park?
Haneul Park baru permulaan. Kawasan lama Nanjido dan Sangam DMC penuh titik menarik yang bisa dijangkau jalan kaki dan pantas kamu luangkan waktu.
Noeul Park — spot matahari terbenam terbaik di Seoul
Bukit saudaranya di sebelah (bekas TPA ke-1), yang namanya secara harfiah berarti “Taman Senja”. Pemandangan menyeberangi Sungai Han saat senja sungguh memukau. Ada lapangan park golf, area kemah keluarga (Noeul Camping Ground), dan hamparan rumput luas yang membuatnya favorit untuk sore piknik beralas tikar dan ajak jalan anjing. 📍 Buka di Naver Map
Jalur Metasequoia Haneul Park — “Jalan Penyair”
Jalur pejalan kaki sepanjang sekitar 1 kilometer berbaris pohon metasequoia yang membentang ke selatan dari pintu masuk taman, dijuluki “Jalan Penyair”. Terowongan pohon menjulang ini impian para fotografer sekaligus jalan masuk yang menenangkan menuju Haneul Park. 📍 Buka di Naver Map
Nanji Hangang Park — kemah dan sungai
Persis di tepi Sungai Han, taman ini menawarkan area kemah, olahraga air, dan jalur sepeda. Terhubung mulus dengan Haneul dan Noeul Park — sempurna untuk berjalan menurun sampai ke tepi sungai. 📍 Buka di Naver Map
Oil Tank Culture Park — peninggalan industri yang jadi seni
Bekas depot minyak dari tahun 1970-an yang diubah menjadi kompleks budaya yang mencolok. Enam tangki minyak raksasa disulap menjadi ruang pameran, ruang pertunjukan, dan kafe. Seperti kisah gunung sampah yang menjadi taman, ini contoh luar biasa lain dari Seoul mengubah ruang industri terbengkalai menjadi ikon budaya. Ruang pameran tutup setiap Senin; area luar buka sepanjang tahun. Masuknya gratis. 📍 Buka di Naver Map
Stadion Piala Dunia Seoul & Sangam DMC
Stadion ikonik Piala Dunia 2002 ini menampung supermarket besar, bioskop, dan pertokoan — cadangan yang solid saat hujan. Di sekelilingnya, Sangam Digital Media City (DMC) adalah tempat stasiun penyiaran besar Korea berkantor pusat. 📍 Buka di Naver Map
Cara menuju Haneul Park
Rute paling umum: naik subway Jalur 6 sampai Stasiun World Cup Stadium, Keluar 1. Berjalanlah menembus Pyeonghwa Park untuk sampai ke pintu masuk Haneul Park. Dari situ, naiki 291 anak tangga atau ambil trem listrik ke puncak. Pada akhir pekan puncak musim gugur dan saat festival, antrean trem bisa sangat panjang — pakai sepatu yang nyaman dan siapkan diri untuk berjalan, atau incar pagi hari kerja. Puncaknya minim naungan dan sedikit kedai, jadi bawa air dan topi.
Sumber data
- Nanjido — Namuwiki · Wikipedia (Korea) · Ensiklopedia Kebudayaan Korea
- Transformasi Nanjido menjadi taman ekologis — Seoul Solution
- World Cup Park — Seoul Parks · Namuwiki
- “Selamat tinggal, Pulau Sampah” — Financial News
- Festival Ilalang 2025 & info trem — TourToctoc
- 291 anak tangga Haneul Park & jalur metasequoia — Pemerintah Kota Seoul · Seoul Media Hub
- Noeul Park & kemah — Seoul Noeul Camping Ground
- Kontroversi insinerator baru Sangam-dong — Kyunghyang Shinmun · Hankooki