Tembok pertama yang kamu tabrak di Korea bukan tata bahasa. Tembok itu adalah berdiri di depan seseorang dan sama sekali tidak tahu harus memanggilnya apa.

Dalam bahasa Inggris, kamu tinggal menyebut nama — John ya John, Sarah ya Sarah. Di Korea tidak begitu. Orang yang persis sama bisa jadi oppa bagi satu penyapa, hyeong bagi yang lain, sunbae bagi yang ketiga, gwajangnim bagi yang keempat. Dan variabel pertama yang menentukan semua itu, anehnya, adalah usia.

Jawaban singkatnya

  • Sapaanmu ditentukan oleh gendermu sendiri. Laki-laki yang lebih tua = oppa kalau kamu perempuan, hyeong kalau kamu laki-laki. Perempuan yang lebih tua = eonni kalau kamu perempuan, nuna kalau kamu laki-laki.
  • Orang Korea menanyakan umur karena butuh, bukan karena kepo. Tanpa itu, mereka tidak bisa memilih sapaan, bahkan tidak bisa memilih tingkat tutur. Undang-undang usia internasional 2023 tidak mengubah kebiasaan ini.
  • Pelancong punya empat pilihan aman. Tahu namanya? Pakai nama + ssi. Tidak tahu? Bilang jeogiyo. Butuh nada formal? seonsaengnim. Di toko? sajangnim. Simpan oppa dan eonni sampai hubungannya terbentuk.

Kenapa orang Korea langsung menanyakan umur begitu berkenalan?

Karena mereka benar-benar tidak bisa mulai bicara. Ini bukan soal tidak sopan atau ingin tahu urusan pribadimu. Dalam bahasa Korea, kalau kamu tidak tahu umur seseorang, kamu tidak bisa memilih kata untuk menyapanya — bahkan tidak bisa memilih akhiran untuk menutup kalimatmu.

Dalam bahasa Inggris, “you” tetap “you” — untuk presiden maupun untuk anak kelas satu SD. Bahasa Korea tidak punya kata ganti orang kedua serbaguna semacam itu. Dangsin muncul di buku pelajaran, tapi di kehidupan nyata kata itu hanya dipakai antar pasangan suami istri, saat bertengkar, atau di iklan. Untuk menyapa seseorang, kamu harus memilih kata yang menyatakan sebuah hubungan — dan kata itu, sebagian besar waktu, bergantung pada usia.

Latar belakang — ada berapa lapis kesopanan?

Para ahli bahasa membagi tutur hormat Korea ke dalam enam tingkat, tapi di Seoul hari ini hanya tiga yang benar-benar penting.

  • hapsyo-che-seumnida / -sipsio. Lapisan paling formal. Siaran, presentasi, pengumuman, militer, pertemuan bisnis pertama.
  • haeyo-chetuturan berakhiran -yo. Sopan tapi hangat. Inilah pilihan bawaan bagi pelancong, dan sekitar 90% percakapan di kafe, restoran, dan jalanan ada di sini.
  • hae-chetutur santai (banmal). Kalimat yang sama tanpa -yo. Untuk teman, keluarga, dan orang yang lebih muda darimu. Pakai ini ke orang asing dan kamu langsung dianggap kasar.

Orang asing cukup mengingat satu hal: selama kalimat berakhir dengan -yo, kesopanan sudah tersampaikan. Tata bahasa boleh sedikit goyah — asal ada -yo, kamu aman.

Peralihan ke tutur santai pun dinyatakan secara terbuka. Pada satu titik, seseorang akan berkata “uri mal nochulkka-yo?” (“kita bicara santai saja, ya?”) atau “mal pyeonhage haeyo” (“bicara saja dengan nyaman”). Biasanya yang lebih tua yang mengusulkan, dan begitu pihak satunya setuju, kalian berdua beralih ke banmal. Kalau selisih umurnya jauh, hubungan itu bisa menetap dalam bentuk asimetris: hanya satu pihak yang bicara santai. Mulai memakai banmal tanpa ajakan ini, dan hubungan langsung retak.


oppa, hyeong, eonni, nuna — siapa memanggil siapa apa?

