Sekitar pukul 10 malam di hari pertandingan di Jamsil, arus orang berkaus tim bisbol mulai berjalan ke timur dari kompleks olahraga. Mereka tidak menuju stasiun subway. Mereka menuju lingkungan satu stasiun di sebelah, yang sampai 2016 masih bernama Sincheon. Sekarang papan stasiunnya bertuliskan Jamsilsaenae.
Kalau Lotte World Tower dan Songridan-gil adalah wajah depan Jamsil, Jamsilsaenae adalah dapurnya. Di selatan stasiun ada gang kuliner yang padat oleh tempat barbeku, kedai gopchang (usus sapi panggang), bar sashimi, dan pojangmacha (warung tenda), dan tepat di sebelahnya ada Pasar Tradisional Saemaeul, tempat warga masih belanja harian. Jalan sedikit lebih jauh, kamu sampai di rumah makan lama di permukiman Samjeon-dong.
Situs ini sudah punya panduan kafe Jamsil, tapi belum ada yang membahas di mana orang Jamsil sebenarnya makan. Inilah panduannya. Ke-20 tempat di bawah dicek silang dengan ulasan berbahasa Korea dan data peta yang terbit sampai Oktober 2026. Kami belum mengunjunginya langsung, jadi anggap harga dan jam buka sebagai titik awal.
Jawaban singkatnya
- Stasiun Jamsilsaenae (Jalur 2) adalah eks Stasiun Sincheon. Satu stasiun dari Stasiun Jamsil dan satu stasiun dari Stasiun Sports Complex, tempat stadion bisbol berada.
- Tempat makannya terbagi dua: gang kuliner di sisi Exit 4 (gopchang, sashimi, sup, pojangmacha) dan Pasar Tradisional Saemaeul di selatan Exit 3 (mandu, ayam goreng, sashimi pasar, samgyeopsal).
- Di hari pertandingan, ritme warga sederhana: bungkus dari pasar sebelum laga, makan betulan di gang sesudahnya.
- Stadion Bisbol Jamsil dibongkar setelah musim 2026, tapi menurut laporan media kedua tim tuan rumah pindah ke stadion utama tepat di sebelahnya mulai 2027. Jalan turun ke gang hampir tidak berubah.
- Kafenya berupa roastery, toko roti di pasar, dan toko dessert di permukiman, bukan tempat antre demi foto. Toko di pasar libur campur aduk antara Senin dan Minggu, jadi cek harinya dulu.
Di mana Jamsilsaenae, dan bagaimana cara ke sana?
Jamsil-dong di Songpa-gu, di antara Stasiun Jamsil dan Stasiun Sports Complex di Jalur 2. Naik satu stasiun ke barat dari Jamsil dan kamu tiba di Jamsilsaenae; satu stasiun lagi adalah Stasiun Sports Complex, lokasi stadion bisbol dan Stadion Utama Olimpiade. Stasiun Samjeon di Jalur 9 dekat di sisi selatan, jadi untuk rumah makan di Samjeon-dong lebih cepat jalan kaki dari sana.
Keluar lewat exit mana
- Exit 4 — gang kuliner. Jalan lurus lalu belok ke jalan di antara Olive Young dan McDonald's; di situlah gang Baekjegobun-ro 7-gil dan 9-gil dimulai.
- Exit 3 — Pasar Tradisional Saemaeul serta kafe dan toko roti di sekitarnya. Sekitar 5–6 menit jalan kaki ke pintu pasar.
- Rumah makan Samjeon-dong — sekitar 10 menit jalan kaki ke selatan dari Jamsilsaenae, lebih dekat lagi dari Stasiun Samjeon (Jalur 9).
- Jalan kaki dari stadion — ikuti Baekjegobun-ro ke timur dari kompleks olahraga dan kamu masuk gang dari ujung baratnya, dekat Rosebay.
Kenapa ada gang kuliner di depan eks Stasiun Sincheon?
Karena sungai dan stadion. Bahkan namanya berasal dari air: saenae adalah bentuk asli Korea dari Sincheon (新川), harfiahnya “aliran baru”.
Empat lapisan yang membentuk Jamsilsaenae
- 1520 Banjir besar memotong alur baru di Sungai Han dan menjadikan Jamsil sebuah pulau. Alur utara itu disebut Sincheon; alur utama lama di selatan adalah Sungai Songpa.
