Apa yang sebenarnya dimakan warga Seoul setiap hari saat makan siang? Bukan samgyeopsal (perut babi bakar). Bukan ayam goreng. Bagi pedagang pasar dan pekerja kantoran, jawaban sesungguhnya adalah saengseon gui baekban — sepotong ikan yang dibakar di atas yeontan (briket arang Korea) atau api gas, disajikan bersama semangkuk nasi, sup, dan aneka banchan (lauk pendamping), semuanya seharga sekitar 10,000 won. Jarang muncul di daftar peringkat turis, tapi Seoul masih punya rumah makan yang membakar ikan di atas panggangan yeontan yang sama, di tempat yang sama, selama lebih dari 40 tahun. Berikut 10 kedai nopo (lawas terhormat) terbaik dan favorit warga lokal.

Jawaban singkatnya

  • Yang tertua = Honamjip (buka 1974) di Gang Ikan Bakar Dongdaemun — masih memakai panggangan yeontan yang sama sejak hari pertama. Gangnya sendiri ditetapkan Seoul Future Heritage pada 2013.
  • Paling mudah dicapai = Hanil Sikdang di Jongno 3-ga (buka sejak jam 7 pagi) / Saengseon Gui Soban dekat Gyeongbokgung (paling pas untuk rute wisata).
  • Harga: Satu porsi baekban ikan bakar dibanderol 9,000–15,000 won. Banchan dan sup biasanya sudah termasuk; tambah nasi gratis di banyak tempat.
  • Sebagian besar tutup Minggu · penuh sesak pukul 12–13. Datang sebelum 11:30 atau setelah 13:30 supaya makan lebih santai.

Kenapa Ikan Bakar Jadi Klasik Lawas Seoul?

Di masa gas dan listrik masih langka di Seoul, bahan bakar memasak kota ini adalah yeontan (briket arang Korea). Rumah makan gang di kawasan pasar memasang panggangan yeontan di trotoar dan membakar makerel, tenggiri, kerapu kuning, dan ikan layur persis di pinggir jalan — aroma asapnya menarik pelanggan masuk. Gang Ikan Bakar Dongdaemun adalah tempat terakhir tradisi ini bertahan. Gang ini mulai terbentuk sekitar 1979 ketika beberapa kios ikan bakar dibuka satu per satu, lalu akhirnya menyambung dengan gang kuliner yang membentang dari Jongno 6-ga sampai Cheonggye 5-ga.

Kenapa Yeontan?

Ada alasan gang ini masih keras kepala memakai yeontan. Briket arang menyegel bagian luar ikan dengan cepat sekaligus mengunci kelembapannya, sehingga dagingnya tetap lembut dan juicy saat tiba di meja. Pelanggan setia langsung merasakan bedanya antara tempat yang beralih ke panggangan gas dan yang bertahan dengan yeontan. Sebagai pengakuan atas warisan kuliner ini, Gang Ikan Bakar Dongdaemun ditetapkan sebagai Seoul Future Heritage pada 2013.

Ada baiknya kamu memahami format baekban. Kamu tinggal memilih ikan, lalu dapur mengeluarkan satu meja penuh — nasi putih, sup (atau jjigae), dan beberapa piring kecil banchan. Tidak ada pemesanan lauk terpisah. Jadi angka 9,000 sampai 15,000 won yang kamu lihat di menu praktis merupakan total harga untuk satu kali makan.


Kedai Ikan Bakar Terbaik Seoul — Ke Mana Harus Pergi

Lima tempat ini punya reputasi lokal terkuat dan sejarah terdalam.

