Pada tulisan sebelumnya, kita menyingkap rahasia umum terbesar K-beauty: puluhan brand di rak Olive Young pada akhirnya berasal dari dua pabrik saja — Cosmax dan Kolmar Korea. Beauty of Joseon, Anua, Dr.G, d’Alba. Semuanya.
Pertanyaan yang paling banyak diajukan pembaca setelah tulisan itu sangat sederhana: “Kalau begitu, siapa yang membuat produk yang sedang saya pegang sekarang?”
Jawabannya tercetak di bagian belakang kemasan. Hukum Korea mewajibkannya. Masalahnya? Kamu harus tahu cara membacanya, ada pengecualian, dan mencoba memverifikasinya secara daring jauh lebih sulit dari dugaanmu.
Ini lanjutan yang sifatnya praktis. Dan tulisan ini juga memuat apa yang benar-benar terjadi di industri ini setahun sejak bagian pertama — bagaimana kosmetik ₩3,000 bisa masuk akal, kenapa pabrik kelas menengah tiba-tiba membesar, dan kenapa semua pabrik kosmetik di Korea penuh pesanan pada musim panas 2026.
Jawaban singkatnya
- Ada dua baris di belakang kemasan. Produsen adalah pabrik sesungguhnya; distributor penanggung jawab adalah brand-nya. Hukum Korea mewajibkan keduanya.
- Pengecualian: produk berisi 10 mL (10 g) atau kurang tidak wajib mencantumkan produsen. Produk mini, sampel, dan produk bibir tanpa nama produsen tidak melanggar aturan apa pun.
- Kamu tidak bisa mengeceknya di basis data daring MFDS. Hanya kosmetik fungsional yang terdaftar — dan bahkan di situ hanya distributor penanggung jawab yang tampil, tidak pernah produsennya. Bagian belakang kemasan adalah satu-satunya jalur resmi.
- Biaya produksi kosmetik sekitar 25% dari harga jual: 5% bahan dan 10% wadah serta material. Kosmetik ₩3,000 milik Daiso mungkin bukan karena formulanya murah, tapi karena kemasannya yang murah.
- Per 2026, pabrik kosmetik Korea penuh pesanan. Seorang orang dalam brand indie bilang kepada kami: "Pesanan yang kami ajukan pada April atau Mei pun belum dikirim."
Dua baris di belakang kemasan
Setiap kosmetik yang dijual di Korea wajib mencantumkan informasi tertentu pada kemasannya. Pasal 10 Ayat 1 Butir 2 Undang-Undang Kosmetik mewajibkan “nama dagang dan alamat pelaku usaha.”
Dan Pasal 2-2 Undang-Undang Kosmetik membagi pelaku usaha kosmetik menjadi tiga jenis.
| Label | Definisi | Bahasa sederhananya |
|---|---|---|
| Produsen (화장품제조업자) | Usaha yang membuat seluruh atau sebagian kosmetik (tidak termasuk proses yang hanya melakukan pengemasan sekunder atau pelabelan) | Pabrik yang benar-benar membuat isinya |
| Distributor penanggung jawab (화장품책임판매업자) | Usaha yang mendistribusikan dan menjual sambil mengelola mutu dan keamanan | Brand-nya |
| Penjual kosmetik kustom | Usaha yang meracik dan menakar produk di gerai | Toko racikan khusus |
Jadi di belakang kemasan, baris yang berbunyi “diproduksi oleh” adalah pabriknya, dan baris “distributor penanggung jawab” adalah brand-nya. Ambil satu toner Anua, dan distributor penanggung jawabnya akan tertulis Binau Co., Ltd., sementara baris produsennya berbunyi Cosmax.
Sejak Februari 2025, pencetakan informasi kunci di kemasan luar itu sendiri menjadi wajib — nama produk, nama dan alamat pelaku usaha, bahan, volume, tanggal kedaluwarsa, harga, dan peringatan. Informasi yang dulu baru terlihat setelah kotaknya dibuka kini ada di bagian luar.
⚠️ Pengecualiannya — saat produsen tidak dicantumkan
Pasal 19 Ayat 1 Peraturan Pelaksana Undang-Undang Kosmetik memberi dua pengecualian. Kemasan berikut hanya perlu mencantumkan nama, nama distributor penanggung jawab, harga, nomor bets, dan tanggal kedaluwarsa.
- Kosmetik dengan isi 10 mL atau kurang, atau 10 g atau kurang
- Kemasan untuk uji coba atau percobaan pemakaian (sampel) yang tidak diperuntukkan bagi penjualan
Terpisah dari itu, produk di atas 10 mL sampai 50 mL (10–50 g) boleh sebagian tidak mencantumkan daftar bahan lengkap (meski pewarna tar, lembaran emas, fosfat, AHA, bahan aktif fungsional, dan bahan terbatas yang dinotifikasi tidak boleh dihilangkan).
