Di Korea, kata galbi sekaligus berarti tiga hal: sebuah potongan (daging di sekitar iga sapi atau babi), sebuah metode memasak (dimarinasi lalu dipanggang di atas arang), dan sebuah merek daerah (wang galbi Suwon, galbi babi Mapo).

Karena ketiganya bercampur di menu, pengunjung yang melirik menu restoran galbi bisa menemukan dua hidangan yang sama-sama disebut “galbi” dengan selisih harga sepuluh kali lipat. Inilah asal jurang tersebut.

Jawaban singkatnya

  • Galbi babi ₩16,000–20,000 per porsi / galbi hanwoo ₩55,000–110,000. Kata yang sama, dua santapan yang benar-benar berbeda.
  • Saenggalbi = tanpa marinasi, yangnyeom galbi = dimarinasi. Yang tanpa marinasi lebih mahal, karena bumbu marinasi bisa menyembunyikan kondisi dagingnya.
  • Wang galbi Suwon = asal-usul galbi sapi. Bermula di Hwachunok pada 1945. Identitasnya adalah iga 17 cm dan bumbu garam, bukan kecap asin.
  • Mapo = asal-usul galbi babi di Seoul. Choedae Pojip buka di bundaran Gongdeok pada 1956.
  • LA galbi = metode pemotongan, bukan daging sapi Amerika. Irisan melintang tipis tegak lurus tulang, diimpor balik ke Korea pada akhir 1980-an oleh imigran Korea-Amerika.
  • Tutup dengan naengmyeon atau doenjang jjigae. Daging → karbohidrat → sup adalah urutan resmi di kedai galbi Korea.

Galbi Sapi vs. Galbi Babi — Apa Bedanya?

Versi singkatnya: perlakukan keduanya sebagai santapan yang sama sekali berbeda, karena titik harganya bahkan tak bersinggungan.

🥩 Galbi sapi vs. galbi babi — nama sama, dunia berbeda

ButirGalbi babiGalbi sapi (hanwoo)
Harga per porsi₩16,000–20,000₩55,000–110,000
Momennyamakan malam tim, santapan keluarga, sehari-hariperayaan, jamuan bisnis, bertemu calon mertua
Bentuk bawaanumumnya dimarinasi (berbasis kecap asin)terbelah antara saenggalbi dan yangnyeom galbi
Siapa yang memanggangbiasanya para tamu sendiripramusaji memanggangnya di tempat kelas atas
Asal di SeoulMapo·Gongdeok (sejak 1956)Suwon (sejak 1945)
Pelengkappa-jeori (salad daun bawang), ssam, doenjang jjigaenaengmyeon, doenjang jjigae, yeolmu guksu
Penutup klasiknasi goreng, doenjang jjigaenaengmyeon penutup
13iga
Jumlah iga seekor sapi, terbagi tiga bagian yang menamai potongan-potongannya
17cm
Panjang iga tanpa potong yang disajikan Hwachunok — asal nama "wang galbi"
6:1
Rasio garam banding gula dalam marinasi galbi Suwon. Kecap asin tak pernah dipakai
1956
Tahun Mapo Choedae Pojip buka — sekaligus tahun Hwachunok mulai menjual galbi panggang

Bagaimana Galbisal, Kkotgalbi, dan Bongalbi Dibagi?

Ini semata 13 iga seekor sapi yang dibagi tiga bagian dari depan ke belakang, lalu diberi nama. Makin ke belakang nomor iganya, makin banyak otot itu bekerja dan makin sedikit marmer lemaknya.

🔪 Peta potongan galbi sapi — dibaca lewat nomor iga

NamaNomor igaKarakterPaling cocok untuk
bongalbi (본갈비)1–5marmer lumayan dengan kunyahan nyata, rasa sapi yang dalamyangnyeom galbi, saenggalbi
kkotgalbi (꽃갈비)6–8otot paling jarang dipakai, jadi lemak antar-otot paling banyak; paling empuk dan paling mahalsaenggalbi
chamgalbi (참갈비)9–13daging tipis, rasio tulang tinggi, rasa sapi kuatgalbitang, jjim, panggangan bermarinasi
galbisal (갈비살)daging yang dilepas dari tulangtanpa tulang dan bentuknya rapi; mudah dipanggang, tanpa repot persiapanpanggangan serbaguna
maguri (마구리)tulang rawan di ujung igalebih banyak tulang rawan dan tulang daripada daging; untuk kaldugalbitang, jjim

Ada juga potongan khusus yang berasal dari sekitar iga. Anchangsal (안창살) — diafragma — tosisal (토시살) — bagian dalam diafragma — dan jebichuri (제비추리) — bagian dalam iga leher — semuanya berasal dari bagian iga, tapi tak dijual sebagai galbi panggang; mereka muncul sebagai item menu tersendiri. Kalau kamu melihat nama-nama ini di bagian bawah menu sebuah kedai galbi, itu tanda tempat tersebut mengolah hewan utuh.