🔥
Honamjip (Dongdaemun)
Buka 1974, sesepuh Gang Ikan Bakar. Panggangan yeontan aslinya masih dipakai. Buka jam 6 pagi.
🐟
Jeonjujip (Dongdaemun)
Seberang Pasar Dongdaemun. Makerel bakar dan cumi utuh. Porsi royal, banchan gaya Jeolla.
🍚
Hanil Sikdang (Jongno 3-ga)
Rumah makan andalan Gang Jongno 3-ga. Buka jam 7 pagi sampai 10 malam. Ikan layur dan makerel bakar.
♨️
Daewon Sikdang (Samgakji)
Panggangan yeontan di depan pintu. Baekban ikan bakar — makerel + nasi + sungnyung (teh kerak nasi).
🏯
Saengseon Gui Soban (Gyeongbokgung)
Jarak jalan kaki dari Stasiun Gyeongbokgung. Pilihan luas termasuk bakdae, bollak, dan imyeonsu. Disajikan dengan miyeokguk (sup rumput laut).

🏆 10 rumah makan ikan bakar lawas & favorit warga di Seoul (per Juli 2026)

#Rumah makanLokasiMenu andalanHarga (per orang)Catatan
1HonamjipGang Ikan Bakar Dongdaemun (Jongno)Samchi (tenggiri), gajami (ikan sebelah), o-sam bulgogi10,000–13,000 wonBuka 1974, tertua di gang ini, panggangan yeontan
2JeonjujipJongno 40-ga-gil 5 (Dongdaemun)Makerel bakar, cumi utuh9,000 won~Seberang pasar, banchan royal
3JaengbanjipGang Ikan Bakar Dongdaemun (Jongno)Imyeonsu (ikan greenling), piring campur~10,000 wonRating lokal tertinggi di gang ini
4Hanil SikdangSupyo-ro 20-gil 16-17 (Jongno 3-ga)Ikan layur bakar, makerel bakarkisaran ~10,000 wonBuka jam 7 pagi, pernah tampil di TV
5Daewon SikdangHangang-daero 62-na-gil 16-1 (Samgakji)Baekban ikan bakar~10,000 wonPanggangan yeontan di depan, sungnyung termasuk
6Saengseon Gui SobanSajik-ro 133-7 (Gyeongbokgung)Makerel, ikan sebelah, bakdae, bollak13,000–15,000 wonTerbaik untuk rute wisata, satu pesanan per orang
7Jangteo Saengseon GuiPasar Gongdeok (Mapo)Piring campur (pilih 2/3/4 ikan)11,000 won~ (2 orang 22,000 won)Ikan haring & imyeonsu dalam paket kombinasi
8Gui GuiCity Hall/Euljiro (Jung-gu)Samchi bakar, makerel bakar~13,000 wonFavorit makan siang pekerja kantoran, ada ruang privat
9Gosami SinchonYonsei-ro 7-an-gil 38 (Sinchon)Set ikan bakarkisaran ~10,000 wonKawasan kampus, porsi mengenyangkan
10Teolbo Godoen-iNowon (pusat) + cabang MagokBaekban makerel, piring campur12,000–15,000 wonRumah makan berantai, teratas di hasil pencarian lokal

Kriteria pemilihan: ① Beroperasi 20+ tahun atau bagian dari gang Seoul Future Heritage ② Peringkat teratas kategori saengseon gui di platform Korea (Dining Code, Siksin) ③ Ikan bakar jadi menu utama, bukan sampingan ④ Keragaman geografis dan harga. Harga dan jam buka berdasarkan informasi publik per Juli 2026; verifikasi lapangan sedang direncanakan.

1. Honamjip — Panggangan Yeontan yang Sama Sejak 1974, Sesepuh Gang Ini

Dianggap rumah makan tertua di Gang Ikan Bakar Dongdaemun. Dibuka pada 1974 dan masih membakar ikan di atas panggangan yeontan yang sama sejak dulu — itulah identitas utama tempat ini. Ikan berdaging tebal seperti ikan sebelah (gajami) dan tenggiri (samchi) jadi spesialisasinya. Selain ikan, banyak pelanggan setia datang demi o-sam bulgogi (tumis cumi dan perut babi). Tempat ini buka jam 6 pagi, mengikuti ritme pasar grosir subuh Dongdaemun. Tempat duduknya sempit dan berdesakan — jangan berharap makan dengan tenang. Jongno-gu, Gang Ikan Bakar Dongdaemun · Stasiun Dongdaemun/Stasiun Jongno 5-ga · Sekitar 06:00–21:00 · Ikan sebelah 10,000 won / Samchi 12,000 won / O-sam bulgogi 13,000 won

