Bagi pengunjung yang pertama kali datang ke Korea, gegar budaya yang paling cepat — dan paling sering — menghantam bukan makanannya atau cara menyapa. Melainkan area pintu masuk. Buka pintunya dan lantainya turun selebar telapak tangan, sepatu berjajar rapi di dalam. Begitu kamu melangkahi undakan itu, masuk dengan sepatu bukan lagi pilihan. Tuan rumahmu tak perlu berkata apa pun. Ketinggian lantai sudah bicara mewakilinya.

Kenapa sampai serepot itu? Jawabannya persis di bawah kakimu. Di Korea, lantai bukan sekadar permukaan untuk dipijak — ia adalah perangkat pemanas. Sentuh lantai kamar di musim dingin dan terasa hangat samar. Orang duduk, berbaring, makan, dan tidur di atasnya. Jadi kamu memang tak mungkin menginjaknya bersepatu.

Jawaban singkatnya

  • Pemanas Korea menghangatkan lantai, bukan udara. Namanya ondol. Jejaknya muncul di situs Neolitikum, dan pada 2018 ia ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional No. 135.
  • Pemanas lantai apartemen masa kini bukan tungku melainkan ondol air panas: boiler memanaskan air yang bersirkulasi lewat pipa di bawah lantai. Prinsipnya berubah, tapi hidup di atas lantai hangat tidak.
  • Pada pengendali boiler di penginapanmu, kamu cuma butuh lima kata: suhu ruang · ondol · air panas saja · jadwal · pergi. Sehari-hari, biarkan saja di 22–24°C.

Jadi Ondol Itu Sebenarnya Apa?

Ia adalah sistem pemanas yang menyalakan api di agungi dan mengirim asap panasnya ke bawah lantai kamar. Dalam kosakata Sino-Korea disebut ondol (溫突, “terowongan hangat”); kata asli Koreanya gudeul, kemungkinan besar dari kata untuk “batu yang dipanggang.”

Perapian Barat atau irori Jepang menahan api di dalam ruangan dan memancarkan panasnya langsung. Ondol justru kebalikannya. Apinya tetap di luar ruangan; hanya asapnya yang merayap di bawah lantai. Batu-batunya memanas, lalu batu-batu itu melepas kehangatannya perlahan. Itulah sebabnya kamar masih hangat pada pagi hari setelah apinya padam — dan tanda gudeul yang dibangun baik bukanlah tenaganya yang besar, melainkan berapa lama kehangatannya bertahan setelah api mati.

🔥 Bagaimana asap mengalir — enam bagian gudeul tradisional

UrutanNamaLetaknyaFungsinya
1agungi (tungku api)di luar kamar, biasanya dapurtempat api menyala. Di rumah kecil, dibangun menyatu dengan tungku masak
2bulmok (buneomgi)antara tungku dan lantaiundakan yang mengalirkan panas ke bawah kamar. Ukurannya menentukan pemakaian bahan bakar dan panas sisa
3gudeul-gaejaribagian depan kamar, di bawah a-raetmoklubang yang digali lebih dalam dari gorae. Memperlambat panas agar tersebar merata
4goraedi bawah seluruh lantaijalur yang dilalui asap, terbentang seperti jaring melintasi kamar
5gudeuljanglempeng batu yang menutupi goraebatu-batu inilah lantainya sendiri, terbuat dari batu kaya mika yang menyimpan panas
6gul-ttuk (cerobong)dinding luar di seberang kamarmenarik asap keluar dan terus menghela api melewati jalurnya

Di atas gudeuljang mereka menghamparkan tanah liat, lalu menuntaskannya dengan kertas berminyak yang tebal (yuji jangpan). Lantai mengilap yang kamu lihat di rumah-rumah Korea hari ini berakar langsung dari sini.

A-raetmok dan witmok — hierarki dalam satu kamar

Sisi dekat tungku disebut a-raetmok, sisi jauhnya witmok. Kamar sama, suhu berbeda. Maka sisi yang hangat pun secara alami menjadi tempat duduk orang tua dan tamu. Pada era Joseon, selisih suhu ini merangkap sebagai hierarki tempat duduk.

