Kamu mendarat di Incheon, membuka peta di ponsel Galaxy, membeli oleh-oleh di duty-free, menghabiskan hari di Everland, mengisi keranjang di Olive Young saat sore, belanja bulanan di E-Mart, lalu menyeruput kopi di Starbucks. Sehari biasa di Seoul. Namun merek-merek yang tampak sama sekali tak berhubungan itu berakar pada satu toko dagang kecil yang dibuka di Daegu pada 1938. Inilah kisah “banyak wajah Samsung” yang ditemui seorang wisatawan.

Jawaban singkatnya

  • Samsung bermula dari "Samsung Sanghoe," sebuah toko dagang yang dibuka di Daegu pada 1938 oleh pendirinya, Lee Byung-chul.
  • Seiring anak-anaknya mewarisi bisnis yang berbeda, kerajaan itu terpecah menjadi Samsung, CJ, Shinsegae, dan Hansol — yang secara kolektif disebut "keluarga besar Samsung."
  • Galaxy, Everland, dan Shilla Duty Free (Samsung), Olive Young, CGV, dan Tous Les Jours (CJ), serta E-Mart, Shinsegae Duty Free, dan Starbucks (Shinsegae) yang kamu pakai semuanya lahir dari satu keluarga ini.

Sebenarnya Samsung dulu berbisnis apa?

Bukan elektronik — melainkan perdagangan dan pangan. Sang pendiri, Lee Byung-chul, membuka Samsung Sanghoe (三星商會) di Daegu pada 1938, mengekspor buah, sayur, dan ikan kering ke Manchuria dan Tiongkok. “Samsung (三星)” berarti tiga bintang — besar, terang, dan abadi.

Setelah Perang Korea, ia membesarkan usahanya lewat gula (Cheil Jedang, 1953) dan tekstil (Cheil Industries, 1954). Samsung Electronics baru berdiri jauh kemudian, pada 1969. Dengan kata lain, “Samsung semikonduktor dan ponsel pintar” yang kita kenal sekarang justru bagian belakangan dari sebuah cerita panjang. Dan perusahaan gula awal itu, Cheil Jedang, akhirnya menjadi CJ, sementara bisnis department store menjelma Shinsegae — usaha-usaha awal Samsung mengelupas satu per satu menjadi apa yang kini kita sebut keluarga besar Samsung.

Jadi apa sebenarnya “keluarga besar Samsung” itu?

Itu adalah nama kolektif untuk grup-grup yang didirikan anak dan keturunan Lee Byung-chul. Jalur Samsung utama jatuh ke putra ketiganya, Lee Kun-hee (kini Lee Jae-yong), sementara anak-anaknya yang lain membawa bisnis yang mereka kelola dan, sepanjang 1990-an hingga 2000-an, membangun grup yang mandiri. Karena grup-grup ini pada dasarnya “perusahaan sepupu,” media Korea menyatukan mereka sebagai keluarga besar Samsung.

📱
Samsung (jalur utama)
Galaxy, Everland, Hotel Shilla & Shilla Duty Free — merek yang paling langsung kamu sentuh. Putra ke-3 Lee Kun-hee → Lee Jae-yong.
🛒
CJ Group
Olive Young, CGV, Tous Les Jours, Bibigo, CJ Logistics, TVING. Dari cabang putra sulung. Grup yang paling sering ditemui wisatawan.
🏬
Shinsegae Group
E-Mart, Shinsegae Dept. Store & Duty Free, Starfield, Starbucks Korea. Dari keluarga putri kelima Lee Myung-hee. Menguasai jam belanjamu.
📄
Hansol Group
Hansol Paper dan lainnya. Dari putri pertama Lee In-hee. Nyaris tak bersentuhan dengan wisatawan, tapi bagian dari silsilah.

Jalur utama Samsung — Galaxy, Everland, Shilla Duty Free

Titik sentuh paling langsung ada di genggamanmu: ponsel Galaxy (Samsung Electronics). Tapi dua tempat yang banyak menyita waktu wisatawan juga milik jalur utama Samsung.

Everland & Caribbean Bay — Taman hiburan raksasa di Yongin beserta taman airnya dikelola divisi Resort Samsung C&T. Bahwa rumah keluarga panda terkenal “Fu Bao” adalah afiliasi Samsung ternyata fakta yang tak banyak orang tahu.

Hotel Shilla & Shilla Duty Free — Hotel Shilla di Jung-gu, Seoul, dan gerai Shilla Duty Free yang kamu temui di Bandara Incheon maupun di pusat kota semuanya milik Samsung Group (Hotel Shilla). Begitu kamu belanja duty-free, kamu sudah bertemu keluarga besar Samsung.

📍 Buka Everland di Naver Map 📍 Cari Shilla Duty Free

CJ — Olive Young, CGV, Tous Les Jours, dan Bibigo

Grup yang tumbuh dari perusahaan gula Cheil Jedang. Didirikan oleh cabang putra sulung (Ketua Lee Jae-hyun), CJ kini konglomerat di bidang pangan, hiburan, dan logistik — dan ia bersinggungan dengan rute wisatawan lebih sering daripada hampir semua grup lain.

