Panduan kuliner wisata Korea cenderung berfokus pada KBBQ, bibimbap, dan kafe kekinian terbaru. Tapi yang benar-benar paling sering dimakan orang Korea — di rumah, di minimarket, larut malam — adalah hal lain sama sekali: ramyeon instan. Masalahnya? Ramyeon yang terkenal di luar negeri (kebanyakan Buldak Bokkeumyeon) dan ramyeon yang benar-benar dimasukkan orang Korea ke keranjang belanja adalah dua makhluk yang mengejutkan bedanya. Berikut bukan daftar kurasi turis, melainkan panduan lokal yang berpijak pada data pembelian nyata, analisis reputasi merek, dan enam dekade sejarah — merek ramyeon yang sungguh-sungguh dimakan orang Korea, lengkap dengan peringkatnya, plus bagaimana selera itu berkembang.
Jawaban singkatnya
- No. 1 yang tak tergoyahkan untuk ramyeon bungkus adalah Shin Ramyun (Nongshim), dengan tingkat penetrasi pembelian rumah tangga 34.2% — diikuti Chapagetti dan Jin Ramen. Tiga inilah ramyeon harian Korea yang sesungguhnya.
- Buldak Bokkeumyeon, yang terkenal di luar negeri, jauh lebih besar di mancanegara — Samyang Foods memperoleh sekitar 80% pendapatannya dari luar. Di dalam negeri ia memuncaki metrik perbincangan, tapi ramyeon berkuah tetap mendominasi konsumsi harian.
- Busur 60 tahunnya berjalan begini: Samyang Ramen (1963) → era kuah pedas Shin Ramyun (1986) → ledakan kuah putih (2011) → Buldak dan globalisasi K-ramyeon (2012~) → Jjapaguri (2020) → era persaingan banyak merek (2025~).

Ramyeon apa yang paling banyak dimakan orang Korea saat ini?
Untuk ramyeon bungkus, Shin Ramyun No. 1 secara telak. Berdasarkan data pembelian nyata 2025, tingkat penetrasi rumah tangganya berada di 34.2% — artinya lebih dari satu dari tiga pembeli ramyeon Korea mengambil Shin Ramyun. Jin Ramen (18.7%) dan Buldak Bokkeumyeon (16.5%) membuntuti dari dekat, dengan Chapagetti melengkapi empat besar.
Meski begitu, peringkatnya bergeser tergantung metrik yang dipakai. Berdasarkan pendapatan ritel, urutannya Shin Ramyun → Chapagetti → Jin Ramen. Namun dalam survei reputasi merek — yang memperhitungkan perbincangan online dan volume penyebutan — Shin Ramyun dan Buldak Bokkeumyeon bertukar posisi No. 1 dan No. 2 setiap bulan, dengan Chapagetti stabil di No. 3. Pada peringkat reputasi merek Desember 2025, urutannya Shin Ramyun ke-1, Buldak Bokkeumyeon ke-2, Chapagetti ke-3, Samyang Ramen ke-4, dan Jin Ramen ke-5. Kalau ramyeon bungkus dan cup digabung, jagoan mi cup seperti Yukgaejang Sabalmyeon dan Wang Ttukkeong ikut menyeruak ke papan atas. Tabel di bawah merangkum berbagai sumber data itu menjadi satu peringkat representatif.
