Baru mendarat di Seoul, keluar dari stasiun bawah tanah, dan hal pertama yang menarik mata adalah barisan skuter warna neon di tepi trotoar. Kelihatannya cukup dipindai QR untuk membukanya — dan memang begitu kenyataannya. Jadi banyak pelancong berpikir sama: “Naik saja, lima menit juga sampai.”
Masalahnya ada di apa yang terjadi setelah itu. Di Korea, skuter listrik bukan sepeda. Ia kendaraan yang mensyaratkan SIM — dan aplikasi yang membukakan kuncinya tidak membuat perjalananmu jadi legal.
Jawaban singkatnya
- Menurut Undang-Undang Lalu Lintas Jalan, skuter listrik adalah perangkat mobilitas personal (PM). Kamu butuh SIM moped atau di atasnya, dan siapa pun di bawah 16 tahun sama sekali tidak boleh mengendarainya.
- Orang asing butuh SIM internasional dengan kategori moped/motor yang disahkan. SIM internasional khusus mobil membuatmu dianggap tanpa SIM.
- Tanpa SIM ₩100,000, berkendara mabuk ₩100,000, berboncengan ₩40,000, naik trotoar ₩30,000, tanpa helm ₩20,000. Turis tidak dapat keringanan apa pun.
- Red Road Hongdae melarang skuter dari pukul 12.00 sampai 23.00 — jebakan yang paling sering menjerat turis di Seoul.
- Tidak punya SIM? Pindah ke sepeda listrik PAS atau sepeda biasa. Legal tanpa SIM, dan aplikasinya sama.
Apa benar-benar butuh SIM? — Ya, tanpa pengecualian
Butuh, dan aturannya sudah berlaku sejak Mei 2021.
Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Korea menggolongkan skuter listrik sebagai perangkat mobilitas personal dan mewajibkan pengendaranya memegang SIM moped — atau SIM mobil dengan tingkat lebih tinggi — yang diterbitkan kepala kepolisian provinsi. SIM moped tidak bisa diperoleh sebelum usia 16 tahun, jadi siapa pun yang lebih muda sama sekali tidak boleh berkendara.
Bagi orang Korea ini gampang: SIM mobil Kelas 1 maupun Kelas 2 sudah otomatis mencakup hak mengendarai moped, jadi mereka tinggal jalan. Yang rumit justru bagi orang asing.
Kenapa "punya SIM mobil" tidak menyelamatkan orang asing
Pasal 96 Undang-Undang Lalu Lintas Jalan membatasi SIM internasional hanya pada kategori kendaraan yang tercetak di dalamnya. Berbeda dengan SIM Korea, yang kategori lebih tingginya otomatis mencakup yang lebih rendah, SIM internasional hanya mengakui kotak yang benar-benar distempel di kertasnya.
SIM internasional Konvensi Jenewa terbagi ke dalam kategori A (motor), B (mobil), C (truk), D (bus), dan E (trailer). SIM internasional kebanyakan pelancong hanya distempel B saja. Itu memungkinkanmu menyewa mobil di Korea — tapi mengendarai skuter listrik tetap terhitung mengemudi tanpa SIM.
Undang-undangnya menyebut ini secara gamblang. Denda berkendara tanpa SIM berlaku bagi siapa pun yang berkendara tanpa SIM internasional atau SIM asing yang saling diakui yang mencantumkan hak mengendarai perangkat tersebut. Kategori yang tidak tercantum diperlakukan seolah-olah tidak ada.
Pengecekan 30 detik sebelum terbang
- Buka SIM internasionalmu dan cari tabel kategorinya.
- Ada stempel atau tanda tangan di kotak A? Kalau tidak ada, lupakan skuternya.
- Mendapatkan kategori A biasanya berarti harus punya SIM motor lebih dulu di negara asal. Kamu tidak bisa menambahkannya setelah tiba di Korea.
- Kalau ragu, jangan naik. Untuk memastikan, tanyakan ke portal keselamatan berkendara Korea Road Traffic Authority atau kantor polisi terdekat.
Aplikasinya meloloskan saya — kok tetap ilegal?
Di sinilah salah paham terbesar bersarang. Sampai sekarang, banyak aplikasi skuter Korea membiarkanmu menunda verifikasi SIM ke “nanti.” Lolos verifikasi nomor telepon dan pendaftaran kartu, kamu sudah bisa mulai memindai QR.
