Korea adalah salah satu negara paling tidak bergantung pada uang tunai di dunia. Bus mulai dilucuti kotak ongkosnya, restoran mengganti kasir dengan kiosk, dan cukup banyak gerai Starbucks yang terang-terangan menolak uang tunai.

Jadi pelancong cenderung merangkumnya begini: “Saya tidak akan butuh uang tunai — bawa kartu saja.”

Itu baru separuh benar. Korea adalah masyarakat nirtunai sekaligus, pada saat yang sama, salah satu negara maju yang paling jauh dari standar pembayaran internasional. Tumpangkan kedua fakta itu dan kamu dapat situasi yang aneh. Kartumu lancar di minimarket, lalu ditolak di kiosk kedai ramen tanpa petugas persis di sebelahnya. Kamu bisa naik subway tapi tidak bisa membayar di dalam aplikasi pesan-antar.

Jawaban singkatnya

  • Pembayaran kartu luring tidak perlu dikhawatirkan. Selama kamu memasukkan chip-nya, kartumu berfungsi di sebagian besar minimarket, kafe, restoran, dan department store. Yang macet: kiosk tanpa petugas, situs daring lokal, aplikasi pesan-antar, dan pemesanan tiket.
  • Ada dua sebabnya. Terminal contactless EMV internasional yang penetrasinya baru sekitar 10%, dan sistem verifikasi identitas yang menuntut nomor ponsel Korea dan Kartu Izin Tinggal.
  • Kombinasi yang berhasil adalah kartu chip + aplikasi dompet yang sudah kamu pakai (Alipay, WeChat, dsb.) + kartu prabayar KRW + uang tunai ₩50,000. Keempatnya menutup hampir semua situasi.

Sesedikit Apa Korea Memakai Uang Tunai?

Menurut survei yang dirilis Bank of Korea pada Maret 2025 (3,551 orang dewasa berusia 19 tahun ke atas se-Korea), uang tunai menyumbang 15.9% pembayaran di Korea berdasarkan jumlah transaksi. Itu sepertiga dari 41.3% yang tercatat pada 2013, hanya dalam satu dekade lebih.

15.9%
Porsi pembayaran dengan uang tunai (41.3% pada 2013)
₩1.1053triliun
Rata-rata volume pembayaran mobile harian (2025, rekor tertinggi)
₩66,000
Rata-rata uang tunai yang dibawa orang Korea di dompetnya
10%
Penetrasi domestik terminal contactless EMV internasional

💳 Bagaimana orang Korea benar-benar membayar (survei 2024, berdasarkan jumlah transaksi)

Metode pembayaranPorsiCatatan
Kartu kredit46.2%No. 1 di semua kelompok usia — bahkan 52.1% di kelompok 60 tahun ke atas
Kartu debit16.4%Paling banyak dipakai orang berusia 20-an
Uang tunai15.9%Masih 30.2% di kelompok 60 tahun ke atas
Kartu mobile12.9%36.8% di usia 20-an dan 34.9% di usia 30-an — menyaingi kartu kredit
Transfer bank3.7%Sering diminta di pasar tradisional
Saldo prabayar2.7%Saldo kartu transportasi dan dompet aplikasi

Perbandingan internasional membuat posisi Korea lebih jelas. Dalam data perusahaan pembayaran global Worldpay, pemakaian uang tunai Korea pada 2023 sebesar 10%, peringkat ke-29 dari 40 negara. Rata-rata surveinya 23%, dengan Jepang di 41% dan Jerman di 36%.


Jadi Kenapa Kartu Saya Ditolak?

Fakta bahwa Korea nyaris tidak memakai uang tunai dan fakta bahwa kartu asing berjalan mulus adalah dua hal yang berbeda. Sebab Korea membangun masyarakat nirtunainya di atas standarnya sendiri.

Pembayaran luring global sudah lama berjalan di atas contactless EMV. Itu standar pembayaran nirsentuh yang dibuat Visa, Mastercard, dan Europay — yang cukup kamu tempelkan kartunya ke terminal. Itu juga standar yang dipakai Apple Pay dan Google Pay.