- 1971 Proyek pembangunan Sungai Han menimbun Sungai Songpa dan menyambungkan Jamsil ke daratan. Sisa airnya menjadi Danau Seokchon sekarang, sementara Sincheon dilebarkan menjadi alur utama Sungai Han saat ini. Warga desa Sincheon di sisi utara pulau pindah ke kawasan yang kini menjadi Jamsil-bon-dong.
- 1982 Stadion Bisbol Jamsil dibuka. Setiap laga usai, penonton tumpah ke pertokoan terdekat, dan kedai barbeku serta pojangmacha tumbuh untuk melayani mereka.
- 2016 Stasiun Sincheon menjadi Jamsilsaenae, terutama agar tidak lagi tertukar dengan Sinchon. Meski begitu, banyak papan nama toko masih bertuliskan Sincheon.
Urutan itu menjelaskan peta hari ini. Warga yang pindah membangun pasar (Pasar Tradisional Saemaeul), dan ketika stadion datang, perdagangan malam menempel di gang-gang samping pasar. Karena itu di Jamsilsaenae pasar dan gang minum bertumpuk dalam satu blok. Dalam profil Jamsil-bon-dong tahun 2021, mingguan Korea Weekly Kyunghyang menggambarkan gang ini sebagai tempat berkumpulnya rumah makan dan pojangmacha karena menjadi lokasi favorit untuk minum-minum seusai laga.
Menurut media Korea Dailian, Stadion Bisbol Jamsil memainkan laga musim reguler terakhirnya pada 12 Oktober 2026, dan pembongkaran dimulai Desember setelah babak pascamusim selesai. LG Twins dan Doosan Bears akan bermain di Stadion Utama Olimpiade di sebelahnya dari 2027 sampai 2031, dengan stadion berkubah ditargetkan dibuka pada 2032. Laganya bergeser beberapa ratus meter ke samping; jalan kaki ke Jamsilsaenae sesudahnya tidak.
Apa yang dimakan warga di Pasar Tradisional Saemaeul?
Siang hari dibungkus, malam hari di kedai sashimi dan samgyeopsal dalam pasar. Pasar Tradisional Saemaeul membentang di sepanjang Seokchonhosu-ro 12-gil. Penggemar bisbol mengenalnya sebagai tempat mampir sebelum laga; warga mengenalnya sebagai tempat membeli ikan.
PaoPao — mandu udang yang masuk tas penonton
Toko mandu khusus bungkus di gang dekat pintu belakang pasar. Mandu daging dan mandu kimchi dijual 10 buah per porsi; mandu udang 6 buah. Di hari pertandingan ada antrean, tapi karena semuanya dibawa pulang, kebanyakan ulasan bilang hanya 10–20 menit. Kalau tidak langsung dimakan, mereka bisa membungkusnya dalam keadaan dingin atau beku. Tutup hari Senin, istirahat pukul 14.00–15.00.
Kkaennip Dakgangjeong — teman setia mandu
Dua rasa, saus manis-pedas dan goreng biasa, ukuran kecil, sedang, dan besar. Setengah-setengah mulai dari ukuran besar. Walau namanya kkaennip (daun perilla), ulasan bilang aromanya halus saja. Buka setiap hari, 11.00 sampai 21.00.
Honam Sikdang — nasi paket di tengah pasar
Rumah makan baekban (nasi paket ala Korea) di pasar: lima atau enam lauk pendamping dan semangkuk sup menemani hidangan utama. Menu khasnya cumi tumis pedas dengan nasi, dan bisa minta porsi besar. Tidak ada menu untuk turis; memotret menu di dinding dengan aplikasi penerjemah adalah cara pesan tercepat.
Jamsil Saeng Samgyeopsal — kedai barbeku pasar dengan empat jenis daging
Samgyeopsal segar, samgyeopsal iris tipis, leher babi, dan sandung lamur sapi. Itu seluruh menu dagingnya. Kimchi sawi buatan sang pemilik ikut dipanggang di samping daging, dan di akhir kamu memesan semangkuk nasi lalu menggorengnya sendiri dengan sisa daging dan kimchi. Nasi goreng tidak ada di menu, dan entah kenapa itu justru cocok dengan tempat ini. Babi tidak halal; tutup hari Minggu. Kalau belum pernah memanggang sendiri di meja Korea, baca panduan makan barbeku Korea kami.