Hasilnya terlihat di statistik. Pemkot Seoul mencatat 570 kecelakaan mobilitas personal tanpa SIM dalam lima tahun terakhir, dan 393 di antaranya — sekitar 70% — melibatkan pengendara berusia 19 tahun ke bawah. Bahkan lahir istilah kick-rani untuk skuter yang menyelinap tak terduga di antara lalu lintas.
Pada 15 Januari 2026, Pemkot Seoul mengumumkan revisi “Peraturan Promosi Keselamatan Perangkat Mobilitas Personal” yang akan mewajibkan operator penyewaan memverifikasi SIM pengendara. Peraturan itu juga memberi wali kota dasar untuk meminta polisi dan instansi lain turun tangan bila operator tidak patuh.
Inti persoalannya begini: alur pendaftaran di aplikasi dan hakmu berkendara secara hukum adalah dua hal terpisah. Aplikasi boleh saja membuka kunci skuter, tapi yang akan ditilang polisi tetap kamu — dan dalam kecelakaan, berkendara tanpa SIM bisa membatalkan asuransimu.
Berapa besar dendanya?
Setiap nominal diatur dalam Lampiran 6 dan 8 Peraturan Pelaksana Undang-Undang Lalu Lintas Jalan. Polisi menerbitkannya di tempat, dan status turis tidak memberimu potongan sepeser pun.
🚨 Denda dan sanksi skuter listrik menurut pelanggaran (Peraturan Pelaksana UU Lalu Lintas Jalan, per 15 Agu 2026)
| Pelanggaran | Nominal | Catatan |
|---|---|---|
| Berkendara tanpa SIM | ₩100,000 | Pelanggaran pidana. Termasuk SIM internasional tanpa pengesahan moped |
| Berkendara mabuk (kadar alkohol 0.03% ke atas) | ₩100,000 | Bisa berlanjut ke pembekuan atau pencabutan SIM mobilmu |
| Menolak tes napas | ₩130,000 | Menghalangi tes dihitung sama |
| Berkendara di bawah pengaruh obat atau dalam kondisi tak normal | ₩100,000 | |
| Dua orang atau lebih | ₩40,000 | Kapasitas 1. (Hanya sepeda listrik bertuas gas yang boleh 2) |
| Berkendara di trotoar | ₩30,000 | +15 poin pelanggaran di zona larangan berkendara |
| Melanggar larangan berkendara di zona sekolah | ₩60,000 | 30 poin pelanggaran |
| Tanpa helm (pelindung kepala) | ₩20,000 | Berlaku meski operator tidak menyediakan |
| Penumpang tanpa helm | ₩20,000 | Denda administratif, ditagihkan ke pengendara |
| Tanpa lampu atau reflektor pada malam hari | ₩10,000 | Lampu depan, lampu belakang, atau pita reflektif |
| Mengendarai perangkat dalam kondisi tidak aman | ₩10,000 | Bagian yang patah, dan sejenisnya |
| Wali membiarkan anak berkendara | ₩100,000 | Denda administratif |
Berkendara mabuk lebih menakutkan ketimbang dendanya sendiri. Kadar alkohol darah 0.03% sampai 0.08% berbuah 100 poin pelanggaran dan pembekuan SIM; 0.08% ke atas berarti pencabutan. Dan SIM yang dicabut bukan sekadar izin skuter — melainkan seluruh kategori yang kamu pegang. Satu gelas, satu perjalanan singkat pulang ke hotel, dan SIM mobilmu bisa melayang karenanya.
Tiga tilang yang paling sering menimpa turis
- Berboncengan. Pasangan dan teman yang berdua di satu skuter memang pemandangan biasa di sekitar kawasan kampus, tapi kapasitasnya satu orang. ₩40,000.
- Berkendara di trotoar. Pakai jalur sepeda kalau ada; kalau tidak, tetap di sisi kanan badan jalan. ₩30,000.
- Menyeberang di zebra cross sambil tetap naik. Turun dan tuntun skuternya. Kalau tertabrak sambil berkendara, kamu tidak dilindungi sebagai pejalan kaki.
Sejak 16 Maret 2026, kamera nirawak yang otomatis mendeteksi berkendara di trotoar mulai diuji coba di lima titik seluruh negeri: perempatan Pasar Yeongdeungpo dan perempatan Stasiun Sangbong di Seoul, dua perempatan di depan Balai Kota Suwon dan Suwon KCC, serta Perempatan Byeongyeong di Ulsan. Jalan bisa tampak lengang tapi tetap mengawasi.