📶 Porsi contactless EMV dalam pembayaran luring, menurut negara (data Visa, 2023)

NegaraPorsi contactless EMV dalam pembayaran luring
Australia99.4%
Singapura99.3%
Inggris96.7%
Hong Kong96.6%
Kanada93.7%
Korea Selatandi bawah 10%

Angka-angka itu membuat Korea terlihat tertinggal soal pembayaran, padahal kenyataannya justru kebalikan. Korea sudah sangat nyaman bahkan tanpa contactless.

Bagaimana Samsung Pay Menaklukkan Korea — Jalan Pintas MST

Pada 2015, Samsung meluncurkan pembayaran mobile pertama di dunia yang mendukung MST (Magnetic Secure Transmission) dan NFC sekaligus. Inti MST sederhana: ponsel meniru sinyal magnetik kartu yang digesek lalu memancarkannya.

Berkat itu, toko tidak perlu mengganti satu terminal pun. Dekatkan ponselmu ke pembaca kartu berumur 20 tahun dan pembayarannya langsung lolos. Karena satu teknologi itu, Korea tidak pernah punya alasan memasang terminal NFC, dan Samsung Pay jadi metode pembayaran seluruh negeri.

Kunci yang dibangun dari kenyamanan. Per Mei 2026, pengguna aktif bulanan Samsung Wallet mencapai 19.04 juta — aplikasi pembayaran teratas di Korea. Satu dari tiga orang Korea memakainya. Tapi versi Korea Samsung Wallet tidak mendukung contactless EMV, dan ponsel Galaxy yang dirilis di Korea hanya menerima kartu terbitan Korea. Metode pembayaran paling perkasa di negeri itu, pada praktiknya, tertutup bagi orang asing sejak awal.

Apple Pay masuk Korea pada 2023 lewat Hyundai Card. Karena Apple Pay hanya memakai contactless EMV, kedatangannya jadi pemicu yang mendorong naiknya adopsi terminal NFC di Korea. Meski begitu, tiga tahun berselang, per Agustus 2026, Hyundai Card tetap satu-satunya penerbit kartu Korea yang terhubung dengan Apple Pay. Toss Bank menunda peluncurannya pada April 2026 tepat sebelum rilis, dan Shinhan serta KB Kookmin Card menunda keputusan dengan alasan beban biaya. Di antara merchant Hyundai Card, baru sekitar 25% yang menerima Apple Pay — dan di antara merchant kecil, sekitar 6%.


Di Mana Berhasil dan di Mana Tidak

Inilah bagian paling praktis dari artikel ini. Berikut di mana tiap metode pembayaran berfungsi di Korea, dalam satu tabel.

🧭 Di mana tiap metode pembayaran berfungsi (diperiksa Agustus 2026; dapat berubah)

Metode pembayaranDi tokoKiosk tanpa petugasDaring lokalAplikasi pesan-antarTransportasi umum
Kartu chip terbitan luar negeri (dimasukkan)⭕ Nyaris di mana saja🔺 Sangat bergantung mesinnya🔺 Tergantung situsnya🔺 Berfungsi di Baemin❌ Tidak bisa tap untuk naik
Kartu terbitan luar negeri, contactless (tempel)🔺 Sekitar 10% toko❌ Umumnya tidak bisa❌ Belum bisa
Apple Pay · Google Pay (kartu asing)🔺 Hanya terminal NFC❌ Umumnya tidak bisa🔺 Apple Pay berfungsi di Baemin
Alipay · WeChat dan dompet luar negeri lain⭕ 2 juta merchant🔺 Mesin yang mendukung QR🔺 Sebagian🔺 Mesin tiket subway
Kakao Pay · Toss · Naver Pay
Kartu prabayar KRW (WOWPASS, Namane, dsb.)🔺 Sebagian🔺 Kalau kartunya didaftarkan⭕ T-money bawaan
Kartu T-money fisik🔺 Minimarket, dsb.🔺
Uang tunai🔺 Hanya mesin berslot tunai🔺 Sedang dihapus di bus

Baris ketiga sampai kelima adalah jantung artikel ini. Tiga raksasa pembayaran mobile lokal berfungsi mulus di mana saja, tapi pelancong tidak bisa mendaftar — dan setiap metode yang bisa dipakai pelancong terhalang di suatu tempat.