Cheonsu Hoetjip — kedai sashimi lama di pasar, ikan sarden musim gugur
Menu tulisan tangan besar di dinding, pelanggan tetap yang sudah sepuh, akuarium di dekat pintu. Inilah bentuk dasar kedai sashimi pasar. Ikan sebelah, rockfish, dan kakap merah dijual per ukuran, dan di musim gugur mereka menyajikan jeoneo (gizzard shad, sejenis sarden) dengan dua cara: diiris beserta tulangnya, atau difilet. Kalau tidak suka duri halus, minta filet. Buka pukul 15.00; tutup Senin pertama dan ketiga setiap bulan.
Naju Wangdaepo — sesepuh pasar, piring sashimi jumbo
Warga menyebutnya penghuni lama pasar ini. Sashimi hanya ada satu ukuran, dan ukuran itu cukup untuk tiga atau empat orang, jadi kalau datang berdua sering membawa pulang sisanya. Andalannya piring kakap belang dan ikan sebelah belang yang diiris panjang dan kenyal. Banyak pelanggan yang cuma membeli sashimi untuk dibawa pulang.
Sincheon Pocha — meja luar, dan nama lama di papan nama
Stasiunnya ganti nama, tapi banyak toko tidak. Pojangmacha ini salah satunya. Di malam yang sejuk, meja yajang (meja luar ruangan) di depan yang pertama penuh. Fokusnya hidangan laut musiman. Buka pukul 16.00 dan beroperasi lewat tengah malam; ulasan menyebut tutup hari Minggu.
Supaya ke pasar tidak sia-sia
- Toko mandu libur hari Senin. Cheonsu Hoetjip juga tutup Senin pertama dan ketiga. Hari Minggu, Jamsil Saeng Samgyeopsal tutup.
- Hindari membungkus antara pukul 14.00 dan 15.00. Itu jam istirahat PaoPao.
- Cek aturan bawaan stadion. Banyak fans membawa makanan bungkus ke dalam, tapi aturan wadah dan minuman beralkohol mengikuti pengumuman stadion. Panduan nonton bisbol KBO kami punya detailnya.
Ke mana di gang kuliner setelah pertandingan?
Triknya adalah memilih tempat lama di antara papan nama waralaba. Jujur saja, lebih dari separuh gang kuliner Jamsilsaenae berisi jaringan bir, bar highball, dan merek ayam goreng. Tempat dengan layar raksasa yang menayangkan pertandingan penuh paling dulu begitu laga selesai. Lima tempat di bawah adalah yang bertahan lebih lama dari mereka.
Jumangnye Kimchi Jjigae — sup kimchi fermentasi panjang mulai pukul 5 pagi
Salah satu dari sedikit tempat di gang ini yang buka dari pukul 05.00 sampai 23.30. Pesanan standarnya sup mukeunji (kimchi yang difermentasi lama) dengan tambahan mi ramen, dan menu Korea lainnya juga di kisaran ₩10,000-an awal. Ulasan menggambarkan ruangannya seperti membeku di awal 2000-an. Orang yang baru selesai minum semalaman dan warga yang sarapan pagi duduk di meja bersebelahan.
Jamsilsaenae Jjigae — kedai sup larut malam dan panci kepiting-ayam
Jadwalnya kebalikan: buka pukul 17.00 dan berjalan sampai dini hari (sekitar 03.00 di hari kerja, 05.00 di akhir pekan). Namanya dibangun lewat sup kimchi, tapi pelanggan tetap datang untuk kkotdoritang, panci pedas berisi rajungan dan ayam. Kamu sendiri yang mencubit adonan sujebi ke dalam panci, dan nasi bisa tambah gratis. Ulasan menyebut ada coretan di dinding bertanggal 2012. Tutup hari Senin.
Sincheon Hwangso Gopchang — trio jeroan sapi Hanwoo
Satu lagi papan nama yang mempertahankan nama lama. Andalannya samchang, sepiring usus halus, usus besar, dan abomasum sapi Hanwoo (sapi Korea), dan staf yang membersihkan serta memanggangkannya untukmu. Ditutup dengan nasi goreng. Menurut ulasan bertanggal 30 Oktober 2026, jam bukanya Senin 16.00–24.00, Selasa sampai Jumat 16.00–02.00, dan akhir pekan mulai pukul 12.00. Samchang porsi dua orang ditambah satu-dua botol soju sudah jadi malam yang penuh.
