Ada dua statistik tentang Korea yang paling sering didengar orang asing. Satu, ini termasuk negara dengan usia harapan hidup terpanjang di bumi. Satu lagi, angka bunuh dirinya tertinggi di antara negara-negara maju.

Keduanya benar. Dan keduanya tidak saling bertentangan — keduanya dua wajah dari tiga puluh tahun yang sama.

Tulisan ini disusun dari hasil final “Statistik Penyebab Kematian 2024” milik National Data Agency Korea (dulu Statistics Korea). Isinya memaparkan apa yang sebenarnya merenggut nyawa warga Korea, dan di titik mana kisah angka bunuh diri berbeda dari yang mungkin pernah kamu dengar.

Jawaban singkatnya

  • Kanker adalah nomor 1 secara keseluruhan (24.8%), tapi pada usia 10-49, bunuh diri adalah penyebab kematian utama. Kanker baru menempati puncak mulai usia 50-an.
  • Angka bunuh diri 2024 adalah 29.1 per 100,000 — tertinggi sejak 2011 (31.7). Distandardisasi ke populasi OECD, angkanya 26.2, atau sekitar 2.4 kali rata-rata OECD sebesar 10.8.
  • Kelompok paling berisiko bukan anak muda — melainkan lansia. Angka bunuh diri penduduk 80 tahun ke atas adalah 53.3, dan untuk laki-laki seusia itu 107.7, sekitar 3.7 kali rata-rata nasional.
  • Ini bukan budaya lama. Sampai pertengahan 1990-an angka bunuh diri Korea berada di sekitar rata-rata negara Barat; lonjakannya baru terjadi setelah krisis keuangan Asia 1997.

Apa yang merenggut nyawa warga Korea?

Pada 2024, 358,569 orang meninggal di Korea — rata-rata 980 orang sehari. Itu setara 702.6 kematian per 100,000 penduduk, naik 1.9% dari tahun sebelumnya, tapi sebagian besar kenaikan itu semata-mata karena penduduknya menua. Setelah disesuaikan dengan struktur usia, angka kematian justru turun 5.1, menjadi 294.6.

358,569kematian
Total kematian pada 2024 (rata-rata 980 sehari)
24.8%
Porsi kematian akibat kanker — satu dari empat
54.1%
Porsi kematian pada penduduk 80+ — naik 15.3%p dalam satu dekade
29.1per 100rb
Angka bunuh diri — tertinggi sejak 2011

📊 10 besar penyebab kematian di Korea (2024, kematian per 100,000 penduduk)

PeringkatPenyebab kematianAngkaKematianPorsi
1Kanker (neoplasma ganas)174.388,93324.8%
2Penyakit jantung65.733,5399.4%
3Pneumonia59.030,1038.4%
4Penyakit serebrovaskular48.224,6126.9%
5Bunuh diri (melukai diri secara sengaja)29.114,8724.1%
6Penyakit Alzheimer23.912,2233.4%
7Diabetes21.711,0643.1%
8Penyakit hipertensi16.18,2292.3%
9Penyakit hati15.37,7872.2%
10Sepsis15.17,7302.2%

Sepuluh penyebab ini menjelaskan 66.7% seluruh kematian. Di dalam kelompok kanker, kanker paru (38.0) unggul jauh, disusul kanker hati (20.4), kanker kolorektal (19.0), kanker pankreas (16.0), dan kanker lambung (14.1). Kanker lambung dulu adalah kanker khas Korea, tapi angka kematiannya turun 19.5% dalam satu dekade terakhir — buah dari program skrining nasional yang memberi endoskopi gratis dua tahun sekali bagi semua orang di atas 40 tahun.