Aturan yang perlu diikuti di kiosk

  • Jangan tempel — masukkan. Sebagian besar kiosk Korea punya slot chip IC, dan jalur itu tingkat keberhasilannya jauh lebih tinggi. Bahkan ketika ikon contactless tercetak di mesinnya, banyak perangkat yang sebenarnya hanya membaca standar domestik.
  • Kalau ditolak, cari konter. Kecuali itu toko tanpa petugas, biasanya ada terminal staf terpisah yang memang menerima kartu asing. Cukup bilang "Kartunya tidak jalan, bisa bayar di konter?"
  • Kalau layarnya menampilkan jumlah dalam mata uang negaramu, tolak. Memilih KRW hampir selalu langkah yang lebih baik.
  • Jangan memasukkan kartu yang sama tiga kali. Kegagalan berulang bisa memicu deteksi penipuan penerbit kartumu dan membekukan kartunya sementara. Gagal dua kali, lalu ganti metode.
  • Kedai es krim tanpa petugas, bilik foto, dan kedai ramen punya tingkat kegagalan tertinggi. Terminal merchant kecil mereka umumnya berstandar domestik.

Lima Besar Aplikasi Pembayaran — Berapa yang Bisa Dipakai Pelancong?

Pasar pembayaran mobile Korea mengerucut jadi lima pemain: Samsung Wallet, Kakao Pay, Naver Pay, Toss, dan Apple Pay. Pada 2025, pembayaran mobile rata-rata mencapai ₩1.1053 triliun per hari — 35.57 juta transaksi — rekor tertinggi.

📱 Pengguna aktif bulanan aplikasi pembayaran utama (Wiseapp·Retail, Mei 2026)

LayananMAUIa apaBisakah pelancong mendaftar?
Samsung Wallet19.04 jutaDompet buatan produsen ponsel, MST+NFC❌ Hanya perangkat dan kartu Korea
Kakao Pay11.87 jutaKeuangan harian berbasis aplikasi pesan❌ Butuh ARC dan rekening bank Korea
KB Pay10.37 jutaDompet kartu afiliasi bank❌ Butuh rekening bank Korea
Shinhan SOL Pay8.19 jutaDompet kartu afiliasi bank❌ Butuh rekening bank Korea
Naver Pay6.53 jutaPembayaran pencarian & belanja❌ Butuh verifikasi identitas
Payco2.55 jutaPembayaran mobile independen❌ Butuh verifikasi identitas
Apple Pay (Hyundai Card)Contactless EMV🔺 Kartu asing bisa didaftarkan, tapi merchantnya sedikit

Kolom paling kanan penuh tanda ❌, dan penyebabnya bukan teknologi — melainkan kebijakan.

Sistem verifikasi identitas Korea — hambatan sesungguhnya ada di sini

Sebagian besar layanan daring Korea menuntut verifikasi identitas saat pendaftaran atau checkout. Jalur bakunya adalah verifikasi lewat ponsel — menerima pesan teks atas nama yang terdaftar di salah satu dari tiga operator telekomunikasi Korea. Aplikasi PASS, sertifikat gabungan, dan sertifikat finansial semuanya berakar pada hal yang sama.

Agar orang asing bisa melewati jalur ini, kamu butuh Kartu Izin Tinggal (ARC) sekaligus nomor ponsel Korea. Tapi ARC hanya diterbitkan bagi orang yang tinggal 90 hari atau lebih, dan ada laporan prosesnya memakan dua bulan setelah pengajuan. Pelancong jangka pendek memang tidak pernah memenuhi syarat sejak awal.

Keluhan yang masuk ke Badan Pariwisata Korea menceritakan hal yang sama: masalah verifikasi saat memesan dan membayar daring, kartu kredit terbitan luar negeri ditolak, nomor ponsel Korea disyaratkan, dan verifikasi nama asli mustahil untuk pembayaran daring. Komisi Komunikasi Korea sedang mendorong perbaikan penerbitan sertifikat tanpa tatap muka bagi 2.5 juta penduduk asing di Korea, memakai informasi paspor dan panggilan video.


