Jawaban singkatnya

  • Di Korea, lisensi terapis pijat nasional hanya terbuka bagi penyandang tunanetra. Sistem yang langka menurut ukuran dunia, dan Mahkamah Konstitusi sudah lima kali menyatakannya konstitusional
  • Karena itulah tempat pijat Thai, Cina, dan Swedia yang bertebaran di mana-mana, secara hukum berada di zona abu-abu. Undang-undang menghukum pemilik dan pemijatnya — bukan pelanggan
  • Dalam praktiknya cuma ada satu hal yang perlu diwaspadai — hindari tempat yang juga menjual layanan seksual. Hanya di situlah pelanggan bisa dihukum

Tanya siapa pun yang berkunjung ke Korea dan inilah salah satu pertanyaan pertama yang muncul. “Gang-gang di Myeongdong penuh papan pijat — lalu kenapa sebagian bertuliskan ‘안마’ (anma) dan sebagian lagi ‘마사지’ (massage)?” Jawabannya lebih menarik daripada kelihatannya. Dalam hukum Korea, dua kata itu punya status yang sama sekali berbeda.

Apakah pijat di Korea ilegal?

Tidak bagi orang yang berbaring di ranjang pijat. Baik di Medical Service Act maupun Public Health Control Act, tidak ada satu pasal pun yang menghukum orang yang menerima pijat. Kedua undang-undang mengarahkan sanksinya kepada “orang yang melakukan pijat”, “orang yang membuka usaha”, dan “operator”. Pelanggan sama sekali tidak muncul dalam unsur pidananya.

Bahkan, dalam sebuah kasus yang dilaporkan pada 2026, seorang pemilik usaha yang membuka tempat pijat dan mempekerjakan staf tanpa lisensi untuk memijat lengan dan kaki pelanggan didenda 5 juta won — dan tak satu pun pelanggannya dijerat.

Kenapa ini tetap layak diketahui

Bukan karena kamu perlu khawatir soal hukuman, melainkan karena memahami sistemnya membuat memilih tempat jauh lebih mudah. Kenapa sebagian tempat memasang daftar harga di pintu dan sebagian tidak, kenapa hotel tak pernah punya anmawon di dalamnya, kenapa "안마원" dan "○○ spa" terasa sama sekali berbeda — semuanya berakar pada struktur hukum ini.


Kenapa hanya tunanetra yang boleh jadi terapis pijat?

Karena Pasal 82(1) Medical Service Act membatasi lisensinya hanya untuk penyandang tunanetra. Cuma ada dua jalan untuk memperolehnya.

📋 Dua jalur menuju lisensi terapis pijat nasional (Medical Service Act, Pasal 82(1))

JalurPersyaratanDiterbitkan oleh
① Sekolah luar biasaMenuntaskan kursus pelatihan terapi fisik di sekolah luar biasa setara SMADiakui gubernur kota/provinsi
② Lembaga pelatihan pijatPendidikan di atas jenjang SMP, ditambah pelatihan dua tahun atau lebih di lembaga yang ditunjuk Menteri Kesehatan dan KesejahteraanDiakui gubernur kota/provinsi

Kedua jalur berpijak pada premis yang sama: kamu harus tunanetra menurut Act on Welfare of Persons with Disabilities. Sepanjang apa pun kamu belajar, atau sebanyak apa pun sertifikat internasional yang kamu bawa pulang, orang awas tidak bisa memperoleh lisensi terapis pijat Korea.

Sistem ini tumbuh dari pelatihan pijat yang diajarkan di sekolah-sekolah tunanetra pada masa penjajahan Jepang, dengan tujuan menjaga sebuah profesi yang stabil bagi penyandang tunanetra. Alasan yang dikemukakan: pijat cocok bagi orang dengan indra peraba yang sangat terasah dan tidak menuntut banyak mobilitas.

Mahkamah Konstitusi berulang kali memutus soal ini

Pada satu titik, pasalnya pernah dibatalkan. Pada 2006, Mahkamah Konstitusi menilai bahwa syarat “tidak dapat melihat”, yang saat itu berada di peraturan turunan (Rules on Massage Therapists), melampaui lingkup delegasi undang-undang, dan menyatakannya inkonstitusional. Parlemen merespons di tahun yang sama dengan menuliskan syarat itu langsung ke dalam undang-undang (Medical Service Act) dan menghidupkan kembali sistemnya.

