Jalan-jalanlah di lingkungan mana pun di Korea dan kamu akan melihat “self photo studio” berpapan pastel hampir di tiap blok. Teman-teman berdesakan di dalam booth, pasangan berpose untuk strip empat potret, penggemar K-pop berburu frame kolaborasi. Apa yang warga lokal sebut 네컷사진 (ne-cut-sajin, “foto empat potret”) sudah menjadi ritual K-culture sepenuhnya — jenis hal yang layak masuk setiap itinerary Seoul, sejajar dengan barbeku dan noraebang. Tapi begitu kamu melangkah untuk memotret, banyaknya merek bikin pusing. Life Four Cuts? Photoism? Haru Film? Mono Mansion? Inilah yang sebenarnya membedakan mereka — dan merek mana yang disukai orang Korea, didukung data nyata.

Jawaban cepat (per 2026)

  • Tiga besarnya adalah Life Four Cuts · Photoism · Haru Film. Life Four Cuts dan Photoism masing-masing punya ~400 gerai.
  • Korea punya ~50 merek self-photo yang menjalankan sekitar 3,000 gerai di seluruh negeri.
  • Remaja & 20-an menyukai nuansa pastel Haru Film, vibe hitam-putih Mono Mansion, dan frame kolaborasi Life Four Cuts / Photoism.
  • Mono Mansion sangat populer di kalangan perempuan 20-an dan pasangan (hitam-putih yang moody, tone yang halus).
  • Usia 30-an lebih memilih retouch natural (Photogray) atau Photoism Studio yang pencahayaannya bagus.
  • Untuk wisatawan: booth berkumpul di Hongdae, Myeongdong, dan Gangnam — tinggal masuk dan memotret (tautan peta di bawah).

Kenapa photo booth begitu populer di Korea?

네컷사진 berarti memotret empat (atau lebih) gambar sendiri di booth tanpa petugas lalu mencetaknya di tempat. Life Four Cuts membuka booth pertama pada 2017, dan delapan tahun lebih kemudian trennya bukan sekadar bertahan — ia terus berkembang.

Pada intinya, daya tariknya adalah pengalaman bersama. Profesor Kim Nan-do dari Seoul National University merumuskannya dengan baik: dalam masyarakat yang hiper-maju, orang menemukan pesona pada “kepuasan dari ketidaksempurnaan.” Selembar cetakan fisik membawa kehangatan analog yang tak dimiliki galeri ponsel. Memilih pose bersama teman, tertawa terbahak pada hasil yang jelek, membagi cetakannya — seluruh prosesnya sendiri adalah bentuk permainan.

Angka pasarnya mendukung: tiga merek teratas saja tumbuh dari 827 gerai pada akhir 2022 menjadi 1,006 pada akhir 2023 (+21.6%), dan seluruh pasarnya kini diperkirakan mencapai sekitar 50 merek di 3,000 gerai.

Perbandingan tiga besar merek photo booth Korea

Mulailah dari tiga merek yang paling sering kamu lihat. Jumlah gerai berasal dari data publik dan terus naik, jadi anggap saja angka kasar.

MerekOperatorSejakGerai (kira-kira)Konsep / tonePengguna utama
Life Four Cuts (인생네컷)LK Ventures2017~370–410Yang pertama; luas dan arus utama; banyak frame kolaborasi karakter/idolSemua usia
Photoism (포토이즘)Seobuk2019~370–450Lini Studio / Box / Colored; pencahayaan strobo sendiriPemburu tren
Haru Film (하루필름)HJJ Company2021~116Interior & filter pastel, kolaborasi merekRemaja & perempuan 20-an

Sumber: data waralaba Komisi Perdagangan Adil Korea (Okt 2024), Seoul Economic Daily (akhir 2023), “3-min data” Munhwa. Jumlahnya berbeda menurut tanggal dan cara penghitungan (langsung vs. waralaba, box vs. studio).

Life Four Cuts adalah yang pertama — praktis sudah jadi nama generik untuk seluruh kategori ini. Dengan sekitar 2.3 juta pengunjung bulanan dan 28 juta per tahun, ia opsi paling arus utama dan menawarkan pilihan frame terluas, dengan edisi kolaborasi idol, anime, dan merek yang sering berganti. Kalau kamu hanya ingin “memotret sesuatu” tanpa banyak berpikir, ini pilihan amanmu.

📍 Cari Life Four Cuts terdekat

Photoism membedakan diri dengan pencahayaan strobo (studio) miliknya sendiri yang membuat subjek tampak tajam dan bercahaya. Gerainya terbagi ke dalam lini — Studio, Box, Colored — jadi kamu bisa memilih suasana, dan ia terus jadi bahan perbincangan lewat kolaborasi selebritas dan influencer plus ekspansi ke luar negeri. Dari sisi volume pencarian, ia hampir menyusul si pelopor.