Dengan kata lain — tidak adanya nama produsen pada tabir surya mini, travel kit, produk bibir, atau kantong sampel bukanlah hal mencurigakan. Hukumnya memang tidak mewajibkan.
★ Jangan repot mencarinya di basis data MFDS
Ini mungkin temuan paling praktis di seluruh tulisan ini.
Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea menjalankan basis data publik bernama “Drug Safety Nation”. Data kosmetik termasuk di dalamnya. Jadi kamu akan mengira bisa memverifikasi produsen secara daring — tapi coba cari sendiri dan kamu menabrak dua tembok.
Pertama, hanya kosmetik fungsional yang terdaftar. Artinya produk yang ditelaah atau dilaporkan untuk perlindungan matahari, pencerahan, atau antikerut. Toner dan pembersih biasa sama sekali tidak ada di sana.
Kedua, bahkan yang terdaftar pun tidak menampilkan produsennya. Cari “Beauty of Joseon”, misalnya, dan ini saja yang kamu dapat:
Nama produk: Beauty of Joseon Glow Sun Stick
Tanggal laporan: 2026-03-23
Distributor penanggung jawab: Goodai Global Co., Ltd.
No. registrasi produksi-penjualan: 15110
Fungsi: Melindungi kulit dari sinar UV. (SPF 50+, PA++++)
Hanya distributor penanggung jawab yang ditampilkan — produsennya tidak diungkap.
Intinya: satu-satunya jalur resmi menuju produsen sesungguhnya adalah baris “produsen” di belakang wadah atau kemasan, dan, saat berbelanja daring, kolom “produsen kosmetik” pada pemberitahuan informasi produk. Membalik kemasan di dalam toko tetap metode paling pasti.
Satu catatan berguna: halaman fasilitas produksi kosmetik bersertifikat GMP di situs yang sama memuat daftar lokasi produksi tersertifikasi. Praktis untuk memastikan apakah nama produsen yang kamu temukan di sebuah kemasan benar-benar pabrik tersertifikasi.
🔮 Sistem pelabelan ini berubah pada 2026
Dalam paparan kebijakan Maret 2026, MFDS mengumumkan akan memperkenalkan e-label kosmetik pertama di dunia. Alih-alih huruf mikro 5 poin seperti sekarang, item kunci akan dicetak lebih besar, dengan informasi rinci dipindahkan ke kode QR. Rancangan undang-undangnya diperkirakan diajukan ke Majelis Nasional pada Juni 2026.
Program percontohan yang menambahkan kode suara dan video bahasa isyarat untuk konsumen tunanetra juga diluncurkan bersama 10 perusahaan pada Maret 2026, dengan panduan dijadwalkan terbit Oktober 2026.
Kabar baik bagi pelancong. Pindai kode QR-nya dan kemungkinan besar kamu bisa melihat daftar bahan lengkap serta produsennya dalam beberapa bahasa.
Kenapa brand memperebutkan label ini — perdebatan 20 tahun
Kewajiban pelabelan ini sebenarnya salah satu pertempuran terpanjang di industri kosmetik Korea.
- 2014: Korea Cosmetics Association meminta MFDS menghapus label produsen → dihadang perusahaan ODM dan kelompok konsumen
- 18 Juni 2019: dewan asosiasi memungut suara — dari 20 perusahaan anggota, 14 setuju, 4 setuju bersyarat, 2 menolak — untuk mendorong revisi undang-undang
- Kompromi yang diusulkan asosiasi: “distributor penanggung jawab wajib, produsen opsional”
- 27 Juni 2019: Korea Cosmetics SME Export Association menggelar aksi menuntut label produsen dihapus
- Desember 2021: isu ini muncul lagi sebagai permintaan startup dalam sebuah paparan kementerian
Alasan brand ingin label itu hilang dijabarkan dalam materi asosiasi tahun 2019. ① Jaringan ritel luar negeri bisa melewati brand dan menghubungi ODM langsung untuk membuat produk private label serupa, lalu mendesak brand domestik keluar. ② Perusahaan asing bisa memesan produk mirip ke ODM yang sama dan menjualnya lebih murah di pasar lokal. ③ Pembeli luar negeri bisa memakai data biaya produksi yang tersingkap untuk menuntut harga pasok lebih rendah.
Bantahan perusahaan ODM sama tegasnya: “Menghapus label produsen akan mematikan insentif kami untuk berinvestasi pada teknologi — K-beauty justru akan mundur.”
Intinya: perdebatannya berlanjut, tapi per Agustus 2026, kewajiban pelabelan produsen dalam Pasal 10 Undang-Undang Kosmetik masih berlaku. Balik sebuah kemasan, dan namanya masih ada di sana.
Di luar Cosmax dan Kolmar — siapa lagi yang ada?
