Konten wisata Korea cenderung berputar di deretan hits yang itu-itu saja: samgyeopsal mendesis di kedai BBQ, semangkuk bibimbap yang tertata sempurna, kafe kekinian terbaru di Seongsu-dong. Semuanya memang menyenangkan. Tapi tak satu pun dari itu yang benar-benar diraih orang Korea pada Jumat malam biasa, sambil menelentang di sofa dan menggulir aplikasi delivery.
Kehormatan itu milik ayam dan pizza. Ayam goreng dan pizza. Bersamaan atau terpisah, tidak masalah — dua inilah mesin kembar budaya delivery Korea.
Ini masalahnya: merek yang dikenal orang asing (BBQ, Kyochon, Domino’s) dan merek yang benar-benar dipesan orang Korea bukan daftar yang sama. Sama sekali tidak. Panduan ini tidak dibangun di atas peringkat turis. Ia dibangun di atas data pendapatan, jumlah gerai, analitik reputasi merek, dan — yang paling penting — memori otot kolektif jutaan jempol orang Korea yang mengetuk aplikasi delivery pukul 8 malam di hari Jumat.
Setiap merek di bawah disertai pintasan Naver Map supaya kamu bisa menemukan gerai terdekat dan sepenuhnya melewati kerumitan aplikasi delivery.
Sekilas
- Tiga Besar ayam berdasarkan pendapatan adalah BHC, BBQ, dan Kyochon — tetapi orang Korea memutar daftar yang jauh lebih panjang: Jikoba (panggang arang + nasi), 60-Gye, Norang Tongdak, dan Goobne adalah langganan lokal yang sesungguhnya.
- Untuk pizza, Domino's memang memimpin penjualan, tetapi pasarnya terbelah dua: jaringan murah (Pizza School, Pizza Maru, Paik's Boy) di satu sisi, dan kombo pizza-ayam (Pizza Nara Chicken Princess) di sisi lain.
- Hanya kenal BBQ dan Kyochon karena mereka punya gerai di luar negeri? Kamu baru dapat separuh ceritanya. Makanlah seperti warga lokal — coba nama-nama di bawah.
Kenapa ayam dan pizza Korea yang kamu dengar bukan yang benar-benar dipesan orang Korea
Korea kadang disebut “Republik Ayam”, dan angkanya mendukung itu. Negara ini padat oleh waralaba ayam goreng — ribuan demi ribuan, berkerumun di tiap jalan komersial dan terselip di tiap lingkungan permukiman. Di antara mereka, BBQ dan Kyochon menancapkan bendera di luar negeri, dari AS sampai Asia Tenggara, dan karena itulah nama merekalah yang menempel di benak pengunjung. Tapi mereka hanya mewakili sebagian kecil dari apa yang benar-benar dimakan orang Korea.
Pizza punya cerita serupa dengan sedikit belokan. Domino’s memang jaringan pizza terlaris di Korea — kalau kamu menebak Domino’s menyapu bersih di sini, tebakanmu benar. Tapi pasar pizza Korea terpolarisasi tajam beberapa tahun terakhir. Di satu ujung: pemain premium seperti Domino’s dan Papa John’s. Di ujung lain: jaringan super murah tempat satu pizza utuh berharga kira-kira setara satu sandwich di pusat Seoul — Pizza School, Pizza Maru, Paik’s Boy Pizza. Dan momentumnya jelas berada di sisi murah.
Inilah kenapa pembedaan ini penting bagi pelancong: BBQ dan Domino’s adalah “pilihan aman”. Tapi Jikoba, Norang Tongdak, dan Pizza Nara Chicken Princess adalah “pilihan lokal”. Kalau kamu ingin mencicipi apa yang sungguh diidamkan orang Korea — bukan sekadar apa yang diajarkan branding global untuk kamu kenali — jeda dulu nama-nama familier itu dan cobalah merek di bawah.