Sejak itu, Mahkamah lima kali menyatakannya konstitusional.

⚖️ Putusan Mahkamah Konstitusi tentang monopoli tunanetra atas profesi pijat

PutusanNomor perkaraHasil
25 Mei 20062003Hun-Ma715 dkk.Inkonstitusional — peraturan melampaui delegasi undang-undang
30 Okt 20082006Hun-Ma1098 dkk.Konstitusional (pasal dinaikkan ke tingkat undang-undang)
29 Jul 20102008Hun-Ma664 dkk.Konstitusional (pasal kualifikasi + sanksi)
27 Jun 20132011Hun-Ga39 dkk.Konstitusional (putusan pertama atas pasal pembukaan usaha)
28 Des 20172017Hun-Ga15Konstitusional (pasal kualifikasi, pembukaan usaha, dan sanksi)
23 Des 20212019Hun-Ma656Konstitusional — bulat
Dalam putusan terbaru, dari tahun 2021, Mahkamah menunjuk angka tingkat kerja penyandang tunanetra sebesar 42.3% (18.2% untuk disabilitas berat) — jauh di bawah 60.2% untuk populasi secara keseluruhan — dan menyatakan bahwa, dengan sedikitnya pekerjaan alternatif yang tersedia, keadaannya belum berubah. Putusan itu diambil secara bulat.
11,305orang
Terapis pijat tunanetra (2021, dikutip dalam putusan Mahkamah)
93.9%
Di antaranya, porsi dengan gangguan penglihatan berat (10,613 orang)
18.2%
Tingkat kerja penyandang tunanetra berat (vs 60.2% untuk semua)

Lalu tempat pijat Thai dan Swedia di pinggir jalan itu apa?

Di sinilah pasar pijat Korea jadi ganjil. Bunyi undang-undang dan kenyataan di jalanan sudah menjauh satu sama lain.

Pasal 2 Rules on Massage Therapists mendefinisikan pekerjaan terapis pijat seperti ini:

Pekerjaan terapis pijat adalah melakukan perawatan fisik pada tubuh manusia melalui berbagai terapi manual seperti anma, pijat, dan akupresur (手技療法), penggunaan alat listrik, atau terapi stimulasi lainnya.

Undang-undangnya menuliskan kata “pijat” langsung ke dalam lingkup kerja terapis pijat. Jadi dalam hukum Korea, anma dan pijat pada dasarnya adalah hal yang sama.

Mahkamah Agung pun menarik batasnya secara luas dalam putusan 2009 (2007Do5531).

Bagaimana Mahkamah Agung mendefinisikan "pijat"

"Perawatan fisik pada tubuh manusia lewat terapi manual — meremas, menekan, menarik, atau menepuk tubuh dengan tangan atau alat khusus — yang cukup untuk mengurai otot yang menegang dengan melancarkan peredaran darah."

Dua penyangkalan menjadi inti putusan ini. Itu tetap pijat meski tanpa tujuan terapeutik, dan tetap pijat meski tanpa risiko bahaya apa pun. Dalih "ini cuma buat relaksasi" atau "perawatannya aman" tidak akan berlaku sebagai pembelaan.

Karena itu, sebagian besar pijat tradisional Thai, pijat Cina, pijat olahraga, pijat Swedia, dan pijat kaki secara tertulis tergolong pijat tanpa izin. Sanksinya ada di Pasal 88 Medical Service Act — penjara hingga tiga tahun atau denda hingga 30 juta won. Kalau orang tanpa lisensi juga membuka usaha, Pasal 87-2 berlaku dan batasnya naik jadi penjara hingga lima tahun atau denda hingga 50 juta won.

Masalahnya adalah ketimpangan skala. Menurut estimasi industri yang dikutip dalam pendapat tambahan pada putusan Mahkamah Konstitusi 2021, ada sekitar 80,000 tempat pijat yang mempekerjakan kira-kira 300,000 orang — kurang lebih 27 kali jumlah 11,000-an terapis pijat tunanetra.