Bagian pertama membahas ODM nomor 1 dan 2 dunia, Cosmax dan Kolmar Korea. Tapi balik cukup banyak kemasan dan kamu akan mulai melihat nama-nama asing. Ini peta wilayahnya.
ODM besar menurut omzet 2025 (pengungkapan Financial Supervisory Service)
| Perusahaan | Omzet 2025 | Spesialisasi |
|---|---|---|
| Kolmar Korea | ₩2.7224 triliun | Perawatan matahari, perawatan kulit |
| Cosmax | ₩2.3988 triliun | Rentang penuh: base makeup & warna |
| Cosmecca Korea | ₩640.9 miliar (+22.2%) | Base & derma, Amerika Utara (Englewood Lab) |
| C&C International | ₩288.5 miliar | Spesialis warna & bibir |
| CNF | ₩254.7 miliar | Base |
| Encos | ₩238 miliar | Base, hidrogel |
| Englewood Lab | ₩216.8 miliar | Produksi AS, tabir surya OTC FDA |
| Intercos Korea | ₩193.5 miliar | Warna (lengan Korea dari Intercos Italia) |
| Hankook Cosmetics Manufacturing | ₩184.6 miliar | Base |
| Hwasung Cosmetics | ₩110.7 miliar | Warna — Estée Lauder Group adalah kliennya |
| Genic | ₩78.2 miliar (+56.7%) | Nomor 1 dalam masker hidrogel |
Empat ODM teratas (Kolmar, Cosmax, Cosmecca, C&C) membukukan omzet gabungan 2025 sebesar ₩6.0506 triliun, melewati batas ₩6 triliun untuk pertama kalinya (+11.5%). Di seluruh 81 perusahaan OEM/ODM kosmetik, totalnya mencapai ₩11.0753 triliun.
★ Tapi porsi Tiga Besar menyusut
Ini pergeseran paling bermakna sejak bagian pertama.
- Menurut data MFDS, jumlah ODM dengan nilai produksi di atas ₩100 miliar tumbuh dari 12 pada 2024 menjadi 16 pada 2025 (+33%)
- Tiga Besar (Cosmax, Kolmar Korea, Cosmecca) melihat porsinya turun dari 69.7% (2024) ke 62.0% (2025) — merosot 7.7 poin persentase
- Pada kuartal I 2026, perusahaan kosmetik kelas menengah menumbuhkan omzet 27.8% berbanding 11.2% untuk Tiga Besar digabung — kelas menengah sudah menyalip
Manufaktur kosmetik Korea sedang pecah dari dua raksasa menjadi hamparan pabrik-pabrik terspesialisasi. Biasakan dirimu melihat nama-nama asing di belakang kemasan.
Masker hidrogel — tidak sembarang orang bisa membuatnya
Satu contoh konkret memperlihatkan cara kerjanya. Masker lembar hidrogel yang belakangan ada di mana-mana (yang bertekstur gel kenyal itu) hanya bisa dibuat sekitar lima perusahaan di Korea — Genic, Cosmax, Encos, Icure, dan Jincostech. Cosmecca Korea baru-baru ini masuk ke ranah ini dengan membangun empat lini di pabrik Cheongju-nya.
Alasannya peralatan. Satu lini berbiaya sampai ₩500 juta, butuh 20–30 pekerja per lini, dan panjangnya sekitar 30 meter. Dari Januari sampai Juli 2026, ekspor masker menembus US$414.35 juta (+25.8%) — dan seluruh volume itu mengalir ke lima perusahaan saja.
Pemetaan brand ↔ produsen yang terkonfirmasi
Kontrak ODM pada prinsipnya bersifat rahasia. Seorang pejabat Kolmar Korea mengatakannya terang-terangan: “Volume pesanan dan item milik klien tidak dapat diungkapkan berdasarkan kontrak.” Bahkan laporan sekuritas pun menyamarkan klien sebagai “brand indie domestik teratas Perusahaan A” atau “pesanan yang melemah dari Perusahaan G.”
Meski begitu, sejumlah pemetaan terkonfirmasi lewat sumber publik.
Kolmar Korea × Goodai Global — pemetaan paling solid
Pada 23 Maret 2026, sebuah upacara digelar di pusat R&D Seocho milik Kolmar Korea untuk menandai penjualan 100 juta unit tabir surya hasil pengembangan bersama selama lima tahun. CEO Goodai Global hadir bersama sekitar 20 eksekutif dari Beauty of Joseon, SKIN1004, TIRTIR, Round Lab, dan House of Hur.
| Produk | Produsen | Catatan |
|---|---|---|
| Beauty of Joseon Relief Sun: Rice + Probiotics | Kolmar Korea (dikembangkan bersama pada 2021) | Tabir surya nomor 1 di Amazon Black Friday |
| Round Lab Birch Juice Moisturizing Sunscreen | Kolmar Korea | Dinobatkan salah satu “tabir surya terbaik” oleh NBC pada 2025 |
| Lini perawatan matahari SKIN1004 | Kolmar Korea | — |
Bagian pertama menyebut Kolmar Korea membuat lebih dari 70% tabir surya domestik — daftar ini buktinya.