Lima Titik Tempat Semuanya Benar-Benar Macet

Pertama, kiosk tanpa petugas. Mesin pemesanan di restoran, kafe, dan bioskop. Mesin milik waralaba besar cenderung menerima kartu asing, tapi terminal murah yang dipasang di toko kecil hanya membaca standar domestik — sebab di era Samsung Wallet, tidak pernah ada alasan untuk bersertifikat EMV.

Kedua, aplikasi pesan-antar. Lama jadi tembok tersulit, kini jauh lebih terbuka. Baedal Minjok resmi mendukung pembayaran kartu asing untuk non-anggota sejak Maret 2025, dan pada 2 Juni 2026 jadi aplikasi pesan-antar pertama yang memperkenalkan Apple Pay dengan kartu asing (Visa, Mastercard, JCB, Amex). Meski begitu, sebagian layanan — seperti pengantaran bahan makanan — masih menuntut verifikasi nama asli.

🚧 Di mana semuanya tersendat dan cara mengakalinya

SkenarioKenapa tersendatAkal-akalan yang berhasil sekarang
Kiosk tanpa petugasTerminal kecil hanya mendukung standar domestikMasukkan chip, bayar di konter, atau pakai kartu prabayar KRW
Aplikasi pesan-antarDibangun di sekitar verifikasi nama asli bernomor KoreaPembayaran kartu asing non-anggota dan Apple Pay di Baemin
Pemesanan tiketTidak bisa membuat akun tanpa verifikasi identitasSitus berbasis paspor seperti Interpark Global
Mal daring lokalPemeriksaan nama asli saat checkoutPakai domain global merek yang sama
Isi ulang kartu transportasiMesinnya dulu hanya menerima tunaiKartu asing di mesin baru, aplikasi Mobile T-money

Ketiga, pemesanan tiket. Konser, musikal, dan pameran masuk kategori ini. Situs pemesanan lokal dirancang di sekitar verifikasi identitas, jadi akun pelancong bahkan tidak bisa dibuat. Sebagai gantinya, Interpark menjalankan situs pemesanan global terpisah. Kamu mendaftar dengan paspor dan membayar dengan kartu asing — meski alokasi kursi dan struktur biayanya berbeda dari pemesanan lokal.

Keempat, mal daring lokal. Sebagian besar mal besar Korea menaruh pemeriksaan nama asli di tahap checkout. Banyak yang menjalankan situs global terpisah yang mendukung pengiriman ke luar negeri, jadi langkah tercepat adalah memeriksa apakah domain di bilah alamatmu adalah versi globalnya.

Kelima, isi ulang kartu transportasi. Bidang yang paling dramatis membaik. Lebih lanjut soal ini di bawah.


Subway dan Bus — Apa yang Berubah pada 2026

Untuk waktu yang lama, membeli tiket subway berarti harus punya uang tunai dulu. Mesin tiket lama, yang diperkenalkan pada 2009, hanya menerima uang tunai.

Seoul Metro menghabiskan anggaran T-money sebesar ₩25 miliar untuk memasang 440 kiosk kartu transportasi baru di 273 stasiun jalur 1–8, dan mulai menerima kartu kredit dan debit terbitan luar negeri serta pembayaran mobile pada 17 Maret 2026. Pada bulan pertama, rata-rata 9,158 orang membayar sekitar ₩70 juta per hari.

🚇 Stasiun teratas untuk pemakaian mesin tiket berkartu asing (17 Mar–17 Apr 2026, rata-rata harian)

PeringkatStasiunRata-rata nilai harianRata-rata transaksi harian
1Stasiun Seoul₩5.26 juta961
2Stasiun Hongik Univ.₩4.99 juta880
3Stasiun Myeongdong₩2.82 juta893

Di antara kartu asing, Visa paling banyak dipakai; di antara pembayaran mobile, WeChat Pay memimpin. Satu baris itu merangkum keadaan lanskap pembayaran Korea saat ini: pelancong tidak bisa memakai aplikasi Korea, jadi mereka membawa aplikasi negaranya sendiri.

Tapi ada catatan penting. Kamu masih belum bisa menempelkan kartu kredit langsung di gerbang tiket (open loop). Untuk sekarang, yang berhasil adalah membeli dan mengisi ulang kartu transportasi seperti T-money dengan kartu asing.