Kenapa pneumonia ada di peringkat tiga

Bagi pembaca asing, entri paling ganjil mungkin pneumonia di posisi ketiga. Angka kematiannya melonjak 149.1% dalam sepuluh tahun — bukan karena wabah, melainkan karena lebih dari separuh seluruh kematian (54.1%) kini terjadi pada penduduk 80 tahun ke atas. Pada pasien lanjut usia, pneumonia kerap tercatat sebagai tahap akhir dari penyakit lain. Dinamika yang sama membuat Alzheimer (+176.4% dalam sedekade) dan sepsis (+207.2%) naik begitu cepat di tabel. Daftar penyebab kematian Korea, sebagian besarnya, adalah grafik tentang secepat apa negeri ini memasuki masyarakat super-tua.

Ada hal-hal yang diam-diam membaik. Angka kematian akibat kecelakaan transportasi turun 39.8% dalam sedekade menjadi 6.8, dan tuberkulosis pernapasan turun 41.6%. Angka kematian bayi berada di 2.4 per 1,000 kelahiran hidup — jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 4.2.


Pilah menurut usia dan gambarannya berubah total

Dalam peringkat keseluruhan, bunuh diri duduk di nomor lima. Tapi uraikan angkanya menurut usia dan muncullah ciri yang membedakan Korea dari hampir semua negara lain.

Dari usia belasan hingga 40-an, bunuh diri adalah penyebab kematian utama di Korea. Di kalangan usia 20-an, 54.0% seluruh kematian adalah bunuh diri; di kalangan remaja, 48.2%. Pada 2024, untuk pertama kalinya, bunuh diri (26.0%) juga melampaui kanker (24.5%) di kalangan usia 40-an.

🔎 Penyebab kematian utama menurut kelompok usia (2024)

Kelompok usiaPenyebab utamaPorsi kematian di kelompok itu
10-anBunuh diri48.2%
20-anBunuh diri54.0%
30-anBunuh diri44.4%
40-anBunuh diri26.0%
50-anKanker34.5%
60-anKanker40.6%
70-anKanker35.3%
80+Kanker16.3%

Tabel ini mudah disalahbaca. Besarnya porsi bunuh diri di kalangan muda bukan berarti anak muda meninggal karena bunuh diri pada laju yang lebih tinggi — melainkan juga karena sangat sedikit anak muda yang meninggal karena penyakit. Angka bunuh diri sesungguhnya (per 100,000) justru naik terus seiring bertambahnya usia.


Kenapa angka bunuh dirinya tertinggi di OECD?

Pada 2024, 14,872 orang di Korea meninggal karena bunuh diri — rata-rata 40.6 orang sehari. Angka 29.1 per 100,000 itu naik 6.6% dari tahun sebelumnya, menandai level tertinggi dalam 13 tahun, sejak 2011.

Untuk perbandingan internasional, menyesuaikan struktur usia Korea ke populasi standar OECD menghasilkan angka 26.2. Rata-rata di 38 negara OECD adalah 10.8.

Angka bunuh diri Korea sekitar 2.4 kali rata-rata OECD. Negeri ini hampir selalu menempati urutan pertama di antara anggota OECD sejak 2003. Sebagai catatan, "Health at a Glance 2025" milik OECD memakai angka Korea tahun 2022 (23.2) — dan bahkan dengan ukuran itu, Korea tetap di urutan pertama.

Sudah berapa lama begini? Fenomena yang usianya belum 30 tahun

Kesalahpahaman paling umum adalah menjelaskannya sebagai “budaya Asia Timur yang sudah lama”. Statistiknya tidak mendukung itu.

Dengan kata lain, kurva angka bunuh diri Korea nyaris berimpit persis dengan grafik guncangan ekonominya. Bacaan yang dominan di kalangan peneliti: negara yang beranjak dari ekonomi agraris ke ekonomi maju dalam 30 tahun menyaksikan sistem lama — anak menopang orang tua yang menua — runtuh lebih dulu, sementara pensiun publik dan jaring pengaman sosial datang terlambat. Apa yang terjadi di celah itulah yang dicatat angka-angka ini.