Kkotgalbi mahal karena jumlahnya, bukan marmernya

Seekor sapi utuh hanya menghasilkan kkotgalbi dari iga 6–8 — cuma tiga. Hitung kedua sisinya pun tetap enam. Sementara chamgalbi mencakup iga 9–13: lima per sisi, sepuluh total. Kombinasi marmer luar biasa dan pasokan mungil itulah yang mengerek harganya. Kalau sebuah menu mencantumkan kkotgalbi terpisah dan memberinya harga jelas di atas bongalbi, tempat itu benar-benar memisahkan potongannya.


Saenggalbi atau Yangnyeom Galbi — Mana yang Sebaiknya Kamu Pesan?

Saenggalbi lebih mahal — dan memang begitulah seharusnya.

Ini bisa terasa berlawanan dengan naluri. Versi bermarinasi butuh lebih banyak kerja, jadi kamu menduga harganya lebih tinggi — namun menu hampir selalu menaruh saenggalbi di atas. Alasannya sederhana: marinasi menyembunyikan kondisi daging. Kecap asin, gula, sari buah pir, dan bawang putih melunakkan potongan yang alot serta menutupi cacat rasa. Sebaliknya, saenggalbi disantap hanya dengan garam dan minyak wijen, jadi kelemahan apa pun pada dagingnya langsung ketahuan.

⚖️ Saenggalbi vs. yangnyeom galbi — cara memilih

SituasiPilihAlasannya
Pertama kali di kedai galbi hanwoosaenggalbikamu melihat mutu daging rumah itu apa adanya
Saat ingin menghemat uangyangnyeom galbibiasanya ₩10,000–20,000 lebih murah di tempat yang sama
Anak-anak atau tamu yang tak tahan pedasyangnyeom galbimanis, jadi hampir tak ada yang tak suka
Di kedai galbi babibawaannya sudah bermarinasimarinasi praktis jadi standar untuk galbi babi
Kedai yang menjual sapi AS atau Australiayangnyeom atau LA galbidaging sapi impor disiapkan agar berpadu baik dengan marinasi

Memesan keduanya justru langkah paling umum

Meja Korea berisi empat orang biasanya memesan dua porsi saenggalbi dan dua porsi yangnyeom galbi. Bahkan urutannya — saenggalbi dulu, yangnyeom galbi belakangan — sudah mengeras jadi kebiasaan. Alasannya muncul di bagian urutan memanggang di bawah.


Kenapa Wang Galbi Identik dengan Suwon?

Karena Suwon punya pasar ternak yang terkenal se-negeri sejak akhir era Joseon. Di bawah pemerintahan Jepang, pasar itu masuk tiga besar nasional. Di mana sapi berkumpul, kedai galbi menyusul — nyaris tak terhindarkan.

Galbi Suwon sebagai merek bermula dari satu rumah: Hwachunok, dibuka pada Desember 1945 oleh pendirinya Lee Gwi-seong (1900–1964) di sudut pasar beras di Pasar Yeongdong Suwon. Ia bermula sebagai kedai haejangguk (sup penawar mabuk) dan meraih penggemar dengan menambahkan galbi ke dalam supnya. Lalu, sejak 1956, ia mulai menjual galbi panggang.

Yang membuat galbi Hwachunok terkenal se-negeri adalah radio. Menurut kenangan pemilik generasi ketiga Lee Gwang-mun, tiap kali Presiden Park Chung-hee singgah di Hwachunok dalam perjalanan pulang dari kunjungan daerah, siaran radio kala itu memberitakan bahwa ia sedang bersantap di Hwachunok sebelum kembali ke Blue House. Diulang berkali-kali, siaran itu menyebarkan nama Hwachunok ke seluruh negeri. Sebelum itu, kepala Kepolisian Ibu Kota Seoul Jang Taek-sang konon datang tiap beberapa hari, dan Shin Ik-hee pun pelanggan tetap.