Merek ayam yang benar-benar dipesan orang Korea
Daftar ini memadukan peringkat pendapatan waralaba, jumlah gerai, indeks reputasi merek (analisis sentimen big data), dan — yang krusial — nama mana yang paling sering muncul saat orang benar-benar menjelajah aplikasi delivery. Aku menyertakan raksasa pendapatan sekaligus favorit kultus yang tak terdeteksi radar internasional tetapi punya pengikut lokal yang sangat setia. Harga dan menu berubah terus, jadi cek ulang di hari kamu memesan.
| # | Merek | Aura | Jurus Andalan | Kenapa Warga Lokal Suka |
|---|---|---|---|---|
| 1 | BHC | Raja pendapatan (Tiga Besar) | Bburingkle, Kwasaking | Memuncaki volume pencarian sekaligus penjualan; mesin hype menu baru |
| 2 | Kyochon | Tiga Besar, hadir global | Honey Combo, Red Combo | Sayap soy-garlic yang orisinal; pendapatan per gerai tertinggi |
| 3 | BBQ | Tiga Besar, hadir global | Golden Olive, Jamaican Drumsticks | Gerai terbanyak se-Korea; yang sudah dikenal orang asing |
| 4 | Jikoba | Klasik kultus lokal | Ayam panggang arang (mild atau pedas) | Raja tak terbantahkan chibap — nasi dicampur ke sisa saus |
| 5 | 60-Gye Chicken | Kekuatan lokal yang menanjak | Keukeukeu Chicken, Gochu Chicken | ”60 ekor sehari, minyak baru tiap kali” — dan mereka serius |
| 6 | Norang Tongdak | Jagoan lokal ramah kantong | Giant Fried Chicken, Garlic Chicken | Aura ayam pasar jadul dengan porsi jumbo |
| 7 | Goobne Chicken | Dipanggang oven (tanpa goreng) | Gochu Basasak, Volcano | Semua kriuknya, tanpa rasa bersalah penggorengan |
| 8 | Jadam Chicken | Murah + kesejahteraan hewan | Jadam Fried, Rosé Chicken | Ayam Korea bersertifikat kesejahteraan hewan dengan harga wajar |
| 9 | Cheogatjip | Yangnyeom orisinal | Supreme Yangnyeom Chicken | Salah satu akar terdalam tradisi saus manis-pedas Korea |
| 10 | Pura Chicken | Kemasan premium | Black Alio, Consommé | Ayam berkotak mewah — merek yang orang jadikan hadiah |
Cara daftar ini disusun: aku membobot rilis pendapatan dan jumlah gerai waralaba 2025, peringkat big data reputasi merek dari Korea Corporate Reputation Research Institute, dan data popularitas aplikasi delivery yang nyata — memadukan nama berpendapatan tertinggi dengan merek yang dicintai warga lokal, yang mungkin tak memuncaki tabel pendapatan tetapi mendominasi kebiasaan memesan sehari-hari.
1–3. BHC · Kyochon · BBQ — Tiga Besar yang disepakati orang Korea
Ini kelas berat ayam goreng Korea yang tak terbantahkan berdasarkan pendapatan. Pada 2025, BHC memimpin di sekitar ₩614.7 miliar, disusul BBQ ₩527.8 miliar dan Kyochon ₩517.4 miliar — persaingan setipis silet. BBQ punya gerai fisik terbanyak, tetapi Kyochon meraih pendapatan rata-rata per gerai waralaba tertinggi. Data pencarian menegaskan dominasi itu: menu ayam paling banyak dicari pada paruh pertama 2025 adalah Kwasaking milik BHC, ayam goreng bermaksimalkan kriuk yang langsung jadi fenomena.
