Habiskan beberapa hari di Korea dan kamu akan menyadari sesuatu yang nyaris ganjil soal lalu lintasnya: semua lambang mereknya Hyundai atau Kia, semua mobilnya putih atau abu-abu, dan sebagian besar SUV. Tak satu pun kebetulan — itu produk dari aturan pajak, struktur usia penduduk, dan pasar mobil bekas. Mari kita bongkar pakai data registrasi.

Jawaban singkatnya

  • 92.1% penjualan domestik jatuh ke Hyundai, Kia, dan Genesis — ketiganya milik Hyundai Motor Group.
  • Mobil terlaris adalah Kia Sorento (SUV kelas menengah). Pada paruh pertama 2026, posisi kedua diambil Tesla Model Y — pertama kalinya mobil listrik impor mengalahkan pesaing domestiknya.
  • Pada paruh pertama 2026, 57.6% mobil baru adalah kendaraan ramah lingkungan. Diesel menyusut sampai hanya 2.5% dari mobil baru.
  • Lebih dari separuh pembeli mobil baru berusia 40-an dan 50-an. Pembeli usia 20-an turun ke 5.6%, terendah sejak pendataan dimulai.
26.68 juta
Total kendaraan terdaftar (akhir Juni 2026) — kira-kira satu untuk setiap 1.92 orang
92.1%
Pangsa tiga merek Hyundai Motor Group dalam penjualan domestik (2025)
1 juta
Registrasi mobil listrik kumulatif — pertama kali dilampaui pada paruh pertama 2026
76%
Pangsa mobil baru berwarna netral (putih, abu-abu, hitam, perak) pada 2024 — Axalta

Kenapa Jalanan Korea Isinya Hyundai dan Kia Semua?

Ini bukan ilusi. Dari 1,366,344 mobil domestik yang terjual pada 2025, Hyundai, Kia, dan Genesis mengambil 1,258,730 — alias 92.1%. Dan ketiga merek itu milik Hyundai Motor Group. Genesis bagi Hyundai itu seperti Lexus bagi Toyota: merek premium yang dipisahkan Hyundai pada 2015.

🚗 Penjualan domestik lima produsen mobil Korea (setahun penuh 2025, menurut angka masing-masing perusahaan)

MerekPenjualanPangsaPosisi
Hyundai594,55943.5%Merek pasar massal — Grandeur, Avante, Santa Fe
Kia545,77639.9%Merek pasar massal — Sorento, Carnival, Sportage
Genesis118,3958.7%Merek mewah milik Hyundai — G80, GV70, GV80
Renault Korea52,2713.8%Afiliasi Renault asal Prancis
KG Mobility40,2492.9%Dulu SsangYong — SUV dan pikap
GM Korea (Chevrolet)15,0941.1%Mengurangi kiprah di dalam negeri, fokus ekspor

Tiga perusahaan sisanya digabung pun tak sampai 8%. Renault Korea dan KG Mobility tetap menjalankan lini produksi domestik tapi pada dasarnya pemain ceruk di kandang sendiri, sementara Chevrolet nyaris menyerah di pasar Korea demi fokus ke ekspor.

Genesis itu sebenarnya apa?

Merek mewah milik Hyundai. Diluncurkan pada 2015, ia melewati satu juta penjualan domestik kumulatif pada Maret 2026. Dari sisi volume saja, ia dengan nyaman melampaui BMW (77,127) dan Mercedes-Benz (68,467) di Korea pada 2025 — de facto pemimpin segmen mewah. Meski begitu, gengsi mereknya masih mengejar merek-merek Jerman di benak konsumen, dan penjualannya turun sekitar 23% dibanding tahun lalu pada paruh pertama 2026.

Di mana posisi mobil impor?

Mobil impor mencapai 307,377 penjualan pada 2025, menembus 300,000 untuk pertama kalinya, dan per paruh pertama 2026 mereka mengisi sekitar 21.9% dari seluruh registrasi mobil baru. Satu dari lima mobil baru adalah mobil impor.

Tapi papan klasemennya berguncang pada 2026. Setelah bertahun-tahun BMW dan Benz bergantian di posisi pertama dan kedua, Tesla mematahkan duopoli itu.

🌍 Peringkat merek impor — setahun penuh 2025 vs paruh pertama 2026 (registrasi baru KAIDA)

Merek2025 setahun penuhSemester I 2026Pangsa semester I
Tesla59,916 (ke-3)56,139 (ke-1)30.5%
BMW77,127 (ke-1)39,150 (ke-2)21.3%
Mercedes-Benz68,467 (ke-2)29,776 (ke-3)16.2%
BYD6,107 (ke-10)11,675 (ke-4)6.3%
Lexus14,891 (ke-5)7,819 (ke-5)4.2%
Volvo14,903 (ke-4)7,470 (ke-6)4.1%
Dari 45,912 mobil yang ditambahkan pasar impor pada paruh pertama 2026, 80.4% datang dari Tesla saja. Model Y sendirian (43,361 unit) mengalahkan seluruh penjualan BMW (39,150 unit), dan pada Juni mobil listrik mengisi 51.1% dari mobil penumpang impor.