📍 Buka di Naver Map

2. Jeonjujip — Seberang Pasar Dongdaemun, Kedai Pasar yang Mengandalkan Porsi

Persis di seberang Pasar Dongdaemun, ini tempat paling mudah ditemukan di gang ikan bakar. Makerel bakar jadi menu pokok, dan memadukannya dengan cumi bakar utuh sudah menjelma semacam kombinasi khas. Banchan gaya Jeolla datang dalam banyak piring kecil, dan porsinya konsisten disebut royal — itulah sebabnya pedagang pasar memadati tempat ini saat makan siang. Buka jam 8:30 pagi untuk yang datang awal. Tutup Minggu. Jongno-gu, Jongno 40-ga-gil 5 · Jarak jalan kaki dari Stasiun Dongdaemun · Sekitar 08:30–20:30 · Tutup Minggu · Makerel mulai 9,000 won

📍 Buka di Naver Map

3. Jaengbanjip — Rating Lokal Tertinggi di Dalam Gang

Di antara gerombolan rumah makan di Gang Ikan Bakar Dongdaemun, yang satu ini konsisten meraih skor tertinggi di platform kuliner Korea. Ia terutama dikenal lewat imyeonsu (ikan greenling — ikan putih bertekstur lembut dan mudah disuir), yang lazim di rumah makan rumahan Korea tapi jadi penemuan baru bagi kebanyakan pengunjung asing. Karena banyak tempat di gang ini bermenu serupa, Jaengbanjip adalah pilihan teraman kalau kamu bingung memutuskan. Jongno-gu, Gang Ikan Bakar Dongdaemun · Stasiun Dongdaemun/Stasiun Jongno 5-ga · Cek jam buka dan harga sebelum datang

📍 Buka di Naver Map

4. Hanil Sikdang — Andalan Gang Jongno 3-ga, Buka Sejak Jam 7 Pagi

Bersama Dongdaemun, Gang Jongno 3-ga adalah pusat ikan bakar besar lainnya di Seoul, dan Hanil Sikdang nama pertama yang muncul. Satu menit dari Keluar 15 Stasiun Jongno 3-ga, terselip di gang sempit di belakang bekas Seoul Cinema. Ikan layur (galchi) dan makerel bakar jadi andalannya. Dolsotbap (nasi pot batu) dan banchan royalnya mendapat nilai tinggi untuk kepuasan santapan secara keseluruhan. Buka jam 7 pagi sampai 10 malam — salah satu dari sedikit rumah makan ikan bakar tempat kamu bisa makan sangat pagi atau sangat malam. Tutup Minggu kedua dan keempat tiap bulan. Jongno-gu, Supyo-ro 20-gil 16-17 · 1 menit jalan kaki dari Stasiun Jongno 3-ga Keluar 15 · Sen–Sab 07:00–22:00 (pesanan terakhir 20:30) · Tutup Minggu ke-2 & ke-4

📍 Buka di Naver Map

5. Daewon Sikdang — Samgakji, Baekban yang Dibakar di Panggangan Yeontan Depan Toko

Rumah makan gang lawas di kawasan Samgakji, Yongsan, tempat pemandangan ikan dibakar persis di depan pintu masuk masih terjaga utuh. Andalannya, baekban ikan bakar, berupa sepotong makerel yang dibakar di atas yeontan, disajikan bersama nasi, tauge berbumbu, kimchi, dan ditutup semangkuk sungnyung (teh kerak nasi). Karena atmosfer lawasnya yang tak tergantikan, nama ini terus muncul setiap kali orang Korea mencari “saengseon gui nopo” (ikan bakar kedai lawas). Perhatikan break-nya yang panjang (15:30–17:30) — rencanakan sesuai itu. Yongsan-gu, Hangang-daero 62-na-gil 16-1 · Stasiun Samgakji · Sen–Sab 10:30–20:00 (break 15:30–17:30) · Tutup Minggu