Daftar klien Cosmax (menurut paparan kinerja kuartal II 2026)
Lengan Korea Cosmax mengumumkan omzet kuartal II 2026 sebesar ₩518.4 miliar, kuartal pertamanya di atas ₩500 miliar, dan menyebut klien-kliennya:
Medicube · Anua · Jung Saem Mool · Biodance
Mereka juga menyebut Medicube, Skin Editor, Torriden, Abib, dan brand sendiri Olive Young (PB) sebagai klien untuk eye patch hidrogel.
Cosmax × Musinsa (lini PB super murah)
Musinsa menandatangani MOU strategis dengan Cosmax pada September 2025 dan meluncurkan lini skincare super murah di bawah Musinsa Standard Beauty. Delapan produk base, ₩3,900–5,900. Cosmax memproduksi tiga di antaranya — tabir surya, lip essence, dan ampoule.
Seorang pejabat Musinsa berkata: “Kami bekerja sama dengan ODM besar seperti Kolmar dan Cosmax untuk meluncurkan produk kecantikan super murah berkualitas tinggi.”
Hasilnya: satu set tiga produk di kisaran ₩10,000 kehabisan stok awal dalam tiga hari; 160,000 unit terjual dalam dua bulan sejak peluncuran; nilai transaksi kuartal IV 2025 naik +170% dibanding tahun sebelumnya.
Genic → Biodance
“Bio-Collagen Real Deep Mask” milik Biodance, yang dibuat Genic, merebut posisi 1 kategori masker di Amazon Prime Day 2025. Per Agustus 2026, ia juga menjadi bestseller skincare nomor 1 di Sephora AS.
Daftar klien Icure (menurut pengumuman perusahaan Juni 2024)
L&P Cosmetic (Mediheal), Manyo, Insaderm, TIRTIR, CJ Olive Young, Amorepacific, APR, Torriden, Isntree, JM Solution, dan lainnya
Yang menarik, disebutkan bahwa mereka “baru-baru ini mulai memasok ODM kosmetik base dan produk patch ke brand sendiri milik CJ Olive Young.”
★ Tapi “brand ini = pabrik itu” tidak berlaku
Ini peringatan yang paling penting. Lihat Biodance. Genic membuat masker hidrogelnya, namun brand yang sama juga muncul di daftar klien Cosmax.
Satu brand memakai beberapa ODM menurut kategori. Tabir surya dari Kolmar, toner dari Cosmax, masker dari Genic — itu normanya. Jadi kamu tidak bisa menggeneralisasi produsen satu produk ke seluruh brand. Bagian belakang kemasan bicara hanya tentang satu produk itu.
Bagaimana kosmetik ₩3,000 bisa masuk akal
Daiso yang menata ulang lanskap K-beauty adalah cerita terbesar sejak bagian pertama. Mari mulai dari angkanya.
Estimasi pembelian kecantikan di Daiso (deep data pembelian Embrain, basis MAT)
| Periode | Nilai | YoY |
|---|---|---|
| MAT September 2025 | sekitar ₩337.6 miliar | +101.9% |
| MAT Maret 2026 | ₩361.96 miliar | +39.6% |
Dari jumlah itu, brand kedua eksklusif Daiso mencapai ₩85.3 miliar (+58.2%), tumbuh lebih cepat daripada kategorinya secara keseluruhan. Pembelian oleh pria menembus ₩24.03 miliar, naik +112.9%.
Jumlah brand kecantikan di Daiso tumbuh dari 7 pada 2022 menjadi sekitar 150 pada akhir 2025. Total omzet Asung Daiso menembus ₩4.5363 triliun pada 2025 (rekor sepanjang masa), dan kategori kecantikannya tumbuh +30% pada semester pertama 2026.
★ Struktur biayanya — wadah adalah bagian termahal
Ini poin kuncinya.
Biaya produksi kosmetik umumnya sekitar 25% dari harga jual. Dari jumlah itu, bahan sekitar 5%, wadah dan material sekitar 10%, serta tenaga kerja dan biaya produksi lain sekitar 10%.
Seorang orang dalam ODM merangkum strukturnya dalam satu kalimat:
“Sederhanakan desain wadahnya dan biayanya turun drastis. Dalam manufaktur kosmetik, wadah adalah bagian termahal.”
Jadi kosmetik ₩3,000 milik Daiso mungkin bukan karena formulanya asal-asalan, melainkan karena kemasan mewah dan pemasarannya dipangkas habis. Bahan toh sejak awal cuma 5% dari biayanya.
Dua faktor lain menumpuk di atasnya.