🗓️ Peta jalan penerapan open loop Seoul (diumumkan Oktober 2025)

Jangka waktuRencana
Sampai 2026Memasang modul bersertifikat EMV di terminal bus kota, membangun server pembayaran
Sampai 2027Mengganti terminal subway jalur 1–8 dengan standar EMV
Sampai 2030Memperluas ke bus lingkungan, kereta swasta, dan badan transportasi terpadu wilayah metropolitan

Transisinya lambat karena uang. Mengganti terminal berstandar domestik (PayOn) yang ada sekarang dengan yang bersertifikat EMV di wilayah ibu kota saja diperkirakan menelan lebih dari ₩50 miliar. Sistem penyelesaian untuk diskon transfer juga harus dibangun ulang.

Jalur tercepat mendapat kartu transportasi sekarang

  • iPhone — Unduh aplikasi Mobile T-money, daftar, lalu daftarkan kartu kredit asing untuk mengisi ulang. Fitur ini dibuka pada 21 Maret 2026. Isi ulang langsung di dalam Apple Wallet masih belum ada karena perundingan dengan Apple buntu.
  • Android — Isi ulang dengan kartu asing berfungsi di keluarga aplikasi T-money. NFC juga bisa membaca saldo kartu fisik.
  • Penggemar kartu fisik — Membeli kartu T-money di minimarket dan mengisinya dengan uang tunai masih jadi metode paling andal. Kartunya sendiri biasanya seharga ₩4,000–8,000.
  • Mesin tiket subway — Karena kartu asing kini berfungsi, kamu bisa menunggu sampai masuk kota dari Bandara Incheon lalu mengurusnya di Stasiun Seoul atau Stasiun Hongik Univ.
  • Jangan mengandalkan uang tunai di bus. Seoul terus memperluas bus nirtunai, dan Provinsi Gyeonggi memperluasnya ke 80 rute sejak April 2026. Daejeon sudah mencabut kotak ongkos dari semua rute kecuali sebagian bus lingkungan.

Jadi Apa yang Harus Kamu Bawa?

Sebenarnya ada empat pilihan yang bisa dipilih pelancong. Biaya dan ketentuan di bawah diperiksa pada Agustus 2026 dan bisa berubah.

🎒 Perbandingan alternatif pembayaran untuk pelancong

MetodeCara mendapatkannyaKelebihanKekurangan
Kartu chip terbitan luar negeriKamu sudah punyaCakupan toko luring terbaikSering terhalang di kiosk, daring, dan transportasi
Alipay · WeChat dan dompet luar negeri lainAplikasi yang sudah kamu pakai di rumahPembayaran QR di lebih dari 2 juta merchant KoreaTidak untuk lapak kaki lima atau penjual tak terdaftar; tidak untuk aplikasi pesan-antar
Kartu prabayar KRW (WOWPASS, dsb.)Terbit instan dengan paspor di kiosk stasiun subway dan hotelDiperlakukan seperti kartu domestik, jadi lebih jarang ditolakAda biaya isi ulang dan penarikan; saldonya harus dikelola
Kartu T-money fisikBeli di minimarketAndal untuk transportasi dan minimarketKadang butuh uang tunai KRW untuk mengisi ulang

WOWPASS adalah kartu prabayar khusus orang asing yang paling banyak dipakai dari kelompok ini. Tempelkan paspormu di kiosk dan kartunya keluar di tempat; masukkan uang tunai dalam salah satu dari 16 mata uang dan ia dikonversi ke KRW. Kamu juga bisa mengisi ulang di aplikasi lewat Mastercard, JCB, dan Visa (melalui PayPal), dan kartunya sudah menyertakan fungsi transportasi T-money. Kiosknya ada di sekitar 70 lokasi — stasiun subway, hotel, dan titik wisata — tapi ada satu di Stasiun Bandara Gimpo dan masih belum ada di Bandara Incheon. Sisa saldo bisa ditarik dalam bentuk KRW di kiosk, dengan batas ₩100,000 per penarikan dan biaya ₩1,000 tiap transaksi.

