Musim gugur di Korea tidak datang lewat kalender — ia datang lewat piring. Menjelang akhir Agustus, jeoneo (ikan gizzard shad) sudah berjajar di lapak-lapak pasar. Awal September, kardus pir dan apel kelas hadiah menumpuk di pintu masuk supermarket. Dan begitu Chuseok mendekat, antrean mulai memanjang di depan toko tteok — semuanya mengantre songpyeon. Bagi orang Korea, makanan musim gugur bukan sekadar “apa yang sedang musim dan enak”. Ia lebih dekat ke ritual: memastikan panen tahun ini dan merayakan hari raya terpenting negeri ini lewat apa yang tersaji di meja. Panduan ini membahas tanggal Chuseok 2026, makna di balik tiap hidangan hari raya, waktu tepat setiap bahan musiman dari September sampai November, dan persisnya di mana seorang pelancong bisa mencicipi semuanya di Seoul.

Jawaban singkatnya

  • Chuseok 2026 = Jumat, 25 September. Libur berlangsung 24–26 September. Tahun ini tidak ada libur pengganti.
  • Meja hari raya berputar di sekitar songpyeon, jeon, galbijjim, dan samsaek-namul. Benang merahnya: semuanya dibuat dari panen pertama tahun itu.
  • Trio seafood musim gugur: jeoneo (Sep–Nov) · daeha (Sep–Nov) · kkotge (Sep–Okt).
  • Hasil bumi yang wajib diburu: kastanye segar dan pir Korea (Sep–Okt) → kesemek dan jujube (Okt–Nov), ditambah songi liar (jamur pinus) yang bernilai tinggi dari pertengahan September sampai akhir Oktober.
  • Pelancong bisa mencicipi hampir semua daftar ini sekaligus di Pasar Gwangjang, Pasar Tongin, dan Pasar Grosir Ikan Noryangjin.
  • Pada hari Chuseok, department store dan supermarket besar tutup, tetapi istana secara tradisi dibuka gratis untuk umum.

Kapan Chuseok 2026 dan Kenapa Itu Penting?

Chuseok 2026 jatuh pada Jumat, 25 September. Libur resminya tiga hari — Kamis 24 September sampai Sabtu 26 September. Karena akhir pekan libur ini tidak bertabrakan dengan hari Minggu, tidak ada hari libur pengganti yang ditetapkan. Meski begitu, tanggal 27 adalah hari Minggu, jadi kebanyakan pekerja kantoran tetap mendapat rentang empat hari dari Kamis sampai Minggu.

📅 Jadwal Libur Chuseok 2026

TanggalHariPeriodeYang Perlu Diketahui Pelancong
23 SepRabSehari Sebelum LiburPerjalanan tol dan kereta mulai padat pada malam hari
24 SepKamHari Pertama LiburPuncak arus keluar. KTX dan bus ekspres habis terjual
25 SepJumHari ChuseokSebagian besar department store dan supermarket tutup; istana dibuka gratis
26 SepSabHari Terakhir LiburArus balik mulai bergerak
27 SepMinMingguPuncak arus balik. Lalu lintas masuk Seoul sangat padat

Chuseok jatuh pada hari ke-15 bulan ke-8 penanggalan lunar, dan orang Korea juga menyebutnya Hangawi. Inilah hari ketika kerja bertani setahun selesai dan keluarga menyiapkan meja untuk leluhur memakai biji-bijian dan buah paling pertama yang dipanen musim itu. Karena itulah setiap hidangan hari raya berputar di sekitar “yang pertama tahun ini”: songpyeon dari beras panen baru, kastanye panen baru, pir yang baru matang. Itu pula sebabnya orang sering membandingkan Chuseok dengan Thanksgiving.

Kenapa Seoul Jadi Sepi Saat Chuseok

Sebagian besar penduduk Seoul berakar di daerah. Saat Chuseok, ini memicu eksodus massal dari Seoul ke kampung halaman. Hasilnya: pusat Seoul terasa jauh lebih lengang dari biasanya dan lalu lintas melonggar. Bagi pelancong, ini salah satu kesempatan langka menjelajahi Gyeongbokgung, Bukchon, dan Myeongdong tanpa kerumunan biasanya. Konsekuensinya: restoran kecil di lingkungan permukiman cenderung tutup, jadi sebaiknya pastikan dulu tempat makanmu dari jauh hari.


Apa Sebenarnya yang Dimakan Orang Korea Saat Chuseok?

