Jawaban singkatnya

  • Seoul dihuni 9.4 juta orang, tapi gunung dan sungai membelahnya begitu saja — dan babi hutan, anjing rakun, rusa air, berang-berang, serta kucing kuwuk memang benar-benar tinggal di sini.
  • Satu-satunya yang sungguh berbahaya adalah babi hutan. Sisanya lebih dulu menghindari manusia — tapi jangan pernah menyentuh anjing rakun (tingkat infeksi kudis 54.8%).
  • Aturannya sama untuk semua situasi: jangan lari · jangan beri makan · jangan mendekat demi foto · telepon 119.

Ada satu fakta tentang Seoul yang biasanya paling belakangan diketahui pelancong: kota ini punya satwa liar yang mengejutkan banyaknya. Kamu memang tidak akan berpapasan dengan babi hutan di tengah Gangnam, tapi jalanan kafe di kaki Bukhansan dan jalur tepi sungai sebelum fajar adalah cerita lain. Pada 2025, pemadam kebakaran Seoul dipanggil 494 kali gara-gara babi hutan.

Panduan ini terdiri dari dua bagian: panduan lapangan satwa liar Seoul di depan, dan manual bertahan hidup per spesies di belakang.

494pengerahan
Pengerahan pemadam kebakaran Seoul untuk insiden babi hutan pada 2025 (turun 16% dari 589 pada 2024)
1,445penyelamatan
Penyelamatan anjing rakun secara nasional pada 2024 (tiga kali lipat dari 479 pada 2022)
16/25 distrik
Distrik Seoul tempat anjing rakun sudah dikonfirmasi ada (Seoul Institute)
54.8%
Proporsi anjing rakun Seoul hasil penyelamatan yang terinfeksi kudis (scabies)

Kenapa Seoul punya satwa liar?

Sebagian besar wilayah Seoul adalah pegunungan. Taman Nasional Bukhansan menyelimuti seluruh sisi utara kota, sementara Gwanaksan, Cheonggyesan, Achasan, dan Inwangsan tertanam di mana-mana. Di atas itu semua, Sungai Han dan anak-anak sungainya — Jungnangcheon, Cheonggyecheon, Yangjaecheon — mengalirkan air ke seluruh penjuru. Dengan kata lain, Seoul adalah kota tempat gunung dan sungai membentuk satu jaringan yang tersambung. Bagi hewan, itu berarti habitat lengkap dengan koridor perjalanan yang terjamin.

Paradoksnya: jumlah hewan naik justru karena kotanya membaik

Sejak dekade 2020-an, Seoul terus mengonfirmasi kehadiran predator puncak satu demi satu — berang-berang, kucing kuwuk, hantu jenggot Eurasia. Dalam ekologi, menetapnya predator puncak dibaca sebagai tanda bahwa rantai makanan di bawahnya berjalan stabil. Ini hasil dari membaiknya kualitas air Sungai Han dan pemulihan aliran-aliran kecil. Naiknya perjumpaan dengan babi hutan dan anjing rakun berasal dari sumber yang sama — populasinya bertumbuh, habitatnya kini menempel ke kota, dan titik singgungnya berlipat ganda.