Sampai hari ini, saat masuk ke ruang privat sebuah restoran, orang Korea secara naluriah mendudukkan yang paling tua di titik terhangat. Pemanas lantainya sudah lama beralih ke boiler dan selisih suhunya lenyap — tapi urutan duduknya tetap.


Sudah Berapa Lama Orang Hidup Begini?

Sudah sangat lama. Hunian Neolitikum di bagian utara Semenanjung Korea — termasuk situs Seopohang dan Gulpo-ri di Unggi (kini Sonbong) di Provinsi Hamgyong Utara — sudah menunjukkan jejak yang bisa dibaca sebagai gudeul. Mural Makam Anak No. 3 dari Goguryeo abad ke-4 bahkan menggambarkan ondol. Tapi awalnya ia tidak memanaskan seluruh kamar. Jjok-gudeul, yang hanya menghangatkan sebagian kamar, muncul lebih dulu; tong-gudeul, yang memanaskan seluruh kamar, baru hadir pada akhir masa Goryeo. Itu pun masih barang mewah, kebanyakan dipasang di kamar orang sakit dan lansia.

📜 Bagaimana ondol menyebar ke seluruh negeri — catatan dari Babad Dinasti Joseon

TahunCatatanArtinya
1417 (Taejong 17)dibangun satu kamar ondol di Seonggyungwan untuk siswa Konfusian yang sakitsaat itu, kamar ondol masih fasilitas khusus
1425 (Sejong 7)ondol Seonggyungwan diperluas menjadi lima ruasmenyebar perlahan
Abad ke-16seluruh Seonggyungwan menjadi kamar ondolbutuh lebih dari satu abad
1563 (Myeongjong 18)kebakaran terjadi di struktur ondol kecil di bawah ranjang rajabukti bahwa raja pun tidur di atas ondol
1624 (Injo 2)catatan bahwa bahkan kamar pelayan para pejabat-sarjana semuanya ondolpenyebaran di dalam dan luar istana praktis rampung

Pukulan penentunya adalah iklim. Abad ke-16 dan ke-17 adalah Zaman Es Kecil, luar biasa dingin di seluruh dunia, dan sepanjang rentang itu ondol turun ke rumah beratap jerami rakyat biasa sampai akhirnya, pada akhir era Joseon, ia menjadi standar nasional secara de facto. Ada harganya. Ondol melahap kayu. Dari akhir era Joseon hingga 1950-an dan 60-an, kebutuhan kayu bakar berperan besar menggunduli pegunungan semenanjung — dan hutan lebat yang mengelilingi Seoul hari ini adalah hasil penanaman ulang besar-besaran sejak 1970-an.


Bagaimana Apartemen Modern Mendapat Lantai Hangat?

Tak ada lagi tungku. Boiler memanaskan air yang bersirkulasi lewat pipa yang ditanam di lantai. Ini yang disebut ondol air panas. Titik baliknya terjadi pada 1960-an. Struktur gudeuljang tetap, tapi kayu bakar diganti yeontan (briket batu bara) — dan briket melepas karbon monoksida saat terbakar tidak sempurna. Gasnya merembes lewat retakan gudeul ke dalam kamar, membunuh orang dalam tidurnya, dan sistem boiler air panas yang dikembangkan pada 1962 lahir persis untuk memecahkan masalah itu.

80.4%
porsi pemanas berbasis tungku pada 1980 (tungku briket 42.5% + tungku tradisional 37.9%)
1962 tahun
sistem boiler air panas dikembangkan — sekaligus menuntaskan kecelakaan karbon monoksida dan efisiensi panas
2018 tahun
budaya ondol ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional No. 135 (30 April)

Sampai selarut 1980, delapan dari sepuluh rumah Korea masih menyalakan api di tungku. Dalam satu generasi saja, nyaris semuanya beralih ke boiler. Hari ini, untuk melihat agungi sungguhan di Seoul kamu harus pergi ke desa hanok atau museum.