Untuk pemula: Golden Olive milik BBQ (digoreng dengan minyak zaitun) dan Honey Combo milik Kyochon (glasir soy-garlic) adalah titik masuk paling ramah. Keduanya tidak pedas, keduanya sama-sama enak. 📍 Buka di Naver Map (BHC)
4. Jikoba — kultus arang dan chibap
Jikoba adalah merek yang belum pernah didengar kebanyakan orang asing dan hampir pasti sudah dipesan puluhan kali oleh setiap orang Korea di bawah 40. Lahir di Busan pada 1994, ia mengkhususkan diri pada ayam berbumbu yang dipanggang arang — bayangkan manis, berasap, lengket, dengan gosong tipis yang tak bisa ditiru ayam goreng. Ayamnya sendiri luar biasa, tetapi ritual sesungguhnya datang setelahnya: kamu ambil sisa saus mengkilap yang menggenang di dasar wadah, tuang semangkuk nasi hangat ke dalamnya, lalu campur menjadi apa yang disebut orang Korea chibap (chicken + bap). Enaknya keterlaluan. Berbeda dari banyak kedai ayam arang independen yang tidak melayani antar, Jikoba melayani — dan itu bagian besar dari popularitasnya. Pilih mild (sunhanmat) kalau pedas bukan seleramu; “mild” mereka pun masih punya tendangan halus. 📍 Buka di Naver Map (Jikoba)
5. 60-Gye Chicken — “Minyak baru, setiap hari”
Kisah sukses roket yang relatif baru, 60-Gye melesat di peringkat reputasi merek maupun pendapatan dengan kecepatan yang membuat Tiga Besar menoleh. Seluruh pitch mereka dibangun di atas satu janji: “Hanya 60 ekor sehari, digoreng dengan minyak baru.” Entah batas 60 ekor itu benar-benar ketat atau sekadar branding cerdas, penekanan pada penggorengan yang bersih dan renyah sangat mengena bagi orang Korea yang mulai waswas pada ayam berminyak bekas. Andalannya, Keukeukeu Chicken (Crunch·Crumble·Crispy), adalah ayam goreng berselimut remah jagung dengan tingkat kriuk yang nyaris konyol. Kalau kamu tipe yang biasanya merasa ayam goreng terlalu berminyak, inilah merekmu. 📍 Buka di Naver Map (60-Gye)
6. Norang Tongdak — ayam pasar jadul, ukuran jumbo
Saat merek premium terasa terlalu mahal, Norang Tongdak adalah tempat orang Korea hemat mendarat. Namanya sudah bercerita: norang berarti kuning, dan ayamnya berbalut adonan keemasan bergelombang yang nostalgik, mengingatkan pada ayam utuh yang dijual di pasar tradisional Korea — jenis yang dulu dibawa pulang nenek terbungkus aluminium foil. Menu andalannya benar-benar bernama “Giant Fried Chicken,” dan porsinya memang menepati nama itu. Ini pilihan bagi siapa pun yang ingin rasa masa kecil dengan kemudahan waralaba modern. Populer lintas generasi: yang lebih tua menyukai rasa yang familier, yang muda menyukai harganya. 📍 Buka di Naver Map (Norang Tongdak)
7. Goobne Chicken — semua kepuasannya, tanpa penggorengan
Goobne adalah merek yang dituju orang Korea ketika mereka ingin ayam goreng tetapi juga ingin meyakinkan diri bahwa mereka membuat pilihan bijak. Setiap potongnya dipanggang oven, bukan digoreng, yang memberi hasil akhir lebih ringan dan bersih tanpa mengorbankan kriuk. Andalannya, Gochu Basasak (kriuk pedas) dan Volcano — dinamai dari kepedasan setingkat lava — adalah dua menu yang dipesan semua orang. Ia favorit permanen di kalangan orang Korea yang sadar kesehatan tetapi menolak melepas kebiasaan makan ayam, dan sejujurnya teksturnya bertahan sangat baik bahkan tanpa setetes pun minyak goreng. 📍 Buka di Naver Map (Goobne)