📍 Cari Photoism terdekat

Haru Film adalah kesayangan remaja dan perempuan 20-an, dan kamu langsung tahu begitu melangkah masuk: interior pastel, filter lembut ala film, palet yang emosional dan bagai mimpi. Gerainya paling sedikit di antara tiga besar tapi tetap kuat di tagar media sosial berkat kolaborasi merek kosmetik dan fesyen. Ingin tone yang cantik dan romantis? Haru Film.

📍 Cari Haru Film terdekat

Merek lain yang layak diketahui

Di luar tiga besar, beberapa merek punya karakter yang kuat. Kalau kamu sudah tahu tampilan yang kamu incar, ini pilihan yang solid.

MerekOperatorKeunggulanCocok untuk
Mono Mansion (모노맨션)HeimNuansa hitam-putih / retro; tone halus alih-alih filter tebal; Hongdae, Mangwon, dll.Perempuan 20-an & pasangan, pencinta hitam-putih
Photogray (포토그레이)APRDijalankan perusahaan beauty-tech; retouch kulit natural dan rapi; ekspansi ke Jepang & Asia TenggaraUsia 30-an yang tak suka edit berat, kualitas potret
Photo Signature (포토시그니처)Image NetworksTone studio bersih dan halus; ~200 geraiSuasana yang kalem
Don’t Look Up / Selpix, dll.beragamKonsep ruang booth (subway, lift, dll.) atau latar khususLatar unik / foto berkonsep

Sumber: data waralaba KFTC (2024), Channel PNU (Okt 2024), kanal resmi merek.

Mono Mansion khususnya adalah merek yang sedang meledak di kalangan perempuan Korea saat ini — “foto hitam-putih yang moody” adalah ringkasannya dan itu tidak keliru. Dioperasikan Heim, ia mengambil wilayah yang jelas jauh dari persaingan pastel dan warna tebal dengan nuansa hitam-putih dan retro. Ia memilih tone yang halus ketimbang filter tebal dan meraih reputasi “warna dan vibe-nya memang beda.” Kunjungan influencer dan selebritas menambah gaungnya. Sangat populer di kalangan perempuan 20-an untuk rute kencan dan foto “sekali seumur hidup”. Kamu akan menemukannya di kawasan beratmosfer seperti Hongdae (Yeonnam) dan Mangwon, sebagian buka 24 jam.

📍 Cari Mono Mansion terdekat

Photogray dijalankan APR, perusahaan kecantikan/perangkat, jadi ia dikenal dengan tone kulit yang tampak natural dan rapi alih-alih ter-edit berlebihan — favorit orang berusia 30-an yang ingin “terlihat bagus tanpa terlihat difilter.”

📍 Cari Photogray terdekat

Remaja/20-an vs 30-an: apakah selera mereknya berbeda?

Semua merek dipakai lintas usia, tetapi yang menarik tiap kelompok umur berbeda.

Bagi Gen Z Korea (sebagian besar mahasiswa), photo booth adalah rutinitas murni. Dalam survei University Tomorrow 20s Research Institute, 19.0% Gen Z pernah mengunjungi photo booth dalam 3 bulan terakhir — kedua setelah warnet (23.5%) di antara aktivitas waktu luang. Mereka merespons “estetika yang cantik” dan “kolaborasi edisi terbatas.”

Singkatnya: “suasana = Mono Mansion / Haru Film,” “kolaborasi & arus utama = Life Four Cuts / Photoism,” “kualitas & retouch natural = Photoism Studio / Photogray.”

Tips untuk wisatawan asing

Photo booth adalah swalayan tanpa petugas, jadi kamu bisa memakainya tanpa sepatah kata bahasa Korea. Alurnya:

  1. Bayar & pilih frame — di kios, pilih frame (warna, jumlah potret, desain kolaborasi) lalu bayar (tunai / kartu / pembayaran ponsel, biasanya 4,000–6,000 KRW).
  2. Memotret — masuk ke booth dan berpose mengikuti hitungan mundur di layar. Biasanya kamu memotret 6–8 dan memilih 4.
  3. Edit — atur kecerahan, filter, dan corat-coret stiker di layar.
  4. Cetak + QR — dua lembar cetakan keluar, dan sebuah kode QR menyimpan file aslinya (plus klip video bergerak) ke ponselmu.

Beberapa catatan:

📍 Photo booth di Hongdae 📍 Photo booth di Myeongdong

Kesimpulan: pilihan dalam 3 detik

Foto empat potret Korea bukan sekadar jepretan instan — ia cara merekam dan membagikan “momen ini” bersama siapa pun yang menemanimu. Kalau mereknya membaur di kepalamu, ingat begini:

Saat bepergian, membandingkan dua atau tiga merek dalam satu blok di Hongdae adalah separuh keseruannya. Dengan sekitar 4,000 KRW, sulit menandinginya sebagai kenang-kenangan K-culture.

Sumber data

Sedang populer di Seoul

Klook.com

Tautan afiliasi — kami bisa memperoleh komisi tanpa biaya tambahan untukmu. Selengkapnya →