Siapa saja yang tinggal di Seoul? Panduan lapangan

🐗
Babi hutan
Satu-satunya hewan yang benar-benar berbahaya di Seoul. Paling sering terlihat di Jongno, Eunpyeong, Dobong, Gangbuk, dan Seongbuk — distrik yang menempel Bukhansan dan Dobongsan. Aktif malam dan menjelang fajar.
🦝
Anjing rakun
Terkonfirmasi di 16 dari 25 distrik Seoul. Umum dijumpai di sepanjang aliran sungai, taman bunga kompleks apartemen, dan taman kota. Tidak terlalu takut manusia, tapi pembawa penyakit yang serius.
🦌
Rusa air
Rusa yang nyaris endemik Korea. Taring yang mencuat dari mulutnya bikin orang kaget, padahal ia herbivora pemalu. Terlihat di tepian Sungai Han dan aliran sungai di pinggiran kota.
🦦
Berang-berang
Spesies terancam punah Kelas I sekaligus Monumen Alam. Pada Maret 2024, seekor berang-berang yang sedang berenang terekam warga di ruas Cheonggyecheon 6-ga. Ini "jackpot" satwa liar Seoul.
🐈‍⬛
Kucing kuwuk
Satu-satunya kucing liar asli yang tersisa di Semenanjung Korea. Ukurannya kira-kira sebesar kucing rumahan yang besar. Terkonfirmasi hidup di sepanjang Sungai Han, tapi karena nokturnal, perjumpaan sangat langka.
🦅
Alap-alap · hantu jenggot Eurasia
Keduanya Monumen Alam. Alap-alap adalah raptor "urban" yang bersarang di tepian atap gedung tinggi seolah-olah itu tebing — kamu bisa melihatnya melayang bahkan di tengah kota.

Di luar itu semua: tupai merah dan chipmunk (di setiap taman), musang, tikus tanah, kelelawar, ayam hutan, kuntul, dan cangak abu-abu (di perairan dangkal anak Sungai Han) — dan ular.

🔍 Satwa liar Seoul — tingkat kesulitan perjumpaan dan bahayanya sekilas

HewanWilayah utamaPeluang bertemuBahayaAturan emas
Babi hutanPermukiman dan jalur setapak dekat Bukhansan·DobongsanRendah (fluktuasi musiman besar)⚠️ TinggiJangan lari — cari perlindungan, telepon 119
Anjing rakunAliran sungai, taman, kompleks apartemenSedang⚠️ Sedang (penyakit)Jaga jarak 1–2 m, jangan disentuh
Rusa airTepian Sungai Han, sungai pinggiranRendahRendahBeri jalan dan tunggu sampai lewat
Berang-berangCheonggyecheon·Jungnangcheon·aliran utama Sungai HanSangat rendahTidak adaAmati diam-diam dari jauh. Jangan mendekat
Kucing kuwukSepanjang Sungai HanAmat sangat rendahRendahNokturnal. Jalan terus saja
Ular (keluarga viper)Semak jalur setapak, lahan basah Taman Sungai HanSedang saat musim panas⚠️ Tinggi (berbisa)Jangan diganggu — kalau tergigit, langsung telepon 119
Tupai & chipmunkSemua taman, Namsan, Seoul ForestSangat tinggiTidak adaJangan beri makan
Kuntul & cangak abu-abuPerairan dangkal anak Sungai HanTinggiTidak adaJangan dekati sarang

Bertemu babi hutan? Tiga menit yang paling menentukan

Langsung ke intinya: jangan lari. Membalikkan badan lalu kabur adalah hal paling berbahaya yang bisa kamu lakukan — itu memicu respons mengejar pada babi hutan. Begitu juga berteriak, mengibaskan tangan, atau melempar batu.

Situasi 1 — babi hutan sudah melihatmu (mata bertemu)

  • Berhenti dengan tenang, tetap jaga kontak mata. Jangan membalikkan badan.
  • Berlindung di balik pohon, batu, atau tiang listrik terdekat.
  • Kalau serangan terasa akan terjadi, naiklah ke tempat yang lebih tinggi yang tak bisa dipanjat babi hutan.
  • Tahan tas atau barang bawaan di depan tubuh sebagai perisai.

Situasi 2 — babi hutan belum menyadari kehadiranmu

  • Jangan bersuara sedikit pun dan mundur diam-diam lewat jalan yang tadi kamu lalui.
  • Jangan coba memotret atau merekam. Blitz terutama sangat terlarang.
  • Begitu kamu aman, telepon 119 sambil menyebutkan lokasimu.
Lima hal yang tidak boleh kamu lakukan: ① lari ② berteriak atau mengibaskan tangan ③ melempar batu atau mengancam dengan tongkat ④ mendekat demi foto ⑤ mencoba mengusirnya sendiri. Kelima hal inilah penyebab sebagian besar cedera.