📍 Buka di Naver Map

6. Saengseon Gui Soban — Pilihan Terdekat dengan Rute Wisata Gyeongbokgung

Kalau kamu ingin menyelipkan ikan bakar ke dalam rute Gyeongbokgung/Seochon, praktis hanya inilah jawabannya. Berlokasi di Sajik-ro dalam jarak jalan kaki dari Stasiun Gyeongbokgung, tempat ini menawarkan pilihan yang luar biasa luas — makerel, ikan sebelah, bakdae (ikan sebelah setengah kering), bollak (ikan batu), dan imyeonsu — sehingga ideal untuk membandingkan beberapa jenis dalam sekali kunjungan. Sup yang disajikan adalah miyeokguk (sup rumput laut). Harganya 13,000 sampai 15,000 won tergantung ikannya. Catatan: satu pesanan per orang wajib, dan tidak melayani bungkus bawa pulang. Tutup Selasa, dengan break sore (14:30–16:30) — kalau kamu melewatkan makan siang, kembalilah setelah pukul 16:30. Jongno-gu, Sajik-ro 133-7 · Stasiun Gyeongbokgung · 11:00–20:30 (break 14:30–16:30) · Tutup Selasa · Makerel 13,000 won / Imyeonsu & ikan sebelah 14,000 won / Bakdae & bollak 15,000 won 📍 Buka di Naver Map

7. Jangteo Saengseon Gui — Pasar Gongdeok, Piring Campur untuk Membandingkan Ikan

Pilihan paling praktis bagi wisatawan yang belum yakin ikan mana yang akan mereka suka. Di dalam Pasar Gongdeok, 3 menit jalan kaki dari Stasiun Gongdeok, menunya disusun sebagai piring campur: pilih 2 ikan (haring + makerel) 22,000 won / pilih 3 (+ imyeonsu) 33,000 won / pilih 4 (+ samchi) 44,000 won. Untuk dua sampai empat orang, itu berarti sekitar 11,000 won per orang dan kamu bisa membandingkan tiga jenis ikan atau lebih dalam sekali makan. Telur kukus (gyeran jjim) dan doenjang jjigae (sup pasta kedelai) sudah termasuk. Ruangannya lapang dan perputaran mejanya cepat. Haring (cheongeo) jarang ada di menu Seoul — itu saja sudah membuat tempat ini menonjol. Mapo-gu, Pasar Gongdeok · 3 menit jalan kaki dari Stasiun Gongdeok · Sen–Jum 11:00–21:30 / Sab 11:00–21:00 (break Sabtu 15:00–17:00) · Tutup Minggu

📍 Buka di Naver Map

8. Gui Gui — Primadona Reservasi Makan Siang Pekerja Kantoran Dekat City Hall

Ketika pekerja kantoran pusat Seoul mengidam ikan bakar, inilah nama yang muncul. Jam makan siang selalu penuh — banyak pelanggan setia memesan tempat lebih dulu — dan malamnya tempat ini merangkap jadi lokasi minum dengan sate bakar dan aneka hoe (ikan mentah). Samchi (tenggiri) bakar jadi bintangnya: renyah di luar, lembap di dalam. Ruang privat untuk 4–6 orang membuat makan berkelompok nyaman, dan lokasinya praktis di antara rute City Hall, Euljiro, dan Myeongdong. Tutup Minggu. Jung-gu, kawasan City Hall/Euljiro · Stasiun City Hall/Stasiun Euljiro 1-ga · Sen–Jum 11:00–22:00 (pesanan terakhir 20:40) / Sab 11:00–21:00 · Tutup Minggu · Samchi bakar ~13,000 won