Kamu cuma butuh dua hal: gendermu sendiri, dan apakah lawan bicaramu lebih tua darimu. Gender lawan bicara menyusul. Susun ketiganya dan jawabannya langsung jatuh ke tempatnya.

🧭 Bagan keputusan — gendermu × gender dia × usia

GendermuGendernyaUsianyaSapaanmuPelafalan
PerempuanLaki-lakiLebih tua darimuoppa (오빠)oppa
PerempuanPerempuanLebih tua darimueonni (언니)eonni
Laki-lakiLaki-lakiLebih tua darimuhyeong (형)hyeong
Laki-lakiPerempuanLebih tua darimununa (누나)nuna
Siapa punSiapa punLebih muda darimuNamanya (disebut sebagai dongsaeng)ireum
Siapa punSiapa punSeumuranNama / chinguchingu

Inti persoalannya: sapaan untuk orang yang sama berubah mengikuti si penyapa. Ambil satu laki-laki berusia 28 tahun. Perempuan berusia 25 tahun memanggilnya oppa; laki-laki berusia 25 tahun memanggilnya hyeong. Dan ketika laki-laki itu menyapa mereka berdua, ia cukup menyebut nama mereka.

Aturan paling penting: keempat kata ini untuk orang yang berada di atasmu. Bahasa Korea tidak punya sapaan khusus untuk orang yang lebih muda. Jadi orang yang lebih muda cukup dipanggil dengan nama. Dongsaeng adalah kata untuk menggambarkan seseorang kepada pihak ketiga (rujukan), bukan panggilan yang kamu ucapkan di depan orangnya (sapaan). Dengan kata lain, sistem sapaan Korea padat ke atas dan kosong ke bawah.

Awalnya keempat kata itu memang untuk saudara kandung. Di Korea, pemakaiannya melar jauh melampaui hubungan darah. Kakak kelas, teman klub, rekan kerja, tetangga yang mulai akrab — begitu ia lebih tua darimu dan hubungannya sudah nyaman, ia jadi hyeong, oppa, eonni, atau nuna. Seberapa jauh perluasan ini terjadi adalah ukuran langsung dari kedekatan.

Pilihan aman untuk pelancong

  • Kalau tahu namanya, "nama + ssi" — Minsu-ssi, Jiyoung-ssi. Terdengar hormat tanpa menebak-nebak usia. Paling kecil kemungkinannya meleset.
  • Kalau tidak tahu, "jeogiyo" — semacam "permisi" yang sopan dan tidak mengandaikan apa pun soal gender, usia, atau pangkat.
  • Kalau harus jelas-jelas hormat, "seonsaengnim" — orangnya tidak harus guru. Cocok untuk rumah sakit, kantor pemerintah, dan orang yang lebih sepuh.
  • Di dalam toko, "sajangnim" — tidak perlu memastikan dia benar-benar pemiliknya. Kata ini berfungsi sebagai sapaan hormat serbaguna.
  • oppa, eonni, hyeong, nuna — hanya setelah mereka mempersilakan. Sebelum kamu mendengar "panggil aku oppa saja", lebih aman menahan diri.

Kenapa oppa punya makna tambahan?

Karena di Korea, oppa bekerja di tiga lapis sekaligus: kakak laki-laki kandung, kenalan laki-laki yang lebih tua, dan pacar. Pemakaian ketiga inilah yang membuat kata ini licin.

Perempuan Korea sangat lazim memanggil pasangannya oppa alih-alih menyebut namanya. Jadi memanggil oppa laki-laki Korea yang baru kamu temui bisa, tergantung konteks, terbaca sebagai sinyal ketertarikan. Kebalikannya — laki-laki yang menyebut dirinya sendiri oppa (“oppa yang beliin ya”, “kamu percaya oppa, kan?”) — bahkan memecah pendapat di kalangan orang Korea sendiri. Antar pasangan yang dekat, itu terdengar seperti aegyo (manja yang menggemaskan); di luar itu, terdengar seperti ia menempatkan dirinya di atasmu sambil memangkas jarak, dan itu bisa terasa memaksa. Laki-laki asing sebaiknya tidak memakainya sama sekali.