- Cosmax dan Kolmar Korea sama-sama memiliki anak perusahaan pembuat wadah. Itu keunggulan struktural untuk produksi super murah.
- ODM adalah model “pilih dari pustaka formula yang sudah ada”. “Kamu bisa memilih dari resep yang sudah dipegang ODM, jadi tidak perlu menghabiskan banyak waktu atau uang untuk mencari bahan baku dan formulasi.” ODM juga menangani uji stabilitas pascaproduksi.
Brand eksklusif Daiso = perusahaan besar dengan nama samaran
Jumlah brand kosmetik Daiso yang sebenarnya brand kedua milik perusahaan yang sudah kamu kenal sungguh mengejutkan.
| Brand eksklusif Daiso | Perusahaan / brand induk |
|---|---|
| Mimo by Mamonde | Amorepacific |
| CNP by O-D-T | LG Household & Health Care |
| Boncept | Tony Moly |
| TAG | too cool for school |
| 2aN by LUNA | Aekyung Industrial |
| Bifrub / Renoia | Cosmocos (afiliasi KT&G) |
| Sikmulwon | Nature Republic |
⚠️ Perhatikan bahwa ini memetakan distributor penanggung jawab (brand), bukan produsennya. Pabrik sesungguhnya untuk masing-masing item Daiso tidak terkonfirmasi dalam pemberitaan publik. Kamu harus membalik kemasannya langsung di toko.
“Boncept” milik Tony Moly adalah kisah sukses terbesarnya. Masuk Daiso pada April 2024 → menembus kumulatif 5 juta unit dalam 14 bulan → 5 juta lagi dalam enam bulan berikutnya → melewati 10 juta unit pada Januari 2026. Pada Juni 2026, ia menambah 11 lip tint dan produk alis, memperluas lini warnanya menjadi 40 item semuanya pada harga seragam ₩3,000.
Perang super murah sudah bergerak melampaui Daiso
- Foundation ₩5,000 milik Daiso
- Krim ₩4,950 milik E-mart
- Toner ₩4,900 milik Musinsa — yang bahkan membuka gerai offline mandiri di Hyundai Department Store Mokdong pada Februari 2026
Warna adalah dunia pabrik yang berbeda — C&C International
Kalau base dan perawatan matahari adalah wilayah Cosmax dan Kolmar, bibir dan warna milik pabrik-pabrik lain.
Omzet kuartal II 2026 C&C International menurut produk membuat identitasnya jelas sekali pandang.
| Kategori | Omzet | Porsi |
|---|---|---|
| Riasan bibir | ₩37.58 miliar | 51.3% |
| Base | ₩20.21 miliar (+24.8%) | 27.6% |
| Riasan mata | ₩14.37 miliar (+30.6%) | 19.6% |
(Pada kuartal I 2026, porsi bibir bahkan menyentuh 64%.)
Perusahaan ini punya 202 klien. Omzet luar negerinya mencapai ₩141 miliar (+26.2%) pada 2025, atau 48.9% dari total. Pada Juni 2026, pesanan luar negeri melonjak 78% dibanding bulan sebelumnya, yang menurut perusahaan berasal dari “pesanan ulang dari klien besar Amerika Utara dan pesanan baru dari sebuah brand mewah Eropa.” Nama brand-nya tidak disebutkan.
Pabrik baru di Cheongju dijadwalkan rampung Agustus 2027, yang akan membawa kapasitas tahunan ke lebih dari 1.4 miliar unit.
Di sisi warna ada juga Hwasung Cosmetics — ODM warna dengan Estée Lauder Group sebagai klien — yang tengah diincar Macquarie PE untuk diakuisisi di kisaran ₩300 miliar.
Wadah mengikuti pola yang sama. Pada 2025, KKR mengakuisisi pembuat wadah kosmetik Samhwa senilai sekitar ₩733 miliar. Klien Samhwa mencakup L’Oréal, Estée Lauder, Chanel, dan LVMH, dan ia memasok kemasan ke 300+ brand.
Angka yang berubah sejak bagian pertama — ekspor K-beauty
Bagian pertama mengutip “2025 melewati US$10 miliar” — sekarang kita punya angka pastinya dan apa yang terjadi sesudahnya.
Angka pasti 2025 (MFDS, diumumkan Mei 2026)
| Item | 2024 | 2025 |
|---|---|---|
| Ekspor kosmetik | US$10.2 miliar | US$11.4 miliar (+11.8%) |
| Peringkat dunia | ke-3 | ke-2 (Prancis ke-1 dengan US$23.4 miliar, AS ke-3 dengan US$10.8 miliar) |
| Surplus perdagangan | US$8.9 miliar | US$10.1 miliar — pertama kali melewati US$10 miliar |
| Negara tujuan ekspor | 172 negara | 202 negara |
| Tujuan terbesar | China US$2.49 miliar | AS US$2.2 miliar (China US$2.0 miliar, pembalikan pertama) |
Surplus perdagangan kosmetik sebesar US$10.1 miliar setara 12.9% dari total surplus perdagangan Korea yang US$78 miliar.