📍 Buka di Naver Map

9. Gosami Sinchon — Penyintas Ikan Bakar di Kawasan Kampus

Rumah makan set ikan bakar yang bertahan di gang belakang Sinchon, melipir dari Yonsei-ro. Kawasan kampus punya perputaran tinggi dan sering gulung tikar — fakta bahwa tempat ini bertahan dengan menu yang tidak sedang tren seperti ikan bakar adalah bukti permintaan lokal yang stabil. Ulasan konsisten memuji meja hidangannya yang mengenyangkan, menarik basis setia mahasiswa dan pekerja kantoran. Saat kamu bosan dengan makanan berminyak dalam rute Hongdae/Sinchon, ini alternatif yang solid. Seodaemun-gu, Yonsei-ro 7-an-gil 38 · Sekitar 470 m dari Stasiun Sinchon Keluar 1 · Cek jam buka dan harga sebelum datang

📍 Buka di Naver Map

10. Teolbo Godoen-i — Bukan Nopo, tapi Spesialis Ikan Bakar Paling Banyak Dicari

Satu-satunya rumah makan berantai dalam daftar ini — dan menurut definisi bukan kedai lawas. Tapi ia layak masuk karena mencari “ikan bakar Seoul” di platform kuliner Korea berulang kali memunculkan gerainya di posisi teratas. Menunya menjangkau pemakan solo (baekban makerel, baekban ikan lidah seharga 12,000–13,000 won) dan rombongan (piring campur untuk dua orang sekitar 28,000 won), plus pilihan sup seperti al tang (sup telur ikan pedas), haemul sundubu (sup tahu lembut seafood), dan dongtae jjigae (sup pollack pedas). Kalau tempat duduk sempit dan asap yeontan kedai gang terasa mengintimidasi, inilah alternatif yang bersih dan modern untuk makanan yang sama. Cabang utama Nowon (Sanggye) + Magok dan gerai lain · Baekban makerel 13,000 won / Baekban ikan lidah 12,000 won / Piring campur dua orang ~28,000 won

📍 Buka di Naver Map


Cara Menyusuri Gang Ikan Bakar Seoul

Kedua gang tersambung Subway Jalur 1, sehingga bisa disusuri dalam perjalanan setengah hari. Gang Ikan Bakar Dongdaemun berada di antara Stasiun Dongdaemun dan Stasiun Jongno 5-ga, seberang Pasar Dongdaemun (Jongno 6-ga sampai Cheonggye 5-ga). Sesuai namanya, panggangan yeontan berjajar di jalan depan tiap rumah makan — ikuti saja aroma asapnya. Gang Ikan Bakar Jongno 3-ga ada di dekat Keluar 12 dan 13 Stasiun Jongno 3-ga, mengarah ke Donhwamun-ro 4-gil. Mulut gangnya sangat sempit dan gampang terlewat pada percobaan pertama.

Tips praktis untuk wisatawan

  • Waktu: Pukul 12:00–13:00 adalah puncak makan siang pedagang pasar dan pekerja kantoran — kursi cepat penuh. Datang sebelum 11:30 atau setelah 13:30. Banyak tempat juga break antara pukul 15–17.
  • Memesan: Sebutkan saja nama ikannya, dan satu set baekban lengkap akan datang. Pendatang baru: pilih godeungeo (makerel) (gurih dan kaya) atau samchi (tenggiri) (ringan dan lembut). Imyeonsu, bakdae, dan cheongeo (haring) adalah pilihan khas Korea yang layak dicoba.
  • Pakaian: Duduk dekat panggangan yeontan berarti baunya akan menempel di bajumu. Kalau ada acara malam (pertunjukan, pertemuan), pakai lapisan luar yang bisa dilepas atau datang di hari lain.
  • Pembayaran: Sebagian besar menerima kartu, tapi kedai nopo gang kecil kadang lebih suka tunai. Membawa sedikit uang tunai lebih aman.
  • Hari libur: Lebih dari separuh tempat dalam daftar ini tutup pada hari Minggu. Kalau kamu di Seoul pada hari Minggu, cek pola hari liburnya — Saengseon Gui Soban, misalnya, tutup Selasa.
  • Tambah nasi: Banyak rumah makan lawas menawarkan tambahan nasi atau banchan gratis. Jangan ragu meminta.