8–10. Jadam Chicken · Cheogatjip · Pura Chicken — bangku cadangan lokal yang dalam
Jadam Chicken mengukir ceruknya dengan memadukan harga ramah kantong dan ayam Korea bersertifikat kesejahteraan hewan — pasangan yang di atas kertas seharusnya tak berhasil tetapi dalam praktiknya berjalan indah — dan menu kekinian seperti rosé chicken terus menarik kembali kerumunan muda. Cheogatjip Yangnyeom Chicken adalah salah satu pilar fondasi budaya ayam yangnyeom (bersaus manis-pedas) Korea; kalau kamu pernah bertanya-tanya dari mana seluruh tradisi saus merah itu bermula, inilah salah satu rumah leluhurnya. Pura Chicken menempuh arah sebaliknya — kemasan premium, kotak mengilap, dan citra merek yang begitu terpoles sampai orang benar-benar menjadikan Pura Chicken sebagai hadiah. Ketiganya rutin muncul di peringkat reputasi merek: nama yang akrab bagi orang Korea mana pun, kanvas kosong bagi kebanyakan pengunjung. 📍 Buka di Naver Map (Jadam Chicken)
Merek pizza yang benar-benar dipesan orang Korea
Pizza di Korea bermain dengan aturan yang sedikit berbeda. Domino’s memang pemimpin pendapatan, dan jaringan global masih memegang rasa hormat yang serius. Tapi pasarnya retak di satu garis patahan yang jelas: premium atau murah meriah. Orang Korea entah tampil besar dengan pesanan Domino’s yang penuh isian, atau tampil murah — sangat murah sampai mengherankan — dengan pizza utuh yang harganya kurang dari satu koktail di Itaewon. Daftar di bawah mencerminkan pendapatan, jumlah gerai, dan pola memesan warga lokal di dunia nyata.
| # | Merek | Aura | Andalan | Kenapa Warga Lokal Suka |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Domino’s Pizza | Premium, #1 penjualan | Black Angus, Kimchi Bulgogi | Mendominasi pendapatan pizza Korea; pilihan teraman sejauh ini |
| 2 | Pizza School | Super murah, #1 jumlah gerai | Combination, Sweet Potato Pizza | Pizza utuh hanya beberapa ribu won; gerai terbanyak se-Korea |
| 3 | Pizza Nara Chicken Princess | Kombo pizza + ayam | Set Pizza & Chicken | Dua keinginan, satu pesanan, satu harga masuk akal |
| 4 | Paik’s Boy Pizza | Merek murah Baek Jong-won | Corn Cheese Pizza, Pepperoni | Didukung restoratur paling terkenal Korea; berkembang pesat |
| 5 | Banollim Pizza | Menengah, disukai banyak orang | Half & Half Pizza | Andalan untuk kombinasi rasa terbelah dengan harga wajar |
| 6 | Go Pizza | Personal, panggang kayu | Pizza personal panggang kayu | Pizza satu orang, pas untuk pelancong solo dan food court |
| 7 | Pizza Maru | Super murah | Maru Pizza | Bertarung dengan Pizza School memperebutkan mahkota murah |
Cara daftar ini disusun: Berdasarkan data pendapatan dan jumlah gerai waralaba pizza 2024–2025, dengan perhatian khusus pada pergeseran konsumen ke merek murah dan bernilai (polarisasi pasar). Perlu dicatat bahwa angka pendapatan kantor pusat waralaba cenderung meremehkan popularitas jaringan murah dibanding lalu lintas gerainya yang sebenarnya.
