Saat orang menyusun rencana ke Seoul, Gangnam timur biasanya langsung diarsipkan sebagai Jamsil. Lotte World Tower, Danau Seokchon, Stadion Bisbol Jamsil. Tapi lihat petanya: tepat di barat Jamsil, menempel di tepi selatan Sungai Han, ada Samseong-dong. Dan kebanyakan orang melewatinya begitu saja.

Padahal aneh. Sebab dalam radius jalan kaki 15 menit satu sama lain, Samseong-dong memuat kompleks belanja bawah tanah terbesar di Asia, sebuah situs makam kerajaan Warisan Dunia UNESCO, dan sebuah kuil yang sudah berdiri lebih dari 1,200 tahun.

Dan ketiganya bukan kebetulan berada di sini. Semuanya dulu satu bidang tanah.

Jawaban singkatnya

  • Tanah yang kini ditempati COEX adalah Seunggwa-pyeong (僧科坪) milik Bongeunsa pada masa Dinasti Joseon — lapangan terbuka tempat ujian kepegawaian biksu digelar. Guru Besar Seosan dan Samyeong, yang kelak memimpin pasukan biksu selama Perang Imjin, lahir dari sistem ini.
  • Bongeunsa dan Seonjeongneung memang satu paket. Ratu Jeonghyeon, yang dimakamkan di Seolleung, membangun ulang kuil ini pada 1498 sebagai kuil penjaga makam suaminya, Raja Seongjong, dan menamainya Bongeunsa (奉恩寺) — "Kuil Penerima Rahmat."
  • Aula Panjeon (1856) di Bongeunsa adalah bangunan tertua di kompleks itu. Papan namanya diyakini sebagai karya kaligrafi terakhir Kim Jeong-hui (Chusa), ditulis tak lama sebelum ia wafat.
  • Di sisi COEX, kamu bisa mampir hanya untuk Starfield Library (dengan rak buku setinggi 13 meter) dan pulang puas — atau tambahkan akuarium dan Megabox untuk mengisi setengah hari penuh.
  • Skena kulinernya melayani pegawai kantor Teheran-ro, bukan turis. Artinya makan siang ramai dan terjangkau, dan banyak tempat tutup pada hari Minggu.

Di mana persisnya Samseong-dong di Seoul?

Secara administratif, ini Samseong-dong, Gangnam-gu, Seoul. Di utara: Sungai Han (Cheongdam-dong). Di timur: Sungai Tancheon dan Jamsil (Songpa-gu). Di selatan: Daechi-dong. Di barat: Yeoksam-dong. Kawasan ini menempati sudut timur laut Gangnam-gu — jahitan antara Gangnam dan Jamsil.

Empat jalur subway melintasinya.

🚇 Menuju Samseong-dong — stasiun terbaik menurut tujuan

TujuanStasiun TerbaikPintu Keluar · Catatan
COEX Mall · Starfield LibraryJalur 2 Stasiun SamseongPintu Keluar 5 & 6, terhubung langsung lewat bawah tanah. Tak perlu naik ke permukaan
BongeunsaJalur 9 Stasiun BongeunsaPintu Keluar 1, jalan kaki 1 menit. Sekitar 10 menit jalan kaki dari Stasiun Samseong
SeonjeongneungJalur 9 / Jalur Suin-Bundang Stasiun SeonjeongneungLebih dekat ke gerbang utama daripada Stasiun Seolleung (Jalur 2)
Hyundai Department Store Trade CenterJalur 2 Stasiun SamseongTerhubung bawah tanah dari COEX
Parnas Mall · InterContinentalJalur 2 Stasiun SamseongTeheran-ro 521, B1. Terhubung langsung ke Stasiun Samseong

Tips rute

  • Saat hujan, di puncak musim panas, atau di puncak musim dingin, kamu bisa menempuh COEX Mall–Parnas Mall–Hyundai Department Store sepenuhnya lewat bawah tanah dari Stasiun Samseong. Kamu sama sekali tak perlu keluar.
  • Kalau cuacanya bagus, tempuh Stasiun Bongeunsa → Bongeunsa → Gerbang Utara COEX → Starfield Library. Terjun dari keheningan kuil ke dengung mal adalah pengalaman khas kawasan ini.
  • COEX Mall sangat luas dengan tata letak melingkar yang cepat membuatmu bingung arah. Jadikan Starfield Library sebagai titik jangkar dan bernavigasilah dari sana.