Di Hongdae kamu sama sekali tak boleh berkendara — "jalan bebas skuter"
Inilah jebakan paling nyata bagi pelancong. Sejak 16 Mei 2025, Pemkot Seoul dan Kepolisian Metropolitan Seoul melarang skuter listrik di dua ruas — yang pertama di Korea: Red Road Hongdae di Mapo-gu dan kawasan bimbel Banpo di Seocho-gu.
Waktunya benar-benar kejam: itu persis jam-jam ketika turis membanjiri Hongdae. Zonanya ditandai cat jalan, spanduk, dan papan di tiang lampu, tapi hampir semuanya berbahasa Korea, jadi gampang terlewat.
Perlu diketahui juga: skuter yang diparkir di dalam atau sekitar zona ini diderek di tempat saat patroli.
Dalam survei Agustus 2025 terhadap 500 orang di kawasan tersebut, Pemkot Seoul menemukan 69.2% menyatakan kondisi berjalan kaki membaik setelah larangan, 77.2% menyebut risiko tabrakan menurun — dan yang mencolok, 98.4% mendukung perluasannya. Zona baru kemungkinan besar menyusul, jadi cek batas terkini di Smart Seoul Map tepat sebelum berangkat.
Salah parkir bisa lebih mahal daripada ongkos jalannya
Pemkot Seoul adalah yang pertama di Korea memulai penderekan skuter sewaan yang diparkir sembarangan, sejak 2021, dan kini berlaku di seluruh kota. Warga bisa melaporkan cukup dengan memindai kode QR-nya, jadi penderekan itu sungguh terjadi.
🚫 Zona yang diderek begitu dilaporkan (dengan batas jarak)
| Zona | Aturan |
|---|---|
| Badan jalan & jalur sepeda | Seluruh area |
| Di atas ubin pemandu tunanetra | Seluruh area |
| Pintu masuk stasiun bawah tanah | Dalam radius 5 m |
| Halte bus & taksi | Dalam 5 m ke kedua arah |
| Penyeberangan | Dalam radius 3 m |
| Dekat fasilitas pemadam kebakaran | Dalam radius 5 m |
| Zona sekolah | Seluruh badan jalan & trotoar |
| Zona perlindungan lansia & difabel | Di mana pun parkir dilarang |
Kalau kena derek, kamu menghadapi biaya derek ₩40,000 plus ₩700 per 30 menit penyimpanan, dengan batas atas ₩500,000. Secara resmi tagihannya ke operator, tapi berdasarkan ketentuan tiap perusahaan biaya itu bisa diteruskan langsung kepadamu.
Satu hal lagi. Sejak amendemen undang-undang tentang kelompok yang kurang beruntung dalam transportasi berlaku pada 15 September 2024, memarkir skuter di atas ubin pemandu tunanetra atau di depan, belakang, maupun samping lahan parkir difabel sehingga menghalangi akses bisa berbuah denda terpisah hingga ₩1,000,000.
Apa yang kamu dapat dari tambahan 30 detik saat mengembalikan
- Parkir di zona parkir PM yang ada di aplikasi, atau di jalan samping tempat parkir diizinkan.
- Lihat ke bawah kakimu, apakah ada ubin pemandu kuning. Kalau ada, geser skuternya.
- Turunkan standar dan foto pengembalian di aplikasi.
- Tangkap layar halaman pengembalian dan tagihannya. Gangguan GPS yang membuat argo terus berjalan itu nyata, dan tangkapan layar bikin sengketa jauh lebih mudah.
Aplikasi mana yang benar-benar bisa didaftari orang asing?
Sebagian besar aplikasi Korea menuntut verifikasi nomor telepon. Pelancong singkat tanpa nomor Korea sering mentok di situ, dan beberapa aplikasi menolak kartu terbitan luar negeri.
Satu-satunya yang secara resmi memecahkan keduanya adalah SWING. Halaman App Store-nya menyebut orang asing bisa mendaftar dengan akun media sosial dan kartu terbitan luar negeri bisa dipakai, sementara aplikasinya mendukung bahasa Korea dan Inggris. Selain sekitar 90,000 skuter listriknya — armada terbesar di Korea — SWING juga memungkinkanmu menyewa perangkat Deer dari aplikasi yang sama, jadi kamu tak perlu memasang banyak aplikasi.