| # | Merek | Produsen | Jenis | Kata Warga Lokal |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Shin Ramyun | Nongshim | Kuah pedas | Penetrasi pembelian 34.2%, No. 1 tak terbantahkan selama 30+ tahun — tolok ukur ramyeon Korea |
| 2 | Chapagetti | Nongshim | Jjajang (kacang kedelai hitam) | “Setiap Minggu, akulah koki Chapagetti” — sinonim dengan ramyeon jjajang |
| 3 | Jin Ramen | Ottogi | Kuah (mild & pedas) | Penetrasi 18.7%, indeks momentum 124 — penantang terkuat takhta Shin Ramyun |
| 4 | Buldak Bokkeumyeon | Samyang Foods | Tumis pedas | Indeks momentum 138, raksasa ekspor, ~80% pendapatan dari luar negeri — ramyeon-nya dunia |
| 5 | Ansungtangmyun | Nongshim | Kuah gurih lembut | Kuah lembut berbasis doenjang, laris stabil sejak puluhan tahun |
| 6 | Neoguri | Nongshim | Seafood pedas | Mi tebal kenyal, sehelai rumput laut kelp — separuh dari persamaan Jjapaguri |
| 7 | Samyang Ramen | Samyang Foods | Kuah orisinal | Ramyeon pertama Korea (1963). Reboot 2025 ‘Samyang 1963’ terjual 7 juta bungkus di bulan pertama |
| 8 | Paldo Bibimmyeon | Paldo | Bibim dingin (musim panas) | Ikon musim panas yang manis-asam — penjualannya melonjak saat cuaca panas |
| 9 | Yukgaejang Sabalmyeon | Nongshim | Mi cup, kuah | Mi cup par excellence — andalan di kereta dan minimarket |
| 10 | Wang Ttukkeong | Paldo | Mi cup, kuah | Tutup lebar, pas untuk mencampur nasi setelah mi habis |
Kriteria pemilihan: Dirangkum dari data pembelian nyata 2025 (penetrasi rumah tangga, pangsa keranjang, indeks momentum relatif), analisis reputasi merek berbasis big data bulanan oleh Korea Brand Reputation Research Institute (September & Desember 2025), serta angka penjualan gabungan ramyeon bungkus·cup. Urutan dari No. 4 ke bawah bisa bervariasi tergantung lembaga riset dan metodologinya (hanya bungkus vs termasuk cup, hanya ritel vs seluruh kanal).
1. Shin Ramyun — tolok ukur ramyeon Korea
Diluncurkan pada 1986, inilah ramyeon yang memegang posisi No. 1 dalam penjualan dan pangsa pasar selama lebih dari 30 tahun — rasa yang terbayang di kepala orang Korea saat seseorang menyebut “ramyeon”. Dibangun di atas kuah berbasis daging sapi dengan tendangan pedas; tingkat kepedasannya sedang menurut standar global, jadi ini titik masuk yang solid bahkan untuk pemula. Shin Ramyun tersedia dalam versi bungkus, cup (Shin Cup, Big Bowl), bahkan versi tumis tanpa kuah. Satu catatan: data 2025 menunjukkan pangsa keranjangnya turun 2.4 poin persentase dibanding tahun sebelumnya, dan sebagian analis menunjuk keretakan pada model dominasi tunggalnya. Tetap saja — kalau kamu hanya mencoba satu ramyeon Korea, jadikan ini pilihannya.
2. Chapagetti — ramyeon jjajang yang tak butuh perkenalan
Diabadikan oleh slogan iklan “Setiap Minggu, akulah koki Chapagetti,” inilah ramyeon jjajang (saus kacang kedelai hitam) definitif Korea. Berbeda dari ramyeon berkuah, kamu membuang airnya lalu mencampur mi dengan bubuk jjajang — yang juga membuatnya pilihan bagus kalau kamu tidak tahan pedas. Tambahkan sebungkus ramyeon seafood pedas Neoguri dan kamu mendapatkan Jjapaguri, hidangan yang mencuri satu adegan di Parasite.
3. Jin Ramen — raja value yang mendekati takhta
Ramyeon andalan Ottogi, tersedia dalam versi mild (sunhanmat) dan pedas (maeunmat). Dengan tingkat penetrasi pembelian 18.7% dan indeks momentum 124 pada 2025, Jin Ramen adalah merek yang paling kredibel mengancam kekuasaan Shin Ramyun. Lintasan jangka panjangnya mencolok: dalam survei preferensi Gallup Korea, ia naik dari 3% pada 2004 menjadi 15% pada 2024 — naik lima kali lipat. Kalau kamu menghindari pedas, Jin Ramen Mild adalah perkenalan ideal ke ramyeon berkuah Korea.
4. Buldak Bokkeumyeon — lebih terkenal di luar daripada di rumah
Mi tumis berapi yang diluncurkan pada 2012 dan menunggangi gelombang challenge mi pedas di YouTube menuju ketenaran global. Kini diekspor ke sekitar 100 negara dengan penjualan kumulatif menembus 8 miliar bungkus dan menyumbang bagian terbesar pendapatan mancanegara Samyang Foods. Namun di Korea sendiri, ia lebih seperti kesenangan sesekali “saat aku ingin sesuatu yang pedasnya menyiksa” — penjualan luar negeri dengan nyaman mengerdilkan penjualan domestik. Versi orisinalnya benar-benar pedas; kalau kamu tidak dibangun untuk itu, mulailah dari Carbonara Buldak yang lebih lembut (ya, ada versi rasa carbonara).