Tanah di Bawah COEX Dulunya Halaman Kuil — Kisah Seunggwa-pyeong

Ada satu kunci untuk memahami kawasan ini. Bongeunsa lebih dulu ada di sini. COEX datang jauh belakangan.

Bongeunsa berakar pada Gyeonseongsa (見性寺), yang didirikan pada tahun 794 (tahun ke-10 Raja Wonseong dari Silla) oleh Guru Yeonhoe. Ini salah satu kuil tertua di Seoul. Tapi namanya baru berganti menjadi Bongeunsa sekitar 700 tahun setelahnya.

Pada 1498, Ratu Jeonghyeon — permaisuri kedua Raja Seongjong — membangun ulang kuil ini secara besar-besaran di samping makam kerajaan suaminya (Seolleung) dan menamainya Bongeunsa (奉恩寺). Namanya berarti “Kuil Penerima Rahmat.” Dengan kata lain, Bongeunsa terlahir kembali sebagai kuil penjaga Seolleung. Inilah sebabnya Seonjeongneung dan Bongeunsa, yang hari ini kita kunjungi sebagai dua tujuan terpisah, dulunya satu kesatuan.

Bagaimana kuil kerajaan bisa berkembang di negara yang menekan Buddhisme

Joseon adalah negara Konfusian yang menekan Buddhisme. Tapi pada masa perwalian Ratu Munjeong di bawah Raja Myeongjong, arusnya sempat berbalik. Ratu Munjeong mengangkat Guru Bou sebagai kepala biksu Bongeunsa, menaikkannya menjadi kuil induk aliran Seon (Zen), dan menghidupkan kembali seunggwa (僧科) — sistem ujian kepegawaian biksu yang lama dihapuskan.

Lapangan terbuka tempat ujian itu digelar, tepat di depan Bongeunsa, adalah Seunggwa-pyeong (僧科坪). Itulah tanah yang kini ditempati COEX dan World Trade Center. Dan di antara tokoh besar yang lulus ujian ini ada Guru Besar Seosan (Hyujeong) dan Guru Besar Samyeong (Yujeong), yang kelak memimpin pasukan biksu melawan Jepang dalam Perang Imjin.

Sederhananya: di titik yang persis sama tempat pameran internasional digelar dan iklan K-pop berkedip hari ini, para biksu duduk mengikuti ujian negara sekitar 450 tahun lalu. Sedikit sekali tempat di Seoul yang sejarah tanahnya berbalik sedramatis ini.

794 M
Gyeonseongsa, cikal bakal Bongeunsa, didirikan oleh Guru Yeonhoe (menurut tradisi)
1498 M
Ratu Jeonghyeon membangun ulang kuil sebagai penjaga Seolleung dan menamainya Bongeunsa
1856 M
Aula Panjeon dibangun. Bangunan tertua yang bertahan di kompleks Bongeunsa
1988 M
Era Korea World Trade Center dan COEX dimulai. Seunggwa-pyeong menjadi kompleks pameran

4 Hal yang Benar-benar Perlu Kamu Lihat di Bongeunsa

Bongeunsa itu luas, dan pada kunjungan pertama gampang sekali berkeliling penuh tanpa tahu apa yang mesti dilihat. Kunci saja pada empat hal ini.

🖌️
Aula Panjeon · Goresan Terakhir Chusa
Dibangun 1856, direnovasi 1878. Bangunan tertua di kompleks ini. Dua aksara "板殿" di papan namanya digoreskan Kim Jeong-hui (Chusa) pada usia 71 tahun saat terbaring sakit — diyakini sebagai karya terakhirnya sebelum wafat.
🗿
Mireuk Daebul (Buddha Maitreya Agung)
Patung Buddha batu yang berdiri di titik tertinggi kompleks. Sudut saat COEX dan gedung pencakar langit Teheran-ro bertumpuk di belakangnya adalah foto ikonik kuil ini.
🍵
Yeonhoe Dawon
Rumah teh tradisional di dalam kompleks kuil, dinamai menurut Guru Yeonhoe sang pendiri. Duduk di bantal lantai sambil menyesap teh tradisional dengan kudapan manis Korea. Dunia yang sama sekali lain, sepuluh menit jalan kaki dari COEX.
🏮
Templestay · Lampion Teratai
Templestay kuil kota dengan program berbahasa asing. Menjelang Hari Waisak, seluruh kompleks berselimut lampion teratai — layak didatangi hanya demi fotonya.