♨️ Ondol tradisional vs ondol air panas modern — apa yang bertahan dan apa yang berubah

AspekOndol tradisional (gudeul)Ondol air panas modern
Sumber panaskayu bakar, jerami padi, dan briket di tungkuboiler gas kota (sebagian listrik atau pemanas distrik)
Perpindahan panasasap panas melewati goraeair panas bersirkulasi lewat pipa lantai
Struktur lantaigudeuljang (lempeng batu) + tanah liat + kertas berminyakpipa + mortar semen + lantai kayu atau vinil
Pengaturan suhupraktis mustahil — hanya lewat banyaknya bahan bakarsampai derajat, lewat pengendali
A-raetmok / witmokjelas terasanyaris hilang (pipa mendistribusikan merata ke seluruh kamar)
Waktu memanasbeberapa jam30 menit sampai 1 jam
Risiko kecelakaankeracunan karbon monoksidanyaris nihil
Yang tersisaseluruh cara hidup di atas lantai hangat
Korea Heritage Service merumuskannya dengan tepat saat menetapkan budaya ondol sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional. Ondol adalah pemanas lantai talhwa-jwasik (脫靴坐式) — harfiahnya, pemanas yang kamu pakai dengan sepatu dilepas, sambil duduk. Bukan cuma teknologinya, tapi cara hidupnya yang dicatatkan. Itulah sebabnya penetapan ini tak punya pemegang perorangan maupun kelompok pemegang. Ia sesuatu yang masih dilakukan seluruh bangsa setiap hari.

Boiler di Penginapanmu: Tombol Mana yang Harus Ditekan

Pengendali putih di dinding penginapan Koreamu itu — kamu cuma butuh lima kata. Istilahnya sedikit berbeda antar-produsen (Kyungdong Navien, Kiturami, Rinnai, dan seterusnya), tapi idenya sama.

🎛️ Kamus label pengendali boiler Korea

Label KoreaArtinyaKapan memakainya
silnae-ondo (atau silon, suhu ruang)berdasarkan suhu udara di kamar; berhenti otomatis saat mencapai titik setelmode bawaan. Cuma ini yang kamu butuhkan. 22–24°C saat musim dingin
ondol (atau suhu ondol)berdasarkan suhu air yang mengalir di pipa lantaisaat anginnya menusuk atau kamu ingin lantai benar-benar hangat. 55–60°C
onsu-jeonyong (air panas saja)mematikan pemanas dan hanya menyediakan air panas untuk mandimusim semi, panas, gugur. Penginapan musim panas biasanya dibiarkan di posisi ini
yeyak (jadwal / pemanasan berulang)menyala otomatis beberapa menit setiap beberapa jamsaat tidur atau pergi setengah hari, misalnya 20 menit tiap 3 jam
oechul (pergi)operasi minimum untuk mencegah pipa membekusaat pergi sehari atau lebih. Di musim dingin, mematikannya total bisa membekukan pipa
onsu-ondo (suhu air panas)suhu air yang keluar dari kerankalau air pancurannya suam-suam kuku, naikkan ini

Tips boiler — hanya aturan ini yang kamu butuhkan

  • Jangan dinyalakan-matikan. Memanaskan ulang seluruh lantai menelan lebih banyak energi. Membiarkannya menyala rendah terus-menerus lebih murah sekaligus lebih hangat.
  • Air panas tidak keluar seketika. Kebanyakan apartemen Korea memakai pemanas sesuai permintaan, jadi setelah keran dibuka, air dingin mengalir sekitar 30 detik sampai satu menit sebelum berubah panas. Itu bukan kerusakan.
  • Lantai hangat dengan udara sejuk itu normal. Ondol memanaskan dari bawah kaki, bukan udara di atasnya. Kalau kamu datang dari negeri radiator, awalnya terasa aneh.
  • Kalau lantai tak mau hangat di mode suhu ruang, sensor pengendalinya sudah mencapai suhu setel. Beralihlah ke mode ondol kalau kamu ingin lantai yang hangat.
  • Kalau kamu meninggalkan penginapan lebih dari dua hari saat musim dingin, jangan matikan sepenuhnya — tekan pergi (oechul). Pipa beku adalah mimpi terburuk tuan rumah.

Penasaran soal biaya pemanas musim dingin? Menginap singkat sudah termasuk dalam tarif kamar, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan. Kalau kamu membayar utilitas langsung, misalnya saat tinggal sebulan, tagihan utilitas musim dingin apartemen 84 m² (84 sq m) di Seoul rata-rata sekitar ₩280,000 sebulan termasuk pemanas. Pada tahun-tahun dengan gelombang dingin panjang, ada laporan tagihan di kisaran ₩600,000–700,000 untuk rumah 30 pyeong.