Tahun 2026 bergerak bahkan lebih cepat.
- Ekspor semester I sebesar US$7 miliar (+27.3%) — rekor paruh pertama. Sepuluh kuartal beruntun tumbuh sejak kuartal I 2024
- AS US$1.45 miliar (20.7% dari total — pertama kali di atas 20%), China US$1.01 miliar, Jepang US$580 juta
- April 2026 mencatat ekspor bulanan pertama di atas US$1 miliar, dan lajunya bertahan
- Kosmetik base tujuan AS saja tumbuh dari US$740 juta menjadi US$1.1 miliar (+48.6%)
Menurut pangsa pasar (2024, data terbaru yang tersedia), Korea adalah sumber kosmetik impor nomor 1 di AS dengan 22.2% (Prancis 16.3%), dan nomor 1 di Jepang tiga tahun beruntun dengan 30.1% (Prancis 24.3%).
Brand membanjir — dan lenyap sama cepatnya
Bagian pertama bilang “siapa pun bisa memulai brand”. Angkanya kini membuktikan itu.
Usaha distributor penanggung jawab (brand) yang terdaftar
| Tahun | Perusahaan |
|---|---|
| 2019 | 15,707 |
| 2021 | 22,716 |
| 2023 | 31,524 |
| 2024 | 27,932 |
| 2025 | 28,412 |
Pendaftaran baru
| Tahun | Jumlah |
|---|---|
| 2021 | 2,047 |
| 2022 | 3,098 |
| 2023 | 4,019 |
| 2024 | 4,107 |
| 2025 | 4,472 |
| 2026 (sampai 13 Februari) | 638 — +50% dibanding 423 pada periode sama tahun lalu |
★ Tapi yang tutup sama banyaknya. Totalnya turun dari 31,524 pada 2023 menjadi 28,412 pada 2025, padahal 8,579 pendaftar baru muncul di antaranya. Hitung saja dan kira-kira 11,690 perusahaan lenyap dalam dua tahun. Melihat 2023→2024 saja, sekitar seperempat perusahaan terdaftar menghilang dalam setahun.
Seorang orang dalam industri menjelaskan penyebabnya:
“Ketika satu brand sukses dengan produk PDRN atau exosome, pengekor dengan bahan serupa dan formula serupa langsung membanjir.”
Bagi brand dengan omzet tahunan US$20 juta yang ingin memenuhi ambang masuk Ulta, satu produk baru kelas A berbiaya US$200,000–300,000, dengan US$50,000–150,000 iklan media sosial per produk.
Peringkatnya juga berputar cepat. Menurut nilai produksi 2025, APR melompat dari peringkat 21 ke 4, Goodai Global (Beauty of Joseon) dari 18 ke 9, dan Binau (Anua) dari 19 ke 11. Sementara itu porsi LG Household & Health Care merosot dari 27.8% ke 21.8%.
Musim panas 2026: pabrik-pabrik penuh
Saat tulisan ini dibuat (Agustus 2026), inilah cerita terpanas di industri kosmetik Korea.
Sejak 24 Agustus 2026, sebuah rumor menyebar di media sosial bahwa “Goodai Global memesan 200 juta unit ke Kolmar Korea.” Kapasitas domestik Kolmar Korea sekitar 1.027 miliar unit (Sejong + Bucheon), jadi 200 juta unit setara sekitar 19.5% dari kapasitas domestik tahunannya.
Kedua perusahaan menolak mengonfirmasi, dengan alasan kerahasiaan kontrak. Seorang pejabat Kolmar Korea hanya berkata, “Pesanan 200 juta unit akan menjadi angka yang tidak biasa.” Kalangan industri cenderung menilai ini sebagai tumpukan pesanan multitahun (1–2 tahun lebih) alih-alih pengiriman dalam tahun berjalan.
⚠️ Ini rumor media sosial yang belum terkonfirmasi. Tapi kecepatan penyebarannya mengatakan sesuatu yang nyata tentang situasinya.
Seorang orang dalam brand indie merangkumnya:
“Pesanan yang kami ajukan pada April atau Mei pun belum dikirim. Lini para ODM besar penuh, dan mencari produsen alternatif tidak mudah.”
Tiga Besar dan bahkan produsen kecil serta menengah menjalankan 2–3 shift dengan kapasitas penuh. Perlombaan ekspansi sedang berlangsung.