Gani Hoetjip — sashimi yang diperam, dibungkus lobak serut
Menunya pada dasarnya hanya ikan sebelah dan rockfish (boleh setengah-setengah). Gaya kedai ini adalah sashimi yang diperam lalu dibungkus bersama lobak serut, dan sotong panggang juga sering dipesan. Senin sampai Sabtu, 18.00 sampai 02.00; tutup hari Minggu. Dengan kata lain, kedai ini buka tepat ketika laga usai.
Jamsil Nageune — dinding tulisan tangan dan meja luar
Setiap dinding penuh catatan tulisan tangan pelanggan, dan di malam yang cerah meja-mejanya meluber ke jalan. Menunya camilan pojangmacha dalam ruangan yang klasik: tahu kimchi dengan tumis babi pedas, telur gulung keju. Ulasan cukup jujur bahwa suasananya, lebih dari makanannya, adalah alasan untuk datang. Sekitar 7 menit jalan kaki dari Exit 3.
Di mana warga Jamsil-bon-dong dan Samjeon-dong makan?
Jalan kaki sekitar 10 menit ke selatan stasiun, deretan toko berganti vila dan rumah tapak. Sisi ini tidak ada hubungannya dengan bisbol; di sinilah warga makan di hari biasa. Stasiun Samjeon di Jalur 9 adalah stasiun yang lebih dekat.
Buil Galmaegi — kedai yakiniku terkenal dengan lidah dan buntut sapi
Restoran barbeku bergaya yakiniku Jepang, terkenal dengan lidah sapi dan buntut sapi panggang. Banyak ulasan menyebut kedai ini dibuka pada 1984, dan belakangan ada yang menulis harus reservasi dua minggu sebelumnya. Senin sampai Sabtu, 17.00–22.00; tutup hari Minggu. Dilaporkan ada biaya corkage per meja.
Jangsu Sikdang — samgyeopsal kimchi yang dipanggangkan staf
Andalannya kimchi samgyeopsal, kimchi dan perut babi dimasak bersama di wajan besi cor, serta budae jjigae (sup tentara). Staf bahkan menggeser daging ke tepi wajan untuk mengumpulkan minyaknya dan memberi tahu kapan sudah siap. 11.00–21.50, istirahat 15.00–17.00, tutup hari Minggu.
Donkkaseu-ui Jip — masakan Barat ala Korea jadul, sup lebih dulu
Saus cokelat kental, sup pembuka, dan pertanyaan “nasi atau roti?”. Tempat ini mempertahankan seluruh ritual gyeongyangsik (masakan “Barat” ala Korea tahun 1980-an). Piring kombo berisi katsu babi, hamburg steak, dan katsu ikan hanya sedikit lebih mahal dari satu katsu, jadi kebanyakan orang memesan kombo. Ulasan menyebut buka setiap hari dengan istirahat singkat 30 menit sekitar pukul 16.00.
🍽️ 15 tempat makan di Jamsilsaenae (info publik daring per Oktober 2026, belum dicek langsung)
| # | Tempat | Menu andalan | Kisaran harga | Stasiun / exit terdekat |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PaoPao | Mandu udang (6) / mandu daging atau kimchi (10) | ₩6,000 / ₩6,000 | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 2 | Kkaennip Dakgangjeong | Ayam goreng, kecil sampai besar | ₩8,000–15,000 | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 3 | Honam Sikdang | Nasi paket cumi tumis pedas | sekitar ₩9,000 (angka 2025) | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 4 | Jamsil Saeng Samgyeopsal | Samgyeopsal segar, 200 g | ₩19,000 | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 5 | Cheonsu Hoetjip | Ikan sebelah atau rockfish (sedang/besar), sarden musim gugur | ₩45,000–59,000 / ₩25,000 per orang | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 6 | Naju Wangdaepo | Ikan sebelah; kakap belang dan ikan sebelah belang | ₩60,000–70,000 (untuk 3–4 orang) | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 7 | Sincheon Pocha | Hidangan laut musiman | Cek di tempat | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 8 | Jumangnye Kimchi Jjigae | Sup kimchi fermentasi panjang, per orang | ₩11,000 | Jamsilsaenae Exit 4 |
| 9 | Jamsilsaenae Jjigae | Sup kimchi, panci kepiting-ayam | Cek di tempat | Jamsilsaenae Exit 4 |
| 10 | Sincheon Hwangso Gopchang | Samchang Hanwoo untuk 2 orang (600 g) | ₩59,000 | Jamsilsaenae Exit 4 |
| 11 | Gani Hoetjip | Sashimi ikan sebelah atau rockfish yang diperam | Cek di tempat | Jamsilsaenae Exit 4 |
| 12 | Jamsil Nageune | Tahu kimchi tumis babi, telur gulung keju | ₩17,000 | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 13 | Buil Galmaegi | Lidah sapi, buntut sapi panggang | Cek di tempat | Stasiun Samjeon |
| 14 | Jangsu Sikdang | Samgyeopsal kimchi, sup tentara | Cek di tempat | Stasiun Samjeon |
| 15 | Donkkaseu-ui Jip | Katsu babi / paket kombo | ₩12,000 / ₩13,500 | Stasiun Samjeon |
Kafe mana yang bagus di Jamsilsaenae?