Makanan hari raya mengikuti struktur sederhana: hidangan yang ditata untuk charye (ritual leluhur) adalah hidangan yang sama yang disantap keluarga sesudahnya. Jadi meja ritual dan santapan hari raya, dalam praktiknya, satu dan sama. Tiap daerah dan tiap rumah punya variasinya sendiri, tetapi lima hidangan muncul di meja di seluruh penjuru negeri.

🌙
Songpyeon
Kue beras bulan sabit dari panen pertama tahun itu, dikukus di atas daun pinus. Isian: wijen, kastanye, kacang merah, kacang hijau. Wajah Chuseok.
🍳
Jeon
Dongtae-jeon, donggeurang-ttaeng, hobak-jeon, sanjeok — panorama bahan yang dilumuri tepung dan telur lalu digoreng dangkal. Aroma masak hari raya yang paling khas.
🥩
Galbijjim
Iga sapi yang dimasak lambat dalam kecap asin bersama kastanye, jujube, dan biji ginkgo. Hidangan paling terhormat di meja hari raya.
🥬
Samsaek-namul
Pakis, akar bunga lonceng, dan bayam — tiga sayuran berbumbu dengan warna berbeda, selalu disajikan bersama dalam satu piring.
🍲
Toran-guk
Sup akar talas dalam kaldu sapi. Sup musiman yang hanya kamu temui saat Chuseok.

Songpyeon — Kenapa Bentuknya Bulan Sabit?

Songpyeon adalah kue beras yang dibuat dengan mengisi adonan tepung beras, membentuknya jadi bulan sabit, lalu mengukusnya di atas hamparan daun pinus dalam kukusan tanah liat. Daun pinus itulah asal namanya — song (松, pinus) — dan meninggalkan jejak wangi tipis bahkan setelah dikukus. Untuk ritual leluhur Chuseok, songpyeon dibuat khusus dari beras panen pertama tahun itu, disebut oryeo-songpyeon.

Tapi kenapa kue berbentuk bulan sabit di malam bulan purnama? Tafsir yang paling sering diceritakan: bulan purnama hanya bisa menyusut, sedangkan bulan sabit hanya punya pembesaran di depannya. Soal rasa: songpyeon kenyal dan tidak terlalu manis. Pendatang baru kerap bilang rasanya “lebih halus dari perkiraan”. Isian menentukan segalanya, jadi cara cerdasnya adalah membeli beberapa jenis per potong lalu membandingkan.

🌙 Isian Songpyeon Menurut Rasa — Mana yang Dicoba Duluan

IsianRasaNilai untuk Percobaan Pertama
Wijen + GulaGurih berkacang, paling manis. Paling umum★★★ Titik awal yang aman
Kastanye TumbukLembut, manis samar★★★ Paling pas untuk musim gugur
Kacang Merah RebusLembap, manis pekat★★ Kalau kamu suka kacang merah
Kacang HijauRingan, nyaris tidak manis★ Bakal kecewa kalau mengharapkan manis
Mugwort (Hijau)Mugwort di adonannya. Nada herbal kuat dan sedikit pahit★ Memecah selera — suka atau benci

Jeon — Sumber Aroma Hari Raya

Menjelang Chuseok, aroma yang menggantung di koridor apartemen Korea — bau minyak yang samar tapi menyebar itu — berasal dari jeon. Istilah ini mencakup segala hal yang dicelup tepung dan telur lalu digoreng dangkal dalam minyak. Selama hari raya, rumah tangga menggoreng dongtae-jeon (pollock), donggeurang-ttaeng (perkedel daging), hobak-jeon (zukini), pyogo-jeon (shiitake), dan sanjeok (sate daging sapi) — beberapa piring besar sekaligus, semuanya di hari yang sama. Secara historis, ketika beras masih berharga dan minyak goreng adalah kemewahan, membuat kue beras dan menggoreng jeon berlimpah adalah tanda bahwa “hari raya sudah tiba”.

Kabar baik bagi pelancong: jeon dijual di pasar sepanjang tahun. Di lapak jeon Pasar Gwangjang dan Pasar Tongin, kamu bisa memesan piring campur kapan saja — tak perlu menunggu Chuseok — dan merasakan inti makanan hari raya dalam sekali duduk.