📍 Buka di Naver Map

Saya sarankan berhenti sejenak di depan Aula Panjeon. Kim Jeong-hui (1786–1856), yang lebih dikenal dengan nama pena Chusa, menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di Bongeunsa membantu Biksu Yeonggi mengukir balok kayu Sutra Avatamsaka. Aula Panjeon menyimpan balok-balok itu, dan papan namanya adalah kaligrafi terakhirnya. Goresan yang tampak tak dipoles, bahkan kekanak-kanakan di mata sebagian orang, ternyata menjadi titik akhir perjalanan kaligrafer terbesar Joseon — itulah yang membuat bangunan ini istimewa.

Apa artinya sebuah kuil disebut kuil kota: Pada jam makan siang hari kerja, Bongeunsa dipenuhi pegawai kantor berjas yang berjalan santai. Ini kuil yang dipakai sebagai ruang hidup, bukan objek wisata — jadi sebelum mengangkat kamera, pastikan tidak ada orang yang sedang berdoa di dekatmu.

Seonjeongneung — Situs Warisan Dunia UNESCO di Antara Menara Perkantoran

Berjalanlah ke barat daya dari Bongeunsa dan kamu akan tiba di Seonjeongneung. Sesuai namanya, ini adalah Seolleung + Jeongneung.

👑 Siapa yang Dimakamkan di Seonjeongneung

MakamPenghuniKaitannya dengan kisah ini
SeolleungPenguasa ke-9 Joseon Raja Seongjong dan permaisuri keduanya Ratu JeonghyeonRatu Jeonghyeon membangun ulang Bongeunsa untuk menjaga makam ini
JeongneungPenguasa ke-11 Joseon Raja JungjongPutra Raja Seongjong; suami Ratu Munjeong

Dengan kata lain, orang-orang yang dimakamkan di Seonjeongneung dan orang-orang yang membesarkan Bongeunsa berasal dari satu keluarga yang sama. Kunjungi terpisah, keduanya hanya sebuah makam kerajaan dan sebuah kuil. Kunjungi berurutan, keduanya menjadi satu cerita.

Baik untuk diketahui

  • Makam Kerajaan Joseon ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2009. Seonjeongneung adalah yang bertahan tepat di tengah pusat kota.
  • Masuk berbayar (sekitar ₩1,000 untuk dewasa). Ada diskon untuk warga Gangnam-gu, dan masuk gratis pada hari-hari tertentu.
  • Jam buka berbeda menurut musim. Pada musim semi dan gugur, kompleksnya buka sampai malam, dan banyak warga lokal memakainya sebagai jalur jalan kaki sepulang kerja.
  • Area gundukan makam hanya bisa diakses lewat jalur yang ditentukan. Jangan menginjak gundukan berumput.

📍 Buka di Naver Map


COEX — Apa yang Dilihat dan Apa yang Dilewati

COEX adalah balai pameran dalam kompleks Korea World Trade Center, dan mal di bawahnya adalah Starfield COEX Mall — digadang sebagai ruang belanja bawah tanah terbesar di Asia. Mencoba melihat semuanya itu sia-sia. Lebih baik dihampiri berdasarkan tujuan.

🏬 COEX per Zona — contekan datangi-atau-lewati

TempatApa ItuVonis
Starfield LibraryTiga dinding buku setinggi 13 m, sekitar 70,000 jilid, ruang split-level 2,800㎡✅ Kalau kamu hanya melihat satu hal di Samseong-dong, jadikan ini. Penanda khas COEX sejak dibuka pada 2017
COEX AquariumAkuarium indoor berskala besar🔶 Sepadan kalau bawa anak. Kalau hanya orang dewasa: prioritas rendah
Megabox COEXBioskop multipleks besar🔶 Pengisi waktu saat hujan
K-POP SquarePapan LED raksasa di dinding luar COEX✅ Gratis. Dijuluki “Times Square-nya Korea” setelah kawasan ini ditetapkan sebagai zona iklan luar ruang bebas pada 2018
Hyundai Department Store Trade CenterDepartment store + food hall di basement🔶 Berguna untuk oleh-oleh dan belanja makanan
Parnas MallTeheran-ro 521, B1. Terhubung langsung ke Stasiun Samseong🔶 Lebih tenang dari COEX Mall, kepadatan restorannya lebih tinggi