Ringkasnya — undang-undangnya jelas, tapi penegakannya tidak mengejar kenyataan. Razia yang benar-benar terjadi kebanyakan menyasar tempat yang mempekerjakan pekerja asing tanpa dokumen, usaha berbau seksual, atau tempat yang dilaporkan asosiasi terapis pijat. Wisatawan biasa yang masuk ke tempat pijat pada siang hari, secara realistis, nyaris nol kemungkinannya terseret razia.

Salon perawatan kulit (estetika) tunduk pada undang-undang berbeda

Sebagian besar tempat kecantikan di Korea terdaftar bukan sebagai usaha pijat, melainkan sebagai usaha kecantikan (kulit) di bawah Public Health Control Act. Itu jalur terpisah yang sepenuhnya legal.

🔍 Usaha pijat vs usaha perawatan kulit — dasar hukum dan lingkup yang diizinkan

Anmawon / anma sisulsoSalon perawatan kulit (estetika)
Dasar hukumMedical Service Act, Pasal 82Public Health Control Act, Pasal 2
LisensiTerapis pijat (hanya tunanetra)Lisensi estetisian (kulit)
Lingkup yang diizinkanTerapi manual secara luas — anma, pijat, akupresurAnalisis kulit · perawatan kulit · penghilangan bulu · penataan alis
DilarangPerbuatan cabul atau asusila; membuka usaha di gedung penginapanPenggunaan alat medis atau obat
Pemasangan lisensiTidak ada aturan eksplisitWajib dipasang di dalam salon

Kuncinya ada di baris tepat sebelum yang terakhir. Public Health Control Act membatasi pekerjaan usaha perawatan kulit pada empat kegiatan yang disebutkan — analisis kulit, perawatan kulit, penghilangan bulu, dan penataan alis. Kata “pijat” tidak muncul di sana.

Jadi apakah “teknik manual” dengan minyak ke seluruh tubuh terhitung “perawatan kulit” atau “pijat” tidak bisa diselesaikan dari bunyi undang-undang saja. Kalangan industri berpandangan bahwa memberi tekanan kuat pada area di luar wajah dan tangan bisa menyeret ke wilayah pijat tanpa izin, tapi belum ada kriteria resmi dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan yang dikonfirmasi. Zona abu-abu ini adalah salah satu perdebatan lama di industri kecantikan Korea.


Satu-satunya kasus di mana pelanggan dihukum

Seperti disebut di atas, sekadar menerima pijat tanpa izin tidak berkonsekuensi hukuman. Tapi ada satu pengecualian.

Tempat yang juga menjual layanan seksual adalah cerita yang sama sekali lain

Pasal 2 Act on the Punishment of Arranging Commercial Sex Acts mendefinisikan prostitusi sebagai "melakukan hubungan seksual atau perbuatan yang menyerupainya, atau menjadi pihak lawan dalam perbuatan itu". Frasa "menjadi pihak lawan" itulah yang menyeret masuk pihak pembeli.

Berdasarkan Pasal 21, orang yang terlibat prostitusi terancam penjara hingga satu tahun atau denda, kurungan, atau denda ringan hingga 3 juta won. Penjual dan pembeli menghadapi ancaman hukuman yang sama. Orang asing bukan pengecualian, dan di luar proses pidananya, vonis bisa berdampak pada status tinggalmu.

Cakupan “perbuatan yang menyerupai hubungan seksual” juga lebih luas daripada yang mungkin kamu kira. Mahkamah Agung berpendapat bahwa itu mencakup bukan hanya penetrasi, tapi juga “kontak tubuh untuk kepuasan seksual sampai taraf yang dapat dianggap menyerupai hubungan seksual”, yang dinilai secara normatif dengan mempertimbangkan tempat, keadaan berpakaian, serta bagian dan derajat kontaknya. Pada 2018, Mahkamah Konstitusi juga menguatkan pasal ini secara bulat.

Satu hal lagi yang perlu diketahui — dalam putusan Mahkamah Agung 2014Do10051, di mana pijat dan perbuatan menyerupai hubungan seksual terjadi bersamaan, seluruh biaya layanan diperlakukan sebagai bayaran atas perbuatan seksual dan dirampas sepenuhnya. Dengan kata lain, dalih “biaya pijatnya terpisah” tidak diterima.


Bagaimana cara mengenali anmawon berlisensi?

Kalau kamu ingin tempat yang sepenuhnya legal, cari anmawon yang dijalankan terapis pijat tunanetra. Ciri-cirinya berpijak pada peraturan, jadi cukup jelas.