🎤 Cara fandom memakai kata-kata ini vs kehidupan nyata

SituasiDi fandomDi kehidupan nyata
Idol laki-laki yang lebih tua darimuoppa (penggemar perempuan), hyeong (penggemar laki-laki)Sama — tapi hanya kalau kalian memang saling kenal
Idol laki-laki yang lebih muda darimuBanyak penggemar tetap memanggil oppaTidak berlaku. Tidak dipakai untuk orang yang lebih muda
Idol perempuan yang lebih tua darimueonni (penggemar perempuan), nuna (penggemar laki-laki)Sama
Laki-laki Korea seumuran yang baru kamu temuiJangan pernah oppa. Nama + ssi atau jeogiyo
Idol favoritmu secara umumIstilah fandom seperti choeae (bias) dan bonjin (ult) ikut bercampurJarang muncul dalam percakapan sehari-hari

Di dalam fandom, memanggil idol oppa atau eonni adalah budaya yang wajar — dan para idol sendiri memintanya. Tapi itu kedekatan sepihak yang hanya ada antara penggemar dan artis. Bawa sapaan yang kamu pelajari dari drama dan panggung ke jalanan, dan maknanya jadi meleset. Ingat: kalau tokoh perempuan di K-drama memanggil pemeran utama laki-laki oppa, adegan itu hampir selalu muncul setelah mereka sudah dekat.


Bagaimana dengan sekolah dan kantor?

Di sekolah, senioritas — tahun angkatan masuk — mengalahkan usia. Siapa pun yang masuk sekolah, perusahaan, atau klub itu sebelum kamu adalah sunbae (senior); yang datang setelahnya adalah hoobae (junior). Lazim terjadi seseorang lebih muda secara umur tapi lebih tinggi angkatannya karena mengulang ujian masuk atau wajib militer — dan biasanya angkatan yang menang. Itulah sebabnya sunbae berusia 21 tahun jarang mendengar tutur santai dari hoobae berusia 23 tahun.

Sunbae bisa berdiri sendiri sebagai sapaan — kamu tinggal bilang “sunbae” atau “sunbae-nim”. Kepada hoobae, kamu tidak akan pernah bilang “hoobae-ya”; cukup sebut namanya. Sekali lagi, strukturnya kosong ke bawah.

🏢 Jenjang jabatan perusahaan Korea dan cara menyapa tiap anak tangga

JabatanKira-kira setaraCara menyapanya
Sawon / JuimKaryawan baru–3 tahunKim Minsu-ssi, Minsu-ssi
Daeri4–7 tahunKim Daeri-nim / Daeri-nim
Gwajang8–12 tahunKim Gwajang-nim / Gwajang-nim
ChajangAntara gwajang dan bujangKim Chajang-nim / Chajang-nim
BujangKepala timKim Bujang-nim / Bujang-nim
Isa · Sangmu · JeonmuJajaran direksiIsa-nim / Sangmu-nim / Jeonmu-nim
Sajang · DaepyoCEOSajang-nim / Daepyo-nim

Aturannya sederhana: marga + jabatan + nim. Kim Gwajang-nim, Park Bujang-nim. Biasanya kamu hanya menempelkan marga, bukan nama lengkap — dan kalau hanya ada satu orang berjabatan itu di ruangan, marganya boleh dilepas: cukup “Gwajang-nim”. Sebaliknya, rekan kerja atau karyawan baru yang belum berjabatan disapa “Minsu-ssi” — nama + ssi.

Sapaan di tempat kerja sedang berubah sekarang juga

Selama dua puluhan tahun terakhir, perusahaan-perusahaan besar Korea berkali-kali mencoba membongkar tangga ini. Kekhawatirannya: sapaan berbasis jabatan mengeraskan hierarki dan menghentikan gagasan mengalir ke atas.