Tarif pemanas pada 2025–2026

  • Pada Juli 2025, Seoul menyesuaikan biaya pasok ritel gas kota, menaikkan biaya pemakaian sekitar 4.2% menjadi ₩0.0663 per MJ (₩2.83 per meter kubik). Biaya dasarnya dibekukan.
  • Per Agustus 2026, tarif grosir untuk pemakaian rumah tangga dan umum dibekukan, hanya kategori nonrumah tangga seperti industri yang naik sekitar 10%. Rata-rata tarif grosir pada Agustus 2026 adalah ₩21.8861 per MJ.
  • Dengan kata lain, pelancong pada 2026 tak akan terlalu merasakan kenaikan biaya pemanas rumah. Meski begitu, berbagai proyeksi terus memperingatkan bahwa kurs yang tinggi berkepanjangan bisa menambah tekanan naik saat musim dingin.

Di Mana Persisnya Kamu Melepas Sepatu?

Kalau itu ruang tempat orang duduk atau berbaring di lantai, lepaskan. Satu kalimat itu mencakup hampir semua kasus. Kalau ragu, cari dua hal — undakan tempat ketinggian lantai berubah, dan sepatu orang-orang yang tiba lebih dulu.

👟 Di mana harus dilepas — dan di mana tidak

TempatDilepas?Catatan
Rumah, Airbnb, guesthouse✅ selalusepatu sama sekali tak boleh melewati undakan pintu masuk
Penginapan hanok dan rumah bersejarah✅ selalulepaskan sebelum menginjak lantai kayunya
Aula kuil✅ selalurak sepatu ada di pintu masuk
Jjimjilbang, sauna, pemandian umum✅ tepat di pintu masukkamu dapat kunci loker sepatu begitu masuk
Restoran lesehan (bantal duduk atau panggung rendah)✅ hanya di area itudi meja biasa sepatu tetap dipakai
Sebagian klinik, klinik pengobatan tradisional, studio yoga✅ ganti dengan sandal dalam ruangansandalnya disediakan
Kamar hotel❌ tidak wajibmeski kebanyakan hotel Korea juga punya pemanas lantai
Kafe, restoran biasa, bar❌ tetap dipakaisebagian besar tempat duduk meja
PC bang, noraebang, toko, kantor pemerintah❌ tetap dipakai

Soal kaus kaki — lebih penting dari dugaanmu

Banyak orang menganggap tidak sopan memasuki rumah orang lain dengan kaki telanjang. Ini belum sampai taraf tabu, tapi membawa kaus kaki bahkan di musim panas adalah langkah aman. Berencana mengunjungi hanok atau restoran lesehan dengan sandal? Selipkan sepasang kaus kaki di tasmu.

Sebaliknya, kaus kaki bolong adalah momen canggung yang legendaris di Korea — negeri tempat kamu melepas sepatu beberapa kali sehari. Kalau restoran lesehan ada dalam itinerary, periksa dulu kaus kakimu pagi harinya.

Satu hal lagi — banyak rumah menyimpan sandal khusus kamar mandi di dekat toilet. Sandal itu tidak dipakai keluar dari kamar mandi.


Cara Hidup yang Dibangun di Atas Lantai Hangat

Ondol tak berhenti sebagai teknologi pemanas. Tata letak rumah, tinggi perabot, cara orang duduk, bahkan konflik antartetangga — semuanya bercabang dari satu lantai itu.

🪑
Duduk di lantai
Tempat terhangat adalah lantai, jadi orang menurunkan dirinya ke sana. Tak butuh kursi — dan begitulah perabotnya jadi makin rendah.
🛏️
Tidur beralas kasur lipat
Ranjang menghalangi panas lantai. Tidur di atas yo dan kamu menyerap kehangatannya langsung. Lipat dan masukkan ke lemari pagi harinya, dan kamar itu kembali jadi ruang keluarga.
🍚
Meja lipat untuk makan
Meja rendah yang dibuka lalu disimpan lagi. Satu kamar berfungsi sebagai ruang makan, kamar tidur, dan ruang keluarga — cara mendapatkan luas beberapa ruangan dari rumah kecil.
🚪
Undakan pintu masuk
Batas antara area sepatu yang rendah dan ruang hidup. Masih wajib dalam desain apartemen Korea. Undakan itulah sinyal untuk melepas sepatu.
🪵
Lantai khusus ondol
Material lantai yang dibuat khusus untuk pemanas bawah lantai, dirancang agar tak mudah melengkung kena panas. Itulah sebabnya lantai kayu Korea luar biasa tipis dan keras.
🔊
Kebisingan antarlantai
Karena lantai adalah permukaan hidup, langkah kaki dan benda jatuh merambat lurus ke unit di bawahnya. Itulah sebabnya kebisingan antarlantai jadi isu sosial besar di Korea.