Ini bukan jalan kafe dengan antrean mengular seperti Songridan-gil. Yang ada justru roastery tempat kamu bisa melihat mesin sangrainya, toko roti ragi alami di gang pasar, dan toko dessert di lantai tiga gedung permukiman. Untuk kafe di sekitar Songridan-gil dan Danau Seokchon, lihat panduan kafe Jamsil dan Songridan-gil.
Coffee By Roasters — kafe lantai dua dengan ruang sangrai yang terlihat
Di lantai dua sebuah gedung kurang dari 200 m dari Exit 3. Ruang sangrainya terlihat jelas, dan ulasan menyebut kafe ini mengadakan cupping dan kelas kopi. Pilihan bijinya banyak, dari yang asam segar sampai yang gurih kacang. Ada satu tangga curam dan satu yang landai; carilah pintu masuk yang landai.
Coffee By Junchunjae — kafe sangrai di dalam pasar
Di dalam gang Pasar Saemaeul, menempati lantai dasar dan basemen. Tempat yang pas untuk berlindung dari panas atau dingin sebelum laga, dan dekat dengan toko ayam goreng. Tutup hari Senin.
Hyomo — toko roti pasar yang hanya buka tiga hari seminggu
Toko roti ragi alami kecil di gang yang sama dengan PaoPao, fokus pada roti gandum utuh dan gandum hitam. Hanya buka Senin, Rabu, dan Jumat, pukul 11.00 sampai 18.00. Roti favorit cepat habis, jadi saat buka biasanya ada antrean. Tidak ada tempat duduk dan tidak ada tempat parkir.
Rosebay — kafe roti di ujung arah stadion
Kafe roti di ujung barat gang, ke arah Stasiun Sports Complex, menempati lantai dasar dan basemen. Baguette krim ara dan roti mentega adalah andalannya. Buka 09.30 sampai 20.00. Kalau berjalan turun dari stadion, inilah kafe pertama yang kamu temui.
Ongttyu — toko dessert di lantai tiga gang belakang
Berada di lantai tiga sebuah gedung di gang Jamsil-bon-dong, jadi hampir mustahil ditemukan secara kebetulan. Ulasan bilang tempatnya tetap sepi bahkan di siang akhir pekan. Tutup Senin dan Selasa; Rabu sampai Sabtu 12.00–19.00, Minggu sampai 18.00.
☕ 5 kafe di Jamsilsaenae (info publik daring per Oktober 2026)
| # | Kafe | Karakter | Catatan jam buka | Stasiun terdekat |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Coffee By Roasters | Roastery, pilihan biji banyak | Jam buka perlu dicek | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 2 | Coffee By Junchunjae | Kafe sangrai di pasar | Tutup Senin | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 3 | Hyomo | Roti ragi alami (bungkus) | Sen, Rab, Jum 11:00–18:00 | Jamsilsaenae Exit 3 |
| 4 | Rosebay | Kafe roti | 09:30–20:00 | Stasiun Sports Complex |
| 5 | Ongttyu | Dessert | Tutup Sen dan Sel | Jamsilsaenae Exit 3 |
Kapan waktu terbaik ke Jamsilsaenae?