🔄 Percobaan sapaan setara — yang bertahan dan yang mundur

PendekatanCara orang saling menyapaKasus menonjolHasilnya
Sistem -nim”○○-nim” tanpa jabatanCJ Group (diterapkan 2000)Bertahan 25+ tahun. Model paling luas dipakai
Nama InggrisSemua orang memakai nama InggrisKakaoBertahan — bahkan pendirinya dipanggil dengan nama Inggrisnya
Berbasis peranHanya nama peran seperti kepala timBerbagai perusahaan IT/startupSebagian besar bertahan
Manager untuk semuaSemua orang adalah “manager”KT (berjalan sekitar 4.5 tahun)Kembali ke jabatan
Sunbae/hoobaeSenior/junior alih-alih pangkatHaitai Beverage (diterapkan 2007)Belakangan jabatan dipulihkan

Bagian paling menarik adalah kenapa yang gagal itu gagal. Ratakan sapaannya saja sementara pengambilan keputusan dan penilaian tetap sama, dan orang akan mencari cara lain untuk mengetahui siapa yang di atas. Percobaan sapaan setara hanya bertahan di perusahaan yang seluruh budayanya ikut berubah.

Bagi pelancong, ada satu hal berguna: kalau kamu bertukar kartu nama dengan orang Korea dan kartunya tanpa jabatan — hanya nama Inggris — perusahaan itu memakai sistem -nim atau nama Inggris. Dalam kasus itu, sapa orangnya dengan nama Inggrisnya atau ”○○-nim”.


Kapan boleh memakai nama depan seseorang?

Di Korea, memanggil orang hanya dengan nama depan disediakan untuk orang yang lebih muda darimu atau yang sangat dekat denganmu. Kalau orang yang paham bahasa Korea memanggil orang yang lebih tua dengan namanya saja, itu jelas-jelas kasar.

Karena itulah akhiran yang menempel pada nama jadi begitu penting.

🏷️ Akhiran untuk nama — ssi · nim · gun · yang

BentukContohKapan dipakaiAwas
Nama + ssiMinsu-ssiRekan kerja, sebaya, kenalan baru — sapaan hormat netral yang paling amanKurang memadai untuk orang yang jelas jauh lebih senior
Nama lengkap + ssiKim Minsu-ssiDokumen, situasi formal, terdengar sedikit lebih rapiAgak berkesan urusan bisnis
Marga + ssiKim-ssiTerdengar merendahkan⚠️ Jangan dipakai untuk menyapa orang
Nama + nimMinsu-nimDunia daring, pekerjaan layanan, perusahaan bersapaan setaraMasih agak kaku untuk percakapan tatap muka sehari-hari
Nama + gun/yangMinsu-gun, Jiyoung-yangAnak di bawah umur, dokumen seperti sertifikat dan undanganNyaris mati dalam percakapan sehari-hari
Nama + a/yaMinsu-ya, Jiyoung-aHanya untuk teman dan orang yang lebih muda darimuPelanggaran berat kalau dipakai ke atas

Istilah keluarga untuk orang bukan keluarga — imo, samchon, eomeoni

Bahasa Korea punya kebiasaan kuat memanggil orang asing dengan istilah kekerabatan untuk memangkas jarak. Perempuan paruh baya yang bekerja di restoran jadi imo (tante), laki-lakinya jadi samchon (om), orang tua teman jadi eomeoni dan abeoji, dan ibu-ibu yang baik hati bahkan bisa memanggil pelanggan muda dengan sebutan "nak".

Tapi ini hasil dari sebuah hubungan, bukan awalnya. Kata-kata ini muncul setelah kamu jadi langganan dan wajah yang dikenal — pelanggan yang baru pertama datang lalu memakainya justru menonjolkan usia lawan bicara dan terdengar tidak sopan. Cara menyapa staf restoran punya aturannya sendiri, jadi kami bahas di artikel terpisah. Di sini kita hanya membahas sapaan antar orang.