Cara melihat Starfield Library secara berbeda

  • Untuk foto, pagar lantai 2 yang menghadap ke bawah ke arah rak buku adalah sudut terbaikmu. Bagian depan lantai dasar terlalu banyak menangkap orang dalam bingkai.
  • Buku-buku di rak atas hanya dekorasi. Hanya rak bawah yang terjangkau tangan yang berisi buku sungguhan untuk dibaca. Mengetahui ini menyelamatkanmu dari mencari-cari tangga.
  • Dengan lebih dari 600 judul majalah termasuk terbitan internasional, ini tempat yang bagus untuk duduk sambil menunggu rombonganmu.
  • Karena gratis dan terbuka, sore akhir pekan sangat penuh. Pagi hari kerja jauh lebih tenang.

Kenapa Kawasan Ini Penuh Konstruksi?

Berjalanlah di sekitar Stasiun Samseong dan kamu akan terus bertemu pagar proyek raksasa. Dua proyek bertumpang tindih:

Bagi pelancong, satu hal yang penting: jalur pejalan kaki di permukaan sekitar Stasiun Samseong sering berubah. Jangan tersesat di atas — pakai lorong bawah tanah.

Kalau kamu mencari Terminal Bandara Kota Samseong-dong

Terminal Bandara Kota Samseong-dong (CALT) — dengan layanan check-in awal dan penitipan bagasi yang disebut buku panduan lama — berhenti beroperasi pada Januari 2023. Titik penitipan bagasi Easy Drop dibuka di COEX pada Mei 2025, tapi itu tidak sama dengan sistem lama yang memungkinkanmu check-in ke maskapai lebih awal. Jangan menyusun rencana hari keberangkatanmu berdasarkan layanan ini.


Makan di Samseong-dong — Mulai dengan Memahami Lanskap Kulinernya

Restoran di Samseong-dong tidak melayani turis. Roti dan mentega mereka adalah populasi kantor di sepanjang Teheran-ro dan Trade Center, ditambah pengunjung pameran COEX. Ini melahirkan tiga pola yang khas:

  1. Makan siang (11:30–13:00) adalah medan perang. Masuk sebelum 11:30 dan tidak ada antrean.
  2. Makan malam adalah panggung jamuan kantor, jadi pengunjung solo bisa merasa canggung di beberapa tempat.
  3. Banyak tempat tutup pada hari Minggu dan hari libur nasional. Inilah jebakan yang paling sering menjerat pelancong akhir pekan.

🍚 4 Zona Kuliner Samseong-dong — Suasana & Anggaran

ZonaKarakterAnggaran (1 orang)Kapan Datang
Gang belakang Stasiun Samseong (lorong Samseong-ro)Andalan pegawai kantor: bapsang, gukbap, kalguksu₩10,000–15,000Makan siang hari kerja
Food court basement COEX MallSebagian besar waralaba, risiko kecewa rendah₩12,000–20,000Hari hujan, akhir pekan
Parnas Mall · HotelSantap tenang, jamuan bisnis, kencan₩30,000+Malam, momen spesial
Stasiun Bongeunsa → arah CheongdamItalia, Jepang, omakase, dll.₩30,000+Malam

🍽️ Daftar Pendek (Masih Ditinjau — Perlu Verifikasi Langsung)

JenisNamaCatatan
GukbapBakseobang Sundae Gukbap, Cabang Utama SamseongKedai sundae-gukbap lawas yang reputasinya diam-diam kuat di kalangan pegawai kantor Samseong-dong
BapsangDaebak Sikdang (Samseong-ro 103-gil 11)Set hidangan ala rumahan yang berganti tiap hari. Siapkan antre setelah tengah hari
MiMunbaedong YukkalKalguksu daging sapi pedas. Perputaran meja cepat saat makan siang
Nasi mangkukYangsandoBelut di atas nasi. Ramah untuk pengunjung solo
ItaliaCipolla Rosso, Cabang Utama SamseongJalan kaki 1 menit dari Stasiun Bongeunsa. Untuk malam hari dan rombongan
JepangIlsang Jeongwon, COEXBasement Oakwood Premier. Suasana tenang, bermenu kursus
HotelGrand InterContinental Seoul ParnasLama diperbincangkan berkat bufet dan naengmyeon (mi dingin)

