Susurilah Seoul dan kamu akan mulai menyadari sesuatu yang ganjil — dan begitu melihatnya, kamu tidak bisa lagi tidak melihatnya. Toko roti bernama keprancis-prancisan di sudut jalan. Kedai es krim merah muda di seberangnya. Papan donat oranye dua blok ke bawah. Kedai burger dengan antrean abadi. Semuanya tampak seperti perusahaan yang sepenuhnya terpisah — sebagian dari Prancis, sebagian dari Amerika. Tapi begini soalnya: di Korea, semuanya perusahaan yang sama.
Kenalkan, SPC Group — toko roti yang tumbuh jadi kerajaan makanan begitu diam-diam dan begitu tuntas sehingga sebagian besar pelancong tidak pernah sadar mereka sudah memasuki belasan gerai SPC saat waktunya pulang. Inilah ceritanya.
Versi singkatnya
· Paris Baguette, Baskin-Robbins, Dunkin', Shake Shack, Caffè Pascucci = semuanya dijalankan SPC Group di Korea.
· SPC bermula sebagai toko roti mungil pada 1945, tumbuh jadi perusahaan di balik roti-roti paling terkenal Korea, dan kini menjalankan 52 anak usaha, 40+ merek, ~6,500 gerai.
· Pada Januari 2026, SPC resmi beralih ke struktur perusahaan induk dengan nama Sangmidang Holdings—meski semua orang tetap menyebutnya SPC.
Jadi Paris Baguette bukan Prancis?
Sedikit pun tidak. Namanya, logonya, seluruh estetika “bonjour” itu — semuanya branding, dan branding yang brilian pula. Paris Baguette lahir di Seoul. SPC membuka gerai pertamanya dekat Gwanghwamun Square pada 23 Juni 1988, dengan gagasan sederhana: bawa cara memanggang ala Eropa ke Korea, tapi bikin ia Korea.
Ironinya nyaris terlalu nikmat. Toko roti pura-pura Prancis ini benar-benar sampai ke Prancis sungguhan. Pada Juli 2014, Paris Baguette membuka gerai Paris pertamanya di kawasan Châtelet, disusul yang kedua dekat Opéra pada Juli 2015. Bayangkan jaringan Korea menjual croissant dua blok dari pâtisserie Prancis asli — dan bertahan. (Memang bertahan.) Hari-hari ini, kamu juga akan menemukan Paris Baguette di AS (200+ gerai, kebanyakan di sekitar New York), Tiongkok, Vietnam, Singapura, Inggris, Kanada, Indonesia, dan Mongolia. Tidak buruk untuk toko roti yang bermula sebagai sebuah konsep.
Bagaimana dengan Dunkin’, Baskin-Robbins, dan Shake Shack?
Mereknya Amerika. Gerai Korea-nya? Semua SPC. Ketika jaringan global ingin masuk ke Korea, mereka biasanya butuh mitra lokal yang paham pasarnya. Untuk ketiga merek ini, mitra itu adalah SPC — sudah puluhan tahun.
| Merek | Asal | Operator di Korea | Gerai Korea Pertama |
|---|---|---|---|
| Baskin-Robbins | AS | BR Korea (anak usaha SPC) | 1986, Myeongdong |
| Dunkin’ (dulu Dunkin’ Donuts) | AS | BR Korea (anak usaha SPC) | 1994, Itaewon |
| Shake Shack | AS | Paris Croissant (anak usaha SPC) | Juli 2016, Gangnam |
BR Korea didirikan pada 1985 sebagai usaha patungan antara SPC dan Baskin-Robbins. Shake Shack Korea dioperasikan Paris Croissant, anak usaha SPC yang sama yang menjalankan Paris Baguette dan Caffè Pascucci.
Inilah kenapa menu Dunkin’ dan Baskin-Robbins versi Korea punya sentuhannya sendiri — dan jujur saja, versi Korea sering kali lebih menarik. Bingsu (es serut) musiman di Baskin-Robbins. Donat khusus Korea di Dunkin’. Item Shake Shack edisi terbatas yang tidak bisa kamu dapat di tempat lain. Semuanya bagian dari permainan lokalisasi, dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Ketika Shake Shack Gangnam buka pada 2016, antrean hari pertamanya mengular berjam-jam. Orang Korea suka hal baru, apalagi kalau datang dengan menu khusus Korea.
Cerita asal-usulnya — semua bermula dari roti
Sebelum waralaba, sebelum kerajaan korporat, yang ada hanyalah sebuah toko roti kampung. Pada Oktober 1945 — beberapa bulan setelah kemerdekaan Korea — seorang pria bernama Heo Chang-seong membuka toko kecil bernama Sangmidang di wilayah yang kini jadi Korea Utara. Setelah pindah ke selatan, dia mendirikan Samlip Confectionery pada 1959, yang menjadi Samlip Foods pada 1968, meletakkan fondasi industri roti modern Korea.