Sapaan yang tepat untuk tiap situasi

Simpan satu tabel di kepala dan sebagian besar situasi akan beres sendiri.

📍 Sapaan yang tepat menurut tempat dan hubungan — untuk pelancong

SituasiSiapaSapaan amanHindari
Restoran · kafeStafjeogiyo / sajangnimimo, eonni, ajumma
Toko · pasarPenjualsajangnim / jeogiyoajeossi, agassi
Taksi · busSopirgisa-nimajeossi
Hotel · rumah sakit · kantor pemerintahStaf yang menanganiseonsaengnim / jeogiyoNama depan
Pertemuan bisnisOrang dari perusahaan lainMarga + jabatan + nimNama depan saja
Sekolah · kelas bahasaPengajarseonsaengnim / gyosu-nimNama + ssi
Sekolah · klubOrang yang masuk lebih dulusunbae / sunbae-nimNama depan saja
GuesthouseOrang Korea seumuranmuNama + ssi → setelah akrab, oppa/eonni/hyeong/nunaTutur santai sejak hari pertama
Di jalanOrang tak dikenaljeogiyoajeossi, ajumma, haksaeng
Daring · komunitasSiapa sajaNickname + nimTutur santai

Satu catatan lagi soal “haksaeng” (pelajar): memanggil orang yang kelihatan muda dengan “pelajar!” masih terjadi, tapi kalau orangnya ternyata bukan pelajar, itu terdengar kasar. Setiap sapaan yang menebak usia seseorang menanggung risiko yang sama. Makin sedikit asumsi dalam kata-katamu, makin aman kamu.

Serumit apa istilah kekerabatan Korea?

Sangat rumit — dan untungnya, pelancong tidak perlu tahu satu pun. Istilah kekerabatan Korea berbeda tergantung apakah dari pihak ayah atau ibu, dan tergantung urutan kelahiran saudara. Keun-abeoji, jageun-abeoji, gomo, imo, oesamchon — satu kata “uncle” dalam bahasa Inggris pecah jadi lima atau enam kata dalam bahasa Korea.

Satu titik perdebatan yang sudah lama berlangsung adalah sapaan untuk keluarga pasangan. Adik laki-laki suami dipanggil doryeonnim atau seobangnim, adik perempuannya agassi — tapi adik dari pihak istri tidak mendapat sapaan hormat semacam itu; mereka cukup cheonam (adik laki-lakinya) atau cheoje (adik perempuannya). Para pengkritik sudah bertahun-tahun menunjuk bahwa ini mengangkat satu pihak dan tidak pihak lainnya, dan dalam terbitan tahun 2020 Institut Nasional Bahasa Korea menyarankan agar kerabat ini dipanggil dengan nama atau ”○○-ssi” saja. Seberapa jauh rumah tangga nyata benar-benar berubah, tentu berbeda-beda menurut generasi dan keluarga.


Kesalahan apa yang paling sering dibuat orang asing?

Lima hal yang perlu dihindari

  • Memanggil orang yang lebih tua dengan namanya — kesalahan paling umum, dan yang paling terasa. Pakai jabatan, sunbae, atau ssi.
  • Memangkasnya jadi "Kim-ssi" (marga saja) — terjemahan harfiah dari "Mr. Kim", tapi dalam bahasa Korea jadi merendahkan. Ganti ke nama + ssi.
  • ajeossi · ajumma — secara kamus memang netral, tapi konotasi negatifnya sudah mengeras dalam pemakaian nyata. Ajumma, terutama kepada perempuan, berisiko.
  • Memakai oppa hasil belajar dari drama ke orang yang baru ditemui — terbaca seperti melompati tahap kedekatan begitu saja.
  • Menghilangkan -yo — sapaannya boleh benar, tapi akhiran kalimat yang santai membuat semuanya terdengar kasar.

Di sisi lain, ketahuilah bahwa orang Korea sangat pemaaf terhadap orang asing. Sebagian besar akan menganggap sapaan yang salah sebagai kekeliruan biasa lalu melanjutkan percakapan. Yang penting adalah sikap, bukan katanya — kalau niat hormatmu terlihat, kata yang agak meleset hampir tidak pernah jadi masalah.