Samsaek-namul — Makna di Balik Warnanya

Pakis (cokelat), akar bunga lonceng (putih), dan bayam (hijau), masing-masing dibumbui terpisah lalu ditata bersama dalam satu piring: itulah samsaek-namul. Kelihatannya lauk sederhana, tapi ada pembacaan simbolik yang diwariskan turun-temurun: akar mewakili leluhur, batang mewakili orang tua, dan daun mewakili diri sendiri. Tiga generasi dalam satu piring. Bagi pelancong vegetarian, ini juga item paling aman di meja hari raya — meski tetap perlu dicek apakah ada kecap ikan atau udang asin dalam bumbunya.

Berapa Biaya Satu Meja Charye? Menurut survei yang dilakukan untuk Chuseok 2025, biaya meja charye untuk keluarga beranggota empat orang mencapai sekitar ₩284,000–300,000 di pasar tradisional dan ₩374,000–390,000 di supermarket besar. Meja yang sama, hidangan yang sama — pasar sekitar 24% lebih murah daripada supermarket. Angka itulah alasan orang Korea selalu mengalir ke pasar tradisional setiap Chuseok.
₩284,000
Biaya meja charye untuk 4 orang di pasar tradisional (Chuseok 2025, Korea Price Association)
₩374,000
Meja charye yang sama di supermarket besar (Chuseok 2025)
-24%
Selisih harga pasar dibandingkan supermarket
2tahun berturut-turut
Biaya meja charye di pasar tradisional terus turun (2024 & 2025)

Seafood Musim Gugur — Kapan Makan Apa Supaya Rasanya Puncak

Laut musim gugur Korea bergulir berurutan: jeoneo → kkotge → daeha. Ketiganya mulai pada September, tetapi puncaknya sedikit bergeser satu sama lain, dan orang Korea melacak perbedaan itu dengan ketelitian yang mengejutkan. Amati komposisi lapak pasar berubah setiap dua minggu dan kamu bisa melihat musim berganti secara langsung.

🐟 Panduan Waktu Seafood Musim Gugur — Kapan Membeli untuk Rasa Terbaik

BahanMusimnyaPuncakCara Terbaik Menyantapnya
JeoneoSep–NovAkhir Sep–OktBakar garam · Seko-si (sashimi bertulang) · Muchim (berbumbu)
KkotgeSep–OktOktober (jantan paling berisi)Kukus · Sup kepiting · Kepiting mentah rendaman kecap
DaehaSep–NovOktoberBakar garam · Dimasukkan ke ramyeon
GodeungeoSep–NovOkt–NovBakar · Masak bumbu
HonghapOkt–MarMulai NovemberSup kental · Kukus

Jeoneo — Ikan yang “Memanggil Pulang Menantu yang Kabur”

Kalau kamu meminta orang Korea menyebut satu ikan musim gugur saja, kebanyakan akan menjawab jeoneo (gizzard shad). Ini ikan punggung biru yang kadar lemaknya — dan rasanya — memuncak selama kira-kira dua bulan musim gugur. Ada ungkapan terkenal: “Aroma jeoneo musim gugur yang dipanggang bahkan memanggil pulang menantu yang kabur dari rumah.” Asal-usul persis pepatah ini tidak jelas; sebagian berpendapat ia menyebar pada tahun 2000-an ketika budidaya jeoneo berkembang dan industrinya butuh bahan promosi. Tetapi kebenaran di baliknya — bahwa jeoneo hanya seenak ini di musim gugur — dikonfirmasi harga pasar setiap tahun.

Kamu bisa menyantapnya dengan dua cara. Bakar garam (sogeum-gui): ikan utuh masuk ke panggangan, dan kamu memakannya sekaligus kepala dan tulangnya. Seko-si: diiris tipis beserta tulangnya, disantap mentah — teksturnya renyah dengan cara yang khas. Kalau kamu baru mencoba, versi bakar lebih ramah sebagai pintu masuk. Perlu diingat: tulangnya banyak dan halus. Siapkan diri untuk mengunyah.

Kkotge dan Daeha — Bintang Utama Oktober

Kkotge (kepiting biru) punya dua musim — musim semi untuk betina (bertelur) dan musim gugur untuk jantan (daging tubuh paling penuh). Musim gugur adalah musim kepiting jantan. Santap dikukus, dalam sup kepiting pedas (kkotge-tang), atau sebagai ganjang-gejang — meski versi mentah rendaman kecap secara tradisi dibuat dari betina musim semi demi telurnya.