📍 Buka di Naver Map (cari minimarket & supermarket)
5–10. Ansungtangmyun · Neoguri · Samyang Ramen · Paldo Bibimmyeon · mi cup — jajaran lokal yang layak dikenal
Ansungtangmyun menonjolkan kuah doenjang (pasta kedelai) yang lembut dan gurih — ideal kalau makanan pedas bukan seleramu. Neoguri adalah ramyeon seafood pedas dengan mi tebal kenyal dan sehelai rumput laut kelp khas di tiap bungkus. Samyang Ramen adalah yang orisinal, lahir pada 1963; pada November 2025 perusahaannya merilis Samyang 1963, kebangkitan modern resep aslinya yang terjual 7 juta bungkus di bulan pertama. Paldo Bibimmyeon, dengan sausnya yang manis-asam, adalah jagoan musiman yang melonjak tiap musim panas, dan Yukgaejang Sabalmyeon · Wang Ttukkeong adalah mi cup andalan di meja minimarket dan perjalanan kereta di seluruh negeri.
Bagaimana selera ramyeon Korea berubah dari dekade ke dekade?
Enam puluh tahun ramyeon Korea bisa dirangkum begini: era kuah → era pedas → era globalisasi → era persaingan banyak merek. Berikut rinciannya per era, dengan ramyeon penentu tiap periode dan apa yang bergeser.
| Periode | Ramyeon Penentu | Apa yang berubah |
|---|---|---|
| 1963–1970-an | Samyang Ramen | Mi instan pertama Korea — pengganti nasi yang murah di masa kelangkaan pangan |
| 1980-an | Ansungtangmyun · Neoguri · Chapagetti · Shin Ramyun | Rentetan sukses Nongshim; Shin Ramyun (1986) membuka era “kuah pedas” |
| 1989 | (Skandal lemak industri) | Samyang Foods dihantam tuduhan memakai lemak sapi industri — posisi No. 1 Nongshim mengeras |
| 1990-an | Shin Ramyun · Samyang Ramen | Dominasi Nongshim mengunci; masa keemasan Shin Ramyun |
| 2000-an | Shin Ramyun · diversifikasi mi cup | Ledakan minimarket memacu pasar mi cup dan mangkuk |
| 2011 | Kkokkomyeon · Nagasaki Jjamppong | Pemberontakan “kuah putih” — tren sesaat sebelum pasar kembali ke kuah pedas |
| 2012~ | Buldak Bokkeumyeon | Mi tumis pedas menyalakan sumbu ledakan K-ramyeon global |
| 2020 | Jjapaguri (Chapagetti + Neoguri) | Parasite menjadikannya sensasi global; budaya mencampur ramyeon jadi arus utama |
| Pertengahan 2020-an | Seri Buldak · Samyang 1963 · The Hot Yeol Ramen | Ekspor melewati 2 triliun won untuk pertama kalinya; pasar domestik bergeser dari monopoli Shin Ramyun ke medan multipolar |
Beberapa benang jelas terlihat sepanjang linimasa ini. Pertama, tongkat estafet berpindah dari Samyang ke Nongshim. Samyang Ramen memang yang pertama, tetapi pada 1980-an Nongshim melepaskan rentetan sukses — Ansungtangmyun, Neoguri, Chapagetti, Shin Ramyun — yang membentuk ulang lanskapnya. Skandal lemak industri 1989 (Samyang dituduh memakai lemak sapi kelas industri, memicu kegemparan nasional) memukul Samyang begitu keras sehingga kepemimpinan pasar Nongshim tak pernah goyah lagi.
Kedua, eskalasi kepedasan yang terus berjalan. Setelah Shin Ramyun mempopulerkan “kuah pedas” pada 1986, sempat ada pemberontakan kuah putih pada 2011 yang dipimpin Kkokkomyeon dan Nagasaki Jjamppong, tetapi tidak bertahan. Pasar akhirnya membelok ke panas yang lebih ganas — wilayah Buldak.
Ketiga, globalisasi dan putar balik yang menyertainya. Kombinasi pukulan Buldak Bokkeumyeon (2012) dan Jjapaguri (2020) membuka pintu air global. Pasar ramyeon Korea kini mencakup kira-kira 3 triliun won di dalam negeri plus sekitar 2 triliun won ekspor (dilewati untuk pertama kali pada 2025), menjadikannya industri 5 triliun won. Subplot yang menarik: per 2025, Samyang Foods menumbuhkan pendapatan +36%, jauh melampaui Nongshim yang +2.2% — mengisyaratkan pergeseran tektonik lain setelah 60 tahun.