1. Domino’s Pizza — Ya, di Korea pun ia benar-benar #1
Menjawab langsung pertanyaannya: ya, Domino’s mendominasi penjualan pizza Korea dengan selisih nyaman. Ia pemimpin pendapatan yang tak terbantahkan. Yang membuatnya menarik adalah menu yang diadaptasi lokal — pizza Kimchi Bulgogi dan Black Angus adalah kreasi Korea yang tak akan kamu temukan di Domino’s Chicago. Sistem antar dan takeout-nya paling terpoles di pasar, dan menu aplikasi berbahasa Inggris menjadikannya jalur paling minim hambatan bagi pelancong. Satu-satunya kekurangan: harganya berada di ujung atas spektrum pizza Korea. Aman, memuaskan, dan konsisten enak — hanya saja tidak terlalu menantang. 📍 Buka di Naver Map (Domino’s)
2. Pizza School — pizza utuh seharga uang receh
Pizza School adalah juara bertahan semesta pizza super murah Korea, dengan gerai waralaba terbanyak di antara semua jaringan pizza di negara itu (628 per pengungkapan Komisi Perdagangan yang Adil 2024, kemungkinan lebih banyak dalam praktiknya). Harganya adalah berita utamanya: satu pizza utuh hanya beberapa ribu won — jumlah uang yang biasa kamu keluarkan untuk sandwich minimarket. Ini bukan gourmet, dan ia tidak berpura-pura begitu. Yang ia tawarkan: panas, mengenyangkan, dan murahnya ajaib. Mahasiswa, penghuni kos, dan pekerja kantoran dengan anggaran makan siang ketat menjadikan Pizza School batu penjuru diam-diam kehidupan sehari-hari Korea. Bagi pelancong, memesannya bukan soal pencerahan kuliner melainkan soal memahami betapa terjangkaunya makanan sehari-hari di Korea. 📍 Buka di Naver Map (Pizza School)
3. Pizza Nara Chicken Princess — dua keinginan, satu pesanan
Namanya panjang bukan tanpa alasan: Pizza Nara Chicken Princess ada untuk menyelesaikan dilema paling Korea — “aku mau pizza sekaligus ayam goreng, dan aku tidak mau memilih.” Seluruh modelnya dibangun di sekitar set kombo yang membundel pizza dengan ayam goreng pada harga yang membuat memesan terpisah terlihat konyol. Ini pilihan default untuk kumpul-kumpul di mana separuh ruangan mau pizza dan separuh lagi mau ayam, yang di Korea praktis berarti setiap kumpul-kumpul. Dari sisi pendapatan, ia duduk nyaman di papan atas. 📍 Buka di Naver Map (Pizza Nara Chicken Princess)
4. Paik’s Boy Pizza — efek Baek Jong-won
Ketika restoratur paling terkenal Korea menempelkan namanya pada jaringan pizza, orang menaruh perhatian. Paik’s Boy Pizza dioperasikan The Born Korea, kerajaan kuliner Baek Jong-won — nama yang dikenal seisi rumah tangga Korea dan wajahnya ada di mana-mana, dari kotak makan siang minimarket sampai operasi waralaba raksasa. Pizzanya ramah kantong dan tanpa gaya-gayaan: topping yang familier, harga wajar, dan janji tersirat bahwa kalau Baek Jong-won ada di belakangnya, kualitasnya tidak akan mengecewakan. Mereknya berkembang cepat dan menanjak di peringkat pendapatan dengan laju kencang. Bagi pengunjung, ini kesempatan mencicipi sepotong semesta Baek Jong-won tanpa berkomitmen pada satu set makan Korea penuh. 📍 Buka di Naver Map (Paik’s Boy Pizza)
5–6. Banollim Pizza · Go Pizza — separuh-separuh dan panggang kayu personal
Banollim Pizza membangun pengikutnya lewat format separuh-separuh — satu pizza, dua rasa berbeda di tiap sisi — pada harga menengah yang terasa adil tanpa melenceng ke wilayah premium. Ini pilihan utilitarian saat tak seorang pun bisa sepakat soal topping.
Go Pizza bermain permainan yang sama sekali berbeda: ia menyajikan pizza panggang kayu berukuran personal yang dirancang untuk disantap satu orang, tanpa perlu berbagi. Sebagian besar gerainya ada di food court dan simpul transportasi, tempat mereka melontarkan pizza kecil yang segar dengan cepat. Kalau kamu bepergian sendirian dan gagasan menghabiskan satu pizza berukuran Korea terasa berat, Go Pizza adalah solusimu. 📍 Buka di Naver Map (Go Pizza)
Cara memesan seperti warga lokal — tips praktis untuk pelancong
Pertama, pakai Naver Map untuk menemukan gerai terdekat dan ambil takeout. Aplikasi delivery Korea (Baedal Minjok, Coupang Eats) memerlukan nomor telepon dan alamat lokal, yang menimbulkan gesekan bagi pengunjung jangka pendek. Solusinya sederhana: cari nama mereknya di Naver Map, temukan gerai terdekat, lalu telepon dulu atau langsung datang untuk takeout. Sebagian besar kedai ayam dan pizza di lingkungan permukiman memang disiapkan untuk pengambilan cepat.