📱 Aplikasi skuter sewaan utama di Seoul (per Sep 2026)
| Aplikasi | Pendaftaran orang asing | Bahasa aplikasi | Catatan |
|---|---|---|---|
| SWING | Login media sosial didukung, kartu luar negeri bisa | Korea, Inggris | Armada terbesar: 90,000 skuter + Deer terintegrasi. 30,000 sepeda listrik bebas SIM |
| Beam | Aplikasi global | Korea, Inggris | Berbasis Singapura. Panduan zona larangan parkir & derek yang rinci. Dukungan 1877-5025 |
| GCOO | Mungkin butuh nomor Korea | Berorientasi bahasa Korea | Salah satu dari empat operator lokal besar |
| Kickgoing | Mungkin butuh nomor Korea | Berorientasi bahasa Korea | Salah satu dari empat operator lokal besar |
Urutan pendaftaran (lakukan sebelum mendarat)
- Pasang aplikasi → daftar dengan akun media sosial atau email
- Tambahkan metode pembayaran (kalau kartu luar negeri ditolak, hubungi dukungan dulu)
- Daftarkan SIM-mu — foto SIM internasional dengan kategori moped-nya
- Cari perangkat di peta lalu pindai kode QR-nya
- Sebelum jalan, periksa rem, ban, dan lampu depan
- Parkir di zona yang diizinkan lalu foto pengembaliannya
Tidak punya SIM? Ini alternatif legalnya
Tak bisa naik skuter bukan berarti kamu tak bisa keliling Seoul dengan dua roda. Garis pemisahnya sederhana: apakah motornya hanya bekerja saat kamu mengayuh?
Dua roda, dipisahkan oleh SIM
- Wajib SIM — skuter listrik, kendaraan roda dua penyeimbang otomatis, dan sepeda listrik bertuas gas (yang jalan begitu tuasnya diputar, tanpa dikayuh)
- Tanpa SIM — sepeda listrik PAS (motornya hanya membantu saat kamu mengayuh) dan sepeda biasa
Aplikasi SWING sendiri punya sekitar 30,000 sepeda listrik dan 10,000 sepeda biasa yang bisa dipakai tanpa SIM. Aplikasi sama, peta sama, pindai QR sama — pengalamannya nyaris identik dengan skuter. Kalau kamu berencana menyusuri jalur sepeda Sungai Han, ini justru pilihan yang lebih baik.
Sistem sepeda publik Seoul, Ddareungi, juga bebas SIM. Cek saja lebih dulu apakah kamu bisa mendaftar tanpa nomor Korea, sebab alur registrasi dan pembayarannya berbeda-beda per aplikasi.
Jadi — sebaiknya naik atau tidak?
Ringkasnya: kalau SIM internasionalmu punya kategori A, helmnya ada, dan kamu bergerak di lingkungan yang punya jalur sepeda, skuter benar-benar cara praktis berkeliling Seoul. Tak ada yang mengalahkannya untuk menutup 800 meter canggung antara stasiun bawah tanah dan tujuanmu yang sebenarnya.
Kalau SIM internasionalmu hanya B, jawabannya sama sederhananya: jangan naik. Denda ₩100,000 bukan masalah utamanya — masalahnya, pengendara tanpa SIM yang mengalami kecelakaan kehilangan perlindungan asuransi, sehingga biaya pengobatan dan kerugian pihak lain jadi tanggunganmu pribadi. Dalam kasus itu, beralihlah ke sepeda listrik PAS dan sebagian besar perjalananmu tetap berjalan sama saja.
Sumber data
- Korea Law Information Center (easylaw) — Pengendara skuter listrik: persiapan sebelum berkendara dan hal yang perlu diwaspadai (per 2026. 8. 15.)
- Korea Law Information Center (easylaw) — Berkendara yang dilarang (tanpa SIM, mabuk, obat-obatan)
- Pemerintah Metropolitan Seoul — "Jalan bebas skuter" pertama di Korea mulai 16 Mei
- ZDNet Korea — Pemkot Seoul menindak "kick-rani": verifikasi SIM diwajibkan (2026. 1. 18.)
- Beam Korea — Berkendara dengan Beam: panduan zona derek & larangan parkir
- App Store — Halaman aplikasi SWING (login media sosial asing, kartu luar negeri, ukuran armada)
- Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Pasal 43, 44, 50, 80, 82, 96, 156; Peraturan Pelaksana Lampiran 6 & 8