Alasannya sama dengan kenapa banyak guesthouse dan penginapan hanok Korea masih menyodorkan yo dan seprai alih-alih ranjang. Awalnya terasa merepotkan, tapi dengan lantai hangat justru jauh lebih hangat — karena tak ada kasur yang menghalangi panasnya.


Bagaimana Saat Musim Panas?

Dimatikan. Putar pengendali boiler ke mode air-panas-saja dan pemanasnya berhenti sementara pancurannya tetap panas. Kalau kamu tiba di penginapan musim panas dan pengendalinya sudah di posisi itu, itu normal.

Hanok tradisional memecahkan soal ini lewat arsitekturnya, menempatkan kamar ondol untuk musim dingin dan daecheong maru (aula berlantai kayu) untuk musim panas berdampingan di bawah satu atap. Maru dibangun terangkat dari tanah agar udara lewat di bawahnya, dan kayu tetap sejuk. Itulah sebabnya duduk di maru sebuah hanok saat musim panas benar-benar menyegarkan.

Apartemen modern tak punya daecheong maru, jadi AC menggantikannya. Dan di sinilah keunikan pendinginan ala Korea muncul — kebanyakan rumah punya satu unit berdiri di ruang keluarga, jarang satu per kamar. Berbeda dengan pemanas musim dingin yang naik merata dari lantai ke seluruh ruangan, pendinginan musim panas terkonsentrasi di ruang keluarga. Saat memilih penginapan musim panas, ada baiknya mengecek apakah tiap kamar punya AC sendiri.


Ingin Melihat Agungi Sungguhan?

Tempat melihat struktur gudeul, tungku, dan cerobong asli di Seoul lebih dekat dari dugaanmu. Keduanya gratis.

Desa Hanok Namsangol — tungku dan cerobong di tengah kota

Lima hanok era Joseon yang tersebar di Seoul dipindahkan ke lereng utara Namsan dan dipugar di sini (dibuka 1998). Melangkahlah ke dapur tiap rumah dan agungi-nya langsung terlihat; lihat ke bawah dinding halamannya dan kamu akan menemukan cerobongnya. Bagian terbaiknya adalah menelusuri seluruh rutenya — tungku → lantai → cerobong — dengan mata dalam sekali jalan.

📍 Buka di Naver Map

Museum Rakyat Nasional Korea — Ochon-daek, rumah asli yang dibangun ulang

Museum di dalam Gyeongbokgung. Galeri permanennya membahas kehidupan rumah tangga Korea, tapi kalau kamu datang demi ondol, area pameran terbuka jauh lebih seru — terutama Ochon-daek, rumah keluarga Nam dari Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, yang dihibahkan ke museum dan dibangun ulang persis seperti aslinya di halaman museum. Karena benar-benar pernah dihuni, dapur, agungi, jangdokdae (rak tempayan), dan maru-nya masih utuh.

📍 Buka di Naver Map

Desa Rakyat Korea — tempat apinya benar-benar dinyalakan

Desa rakyat terbuka di Yongin, Provinsi Gyeonggi. Datanglah saat musim dingin dan kamu bisa menyaksikan api sungguhan dinyalakan di agungi. Ini praktis satu-satunya tempat di kawasan ibu kota tempat kamu bisa melihat asap mengepul dari cerobong. Dengan jarak 1–1.5 jam naik transportasi umum dari Seoul, sediakan setidaknya setengah hari.