Yang paling berisiko bukan anak muda

Dalam pemberitaan asing, bunuh diri di Korea biasanya dikonsumsi lewat citra pelajar yang tergilas persaingan ujian atau idol K-pop. Statistiknya menunjuk ke arah lain.

📈 Angka bunuh diri menurut usia dan jenis kelamin (2024, per 100,000 penduduk)

Kelompok usiaTotalLaki-lakiPerempuan
10-an8.07.48.7
20-an22.526.418.3
30-an30.439.520.4
40-an36.251.120.9
50-an36.554.917.8
60-an31.949.514.9
70-an35.657.017.5
80+53.3107.724.1

Dua hal menonjol.

Pertama, kelompok paling berisiko adalah laki-laki berusia 80 tahun ke atas (107.7) — 3.7 kali rata-rata nasional, dan 4.5 kali angka perempuan seusia itu (24.1). Masalah bunuh diri Korea, pada intinya, adalah masalah lansia.

Angka yang berdiri tepat di sebelahnya adalah kemiskinan lansia. Tingkat kemiskinan relatif penduduk 65 tahun ke atas, diukur dari pendapatan siap pakai, adalah 35.9% pada 2024. Itu membaik dari 46.5% pada 2011, tapi tetap termasuk yang tertinggi di OECD. National Pension baru diperkenalkan pada 1988, sehingga relatif sedikit lansia yang mengumpulkan cukup tahun iuran, sementara kebiasaan lama anak menopang orang tua sudah lama melemah. Generasi yang terjepit di antaranya adalah mereka yang kini berusia 70-an dan 80-an.

Kedua, hanya di kalangan remaja perempuan meninggal karena bunuh diri pada laju lebih tinggi dari laki-laki. Mulai usia 20-an ke atas, laki-laki lebih tinggi di setiap kelompok usia, dan jaraknya melebar seiring usia. Pola laki-perempuan ini umum di banyak negara, tapi jarak di Korea (2.5x) tergolong besar.

Yang berubah pada 2024

Kenaikan 2024 tidak datang dari kalangan lansia — melainkan dari usia paruh baya.

Seiring melandainya angka bunuh diri lansia berkat langkah kebijakan, kelompok 30-an sampai 50-an menggantikan posisi mereka. National Data Agency, mencatat bahwa bunuh diri untuk pertama kalinya menjadi penyebab kematian utama di kalangan usia 40-an, menyebut faktor ekonomi, psikologis, dan fisik sekaligus — sambil menambahkan bahwa analisis kausal yang presisi memerlukan statistik kematian mendadak dari kepolisian dan survei lapangan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan.

“Buku Putih Pencegahan Bunuh Diri 2024” mengurutkan motif yang tercatat sebagai ① masalah mental dan psikologis, ② masalah ekonomi dan penghidupan, ③ penyakit fisik. Urutannya nyaris tak berubah dari tahun ke tahun.

Faktor struktural yang terus disorot peneliti

Tidak ada penyebab tunggal, tapi inilah faktor-faktor yang berulang kali ditunjuk riset dalam dan luar negeri.

  • Stigma terhadap layanan psikiatri — keyakinan yang masih bertahan bahwa catatan pengobatan merugikan peluang kerja atau asuransi membuat banyak orang dengan depresi enggan menemui dokter.
  • Budaya minum — kematian terkait alkohol berjumlah 4,823 pada 2024 (13.2 sehari), dan laki-laki 5.1 kali lebih banyak dibanding perempuan. Alkohol memperbesar depresi sekaligus impulsivitas.
  • Persaingan berkepadatan tinggi — dalam masyarakat yang berbagi satu tangga kesuksesan, dari masuk sekolah sampai pekerjaan dan properti, tersingkir dari barisan mudah dirasakan sebagai kegagalan total.
  • Isolasi sosial — rumah tangga satu orang kini melampaui 35% dari seluruh rumah tangga, dan rumah tangga lansia yang tinggal sendiri tumbuh paling cepat.
  • Kesenjangan antarwilayah — angka bunuh diri terstandardisasi usia tertinggi di Jeju (32.4) dan terendah di Seoul (20.0): selisih 1.6 kali lipat di dalam satu negara.