- Kolmar Korea: kapasitas domestik dari 370 juta unit pada 2023 menjadi 1.027 miliar unit sekarang. Relokasi pabrik Beijing dikonfirmasi, dengan ₩170 miliar akan diinvestasikan sampai 2028
- Cosmax: ₩60.5 miliar untuk memperluas pabrik Pyeongtaek — kapasitas 1.12 miliar unit saat rampung akhir Oktober 2026
- Cosmecca Korea: saat ini 265 juta unit; mengakuisisi pabrik Cheongju senilai ₩64 miliar pada Juni 2026
Hasil kuartal II 2026 juga memecahkan rekor. Omzet semester pertama ketiga ODM digabung mencapai ₩2.9515 triliun (+24.8%). Kolmar Korea membukukan laba operasi kuartal II sebesar ₩110.3 miliar — ODM domestik pertama yang melewati ₩100 miliar laba operasi kuartalan — sementara lengan AS Cosmax mencetak laba kuartalan pertamanya sepanjang sejarah.
Dan ada ini: Kolmar Korea memproduksi kosmetik base kelas atas seharga US$150+ untuk sebuah brand mewah global, diluncurkan Maret 2026, serta sebuah cushion buatan Cosmax untuk brand mewah global yang diluncurkan di AS pada Mei 2026. Kedua brand itu tidak disebutkan namanya.
Yang perlu diketahui konsumen — dan kontroversi terbaru
Kenapa “pabrik sama = produk sama” itu keliru
Bagian pertama menyinggung ini; sekarang lebih rinci.
- ODM adalah model pilih-dari-pustaka. Produk yang dibangun dari formula base yang sama dengan hanya konsentrasi, wewangian, dan wadah yang diubah bisa dikirim di bawah beberapa brand. Sebaliknya, kalau brand menuntut konsentrasi bahan aktif yang berbeda, hasilnya pun berbeda.
- ODM juga menangani uji stabilitas. Kalau tiap brand menuntut kondisi uji yang berbeda, formulasi akhirnya berubah.
- Porsi biaya wadah dua kali lipat porsi bahan (10% vs. 5% di dalam angka 25% itu). Formula sama, wadah berbeda — label harga yang sama sekali berbeda.
Kontroversi ①: SPF tabir surya Daiso (Juli 2026)
Sebuah kanal YouTube merilis hasil uji SPF untuk delapan tabir surya yang dijual di Daiso, dan memicu kontroversi.
Bantahan Asung Daiso (14 Juli 2026): ujinya tidak memenuhi minimum 10 subjek valid yang diwajibkan “Peraturan Telaah Kosmetik Fungsional” MFDS (hanya 2–3 subjek yang diuji), serta tidak menyertakan informasi penjamin keandalan seperti lembaga penguji, penanggung jawab uji, nomor laporan, dan nomor lot produk. Daiso menyatakan telah menelaah laporan pengecualian kosmetik fungsional, laporan uji produk jadi, dan hasil uji aplikasi pada manusia untuk kedelapan produk sebelum menjualnya.
Soal kenapa data ujinya tidak dirilis, Daiso mengatakan data itu “memuat data uji dan informasi kendali mutu dari produsen serta distributor penanggung jawab, dan merupakan rahasia dagang mitra kami.”
Daiso menyatakan akan menempuh verifikasi objektif lewat lembaga penguji terakreditasi nasional. Per Agustus 2026, hasilnya belum terkonfirmasi.
Kontroversi ②: pemalsuan asal barang
Pada Februari 2026, Korea Customs Service meluncurkan “Dewan Publik-Swasta Perlindungan K-Brand” (14 perusahaan). Tujuannya: menindak kargo mencurigakan yang mendapat label asal “domestik” hanya setelah pemrosesan sederhana seperti mencetak logo di Korea. MFDS, Korean Intellectual Property Office, dan Korea Customs Service juga sedang membangun sistem respons bertahap untuk kosmetik palsu.
Kesimpulannya bagi pelancong: belilah dari kanal resmi (Olive Young, Daiso, gerai brand resmi, department store) dan hal ini nyaris bukan masalah. Risikonya ada di marketplace daring luar negeri dan lapak jalanan di kawasan wisata.
Checklist pelancong — cara membaca bagian belakang kemasan
- Temukan dua baris di belakang. “Produsen” adalah pabriknya; “distributor penanggung jawab” adalah brand-nya. Sejak Februari 2025, pelabelan di permukaan luar wajib.
- Tidak adanya produsen pada produk 10 mL / 10 g itu normal. Produk mini, sampel, dan produk bibir masuk kategori ini. Itu bukan pelanggaran.
- Kamu tidak bisa memverifikasinya di basis data daring MFDS. Hanya kosmetik fungsional yang terdaftar, dan hanya distributor penanggung jawab yang ditampilkan. Membalik kemasannya adalah satu-satunya cara.
- Belanja daring? Buka pemberitahuan informasi produk. Kolom “produsen” ada di sana.
- Jangan menggeneralisasi “brand ini = pabrik itu”. Satu brand memakai beberapa ODM menurut kategori.