Kesimpulan paling penting: Di Korea, kamu tidak butuh satu metode yang sempurna — kamu butuh dua metode yang berbeda. Sebab kartu asing dan kartu prabayar KRW terhalang di titik yang berbeda. Bawa satu kartu chip + satu kartu prabayar KRW + sekitar ₩50,000 uang tunai, dan kamu bisa melewati hampir semua skenario kegagalan di artikel ini.

Berapa Banyak Uang Tunai yang Sebenarnya Kamu Butuhkan?

Sekalipun uang tunai sudah turun ke 15.9% dari pembayaran, tetap ada momen ketika kamu membutuhkannya — karena dua alasan yang saling bertolak belakang.

💵 Di mana uang tunai dibutuhkan vs di mana uang tunai ditolak

KategoriContoh khasKenapa
Tempat khusus tunaiLapak pasar tradisional, tenda jajanan pojangmacha, kedai kecil lawasSering tak terdaftar, jadi tidak wajib menerima kartu atau menerbitkan bukti tunai
Tempat yang minta transfer bankSebagian toko pasar tradisionalPraktik menghindari biaya kartu dan pengungkapan omzet
Tempat yang menolak tunaiBanyak bus kota Seoul dan Gyeonggi, sebagian jaringan kafeKebijakan memangkas biaya penanganan tunai dan keterlambatan naik
Mesin yang tidak bisa menerima tunaiToko tanpa petugas, sebagian besar kioskMemang tidak punya slot uang tunai

Pasar Gwangjang adalah contoh klasiknya. Sampai Agustus 2024, terminal kartu sudah dipasang di 58 lapak makanan, tapi itu hanya sebagian kecil dari 957 kios di pasar itu — dan laporan penjual yang menuntut uang tunai meski terminalnya ada terus bermunculan. Jongno-gu memaparkan langkah perbaikan pada akhir 2025, termasuk pendaftaran nama asli bagi pedagang kaki lima.

Uang tunai sebanyak ini sudah cukup

  • ₩20,000–30,000 sehari, ₩50,000–100,000 total. Untuk jajanan pasar, lapak kaki lima, kembalian taksi, dan isi ulang kartu transportasi.
  • Lembar ₩10,000 lebih berguna daripada lembar ₩50,000. Kamu akan sering mendengar pedagang kaki lima bilang mereka tidak bisa memecah lembar ₩50,000.
  • Habiskan uang koinmu di minimarket. Koin tidak bisa ditukar kembali ke mata uang asing.
  • Saat menarik uang di ATM, cari tanda Global ATM dan logo Visa, Mastercard, Plus, serta Cirrus. ATM di minimarket adalah pilihan teraman untuk akses 24 jam.
  • Untuk telaah rinci soal biaya penarikan dan penukaran mata uang, lihat artikel terpisah kami tentang penukaran uang dan biaya ATM. Yang ini berfokus pada sistem pembayarannya.

Saat Kartumu Ditolak, Coba Ini Berurutan

Penanganan di tempat, berurutan

  • 1. Masukkan, jangan tempel. Kalau contactless gagal, masukkan chip-nya. Kalau itu pun gagal, minta digesek lewat pita magnetiknya.
  • 2. Ganti ke merek kartu lain. Memang ada terminal yang menolak Visa tapi menerima Mastercard.
  • 3. Kalau itu mesin tanpa petugas, cari manusia. Cari konter atau tombol panggil staf. Biasanya ada terminal berpetugas yang terpisah.
  • 4. Beralih ke kartu prabayar KRW. Ia terbaca sebagai kartu domestik, jadi tingkat penolakannya turun tajam.
  • 5. Cek apakah ada aplikasi dompet QR. Lihat stiker di dekat kasir, cari logo aplikasimu. Kalau ada QR Zero Pay, itu sering berfungsi dengan aplikasi dompet luar negeri.
  • 6. Uang tunai adalah jalan terakhir. Justru itulah kenapa kamu membawa ₩50,000.

Singkatnya: Korea nyaris tidak memakai uang tunai, tapi sistem nirtunainya dirancang di sekitar pengguna domestik. Seperti mesin tiket subway dan aplikasi pesan-antar yang membuka diri dalam dua tahun terakhir, tembok-tembok yang tersisa runtuh satu per satu. Sekitar 2030, ketika open loop rampung, separuh artikel ini akan usang.