Kapan dan di mana harus waspada

Babi hutan bergerak terutama saat malam dan menjelang fajar. Secara musiman, bahayanya memuncak pada akhir musim gugur hingga awal musim dingin, ketika makanan menipis, dan pada musim semi, ketika induk berjalan bersama anak-anaknya. Induk yang membawa anak adalah yang paling agresif dari semuanya — kalau kamu melihat babi hutan kecil, anggap induknya ada di dekat situ dan segera mundur.

Pada 2024, pengerahan pemadam kebakaran terkait babi hutan per distrik Seoul adalah: Jongno 113, Eunpyeong 111, Dobong 97, Gangbuk 86, Seongbuk 68. Kalau kamu berencana mendaki atau lari pagi buta di sekitar Buam-dong, Pyeongchang-dong, Jeongneung, Suyu, atau Ui, ingat baik-baik angka-angka ini.

Seoul telah memasang 184 perangkap tangkap dan 18.8 km pagar penghalang untuk menahan babi hutan tetap di luar kota — dan itu berhasil, dengan pengerahan turun dari 589 pada 2024 menjadi 494 pada 2025.


Bertemu anjing rakun? Kelucuannya adalah jebakan

Mamalia liar yang paling mungkin benar-benar kamu temui di Seoul adalah anjing rakun. Ia berjalan santai di jalur tepi sungai, taman bunga kompleks apartemen, dan kolong bangku taman tanpa beban sedikit pun. Ia tidak terlalu takut manusia, jadi bisa saja malah mendekat. Di situlah masalah dimulai.

Dari anjing rakun yang diselamatkan Seoul Wildlife Rescue Center, 54.8% terinfeksi kudis (scabies). Tungaunya menumpang di kulit manusia, anjing, dan kucing serta menimbulkan gatal hebat, dengan gejala muncul setelah masa inkubasi 4–6 minggu. Terpisah dari itu, ada risiko rabies dan tetanus.

4 langkah saat berpapasan dengan anjing rakun

  • Jaga jarak 1–2 m. Kalau ia mendekat, kamu yang mundur.
  • Jangan pernah menyentuhnya. Dan jangan pernah memberinya makan — anjing rakun yang pernah diberi makan akan terus mendekati manusia sampai akhirnya harus dieutanasia.
  • Segera gendong anjing peliharaanmu. Kontak antara anjing dan anjing rakun adalah skenario paling berbahaya.
  • Kalau kamu melihat satu ekor dengan kerontokan bulu parah dan kulit abu-abu yang pecah-pecah (kudis stadium lanjut), jangan mendekat — telepon 02-880-8659.

Kalau kamu digigit atau tercakar, cuci lukanya dengan sabun dan air mengalir minimal 15 menit, lalu segera ke rumah sakit. Untuk suntikan rabies pascapaparan, waktu adalah segalanya.


Ular — ancaman nyata di jalur setapak musim panas

Korea punya empat spesies ular berbisa: short-tailed mamushi (살모사), Ussuri mamushi (쇠살모사), rock mamushi (까치살모사), dan tiger keelback (유혈목이). Semuanya pernah ditemukan di semak jalur setapak Seoul dan lahan basah Taman Sungai Han. Sebagian besar ular lebih dulu menghindari manusia, tapi kelompok viper tidak gampang kabur — di situlah gigitan akibat terinjak tak sengaja terjadi.