📍 Buka di Naver Map


Ondol Mulai Melanglang ke Dunia

Pemanas bawah lantai sendiri bukan milik Korea semata. Hypocaust Romawi Kuno dan dikang Tiongkok lahir dari gagasan serupa. Tapi sebagai sistem hunian yang dipakai satu bangsa penuh, terus-menerus, selama ratusan tahun, Korea praktis satu-satunya. Leluhur teknis pemanas lantai air panas modern adalah panel heating yang dipatenkan pada 1907 oleh Arthur Henry Barker dari Inggris. Di Amerika Serikat, ada kisah terkenal tentang Frank Lloyd Wright yang, setelah merasakan kamar ondol di Jepang, memperkenalkan pemanas lantai radian ke rumah-rumah Amerika pada 1930-an.

Belakangan arusnya berbalik. Pada November 2025, Korea Heat Management Construction Association dilaporkan membahas ekspor metode ondol pasang-kering Korea dengan pejabat kedutaan Uzbekistan di Korea. Di Asia Tengah dan negara-negara utara lain dengan musim dingin panjang, ia diperkenalkan sebagai K-ondol.

Pada akhirnya, undakan pintu masuk Korea adalah jawaban atas iklim. Di semenanjung dengan musim dingin panjang, kering, dan menggigit, orang memilih memanaskan lantai di bawah kaki mereka alih-alih udaranya. Dan satu pilihan itu berlanjut menentukan cara mereka duduk, setinggi apa perabot mereka, bagaimana mereka tidur, bahkan bagaimana mereka memasuki rumah orang lain. Melepas sepatu bukan etiket — itu akibat dari strukturnya.

Jadi lain kali saat kamu melepas sepatu di pintu penginapan Korea, ingatlah bahwa itu bukan sekadar kebiasaan. Di bawahmu mengalir garis keturunan batu, asap, dan api yang membentang sampai ke zaman Neolitikum. Kini isinya air panas dalam pipa plastik, tapi rasa di bawah kaki itu sama seperti dua ribu tahun lalu.

Sumber data

  • Pengumuman Cultural Heritage Administration No. 2018-52, "Penetapan item Warisan Budaya Takbenda Nasional" — Budaya Ondol, No. 135, ditetapkan 30 April 2018 (Berita Negara No. 19252)
  • Korea Heritage Service, deskripsi item "Ondol" pada National Heritage Portal — pemanas lantai talhwa-jwasik; tanpa pemegang perorangan atau kelompok pemegang yang diakui — heritage.go.kr
  • Wikipedia "Ondol" — struktur gudeul (agungi, bulmok, gaejari, gorae, gudeuljang), catatan Babad Dinasti Joseon, peralihan ke boiler air panas 1962 — ko.wikipedia.org
  • Wikipedia "Ondol" — mural Makam Anak No. 3, penyebaran saat Zaman Es Kecil, deforestasi, pasar ranjang batu berpemanas — en.wikipedia.org
  • Lembaga Riset Perumahan Korea National Housing Corporation, "Studi Uji Komparatif Ondol Briket Bertungku" (1985) — survei metode pemanas 1980 (tungku briket 42.5%, tungku tradisional 37.9%)
  • Wikipedia "Pemanas bawah lantai" — paten panel heating Arthur Henry Barker 1907 (paten Inggris 28477) — ko.wikipedia.org
  • Newsis, "Rata-rata biaya pengelolaan apartemen 84 m² di Seoul: ₩280,000, naik 40% dalam 10 tahun" (2025-04-09) — biaya musim dingin dan kenaikan tarif pemanas distrik (9.53% pada Juli 2024)
  • E-Today News, "Menyusul Seoul, kawasan Gyeongbuk juga menaikkan biaya pasok gas kota" (2025-07-14) — biaya pemakaian Seoul naik 4.2% menjadi ₩0.0663 per MJ
  • Energy Platform News · Today Energy (2026-07) — tarif grosir rumah tangga Agustus 2026 dibekukan; rata-rata tarif grosir ₩21.8861 per MJ
  • JoongAng Ilbo, "K-heating ala ondol yang memangkas biaya pemanas 50% didorong untuk diekspor ke Uzbekistan" (2025-11-25) — pembicaraan Korea Heat Management Construction Association dengan kedutaan Uzbekistan di Korea
  • Informasi wisata Jung-gu Seoul — gambaran Desa Hanok Namsangol (1998, lima hanok) beserta jam buka dan hari tutup / Informasi kunjungan Museum Rakyat Nasional Korea — tiket masuk gratis, Ochon-daek di area terbuka