Identitas teknis galbi Suwon bermuara pada dua hal.

  1. Iga yang panjang. Galbi Suwon standar dipotong sepanjang 10–13 cm. Pada masa Hwachunok, ia disajikan tanpa dipotong, 17 cm. Dari sanalah nama wang galbi — “iga raja” — berasal.
  2. Tanpa kecap asin. Marinasinya garam dan gula 6:1, plus minyak wijen, daun bawang, bawang putih, merica, dan biji wijen utuh. Karena tak pernah dimarinasi kecap, dagingnya tak menggelap dan menjaga warna serta tekstur aslinya. Artikel Chosun Ilbo 1973 mencatat formula juru masak Hwachunok Kim Dong-pil: per 100 geun (sekitar 60 kg) iga, minyak wijen, satu botol cheongju, 2 doe wijen, 10 kg gula, setengah jeop bawang putih, 1 gwan daun bawang, 1 doe garam — plus beberapa bahan yang tak mau ia sebutkan.

Hwachunok tutup pada 1979 — dan di situlah babak kedua galbi Suwon dimulai. Para juru masak yang belajar galbi di Hwachunok direkrut kedai-kedai galbi di Suwon timur pada 1980-an, mengakhiri era pendirian dan membuka era popularitas massal. Sebagian besar wang galbi yang disantap di Suwon hari ini berakar pada garis keturunan ini.

👑
Gabojeong (Suwon)
Rumah berskala besar yang jadi andalan galbi Suwon, dikelola di tiga bangunan. Saenggalbi hanwoo-nya yang menembus angka ₩100,000 menjadikannya simbol.
🔥
Bonsuwon Galbi
Garis keturunan galbi Suwon yang mengklaim tradisi 50 tahun. Menjalankan lini saenggalbi sapi AS sekaligus lini hanwoo, jadi rentang harganya lebar.
🐖
Mapo Jinjja Wonjo Choedae Pojip
Asal-usul galbi babi Seoul, dimulai di bundaran Gongdeok-dong pada 1956. Jajaran klasik berisi galbi babi, babi panggang garam, dan kerupuk kulit babi.
🥩
Samwon Garden (Sinsa-dong)
Kedai galbi ikonik Gangnam, yang menetapkan pakem penyajian saenggalbi hanwoo dan yangnyeom galbi dalam ruang bergaya taman yang luas.

📍 Buka di Naver Map — Gabojeong 📍 Buka di Naver Map — Bonsuwon Galbi


Bagaimana Mapo Menjadi Kawasan Galbi Babi Seoul?

Karena ia dulu pelabuhan penyeberangan. Pada era Joseon, Mapo punya dermaga tempat perahu dari sepanjang pesisir barat menurunkan muatannya — kira-kira di tempat pintu masuk Gongdeok-dong Jembatan Mapo berdiri sekarang. Barang mendatangkan orang, dan orang mendatangkan rumah makan daging.

Galbi babi Mapo sebenarnya muncul pada pertengahan 1950-an, persis setelah Perang Korea. Kala itu Mapo punya kawasan hiburan berjuluk “Gang Texas,” dan beberapa kedai babi buka di sekitarnya. Daging sapi mahal, jadi berkembanglah satu metode: sayat dagingnya pada tulang iga babi, marinasi dalam kecap asin, lalu panggang di atas jeruji kawat.

📜 Garis keturunan galbi babi Mapo — tiga rumah tua yang bisa diverifikasi

BerdiriNamaCatatan
Juni 1956Mapo Choedae Pojipbuka di bundaran Gongdeok-dong dengan galbi babi sebagai menu utamanya; paling sering disebut sebagai asal-usul galbi babi Mapo
Juni 1959Gobaujipsalah satu kedai galbi babi Mapo generasi awal
1961Seodaemun Wonjo Charcoal Pork Galbi Tongsuljipbermula di Mapo, belakangan pindah ke Seodaemun-gu

Secara teknis, galbi babi Mapo berarti menyayat daging pada tulang iga babi yang sudah dipotong, memarinasinya dalam saus berbasis kecap asin, lalu memanggangnya di atas jeruji kawat. Galbi babi standar yang kini kamu temui di mana pun di Korea berasal dari sini.