Setiap jam, lingkungannya berbeda. Kedai sup bangun sebelum subuh, pasar dan toko roti hidup di siang hari, dan gang menyala di malam hari.
🕘 Jadwal Jamsilsaenae — apa yang menyala dan padam dalam radius 500 m yang sama
| Waktu | Yang buka | Catatan |
|---|---|---|
| Sebelum subuh sampai pagi | Jumangnye Kimchi Jjigae | Buka pukul 05.00. Pelepas mabuk dan sarapan di meja yang sama |
| Makan siang | Honam Sikdang, Jangsu Sikdang, Donkkaseu-ui Jip | Sebagian besar gang kuliner masih tutup |
| Sore | PaoPao, Kkaennip Dakgangjeong, Hyomo, kafe | Waktu membungkus sebelum laga. PaoPao istirahat 14.00–15.00 |
| Petang | Kedai sashimi dan samgyeopsal di pasar, Sincheon Pocha, Buil Galmaegi | Buka satu per satu antara 15.00 dan 18.00 |
| Setelah 23.00 | Sincheon Hwangso Gopchang, Gani Hoetjip, Jamsilsaenae Jjigae | Lebih nyaman setelah keramaian seusai laga surut |
Urutan yang disarankan di hari pertandingan
- Tiga jam sebelum laga — keluar Exit 3 ke Pasar Saemaeul. Kalau hari buka Hyomo (Sen, Rab, Jum), mulai dari roti.
- Dua jam sebelum — bungkus mandu PaoPao dan Kkaennip Dakgangjeong. Kalau antrean panjang, tunggu di Coffee By Junchunjae.
- Sebelum laga — sekitar 15 menit jalan kaki dari pasar ke kompleks olahraga, atau satu stasiun di Jalur 2.
- Setelah laga — langsung ke gang, semua meja penuh. Jalan santai turun lewat Rosebay dan tutup malam dengan gopchang atau sashimi setelah pukul 23.00. Untuk pulang larut, lihat panduan transportasi malam Seoul.
- Tidak ada laga? — makan siang katsu jadul atau samgyeopsal kimchi di Samjeon-dong, makan malam di kedai sashimi pasar. Hindari hari Minggu, saat beberapa toko pasar tutup.
Bacaan lainnya
- Panduan Nonton Bisbol KBO: Tiket, Chimaek, Sorakan, dan Musim Terakhir Jamsil
- Kafe Jamsil dan Songridan-gil: 10 Tempat yang Benar-benar Diantre Warga
- Gang Kuliner Bangi-dong dan Taman Olimpiade
- Panduan Lokal Cheonho dan Amsa
- Cara Makan Barbeku Korea: Memanggang, Ssam, dan Memesan
- Transportasi Malam Seoul: Kereta Terakhir dan Bus Malam
Sumber data
- Pembukaan Stasiun Jamsilsaenae (1980-10-31), pergantian nama (2016-12-15), dan arti saenae — Wikipedia, 'Jamsilsaenae station', Wikitree (bahasa Korea)
- Keputusan pergantian nama (2015-10-19) dan alasannya — Seoul Shinmun (bahasa Korea)
- Banjir 1520, Pulau Jamsil dan Sungai Songpa; penimbunan 1971 dan Danau Seokchon — 'Jamsil Dulu di Utara Sungai?' [seri Geografi Seoul] (bahasa Korea)
- Jamsil-bon-dong, warga Sincheon yang pindah, terbentuknya gang kuliner, dan Pasar Saemaeul — Weekly Kyunghyang, profil Jamsil-bon-dong (2021, bahasa Korea)
- Pembukaan Stadion Bisbol Jamsil 1982, musim terakhir 2026, pembongkaran, Stadion Utama Olimpiade 2027–2031, dan stadion berkubah 2032 — Dailian, 'Adieu Jamsil' (bahasa Korea)
- Menu, harga, dan jam buka — dicek silang dengan ulasan Naver blog tahun 2026 (mis. PaoPao dan Kkaennip Dakgangjeong, Sincheon Hwangso Gopchang, Cheonsu Hoetjip, Jamsil Saeng Samgyeopsal, Jumangnye Kimchi Jjigae, Gani Hoetjip, Buil Galmaegi, Hyomo) dan data tempat di Kakao Map (nama dan alamat). Belum dicek langsung; harga dan jam buka bisa berubah.