Daeha adalah udang musim gugur Korea, ditangkap di lepas pantai barat dari September sampai November. Cara orang Korea memasaknya layak ditonton: lapisan tebal garam kasar ditaburkan ke wajan, udang hidup diletakkan di atasnya, lalu tutupnya diturunkan. Saat garam memanas, udang mulai melompat berisik menghantam tutup. Ketika cangkangnya berubah merah, matang sudah. Kepalanya direnyahkan terpisah dan disantap utuh.

Membeli Seafood Musim Gugur di Pasar

  • Noryangjin memakai sistem "beli di lantai bawah → masak di lantai atas". Pilih seafood-mu di lantai satu, lalu bayar biaya masak (sangcharim-bi) ke restoran di lantai dua untuk mengolahnya.
  • Biaya masak dihitung per orang, terpisah dari harga seafood-nya. Mengetahui ini lebih dulu mencegah gesekan saat tagihan datang.
  • Harga bisa ditawar. Harga pembuka biasanya turun.
  • Jeoneo umumnya dijual per ekor; daeha umumnya dijual per kilogram. Pastikan satuannya dulu.
  • Kalau khawatir kena harga berlebih, pilih lapak yang memajang harga dan konfirmasi totalnya secara lisan sebelum membayar.

Hasil Bumi Musim Gugur — Kastanye, Kesemek, Pir, dan Jamur Songi

Kalau seafood adalah musim gugur dari laut, musim gugur dari darat datang dalam bentuk kotak hadiah. Dua sampai tiga minggu sebelum Chuseok, pintu masuk supermarket dan department store dipenuhi menara paket hadiah apel dan pir — pemandangan akrab lain dari musim gugur Korea.

🌰 Panduan Waktu Hasil Bumi Musim Gugur

BahanMusimnyaCara Menyantapnya
Kastanye SegarAkhir Agu–Pertengahan OktDipanggang (jajanan jalanan) · Nasi kastanye · Bahan galbijjim & songpyeon
Pir KoreaSep–OktSegar · Dihaluskan untuk bumbu perendam daging
Kesemek (Manis)Okt–NovSegar · Dikeringkan (gotgam) sampai musim dingin
JujubeOkt–NovTeh · Bahan samgyetang & galbijjim
Buah AraAgu–OktSegar. Jendela musimnya pendek di Korea
Songi Liar (Jamur Pinus)Pertengahan Sep–Akhir OktBakar · Hot pot. Hadiah premium paling puncak

Kastanye — Kastanye Panggang Jalanan Adalah Tanda Pembuka Musim Gugur

Di Korea, kastanye sekaligus bahan hari raya dan jajanan jalanan. Kastanye yang diselipkan ke galbijjim dan songpyeon milik meja hari raya; truk kastanye panggang di sudut jalan milik musimnya sendiri. Dari akhir Oktober sampai musim dingin, truk gunbam (kastanye panggang) dan gun-goguma (ubi panggang) mangkal dekat pintu keluar subway dan gang pasar. Berjalan sambil menenteng kantong kertas berisi kastanye hangat, menghangatkan tangan sepanjang jalan — itulah adegan pembuka musim dingin Korea.

Songi (Jamur Pinus) — Bahan Musim Gugur yang Bisa Menembus ₩1,000,000/kg

Songi-beoseot (jamur pinus) liar tidak bisa dibudidayakan — ia hanya bisa dipetik dengan tangan dari lereng gunung di musim gugur. Jendela panennya sempit: pertengahan September sampai akhir Oktober, sekitar enam minggu. Volume produksinya berayun liar tergantung curah hujan dan suhu tahun itu. Pada tahun panen buruk, songi kelas atas bisa menembus angka satu juta won per kilogram dan masuk berita malam.

Cara harganya bergerak juga menarik. Tepat sebelum Chuseok, permintaan hadiah melonjak dan harga mencapai titik tertinggi. Tepat setelah Chuseok, volume panen memuncak — kualitas paling baik dan harga justru turun. Kalau kamu ingin mencoba songi, Oktober, setelah hari raya, adalah langkah paling rasional.

Di Korea, 'Hadiah' Berarti Sekotak Buah

Menjelang Chuseok, lantai bawah department store dan pintu masuk supermarket dipenuhi dinding menjulang berisi paket hadiah pir dan apel. Sebuah pir yang harganya beberapa ribu won kalau dibeli satuan bisa menembus ₩100,000 begitu dikotakkan. Logikanya: ini buah kelas atas — ukuran seragam, tanpa cacat — disajikan secara formal dalam kemasan rumit. Membelinya sebagai pelancong tentu tidak praktis. Tetapi sebagai pameran gratis tentang budaya memberi hadiah di Korea, lantai pajangannya layak dijelajahi.