📍 Buka di Naver Map — Mapo Jinjja Wonjo Choedae Pojip (cabang utama)


LA Galbi Itu Sebenarnya Apa?

Ia metode pemotongan, bukan sebuah potongan — dan tidak berarti daging sapi Amerika.

Tata potong Korea mengiris iga memanjang searah tulang. Sebaliknya, LA galbi dipotong tegak lurus terhadap tulang, tipis, dengan gergaji — sehingga tiap potongnya membawa dua atau tiga penampang bulat tulang. Tata potong Barat menyebut ini potongan Flanken; cara Korea, memotong searah tulang, setara dengan English cut.

Kisah asal-usul yang paling kuat berbunyi begini: imigran Korea awal di LA menetap di kawasan yang bertumpang tindih dengan lingkungan Yahudi. Iga pendek gaya flanken yang secara tradisional dijual tukang daging Yahudi dipotong dengan gergaji alih-alih pisau, jadi biaya tenaganya rendah dan dagingnya murah. Imigran awal membelinya dan memanggangnya ala Korea dengan marinasi; gaya ini populer di komunitas Korea generasi pertama dan, pada akhir 1980-an, diimpor balik ke Korea dengan nama LA galbi.

Tiga teori di balik dua huruf itu

  • Teori nama tempat — gaya yang disantap imigran Korea di Los Angeles; dinilai paling masuk akal.
  • Teori arah potongan — singkatan Lateral Axis, yang berarti sumbu melintang; tata potong Barat memang menyebut pemotongan melintang sebagai lateral cut.
  • Teori pemasaran — untuk melunakkan penolakan terhadap daging sapi impor saat menjual sapi AS ke Korea, potongan itu dinamai menurut kota berpenduduk Korea terbanyak.

LA galbi meledak di Korea pada pertengahan 1990-an, dan angkanya bertahan. Pada September 1995, penjualan bulanan per item di toko diskon Megamarket menunjukkan LA galbi AS di peringkat pertama dengan ₩223.47 juta, disusul bulgogi berbumbu (₩113 juta). Pada Mei 1997, lima gerai Kim’s Club juga menaruh LA galbi impor di urutan pertama dengan ₩247 juta. Pada periode yang sama, katalog bingkisan Chuseok department store mencantumkan LA galbi kelas Choice, 3 kg, seharga ₩115,000.

Ringkasnya: LA galbi bukan makanan Korea — ia makanan Korea-Amerika yang berjalan pulang ke Korea. Ini kasus langka dan terdokumentasi jelas tentang masakan Korea yang pergi ke luar negeri, melokal, lalu diimpor balik. Jadi meski sebagian besar "LA galbi" di lemari daging supermarket Korea hari ini berbahan impor, LA galbi hanwoo — hanwoo yang dipotong dengan cara sama — juga ada. Namanya merujuk pada potongannya, jadi tak ada label yang keliru.

Berapa Harga Galbi?

Galbi babi berkisar ₩16,000–20,000 per porsi; galbi hanwoo ₩55,000–110,000. Di bawah ini harga dari rumah-rumah representatif yang terkonfirmasi di sumber publik.

💴 Harga di kedai galbi representatif Seoul·Suwon (sumber publik; konfirmasi ulang sebelum berkunjung)

KedaiKawasanMenuHarga terkonfirmasiCatatan
GabojeongSuwonsaenggalbi hanwoo per porsi (250 g)₩102,000–109,000tembusnya angka ₩100,000 jadi berita pada Maret 2024
GabojeongSuwonyangnyeom galbi hanwoo (270 g) / saenggalbi sapi AS (450 g)₩60,000–70,000 masing-masinglini terpisah menurut potongan dan asal
Bonsuwon GalbiSuwon·Yonginsaenggalbi sapi AS per porsi (450 g)₩65,000yangnyeom galbi ₩60,000
Bonsuwon GalbiSuwon·Yonginsaenggalbi hanwoo per porsi₩55,000set wang galbi (sapi AS, 225 g) ₩35,000
Samwon GardenSeoul, Sinsa-dongsaenggalbi hanwoo / yangnyeom galbi hanwoo₩120,000 / ₩110,000lini yangnyeom galbi tradisional Samwon terpisah
Mapo Jinjja Wonjo Choedae PojipSeoul, Gongdeokgalbi babi / babi panggang garam₩16,000 / ₩17,000galmaegisal ₩17,000, kulit babi ₩10,000