Mobil mewah impor di Korea punya satu keanehan lagi yang jarang disadari orang asing: kepemilikan atas nama perusahaan. Pada 2025, 41,155 mobil impor berharga di atas ₩100 juta terdaftar atas nama perusahaan. Dari 354 Ferrari yang terjual, 313 (sekitar 88%) milik perusahaan; dari 478 Lamborghini, hanya 100 yang terdaftar atas nama pribadi. Kalau kamu melihat supercar berpelat hijau mint, itulah penanda mobil perusahaan.


Mobil Seperti Apa yang Sebenarnya Dibeli Orang Korea?

Korea, yang dulu negeri sedan, kini negeri SUV. Menurut Korea Automobile & Mobility Association (KAMA), RV (SUV dan minivan) naik dari 41.4% penjualan pada 2015 jadi 52.3% pada 2020, melampaui sedan untuk pertama kalinya — dan jaraknya terus melebar sejak itu. Di Kia, 72% penjualan domestik 2025 adalah RV.

🥇
Kia Sorento
SUV kelas menengah. Mobil domestik No. 1 di Korea pada 2025 dengan 100,002 unit terjual, mayoritas besar versi hibrida. Pilihan teratas pembeli usia 30-an, 50-an, dan 60-an.
Tesla Model Y
43,361 registrasi pada paruh pertama 2026 menjadikannya mobil penumpang No. 2 secara keseluruhan. Mobil impor pertama yang mengalahkan model pasar massal domestik.
👨‍👩‍👧‍👦
Kia Carnival
Minivan 7–9 kursi, 78,218 unit terjual pada 2025. Kata baku untuk "mobil keluarga" di Korea, dan pilihan No. 1 pembeli usia 40-an.
🏢
Hyundai Grandeur
Sedan besar, 71,775 unit terjual pada 2025. Sejak lama jadi kode sosial untuk "mobil orang paruh baya yang sukses."
🎓
Hyundai Avante
Sedan kompak dan sedan terlaris Korea dengan 79,335 unit pada 2025. "Mobil pertama" yang klasik, No. 1 di kalangan anak usia 20-an sekaligus di kalangan perempuan.

🏆 10 besar registrasi mobil penumpang baru, semester I 2026 (domestik + impor, Carisyou Data Lab)

#ModelRegistrasiJenis bodi
1Kia Sorento56,367SUV kelas menengah
2Tesla Model Y43,361SUV kelas menengah (listrik)
3Hyundai Grandeur38,526Sedan besar
4Kia Sportage31,994SUV kompak
5Kia Carnival31,143Minivan (MPV)
6Hyundai Sonata30,344Sedan menengah
7Hyundai Avante28,962Sedan kompak
8Kia Ray25,311Mobil mungil boxy
9Kia Seltos23,004SUV subkompak
10Hyundai Tucson21,176SUV kompak

Sembilan dari sepuluh teratas adalah Hyundai atau Kia. Lima di antaranya SUV, tiga sedan, ditambah satu minivan dan satu mobil mungil.


Apakah Pilihan Mobil Berbeda Menurut Usia dan Gender?

Jelas sekali, iya. Dan pergeseran struktural terbesar di pasar mobil Korea adalah menuanya kelompok pembeli.

📊 Registrasi mobil penumpang baru menurut kelompok usia (2025, pembeli perorangan · Carisyou Data Lab)

Kelompok usiaUnitPangsaCatatan
20-an61,9625.6%Terendah sejak pendataan dimulai pada 2009
30-an209,74919.0%Terus turun dari 25.9% pada 2016
40-an–50-an575,18552.2%Lebih dari separuh pasar
60-an204,29418.5%Berlipat ganda dari 9.6% pada 2016
70-an50,8614.6%Masih menanjak

Angkanya bercerita jelas. Pangsa pembelian mobil baru oleh orang usia 20-an merosot dari 8.8% pada 2016 ke 5.6% pada 2025, sementara pangsa usia 60-an berlipat ganda dari 9.6% ke 18.5%. Dari sisi kepemilikan, Juni 2026 menandai kali pertama kendaraan yang terdaftar atas nama orang berusia 50 tahun ke atas melewati ambang mayoritas di 50.2%. Ini efek gabungan dari tingginya pengangguran anak muda, jaringan transportasi Seoul yang rapat, dan harga rata-rata mobil baru yang melompat dari ₩39.84 juta pada 2020 ke ₩50.5 juta pada 2024.