Di Mana Menyantap Semua Ini di Seoul

Kalau kamu ingin merasakan hidangan hari raya dan bahan musiman dalam satu sapuan, jawabannya adalah pasar. Empat pasar berikut mencakup hampir semua yang disebut dalam panduan ini.

Pasar Gwangjang — Jeon dan Makanan Hari Raya dalam Satu Piring

Di Jongno 5-ga, Pasar Gwangjang punya konsentrasi lapak jeon (panekuk gurih) terpadat di kota ini. Item andalannya adalah nokdu-bindaetteok (panekuk kacang hijau), tapi langkah sesungguhnya untuk makanan hari raya adalah memesan modeum-jeon (piring jeon campur) — dongtae-jeon, donggeurang-ttaeng, dan hobak-jeon, semuanya dalam satu piring. Pasar ini juga terkenal dengan yukhoe (daging sapi mentah) dan mayak-gimbap (gulung rumput laut yang “bikin ketagihan”), yang berarti ramai — dan penuh turis. Strateginya: amankan tempat duduk dulu, baru pesan. Dan pastikan harganya sebelum memesan. 88 Changgyeonggung-ro, Jongno-gu · 1 menit jalan kaki dari Stasiun Jongno 5-ga · Lapak umumnya 09:00–23:00 (berbeda tiap pedagang)

📍 Buka di Naver Map

Pasar Tongin — Rakit Sendiri Banchan Hari Raya dengan Koin Kuningan

Terselip di Seochon, tepat di samping Gyeongbokgung, Pasar Tongin terkenal dengan sistem yeopjeon dosirak (kotak makan koin kuningan). Kamu menukar uang tunai dengan koin kuningan gaya lama di pintu masuk, mengambil nampan kotak makan kosong, lalu menyusuri lorong memilih banchan (lauk) dari lapak berbeda — membayar beberapa koin per centong. Ini sangat pas untuk mencicipi porsi kecil hidangan bergaya hari raya: jeon, namul, japchae, semuanya dalam satu nampan. Hidangan khas pasar ini, gireum-tteokbokki, berakar dari tahun 1956 dan terdaftar sebagai Seoul Future Heritage — ditumis dengan minyak alih-alih saus gochujang biasa. Pasangan sempurna untuk pagi di Gyeongbokgung. 10-3 Tongin-dong, Jongno-gu · 5 menit jalan kaki dari Pintu Keluar 2 Stasiun Gyeongbokgung · 07:00–21:00 (berbeda tiap pedagang) · Kotak makan koin umumnya 11:00–16:00

📍 Buka di Naver Map

Pasar Grosir Ikan Noryangjin — Tempat Memilih Sendiri Jeoneo, Daeha, dan Kkotge

Di sinilah kamu menemukan ketiga bintang seafood musim gugur di bawah satu atap. Sistemnya: pilih seafood di lantai satu, lalu masakkan di restoran lantai dua. Daeha bakar garam dan jeoneo panggang mudah dipesan saat musimnya. Pasar ini beroperasi 24 jam, tetapi sore sampai malam adalah jendela paling nyaman bagi pelancong. Ingat tips di kotak callout di atas: biaya masak terpisah, pastikan satuannya, dan tawar harganya. 674 Nodeul-ro, Dongjak-gu · Gunakan jembatan penghubung Stasiun Noryangjin · Buka sepanjang tahun (berbeda tiap pedagang)

📍 Buka di Naver Map

Pasar Gyeongdong — Pusat Hasil Bumi Musim Gugur: Kastanye, Jujube, Jamur

Di Jegi-dong, Pasar Gyeongdong adalah pusat grosir obat herbal dan produk pertanian. Begitu musim gugur tiba, lorong-lorongnya penuh karung goni berisi kastanye segar, jujube, kesemek kering, dan jamur kering. Ini bukan pasar bergaya turis — ini lantai dagang komersial sungguhan, dan atmosfernya sama sekali berbeda dari Gwangjang atau Tongin. Harganya lebih rendah dari ritel karena alasan yang sama. Sebuah kafe besar yang dibangun di dalam pasar belakangan ramai di media sosial dan menarik pengunjung yang lebih muda. Kalau kamu mencari pasar yang bagus difoto, inilah pilihannya. 3 Gosanja-ro 36-gil, Dongdaemun-gu · Bersebelahan dengan Pintu Keluar 2 Stasiun Jegi-dong · Umumnya 09:00–18:00, banyak pedagang tutup hari Minggu

📍 Buka di Naver Map


Apa yang Buka dan Apa yang Tutup di Seoul Selama Libur Chuseok

Tidak semuanya berhenti. Dibandingkan Obon di Jepang atau libur Hari Nasional China, Chuseok relatif pendek, dan sebagian besar usaha di Seoul yang melayani wisatawan tetap buka. Tetapi pola apa yang tutup sangat bisa diprediksi.