Terlanjur salah? Perbaikan 3 detik

  • "Ah, joesonghamnida" (maaf) menutup sebagian besar situasi. Makin panjang penjelasanmu, makin canggung suasananya.
  • Lalu tanyakan "Saya harus memanggil Anda apa?" Orang Korea menerima pertanyaan ini dengan sangat wajar dan biasanya langsung memberi jawabannya.
  • Kalau kamu tidak menangkap jawabannya, lepaskan saja sapaannya. Bahasa Korea baik-baik saja tanpa subjek. "Jeogiyo, boleh saya tanya soal ini?" — tanpa sapaan, cukup -yo — sudah cukup.
  • Kalau mereka bilang "panggil saja seenaknya", mereka serius. Setelah itu, nama + ssi sudah lebih dari cukup.

Apakah usia masih penting setelah undang-undangnya berubah?

Undang-undangnya berubah; kebiasaannya tidak. Sejak 28 Juni 2023, hukum administrasi dan perdata Korea hanya memakai usia internasional (man nai). Sebelum itu, Korea juga memakai “usia hitungan” — kamu berumur satu tahun saat lahir dan semua orang menambah setahun bersama-sama saat Tahun Baru — sehingga orang yang sama bisa punya dua atau tiga usia berbeda tergantung konteksnya.

Setelah undang-undang itu berlaku, usia internasional jadi standar di dokumen, rumah sakit, dan kantor pemerintah. Tapi tanyakan pada orang Korea “umurmu berapa?” dan jawabannya masih sering usia hitungan. Alasannya sederhana: seluruh sistem sapaan dibangun di atas usia hitungan dan tahun angkatan sekolah. Orang yang lahir di tahun yang sama masuk kelas yang sama, satu kelas berarti teman, dan teman saling bicara santai. Beralih ke usia internasional, dan hubungan-hubungan ini akan berbalik tiap tahun tergantung tanggal ulang tahun.

Kelahiran "cepat" — sakit kepala yang mulai memudar

Korea pernah punya kategori berduri bernama ppareun nyeonsaeng (kelahiran awal tahun). Anak yang lahir Januari atau Februari bisa masuk sekolah setahun lebih awal, sehingga berada satu tingkat di atas anak-anak lain yang lahir di tahun kalender yang sama. Orang-orang ini duduk mengangkangi kelompok teman seumurannya dan kelompok seniornya, sehingga tiap perkumpulan baru berarti menghitung ulang hierarki.

Seiring aturan masuk SD diseragamkan, praktik ini mati, dan bagi orang di bawah 30 tahun kini nyaris bukan masalah. Namun di kalangan usia 30-an ke atas, "kamu kelahiran awal, ya?" masih muncul di pertemuan pertama. Kalau kamu tak sengaja mendengarnya sebagai pelancong, bacalah itu sebagai dua orang yang sedang merundingkan sapaan untuk satu sama lain.

Jadi apa yang sebenarnya perlu dihafal?

Empat kalimat sudah cukup.

Ini saja yang perlu diingat

  • Tahu namanya? Nama + ssi, seperti "Minsu-ssi."
  • Tidak tahu? "Jeogiyo."
  • Perlu jelas-jelas hormat? "Seonsaengnim" — atau "Sajangnim" di dalam toko.
  • oppa, hyeong, eonni, nuna — hanya setelah mereka memintamu memakainya.

Sistem sapaan Korea tidak dibuat untuk menguji orang asing. Bahasa dengan sebanyak ini kata untuk “orang yang lebih tua dariku”, dibaca terbalik, adalah bahasa yang ingin menandai jarak sebuah hubungan dengan presisi tinggi. Ketika seseorang bilang “sekarang panggil aku oppa saja”, itu bukan catatan tata bahasa — itu pernyataan bahwa hubungan kalian bergeser satu takik lebih dekat. Di Korea, kata-kata itu berarti banyak.

Sumber data