- Jangan khawatir soal nama produsen yang asing. Pada 2025 saja, ada 16 ODM dengan nilai produksi di atas ₩100 miliar. Kalau bukan Cosmax atau Kolmar, kemungkinan besar itu tetap pabrik besar.
- Banyak brand Daiso adalah brand kedua milik perusahaan besar. Mimo = Amorepacific, CNP by O-D-T = LG Household & Health Care, Boncept = Tony Moly.
- Bibir dan warna adalah dunia pabrik yang berbeda. Ingat C&C International, Hwasung Cosmetics, dan Intercos Korea, dan membaca bagian belakang kemasan jadi jauh lebih seru.
Ringkasnya
Kesimpulan bagian pertama adalah “brand-nya berbeda, tapi pabriknya sama.” Kesimpulan bagian kedua adalah “nama pabrik itu tercetak di belakang kemasan.”
Hukum Korea mewajibkan kosmetik mencantumkan baik produsen maupun distributor penanggung jawab. Brand sudah lebih dari 20 tahun meminta label produsen dihapus — dan label itu masih berdiri. Jadi saat kamu membalik sebuah kemasan di Olive Young, kamu mendapat informasi cuma-cuma yang sulit ditemukan di hampir negara mana pun.
Apa yang diberitahukan informasi itu: kosmetik Daiso ₩3,000 dan produk brand ₩30,000 bisa datang dari pabrik yang sama; sebagian besar selisih harganya adalah wadahnya; dan pada 2026, pabrik kosmetik Korea begitu penuh sampai orang bilang “pesanan musim semi pun belum juga dikirim.”
Membacanya sederhana. Abaikan logonya. Balik kemasannya.
Sumber data
- Hukum & pemerintah
- Undang-Undang Kosmetik Pasal 10 (pelabelan) · Pasal 2 (definisi) · Pasal 2-2 (jenis usaha)
- Peraturan Pelaksana Undang-Undang Kosmetik Pasal 19 (pengecualian pelabelan)
- Informasi kosmetik fungsional MFDS Drug Safety Nation · Fasilitas kosmetik bersertifikat GMP
- Industri & ekspor
- Peringkat omzet ODM 2025 — Cosinkorea (2026.04.07)
- Lonjakan ODM kelas menengah, porsi Tiga Besar menurun — Cosinkorea (2026.08.20)
- Ekspor 2025 US$11.4 miliar, nomor 2 dunia — Cosinkorea (2026.05.23)
- Ekspor semester I 2026 US$7 miliar — Cosinkorea (2026.07.02)
- Hasil ODM kuartal II 2026 — Cosinkorea (2026.08.13) · Cosinkorea (2026.08.20)
- Produsen masker hidrogel — Newsis (2026.08.25)
- Cosmecca & Englewood Lab — Hankook Finance News (2026.08.13)
- Pemetaan brand–produsen
- Kolmar Korea × Goodai Global 100 juta unit tabir surya — Meconomy News (2026.03.26)
- Cosmax × Musinsa — Etoday (2026.02.05)
- Icure × PB CJ Olive Young — Cosinkorea (2024.06.18)
- Hwasung Cosmetics × Estée Lauder, Samhwa × LVMH — The Economist (2026.08.26)
- Hasil kinerja & klien C&C International — Newstop (2026.08.11)
- Daiso & harga super murah
- Struktur biaya 25% (5% bahan / 10% wadah) — Etoday (2026.02.05)
- Omzet brand kedua eksklusif Daiso — Cosinkorea (2026.05.14)
- Pertumbuhan 100% kecantikan Daiso — Cosinkorea (2025.11.27)
- Tony Moly Boncept 10 juta unit — Cosinkorea (2026.01.26) · Cosinkorea (2026.06.08)
- Strategi kecantikan Daiso — Daily Hankook (2026.07.30)
- Perang super murah ronde 2 — Etoday (2026.02.05)
- Ledakan brand indie & penutupan
- 10,000 perusahaan kosmetik lenyap dalam 2 tahun — Hankyung (2026.07.01)
- Pendaftaran baru +50% — Seoul Economic Daily (2026.02.13)
- 1 dari 4 tutup dalam setahun — Seoul Economic Daily (2026.02.13)
- Sistem pelabelan & kontroversi
- Rencana e-label — Cosinkorea (2026.03.17)
- Tanya jawab pelabelan kemasan luar — Cosinkorea (2026.02.25)
- Perdebatan penghapusan label produsen — Cosinkorea (2019.07.18) · Cosinkorea (2021.12.15)
- Kontroversi SPF tabir surya Daiso — Woman Economy (2026.07.15)
- Lini ODM jenuh, rumor pesanan 200 juta unit — Mydaily (2026.08.25)
- Penindakan pemalsuan asal barang — Cosinkorea (2026.03.11)