🏬 Jam Buka Selama Libur Chuseok (Berdasarkan Tahun-Tahun Sebelumnya)

FasilitasHari ChuseokCatatan
Department StoreSebagian besar tutupBanyak yang tutup dua hari — sehari sebelumnya + hari Chuseok
Supermarket BesarTutup atau jam dipangkasSangat bervariasi antartoko. Konfirmasi sebelum datang
Pasar TradisionalSebagian besar tutup di hari ituPaling ramai tepat sebelum libur; sepi di hari-H
Minimarket & Kafe WaralabaSebagian besar bukaMinimarket 24 jam nyaris tidak terpengaruh
Restoran Kawasan Wisata Myeongdong & HongdaeBanyak yang bukaKedai lingkungan independen sering tutup
Istana & MuseumBukaEmpat istana utama + Kuil Jongmyo: masuk gratis sudah jadi kebiasaan
Subway & BusNormal (frekuensi berkurang)Jarak antarkeberangkatan bisa lebih panjang di hari-H

Menjelajah Seoul Selama Libur Chuseok

  • Bidik istananya. Saat Chuseok, Gyeongbokgung, Changdeokgung, Deoksugung, Changgyeonggung, dan Kuil Jongmyo secara tradisi dibuka gratis untuk umum. Jongmyo, yang biasanya hanya lewat reservasi, kerap beralih ke akses bebas selama jendela ini.
  • Hindari perjalanan antarkota. KTX dan bus ekspres habis terjual pada hari pertama dan terakhir libur. Waktu tempuh di jalan tol bisa lebih dari dua kali lipat.
  • Makanlah di kawasan wisata. Myeongdong, Hongdae, dan Itaewon punya banyak tempat yang tetap buka. Permata gang-gang permukiman kemungkinan besar tutup — jangan jauh-jauh ke sana tanpa mengecek dulu.
  • Pasar tepat sebelum Chuseok adalah tontonan terbaik di kota. Dua sampai tiga hari sebelum hari raya, pasar tradisional berada di titik paling padat sepanjang tahun. Pemandangan belanja hari raya itu sendiri sudah jadi konten.
  • Beli songpyeon lebih awal. Songpyeon segar paling melimpah pada hari-hari tepat sebelum Chuseok. Di hari-H, sebagian besar toko tteok tutup.

Makanan Musim Gugur Sekilas — Apa yang Disantap Tiap Bulan

🍂 September–November di Seoul: Apa yang Disantap Tiap Bulan

PeriodeSeafoodHasil BumiAcara
SeptemberJeoneo dimulai; musim kkotge & daeha dibukaKastanye segar, pir, buah araPuncak belanja Chuseok (mulai pertengahan September)
25 SepSongpyeon dari beras panen baruHari Chuseok
OktoberJeoneo, daeha & kkotge di puncaknyaKesemek, jujube, apel; jendela terbaik untuk songiPuncak musim festival musim gugur
NovemberGodeungeo (makerel), honghap (kerang hijau)Kesemek mulai dijemur; persiapan gimjangMusim gimjang (membuat kimchi) dimulai

Sejak akhir November, musim berpindah ke gimjang — ritual tahunan membuat kimchi dalam jumlah cukup untuk bertahan sepanjang musim dingin. Saat itu, truk bermuatan sawi putih dan lobak berdatangan ke pasar. Itulah adegan penutup makanan musim gugur sekaligus tanda pembuka musim dingin.

Sumber data

Biaya meja charye mengacu pada survei Chuseok 2025. Survei 2026 diperkirakan terbit pertengahan September dan akan diperbarui begitu dirilis. Harga pasar dan jam operasional akan diisi pada kolom checked setelah verifikasi di lokasi.

Sedang populer di Seoul

Klook.com

Tautan afiliasi — kami bisa memperoleh komisi tanpa menambah biayamu. Detail →