Kedua, manfaatkan sistem “separuh-separuh” untuk ayam. Hampir setiap kedai ayam Korea menawarkan ban-ban — satu ayam utuh dibelah menjadi dua rasa (misalnya separuh goreng polos, separuh saus manis-pedas). Kalau pedas mengkhawatirkanmu, pilih “separuh goreng, separuh yangnyeom mild.” Ini cara paling pemaaf untuk bereksplorasi.
Ketiga, perhatikan tingkat kepedasan. Opsi pedas Jikoba, Goobne Volcano, dan apa pun berlabel buldak (ayam api) benar-benar panas bahkan menurut standar Korea. Kalau kamu menghindari pedas, mulailah dari mild (sunhanmat) atau polos (huraideu), dan selalu ambil acar lobak serta soda dingin yang datang bersama pesananmu — itu bukan hiasan opsional, itu alat bertahan hidup.
Keempat, cobalah yang murah setidaknya sekali. Pesan dari Pizza School atau Pizza Maru lalu lihat saja apa yang kamu dapat dengan beberapa ribu won. Lihat volume kotak Norang Tongdak. Kamu akan langsung paham kenapa orang Korea menyimpan merek-merek ini di panggilan cepat.
FAQ
Q. Saya tidak tahan pedas — apa yang sebaiknya saya pesan? Untuk ayam: goreng polos (huraideu), Kyochon Honey Combo (soy-garlic, tidak pedas), dan Keukeukeu Chicken dari 60-Gye semuanya pilihan aman. Hindari yangnyeom, buldak, Volcano, dan versi pedas Jikoba — atau minta yang mild. Pizza di Korea nyaris tak pernah pedas, jadi pesan saja dengan bebas.
Q. Kenapa ayam goreng Korea begitu mahal? Merek premium (BBQ, Kyochon, BHC) kini berkisar ₩20,000 per ayam utuh — harganya naik cukup terasa. Untuk pilihan hemat: Norang Tongdak, Jadam Chicken, dan 60-Gye lebih lembut di dompet. Di sisi pizza, Pizza School dan Pizza Maru jauh lebih murah daripada Domino’s. Jurang harga antara premium dan murah sangat lebar, jadi pilihan merekmu benar-benar berpengaruh.
Q. Bisakah saya menemukan merek-merek ini di seluruh Seoul? Bisa. Setiap merek dalam daftar ini adalah waralaba nasional dengan sebaran padat di Seoul — kamu akan melihatnya di kawasan ramai seperti Hongdae, Gangnam, dan Myeongdong, dan sama seringnya terselip di gang permukiman. Cari nama mereknya di Naver Map dan hampir pasti kamu menemukan satu dalam jarak jalan kaki.
Sumber data
- Kinerja 2025: Tiga Besar Ayam — BHC mengukuhkan #1 (4th Journal, KR)
- BBQ memimpin jumlah gerai, Kyochon memimpin pendapatan per gerai (4th Journal, KR)
- Persaingan Tiga Besar ayam memanas lagi — comeback Kyochon bikin jantungan (News2Day, KR)
- Rangkuman Ayam Paruh Pertama 2025: Menu paling dicari adalah ‘Kwasaking’ milik BHC (Financial Today, KR)
- Analisis Reputasi Merek Waralaba Ayam (Brand Research, KR)
- Jikoba Chicken — Namu Wiki (KR)
- 60-Gye Chicken — Namu Wiki (KR)
- Jadam Chicken — Namu Wiki (KR)
- Rangkuman Harga Ayam Boknal 2025 (eToday, KR)
- Pizza School — Namu Wiki (KR)
- Paik’s Boy Pizza — The Born Korea Resmi
- Peringkat Waralaba Pizza — Pendapatan, Gerai, Nilai (Startup Plus, KR)
- Analisis Waralaba: Tantangan IPO Go Pizza — Pendapatan per Gerai (Sky Daily, KR)