Kalau kamu pernah memakan roti krim Korea (yang lembek dan terbungkus plastik itu) atau hoppang mengepul di hari musim dingin yang dingin, kamu sudah mencicipi warisan Samlip. DNA SPC adalah roti. Kedai kopi, kedai burger, dan gerai es krim semuanya datang belakangan — tapi jiwa perusahaan ini masih ada di toko roti pertama itu.
| Tahun | Tonggak |
|---|---|
| 1945 | Toko roti Sangmidang buka — benih SPC ditanam |
| 1959 | Samlip Confectionery didirikan |
| 1964 | Roti krim berbungkus plastik pertama di Korea — ikon toko kelontong sejak saat itu |
| 1985 | Usaha patungan dengan Baskin-Robbins → BR Korea lahir |
| 1986 | Baskin-Robbins pertama buka di Myeongdong |
| 1988 | Paris Baguette pertama buka di Gwanghwamun (23 Juni) |
| 1994 | Dunkin’ pertama buka di Itaewon |
| 2004 | SPC Group resmi diluncurkan sebagai merek terpadu |
| 2014 | Paris Baguette mendarat di Paris, Prancis (Châtelet) |
| 2015 | Paris Baguette kedua di Paris (Opéra) |
| 2016 | Shake Shack pertama di Korea (Gangnam, Juli) |
| 2026 | Perusahaan induk Sangmidang Holdings diluncurkan (Januari) |
Sumber: linimasa resmi SPC Group/Sangmidang Holdings, Wikipedia.
Berapa banyak merek SPC yang benar-benar akan kamu lihat?
Semuanya. Terus-menerus. Di seluruh Korea, SPC menjalankan kira-kira 6,500 gerai di bawah 40+ nama merek. Sebagai pelancong di Seoul, inilah yang akan kamu temui — entah kamu mencarinya atau tidak:
🏷️ Merek SPC yang akan kamu lihat di mana-mana di Seoul
| Merek | Apa Itu | Perkiraan Gerai di Korea |
|---|---|---|
| Paris Baguette | Bakery-kafe | ~3,700 |
| Baskin-Robbins | Es krim | ~1,600 |
| Dunkin’ | Donat & kopi | ~900 |
| Caffè Pascucci | Kafe gaya Italia | ~450 |
| Shake Shack | Burger premium | Kawasan komersial besar |
| Jamba Juice | Smoothie & jus | Lokasi pusat kota |
Jumlah gerai adalah perkiraan, berdasarkan laporan industri dan pemberitaan media. Angka 3,700 untuk Paris Baguette berasal dari data Desember 2024 (Forbes, Wikipedia). Angkanya mungkin sedikit bergeser pada 2026.
Paris Baguette sendiri mencatat lebih dari 3,700 gerai secara nasional. Itu lebih banyak daripada McDonald’s dan Starbucks digabungkan di Korea. Tambahkan Baskin-Robbins dan Dunkin’ ke dalam campurannya, dan menghabiskan sehari di Seoul tanpa melewati satu pun merek SPC jadi benar-benar sulit. Coba saja. Kamu akan kalah.
Kenapa pelancong harus peduli?
Karena di kota yang asing, keakraban adalah kelegaan. Gerai Paris Baguette ada di mana-mana. Bersih, punya toilet dan Wi-Fi, buka pagi-pagi, dan kualitasnya luar biasa konsisten dari cabang ke cabang. Untuk sarapan cepat, kopi darurat, atau sekadar tempat duduk dan mengatur ulang rencana, mereka termasuk pilihan paling aman di kota ini.
Dunkin’ dan Baskin-Robbins melayani tujuan yang sama — menu yang bisa ditebak, harga yang bisa ditebak, nol kejutan. Kalau kamu bepergian bersama anak-anak, atau perutmu butuh jeda dari makanan Korea yang pedas, tempat-tempat ini adalah tombol jeda yang nyaman. Tapi jangan cuma memesan yang biasa. Buru item khusus Korea: bingsu musiman di Baskin-Robbins, donat edisi terbatas di Dunkin’, kue berbahan lokal di Paris Baguette. Papan nama sama, menu berbeda. Akrab, tapi baru — dan di situlah titik manisnya.
Ke mana harus pergi
Ingin memeriksanya sendiri? Berikut beberapa titik awal. Harga dan jam buka berbeda tiap lokasi, jadi pastikan lagi sebelum berangkat.
Shake Shack — Gangnam (yang Pertama di Korea) Inilah yang memulai semuanya pada Juli 2016. Hari pembukaannya menarik kerumunan masif — momen penting dalam dunia burger Seoul, dan burgernya masih layak sampai sekarang. 📍 Buka di Naver Map
Paris Baguette — Di Mana-mana (coba Myeongdong atau Gwanghwamun) Dengan 3,700+ gerai, kamu tidak perlu mencari susah-susah. Yang berada di kawasan wisata ramai cenderung punya menu lebih luas dan tempat duduk lebih banyak. Berjalanlah lima menit ke arah mana pun dan kamu akan menemukannya — pada titik ini rasanya nyaris seperti permainan. 📍 Buka di Naver Map
Baskin-Robbins — kawasan Myeongdong Rumah bagi Baskin-Robbins pertama di Korea pada 1986. Kawasan Myeongdong masih punya beberapa gerai, sempurna untuk asupan gula di tengah belanja — dan bingsu musimannya layak diburu. 📍 Buka di Naver Map