Sampai saat itu, dua kartu dan beberapa lembar uang akan cukup membawamu lewat. Dan kalau kartumu ditolak di kiosk kedai ramen tanpa petugas — itu bukan salah kartumu.

Sumber data

  • Bank of Korea, "Hasil Survei 2024 tentang Metode Pembayaran dan Pemakaian Layanan Keuangan Mobile" (terbit Maret 2025) — porsi metode pembayaran (tunai 15.9%, kartu kredit 46.2%, dsb.) dan rata-rata uang tunai yang dibawa ₩66,000. Laporan
  • Bank of Korea, "Pemakaian Layanan Pembayaran Elektronik pada 2025" (20 Maret 2026) — rata-rata harian 35.57 juta transaksi pembayaran sederhana senilai ₩1.1053 triliun; uang elektronik prabayar ₩1.3051 triliun. Siaran pers
  • Yonhap News, "Samsung Wallet Adalah Aplikasi Pembayaran Paling Banyak Dipakai Orang Korea" (16 Juni 2026) — data MAU Wiseapp·Retail untuk Mei 2026. Artikel
  • Money Today, "Apple Pay Pun Bisa Jadi Kartu Transportasi... Akankah Korea si Galapagos Pembayaran Berubah?" (24 Juli 2025) — porsi contactless EMV per negara dari data Visa; tingkat pembayaran transportasi berkartu asing oleh pengunjung mancanegara. Artikel
  • IT Chosun, "Terhimpit pembayaran mobile dan terhalang Samsung Wallet... Apple Pay kehilangan pijakan" (1 Juni 2026) — porsi merchant Apple Pay 25% (6% di merchant kecil); perusahaan keuangan elektronik vs produsen. Artikel
  • Hankyung, "Mesin tiket khusus orang asing yang tidak menerima kartu kredit asing" (6 Maret 2026) — 440 kiosk baru berbiaya ₩25 miliar; perundingan biaya dengan perusahaan kartu luar negeri. Artikel
  • Yonhap News, "Sebulan setelah tiket subway berkartu asing... 9,000 penumpang sehari" (22 April 2026) — pemakaian per stasiun; Visa dan WeChat Pay paling banyak dipakai. Artikel
  • Yonhap News, "Seoul menerapkan open loop berstandar EMV secara bertahap" (16 Oktober 2025) — peta jalan tiga tahap 2026–2030; penggantian terminal wilayah metropolitan diperkirakan ₩50 miliar. Artikel
  • Electronic Times, "Penghubungan Apple Pay dengan kartu asing di Seoul gagal" (2 Maret 2026) — isi ulang kartu asing di aplikasi Mobile T-money dimulai 21 Maret. Artikel
  • Newsis, "Repotnya verifikasi identitas ala K... orang asing menghadapi banyak kesulitan, mulai dari pemesanan pertunjukan" (24 April 2025) — syarat ARC dan nomor Korea; dorongan perbaikan KCC. Artikel
  • Industry News, "Uang tunai menguap dari dompet... pembayaran tunai di kisaran 10%" (15 Mei 2025) — perbandingan pemakaian tunai 40 negara versi Worldpay; tren jumlah ATM. Artikel
  • Electronic Times, "Alipay+ meluas ke 2 juta merchant se-Korea" (17 Oktober 2025) — skala integrasi aplikasi dompet luar negeri. Artikel
  • Chosun Biz, "Sudah ada terminal kartu pun, tunai tetap dipaksakan... kontroversi ketidakramahan Pasar Gwangjang" (11 November 2025), dan Munhwa Ilbo, "Pasar Gwangjang kini menerima kartu" (13 September 2024) — keadaan pembayaran kartu di lapak kaki lima.
  • Situs resmi WOWPASS dan FAQ Orange Square — lokasi kiosk, ketentuan isi ulang dan penarikan, fungsi T-money. wowpass.io
  • Ringkasan siaran pers Woowa Brothers (31 Mei 2026) — aplikasi pesan-antar pertama yang memperkenalkan Apple Pay dengan kartu asing (berlaku 2 Juni).