Tips membeli dan memasak ramyeon untuk pelancong
Pertama, di mana membelinya — minimarket dan hipermarket. Untuk beli satuan, mampir ke CU, GS25, atau 7-Eleven mana pun. Untuk memborong murah, pergilah ke toko besar seperti E-mart atau Lotte Mart, atau bahkan Daiso. Kebanyakan minimarket punya dispenser air panas dan microwave, jadi kamu bisa membuat mi cup di tempat; banyak cabang bahkan punya mesin memasak ramyeon instan.
Kedua, begini cara memasak ramyeon bungkus dengan benar. Didihkan sekitar 550 ml air, masukkan mi bersama bubuk bumbu·serpihannya sekaligus, dan masak 4–5 menit. Pecahkan sebutir telur, taburkan daun bawang, atau letakkan selembar keju di atasnya untuk menyantapnya seperti warga lokal. Kalau penginapanmu tidak punya dapur, mi cup (tuang air panas, tunggu 3–4 menit) adalah jalur paling gampang.
Ketiga, waspadai kepedasannya. Buldak Bokkeumyeon Original, Shin Ramyun, dan Yeol Ramen betul-betul pedas menurut standar global. Kalau kamu tidak terbiasa makanan berapi, mulailah dari Jin Ramen Mild, Ansungtangmyun, atau Chapagetti. Untuk yang pedas, seteguk susu atau selembar keju sangat menolong.
Keempat, coba kombinasi ala Korea. Chapagetti + Neoguri (Jjapaguri), ramyeon dengan gimbap atau nasi kepal segitiga (samgak-gimbap), dan mencampurkan nasi ke sisa kuah adalah cara-cara makan yang kanonik di Korea. Ambil samgak gimbap dari kulkas minimarket dan kamu baru saja menyusun santapan setingkat warga lokal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q. Saya tidak tahan pedas — ramyeon mana yang harus dipilih? Untuk ramyeon berkuah, pilih Jin Ramen Mild atau Ansungtangmyun. Untuk yang tanpa kuah, Chapagetti pilihan aman. Hindari Shin Ramyun, Buldak Bokkeumyeon, dan Yeol Ramen — atau jinakkan dengan susu atau keju.
Q. Ramyeon mana yang bagus buat oleh-oleh? Seri Buldak Bokkeumyeon (Original, Carbonara, Cream Cheese, dan varian lainnya), Chapagetti, dan Shin Ramyun semuanya pilihan solid yang namanya dikenal di luar negeri. Multi-pack di hipermarket adalah cara termurah membelinya, dan kamu sering menemukan paket variasi berisi aneka rasa.
Q. Bisakah saya makan mi cup langsung di minimarket? Bisa. Hampir setiap minimarket punya dispenser air panas, microwave, dan area duduk — beli mi cup lalu santap di tempat. Jangan lupa ambil sepasang sumpit kayu sekalian.
Kredit Gambar
- Tampilan lorong ramyeon: (kredit · pembuat · lisensi menyusul)
- Shin Ramyun: (kredit · pembuat · lisensi menyusul)
- Chapagetti: (kredit · pembuat · lisensi menyusul)
- Jin Ramen: (kredit · pembuat · lisensi menyusul)
- Buldak Bokkeumyeon: (kredit · pembuat · lisensi menyusul)
- Jajaran ramyeon: (kredit · pembuat · lisensi menyusul)
Sumber data
- Pangsa Pasar Ramyeon 2025 — Merek Pemenang dan 5 Wawasan dari Data Pembelian (remited, 2026.04.28)
- Reputasi Merek Ramyeon September 2025… ke-1 Buldak Bokkeumyeon, ke-2 Shin Ramyun, ke-3 Chapagetti — The Fair News
- Reputasi Merek Ramyeon Desember 2025… Shin Ramyun · Buldak Bokkeumyeon · Chapagetti berurutan — Energy News
- Penjualan Luar Negeri Mendekati ‘2 Triliun Won’… Samyang Foods, ‘Phoenix’ yang Bangkit di Atas Buldak? — Bizwatch (2025.11.24)
- Ramyeon Apa yang Paling Populer di Korea?… No. 2 adalah ‘Chapagetti’ — Daum News
- Samyang Ramen — Wikipedia (Korea)
- Ramyeon/Sejarah — Namu Wiki
- Sejarah Ramyeon Korea: Bagaimana Ia Menjadi ‘Makanan Nasional’ — Seah Group
- Buldak Bokkeumyeon — Namu Wiki
- Kenapa Buldak Bokkeumyeon Begitu Populer di Luar Negeri — NEXT ECONOMY