Tiga titik yang membuat tagihan galbi melonjak

  • Berat per porsi berbeda tiap kedai. Korea tak punya aturan hukum soal berat porsi daging. Uang ₩65,000 yang sama bisa membeli 450 g di satu tempat dan 250 g di tempat lain — cek angka gram di menu lebih dulu.
  • Nasi, naengmyeon, dan doenjang jjigae dikenakan biaya terpisah. Semuanya tak termasuk dalam harga daging. Meja berisi empat orang sebaiknya menyiapkan ₩10,000–20,000 lagi untuk hidangan penutup.
  • Banyak tempat tak menerima pesanan satu porsi. Kedai galbi hanwoo umumnya mulai dari dua porsi. Kalau kamu makan sendirian dan mengidam galbi, lebih praktis beralih ke galbitang atau kedai bergaya warung sopir.

Apa Urutan Memanggang dan Etiketnya yang Benar?

Saenggalbi dulu, yangnyeom galbi terakhir. Ingat satu aturan itu dan kamu beres.

Alasannya ada pada pelat panggangannya. Gula dan kecap asin dalam yangnyeom galbi cepat gosong dan menempel di pelat. Panggang saenggalbi di atas sisa itu dan rasa marinasi hangus akan berpindah. Maka urutan yang mapan adalah saenggalbi → yangnyeom galbi di atas pelat bersih. Karena alasan yang sama, wajar saja meminta pelat panggangan baru di tengah menyantap yangnyeom galbi.

🔥 Urutan memanggang galbi — alur standar untuk meja berisi empat orang

LangkahApaTips
1tunggu pelatnya benar-benar panasdaging di pelat dingin kehilangan sarinya
2saenggalbi lebih dulupanggang satu sisi sampai matang dan balik sekali saja, sebagai patokan
3rapikan daging dari tulang dengan guntinggunting adalah perkakas standar di kedai galbi Korea
4minta ganti pelatkatakan “Permisi, boleh minta pelat baru?“
5yangnyeom galbimengandung gula, jadi mudah gosong — sering-sering dibalik
6penutup — naengmyeon / doenjang jjigae / nasi gorengpesan lebih awal saat dagingnya mulai habis agar tak menunggu

Aturan tak tertulis di rumah makan daging Korea

  • Yang termuda yang memanggang. Tak dipaksakan, tapi masih jadi kebiasaan umum. Tak ada yang mengharapkannya dari tamu asing, jadi tak usah dipikirkan.
  • Jangan terus-menerus membalik dagingnya. Kepercayaannya, membalik terlalu sering membuat sarinya keluar.
  • Memotong dengan gunting itu wajar. Bukan tidak sopan — itu teknik standar.
  • Santap ssam dalam sekali suap. Bungkus daging, bawang putih, dan ssamjang dalam selada lalu makan utuh — kebiasaannya bukan membelahnya jadi dua suapan.
  • Di tempat hanwoo kelas atas, pramusaji memanggang untukmu. Dalam hal itu, bersandarlah dan tunggu alih-alih menyentuh penjepitnya.

Kenapa Menutupnya dengan Naengmyeon atau Doenjang Jjigae?

Ini urutan menenangkan panggangan yang berat dengan sup dan karbohidrat. Di kedai galbi Korea, ini bukan selera — ini praktis sebuah aturan.

🍜 Empat hidangan penutup dan cara memilihnya

PenutupKapanKarakter
mul-naengmyeonmusim panas, setelah galbi sapikuah dinginnya membilas minyak dari mulutmu; naengmyeon kedai galbi kerap memakai kaldu sapi
bibim-naengmyeonsaat ingin mengakhiri dengan nada pedasdressing gochujang; lebih memecah selera dibanding mul-naengmyeon
doenjang jjigae + nasimusim dingin, setelah galbi babikombinasi paling umum; kamu mengaduk nasi ke dalam kuah yang asin
nasi goreng / galbitangsaat ingin terus memakai pelat panggangannasi digoreng dalam sisa marinasi; terutama umum di kedai galbi babi

Ada item tersendiri bernama "naengmyeon penutup"

Di sebagian menu kedai galbi, naengmyeon muncul di dua baris: satu porsi penuh, satunya naengmyeon penutup atau setengah naengmyeon — separuh porsi dan ₩3,000–5,000 lebih murah. Kalau kamu sudah kenyang daging, ambil ukuran penutupnya. Orang yang tak tahu istilah ini sering memesan mangkuk penuh lalu meninggalkannya tak habis.