Ikan Mana yang Sebaiknya Kamu Pesan?

Papan menu di rumah makan ikan bakar bisa terasa mengintimidasi dengan sejumlah nama ikan Korea yang asing. Berikut lima jenis paling umum yang akan kamu temui di rumah makan saengseon gui Seoul.

🐟 Ikan yang lazim di rumah makan ikan bakar Seoul (berdasarkan menu 10 tempat di atas)

IkanNama KoreaRasa & teksturCocok untuk
Makerel고등어 (godeungeo)Kaya, berminyak, sangat gurih, dagingnya lembutPendatang baru, pilihan dasar
Tenggiri삼치 (samchi)Fillet tebal, ringan dan tidak berlemak, sedikit duri halusYang sensitif terhadap rasa amis
Ikan greenling임연수 (imyeonsu)Ringan, seratnya halus, mudah disuirPengalaman khas Korea yang unik
Ikan sebelah / Bakdae가자미 (gajami) / 박대 (bakdae)Tipis, gurih bernuansa kacang, kulitnya renyah sampai ujungPenggemar tekstur renyah
Kerapu kuning setengah kering / Haring굴비 (gulbi) / 청어 (cheongeo)Asin dan tajam (gulbi), berminyak (cheongeo)Saat kamu ingin rasa kuat pendamping nasi

Gulbi (kerapu kuning setengah kering) cukup asin, jadi cara makan yang benar adalah menyuapnya sedikit-sedikit bersama nasi. Cheongeo (haring) sulit ditemukan di Seoul (Jangteo Saengseon Gui dari daftar di atas salah satu dari sedikit tempat yang menyajikannya) — jangan lewatkan kalau kamu melihatnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

T. Apakah wajar bagi orang asing datang sendirian? Sangat wajar. Baekban ikan bakar adalah santapan solo klasik, dan pengunjung tunggal adalah norma saat makan siang. Meski begitu, tempat duduk sempit pada jam sibuk di kedai gang kecil, jadi menghindari kepadatan pukul 12–13 memudahkan semua orang. Banyak tempat tidak punya menu bahasa Inggris, jadi memotret layar foto menu dari Naver Map lebih dulu akan sangat memudahkan pemesanan.

T. Bisakah minum alkohol di rumah makan ikan bakar? Sebagian besar menyajikan soju dan bir. Namun kedai nopo gang pada dasarnya berorientasi makan siang — berlama-lama sambil minum bukan suasananya. Kalau kamu ingin menikmati ikan bakar sebagai teman minum (anju) dengan santai di malam hari, datanglah ke tempat seperti Gui Gui, yang juga menyajikan sate dan aneka hoe untuk makan malam.

T. Bagaimana dengan vegetarian atau pantangan makanan? Rumah makan ikan bakar sepenuhnya berbasis ikan, jadi pilihan vegetarian praktis tidak ada. Bahkan banchan-nya umum mengandung udang asin (saeujeot), tumis teri, dan seafood lain. Opsi halal atau bebas gluten juga tidak realistis — kalau pantanganmu ketat, sebaiknya lewati kategori ini.

T. Kalau hanya bisa mendatangi satu, Dongdaemun atau Jongno 3-ga? Untuk sejarah dan pemandangan ikonik jalanan berpanggangan yeontan, pilih Dongdaemun (gang Seoul Future Heritage, Honamjip, Jeonjujip). Untuk kepraktisan dan jam buka yang fleksibel, pilih Jongno 3-ga (Hanil Sikdang, buka jam 7 pagi sampai 10 malam). Kalau jalan-jalanmu berpusat di Gyeongbokgung dan Seochon, lewati kedua gang itu dan langsung menuju Saengseon Gui Soban.

Sedang populer di Seoul

Klook.com

Tautan afiliasi — kami bisa mendapat komisi tanpa biaya tambahan untukmu. Detail →