Pencegahan — dasar-dasar mendaki di musim panas

  • Sepatu gunung yang menutup mata kaki dan celana panjang. Sebagian besar gigitan ular mengenai mata kaki.
  • Tetap di jalur yang bertanda; jangan menerobos semak.
  • Kalau melihat ular, jangan memancingnya — tunggu dari jarak aman sampai ia berlalu.
Kalau tergigit — obat kampung yang harus dihindari: mengisap bisa dengan mulut (bisa masuk lewat luka di mulut), minum alkohol atau menyiramkannya ke luka (peredaran darah yang lebih cepat menyebarkan bisa lebih cepat), menyayat luka. Sebagai gantinya: menjauh dari ular → minimalkan gerakan → telepon 119. Makin cepat detak jantungmu, makin cepat bisa menyebar.

Ingin sengaja melihatnya? Titik pengamatan satwa liar di Seoul

Kalau yang kamu cari adalah pengamatan alih-alih manajemen risiko, Seoul punya beberapa tempat yang benar-benar bagus.

Bamseom — lahan basah Ramsar di tengah metropolis

Sebuah pulau tak berpenghuni di bawah Jembatan Seogang, antara Yeouido dan Mapo. Ditetapkan sebagai kawasan konservasi lanskap ekologis pada 1999 dan lahan basah Ramsar pada 2012. Selain alap-alap dan hantu jenggot (keduanya Monumen Alam), pulau ini menampung burung migran terancam punah seperti elang ekor putih, elang laut Steller, angsa whooper, angsa bean, dan bangau berleher putih. Akses publik dibatasi — amati dari Menara Pandang Burung Migran Bamseom di ujung selatan hamparan rumput luas Taman Sungai Han Yeouido. Musim dingin (November–Februari) adalah puncaknya.

📍 Buka di Naver Map

Seoul Forest · Taman Namsan — tempat paling gampang untuk melihat tupai merah dan chipmunk. Seoul Forest bahkan punya area rusa yang berkeliaran bebas. Yang penting, jangan diberi makan.

📍 Buka di Naver Map

Jungnangcheon · Cheonggyecheon bagian hilir — ruas-ruas tempat jejak berang-berang sudah terkonfirmasi. Kuntul dan cangak abu-abu nyaris pasti terlihat; kalau benar-benar beruntung, seekor berang-berang saat fajar. Berang-berang adalah spesies terancam punah Kelas I — kalau kamu menemukannya, jangan mendekat, cukup amati dari jauh.

📍 Buka di Naver Map


Ke mana melapor — nomor sesuai situasi

📞 Kontak satwa liar Seoul (termasuk dukungan bahasa asing)

SituasiKontakCatatan
Darurat — kemunculan babi hutan, gigitan ular11924 jam. Tersedia penerjemah bahasa Inggris
Hewan terluka atau sakit02-880-8659 (Seoul Wildlife Center)Sebutkan lokasi, jenis, dan kondisinya
Pertanyaan & keluhan lain120 (Seoul Dasan Call Center)Penerjemah bahasa Inggris, Mandarin, Jepang
Pertanyaan wisata umum1330 (penerjemahan pariwisata)24 jam, multibahasa

Menemukan hewan terluka? Jangan malah melukainya saat menolong

  • Sebelum petugas penyelamat tiba, jangan sentuh dan jangan beri makanan atau air.
  • Jangan mengangkutnya sendiri dengan mobilmu. Itu berbahaya bagi hewan maupun manusia.
  • Anak hewan biasanya bukan kasus penyelamatan. Induknya sering ada di dekat situ, dan ia tak akan kembali selama ada manusia. Kalau tidak ada luka yang terlihat, amati dari kejauhan beberapa saat sebelum memutuskan.

Kesimpulannya

Peluangmu benar-benar bermasalah dengan satwa liar selama liburan ke Seoul itu kecil. Di Myeongdong, Gangnam, dan Hongdae, praktis nol. Tapi kalau kamu berjalan-jalan saat fajar di permukiman kaki Bukhansan, mendaki di musim panas, atau lari di sepanjang anak Sungai Han, panduan ini bisa jadi penting.

Yang perlu diingat cuma tiga baris. Jangan lari. Jangan sentuh. Jangan beri makan. Dan kalau ragu, telepon 119.