Bagaimana Hubungan Galbitang dan Galbijjim dengan Galbi Panggang?

Potongan sama, masakan berbeda — dan umumnya potongan yang tak lolos ke panggangan berakhir di sini.

Kalau kamu ingat chamgalbi dan maguri dari tabel potongan di atas, ini langsung masuk akal. Bagian dengan daging tipis dan tulang berat tak enak dipanggang, tapi direbus lama, tulang-tulang itu melepaskan kaldu yang kaya. Maka galbitang dan galbijjim berkembang di sekitar bagian yang tak cocok untuk dipanggang.

🍲 Tiga saudara galbi — bahan sama, hasil berbeda

HidanganCara masakPotongan utamaHarga per porsiMakan sendirian
galbi panggangdipanggang di atas arang / pelatbongalbi, kkotgalbi, galbisal₩16,000–110,000biasanya mulai 2 porsi
galbitangsup bening yang direbus lamachamgalbi, maguri₩12,000–25,000paling pas untuk makan sendirian
galbijjimditumis kental dalam bumbu kecapchamgalbi, bongalbi₩20,000–60,000biasanya 2 orang ke atas
Bagi pelancong, pesan praktisnya begini: kalau kamu sendirian dan mengidam galbi, galbitang jawabannya. Kebanyakan kedai galbi hanwoo hanya menerima pesanan mulai dua porsi, tapi galbitang dijual satu porsi di mana-mana. Lebih dari itu, makin bagus rumahnya, makin bagus kaldu galbitang-nya — karena tulang bermutu sisa panggangan langsung masuk panci. Galbitang kerap muncul di menu makan siang seharga sekitar ₩15,000, menjadikannya cara termurah untuk menguji keterampilan sebuah tempat.

Sumber data

  • Ensiklopedia Kebudayaan Korea, "Galbi Suwon" (oleh Lee Gyu-jin) — pembukaan Hwachunok 1945, mulai galbi panggang 1956, penutupan 1979, garam banding gula 6:1, iga 10–13 cm, resep Chosun Ilbo 1973, pasar ternak Suwon: encykorea.aks.ac.kr
  • Ensiklopedia Kebudayaan Korea, "LA Galbi" (oleh Lee Gyu-jin) — teori asal potongan flanken, impor balik akhir 1980-an, angka penjualan teratas Megamarket 1995 dan Kim's Club 1997: encykorea.aks.ac.kr
  • Ensiklopedia Budaya Lokal Korea (Nculture), "Kenapa Babi Datang ke Mapo Naru? Galbi Babi Mapo" — Mapo Choedae Pojip 1956, Gobaujip 1959, Tongsuljip 1961, latar dermaga Mapo: ncms.nculture.org
  • SisaIN, "Kenapa Mapo Punya Begitu Banyak Kedai Galbi Babi" — latar terbentuknya galbi babi Mapo
  • Gyeonggi Ilbo (Maret 2024), "Wang Galbi Suwon Menembus ₩100,000 per Porsi" — liputan kenaikan harga saenggalbi hanwoo Gabojeong: kyeonggi.com
  • Visit Korea, "Wang Galbi Suwon, Panggangan Galbi Sapi yang Lama Menawan Lidah Korea" — iga 17 cm, penyebaran sejak 1960-an
  • Wikipedia "Galbi (sapi)" dan rujukan tata potong terkait — bongalbi iga 1–5, kkotgalbi 6–8, chamgalbi 9–13
  • Dining Code, Catchtable, Siksin — harga menu Gabojeong, Bonsuwon Galbi, Samwon Garden, dan Mapo Jinjja Wonjo Choedae Pojip (tanggal pembaruan tak jelas; menunggu konfirmasi ulang di lokasi)

Harga berdasarkan sumber publik yang tersedia per Agustus 2026. Harga tiap restoran semuanya ditandai untuk dikonfirmasi di lokasi, karena tanggal survei sumbernya tidak jelas. Silakan cek ke masing-masing restoran sebelum berkunjung.