Makan di dalam COEX

  • Pada hari ada pameran atau acara, semua restoran di mal penuh serentak. Cek kalender acara COEX lebih dulu dan hindari tanggal-tanggal itu — kamu akan menghemat waktu antre yang tidak sedikit.
  • Food court di basement punya menu berfoto dan label berbahasa Inggris di mana-mana, jadi tak perlu bisa bahasa Korea.
  • Sebaliknya, kedai bapsang di gang belakang Samseong-ro sering hanya bermenu bahasa Korea. Di sisi lain, di situlah rasa makan siang yang sebenarnya di kawasan ini.

Kafe Samseong-dong — Tiga Pilihan yang Sama Sekali Berbeda

Kafe di kawasan ini punya kepribadian yang sangat berbeda. Jangan memilih berdasarkan suasana — pilih berdasarkan tujuan.

🍵
Yeonhoe Dawon (di dalam Bongeunsa)
Teh tradisional dan kudapan manis Korea, duduk lesehan. Sepuluh menit berjalan kaki dari kebisingan COEX dan kamu sudah berada di dunia yang sama sekali lain. Tempat paling tak tergantikan di Samseong-dong.
Kafe Roastery Teheran-ro
Tempat yang berfokus pada filter coffee seperti Roastery Gen, dibangun untuk kalangan kantoran. Perputaran kursi cepat, tenang pada pagi hari.
📚
Sekitar Starfield Library
Kursi dengan pemandangan rak buku. Yang kamu bayar adalah pemandangannya, bukan kopinya. Cocok untuk menunggu rombongan atau rehat sejenak.

📍 Buka di Naver Map


Rute Setengah Hari di Samseong-dong — Urutan Ini Paling Berhasil

Rute yang disarankan (sekitar 4–5 jam)

  • 09:30 Stasiun Seonjeongneung Jalur 9 → jalan santai di Seonjeongneung (sekitar 1 jam). Waktu terbaik untuk udara dan cahayanya
  • 11:00 Jalan kaki atau satu stasiun → Bongeunsa. Aula Panjeon → Mireuk Daebul → Yeonhoe Dawon, dalam urutan itu (sekitar 1 jam 30 menit)
  • 12:30 Seberangi Bongeunsa-ro untuk makan siang. Hari kerja: gang belakang Samseong-ro. Akhir pekan: COEX Mall
  • 14:00 Gerbang Utara COEX → Starfield Library → berkeliling mal (sekitar 1 jam 30 menit)
  • 15:30 Kalau masih bertenaga: akuarium atau Hyundai Department Store Trade Center. Kalau tidak, tutup hari di Stasiun Samseong

Ada alasan di balik urutan ini. Ia bergerak dari luar ruang (makam, kuil) ke dalam ruang (mal bawah tanah), jadi meski sorenya berubah panas atau hujan, rencanamu tidak berantakan. Balik urutannya dan kamu akan menyisakan perhentian luar ruang setelah keluar dari kenyamanan berpendingin — menanggung seluruh risiko cuaca.

Jadi, Samseong-dong Menggantikan Jamsil?

Bukan menggantikan. Menambahkan. Keduanya bersebelahan, hanya terpisah Sungai Tancheon dan beberapa perhentian subway.

Tapi kepribadiannya berbeda. Jamsil adalah kawasan ketinggian — menara 555 m, dek observasi, sebuah danau. Samseong-dong adalah kawasan lapisan — kuil dari tahun 794, makam kerajaan dari 1498, balai pameran dari 1988, dan kompleks supertinggi yang dijadwalkan 2031, semuanya bertumpuk dalam radius 1 km.

Berjalan di atas tanah tempat ujian kepegawaian biksu berganti menjadi pameran dagang internasional adalah pengalaman yang tak akan kamu temukan di kawasan Seoul mana pun. Kalau kamu punya satu hari lagi untuk dihabiskan di Gangnam timur, habiskan di Samseong-dong.

Sumber data & Rujukan

Harga, jam buka, dan status operasional dapat berubah. Entri restoran dan kafe khususnya belum diverifikasi; tanggal checked akan ditambahkan setelah konfirmasi di lapangan.

Sedang populer di Seoul

Klook.com

Tautan afiliasi — kami mungkin memperoleh komisi tanpa biaya tambahan untukmu. Detail →