Jadi meski tak satu pun memakai nama “Samsung,” sebagian besar kosmetik, bioskop, toko roti, dan kurir yang kamu temui dalam perjalanan adalah milik CJ, yang berakar sama dengan Samsung.

📍 Buka Olive Young di Naver Map 📍 Cari bioskop CGV

Shinsegae — E-Mart, department store, duty-free, bahkan Starbucks

Grup yang tumbuh dari bisnis department store Samsung. Dipimpin keluarga putri kelima Lee Myung-hee (duo kakak-adik Chung Yong-jin dan Chung Yoo-kyung), Shinsegae praktis menguasai jam “belanja dan ngopi” seorang wisatawan.

Di sinilah wisatawan sering bingung. Hari ketika kamu melompat antara konter duty-free Shilla (Samsung) dan Shinsegae, belanja di E-Mart (Shinsegae), lalu minum kopi di Starbucks (Shinsegae) sebenarnya adalah perjalanan di antara “merek sepupu” yang semuanya pecah dari satu akar.

📍 Cari Shinsegae Dept. Store 📍 Cari Starfield

”Peta keluarga besar Samsung” dalam sehari

Lihat hari yang sama sekali lagi, kali ini diurutkan berdasarkan kepemilikan, dan tumpang tindihnya langsung terlihat. Inilah inti artikel ini — peta satu keluarga yang diam-diam terjalin di sepanjang rute wisatawan, tanpa nama “Samsung” menempel.

Momen perjalananMerekMilik
Ponsel untuk mengecek petaGalaxySamsung
Duty-free bandara / kotaShilla Duty FreeSamsung
Sehari di taman hiburanEverlandSamsung
Belanja kosmetikOlive YoungCJ
Menonton filmCGVCJ
Toko roti di sudut jalanTous Les JoursCJ
Belanja bulanan besarE-MartShinsegae
Duty-free pusat kotaShinsegae Duty FreeShinsegae
Secangkir kopiStarbucksShinsegae
Kirim oleh-oleh ke rumahCJ LogisticsCJ

Kepemilikan dirangkum dari sumber publik per 2026; struktur pemegang saham dapat berubah seiring waktu.

Jadi, apa gunanya ini untuk perjalananku?

Mengetahui silsilahnya membuat perjalanan terasa lebih berdimensi — dan ada beberapa keuntungan praktisnya.

Program loyalitas kadang saling terhubung. Afiliasi Shinsegae (department store, duty-free, Starfield, Starbucks) di beberapa tempat berbagi poin dan voucher, sementara afiliasi CJ (Olive Young, CGV, Tous Les Jours) terikat dalam satu keanggotaan bernama CJ ONE. Layak diketahui kalau kamu tinggal lama atau berencana belanja besar; cek syarat terkini dan kelayakan untuk orang asing langsung di toko atau di aplikasi.

Yang terpenting, kamu jadi paham bahwa “Samsung” bukan sekadar nama perusahaan elektronik, melainkan kisah sebuah keluarga yang terjalin dengan seluruh sejarah ekonomi modern Korea. Dari Galaxy di tanganmu sampai Starbucks di malam hari, semuanya cabang yang tumbuh dari satu toko kecil di Daegu tahun 1938 — dan menyusuri Seoul mungkin terasa sedikit berbeda setelah kamu tahu itu.

Pertanyaan lainnya

T. Apakah Kakao, Naver, Hyundai, dan LG juga bagian dari keluarga Samsung? Tidak. Semuanya konglomerat yang sepenuhnya terpisah dengan keluarga pendiri yang berbeda. Keluarga besar Samsung hanya merujuk pada Samsung, CJ, Shinsegae, Hansol, dan sejenisnya — grup yang dibangun keturunan pendiri Lee Byung-chul.

T. Bagaimana dengan LG dan GS? LG dan GS berasal dari keluarga Koo dan Huh (yang disebut “keluarga besar LG”) dan tidak berhubungan dengan Samsung. Namun ada ikatan pernikahan historis: putri kedua Lee Byung-chul menikah ke dalam keluarga pendiri LG, membuat pendiri Lee Byung-chul dan Koo In-hwoi menjadi besan — trivia chaebol yang selalu digemari.

T. Apakah merek-merek ini masih beroperasi sebagai satu perusahaan? Tidak. Sejak pemisahan, Samsung, CJ, Shinsegae, dan Hansol adalah grup yang sepenuhnya mandiri dengan kepemilikan dan manajemen terpisah — bahkan saling bersaing (Shilla lawan Shinsegae di duty-free, misalnya). “Berasal dari satu keluarga” menggambarkan akar sejarah, bukan tubuh yang sama hari ini.

Sumber data

Sedang populer di Seoul

Klook.com

Tautan afiliasi — kami bisa memperoleh komisi tanpa biaya tambahan untukmu. Selengkapnya →