Daftar periksa

  • Papannya bertuliskan "안마원" (anmawon) atau "안마시술소" (anma sisulso) — dua nama ini adalah sebutan resmi usaha pijat yang terdaftar di pemerintah daerah. "○○ massage", "Swedish", "therapy", atau "spa" bukan usaha pijat terdaftar
  • Daftar harga terpasang di dalam — Pasal 7 Rules on Massage Therapists mewajibkan operator "memasang daftar harga di tempat yang mudah dilihat pelanggan". Kalau kamu harus bertanya dulu untuk tahu harganya, kemungkinan besar itu bukan usaha pijat terdaftar
  • Tidak berada di gedung yang sama dengan hotel atau motel — Pasal 6 aturan yang sama pada prinsipnya melarang pembukaan anmawon di gedung yang memuat fasilitas penginapan atau hotel
  • Catatan inspeksi pemerintah daerah disimpan di lokasi — wali kota, bupati, atau camat melakukan inspeksi sekurang-kurangnya sekali tiap enam bulan dan catatannya wajib disimpan di tempat usaha

Anmawon memang dirancang berukuran kecil. Menurut aturannya, luasnya dibatasi 300㎡ dengan empat karyawan, dan tidak boleh memasang sekat atau pintu di pintu masuk. Anma sisulso (hingga 830㎡ dan sepuluh karyawan) boleh punya kamar mandi dan ruang sauna, tapi anmawon umumnya tidak. Undang-undangnya memaksakan tata ruang terbuka justru untuk menutup celah bagi praktik asusila.

📍 Cari anmawon di Naver Map

Lalu seshin (gosok badan) di jjimjilbang masuk ke mana?

“Layanan yang menyentuh tubuhmu” yang paling sering benar-benar dialami wisatawan adalah seshin di jjimjilbang. Itu jalur yang lain lagi.

Pemandian umum diatur Public Health Control Act, tapi tidak ada syarat lisensi atau kualifikasi bagi stafnya. Hanya usaha pangkas rambut dan kecantikan yang memerlukan lisensi; pemandian umum diatur murni soal kualitas air, kebersihan, dan fasilitas. Petugas gosok badan (bath manager) tidak perlu kualifikasi negara.

Menggosok badan sendiri bekerja di permukaan kulit, jadi tidak masuk definisi pijat sebagai “perawatan fisik yang cukup untuk mengurai otot”. Tidak ada penuntutan atau vonis yang diketahui terkait seshin.

Meski begitu, undang-undangnya tidak dengan jelas menyelesaikan soal pijat bahu dan punggung sebagai penutup seshin, atau pijat kaki di dalam sauna. Di atas kertas ada potensi benturan, tapi dalam praktiknya ini bukan wilayah yang ditegakkan — itulah gambaran yang akurat.


Intinya — yang benar-benar perlu diingat wisatawan

Dalam tiga baris

  • Sebagian besar pasar pijat Korea berada di zona abu-abu hukum, tapi risikonya jatuh pada pemilik, bukan padamu sebagai pelanggan
  • Kalau kamu ingin pilihan yang sepenuhnya legal, cukup cari dua hal — papan "안마원" dan daftar harga yang terpasang
  • Satu-satunya yang benar-benar layak dihindari adalah tempat yang juga menjual layanan seksual. Segedung dengan hotel atau motel, tanpa daftar harga, buka hanya malam hari, staf yang melambai mengajak masuk — kombinasi itu adalah isyarat untuk berbalik pergi

Bahkan di dalam Korea sendiri, sistem ini masih diperdebatkan. Tujuan melindungi profesi yang disediakan bagi penyandang tunanetra terus berbenturan dengan industri pijat yang telah tumbuh menjadi 300,000 orang selama lebih dari dua puluh tahun, dan setiap kali Mahkamah Konstitusi berpihak pada yang pertama. Bagi wisatawan, latar belakang ini bukan sekadar tips praktis melainkan jendela ke masyarakat Korea — meski sekadar belajar membaca dua huruf di papan nama saja sudah membuat pilihanmu jauh lebih mudah.

Sumber data

Artikel ini adalah informasi umum, bukan nasihat hukum. Untuk penilaian hukum atas perkara tertentu, konsultasikan dengan pengacara.