Apakah Korea tidak melakukan apa-apa?

Bukan begitu — dan beberapa indikator menunjukkan kebijakannya bekerja.

Meski begitu, kenyataan bahwa angka totalnya kembali naik berarti kelompok yang terjangkau kebijakan dan yang tidak terjangkau kian menjauh satu sama lain.

Kalau kamu butuh bantuan di Korea

  • 109 — Suicide Prevention Hotline. Gratis, 24/7.
  • 1577-0199 — Mental Health Crisis Line.
  • 129 — pusat konsultasi Kementerian Kesehatan & Kesejahteraan.
  • 1339 — konsultasi medis darurat. Kalau ada nyawa dalam bahaya langsung, hubungi 119.
  • Penduduk asing & keluarga multikultural: Danuri Call Center 1577-1366 (13 bahasa, 24/7), Seoul Global Center 02-2075-4180.

Dari negara asal, dalam bahasa Inggris: AS & Kanada — telepon atau SMS 988 (Suicide & Crisis Lifeline) · Inggris & Irlandia — 116 123 (Samaritans) · Australia — 13 11 14 (Lifeline) · Negara lain — Befrienders Worldwide (befrienders.org).


Intinya

Warga Korea sebagian besar meninggal karena kanker, penyakit jantung, dan pneumonia — dan pada usia yang sangat lanjut. Fakta bahwa lebih dari separuh seluruh kematian terjadi pada penduduk 80 tahun ke atas menunjukkan betapa cepatnya layanan kesehatan negeri ini membaik.

Pada saat yang sama, bunuh diri adalah penyebab kematian utama bagi semua orang dari usia belasan hingga 40-an, dan angka bunuh diri laki-laki 80 tahun ke atas mencapai 3.7 kali rata-rata nasional. Kedua kalimat itu adalah sisi depan dan belakang dari pertumbuhan terkompresi yang sama. Korea menjadi negara tempat orang berumur panjang — tapi kesiapan sosial untuk hidup panjang masih tertinggal.

Maka membaca statistik ini sebagai “karakter bangsa Korea” adalah salah sasaran. Angka-angka ini lebih menyerupai catatan tentang harga yang dibayar sebuah masyarakat ketika berubah terlalu banyak dalam satu generasi.

Sumber data

  • National Data Agency (Statistics Korea), hasil Statistik Penyebab Kematian 2024 (dirilis 25 September 2025, angka final) — jumlah kematian, 10 besar penyebab, angka bunuh diri menurut usia dan jenis kelamin, kematian akibat kanker, kematian terkait alkohol dan demensia, angka kematian terstandardisasi usia menurut wilayah
  • National Data Agency, Korean Statistical Information Service (KOSIS) — seri waktu Statistik Penyebab Kematian (1983-2024)
  • National Indicators System, tingkat kemiskinan lansia — tingkat kemiskinan relatif penduduk 65+ (basis pendapatan siap pakai), 46.5% pada 2011 → 35.9% pada 2024, dengan perbandingan OECD
  • OECD, Health at a Glance 2025 — perbandingan angka bunuh diri terstandardisasi usia antarnegara anggota
  • Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, integrasi Suicide Prevention Hotline 109 (berlaku Januari 2024) dan pembukaan pusat panggilan 109 tambahan — volume panggilan dan jumlah staf
  • Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan & Korea Foundation for Suicide Prevention, "Buku Putih Pencegahan Bunuh Diri 2024" — klasifikasi motif bunuh diri (berdasarkan statistik kematian mendadak National Police Agency, data 2022)
  • Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan & Journalists Association of Korea, "Pedoman Pemberitaan Bunuh Diri 4.0" (2024) — standar yang diikuti artikel ini