Apa artinya buat pelancong

Jangan kaget kalau teman Koreamu yang berusia 20-an di Seoul tidak punya mobil. Subway dan bus rapat, parkir bikin pusing, dan mobil mahal, jadi banyak anak muda kota tinggal memakai layanan berbagi mobil (Socar, Green Car) saat butuh. Mobil di sini lebih terasa sebagai urusan "keluarga pinggiran kota."

Favorit tiap generasi

🚙 Tiga model teratas per kelompok usia (2025, pembeli perorangan)

Kelompok usiaKe-1Ke-2Ke-3
20-anHyundai AvanteKia SportageKia Seltos
30-anKia SorentoKia SportageTesla Model Y
40-anKia CarnivalKia SorentoTesla Model Y
50-anKia SorentoHyundai GrandeurKia Sportage
60-anKia SorentoHyundai TucsonHyundai Grandeur

Bacalah seperti kisah hidup: mulai dari yang kecil dan murah di usia 20-an, naik ke SUV menengah di usia 30-an, lalu pindah ke minivan saat anak-anak lahir di usia 40-an. Dari usia 50-an ke atas, kembali ke SUV dan sedan besar. Yang mencolok, tak ada satu pun mobil mungil yang muncul di lima besar kelompok usia mana pun — bahkan anak usia 20-an pun memilih yang kompak atau lebih besar ketimbang mobil mungil.

Perbedaan gender

Di antara pembeli perorangan (di luar perusahaan dan pemilik usaha perseorangan), pembagian gendernya kira-kira 69% pria berbanding 31% wanita (68.5% vs 31.5% per Desember 2025). Tapi jaraknya menyempit. Menurut Korea Automotive Research Institute, pertumbuhan registrasi mobil per kapita di kalangan wanita mencapai 2.8% antara 2015 dan 2024 — hampir tiga kali lipat angka pria yang 1.0% — dan pada periode yang sama selisih pendapatan siap pakai antara pria dan wanita usia kerja menyusut dari ₩1.01 juta ke ₩160,000.

⚖️ Lima model teratas menurut gender (2025, pembeli perorangan)

#WanitaPria
1Hyundai Avante (22,642)Kia Sorento (61,941)
2Kia Seltos (21,720)Kia Sportage (40,166)
3Kia Sportage (19,161)Hyundai Santa Fe (37,057)
4Kia Sorento (15,529)Kia Carnival (35,958)
5Hyundai Kona (14,977)Hyundai Palisade (35,756)

Hanya Sorento dan Sportage yang muncul di kedua daftar. Daftar wanita berpusat pada sedan kompak dan SUV kecil (Avante, Seltos, Kona), sementara daftar pria seluruhnya SUV menengah dan besar serta minivan (Santa Fe, Carnival, Palisade). Di pasar yang terobsesi SUV, cukup berarti bahwa No. 1 kaum wanita masih berupa sedan.


Kapasitas Mesin dan Pajak — Yang Sebenarnya Menentukan Ukuran Mobil Korea

Inilah bagian yang paling sering luput dari orang asing: pajak mobil Korea didasarkan bukan pada harga mobil melainkan pada kapasitas mesin (cc). Itu membuat rentang kapasitas jadi kelas mobil de facto — sekaligus bracket pajaknya. Produsen bahkan merancang mesinnya agar duduk persis di bawah ambang-ambang itu.

💰 Tarif pajak mobil untuk kendaraan penumpang non-komersial (2026, Undang-Undang Pajak Daerah Pasal 127)

KapasitasPajak per ccTarif efektif termasuk pajak pendidikan daerahContoh pajak tahunan
Sampai 1,000cc₩80₩104998cc → sekitar ₩104,000
Sampai 1,600cc₩140₩1821,591cc → sekitar ₩290,000
Di atas 1,600cc₩200₩2601,999cc → sekitar ₩520,000
Listrik & hidrogenTarif tetap₩130,000 (berapa pun kapasitasnya)

Lewati 1,600cc dan tarif per cc melompat dari ₩140 ke ₩200 — itulah kenapa mobil Korea berkerumun rapat persis di bawah garis itu pada 1,598cc atau 1,999cc. Pajaknya juga turun 5% per tahun mulai tahun ketiga usia mobil, dan berkurang setengah begitu mobilnya berumur 12 tahun ke atas.

🔧 Registrasi mobil penumpang menurut kapasitas mesin (akhir Juli 2026, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi)

KapasitasRegistrasiPangsa
Di bawah 1,000cc (mobil mungil)2,048,0739.2%
1,000–1,600cc6,000,72327.0%
1,600–2,000cc6,499,39329.2%
2,000–2,500cc3,699,52616.6%
2,500cc ke atas3,026,34213.6%
Listrik961,3814.3%

Blok tunggal terbesar adalah 1,600–2,000cc, tapi trennya menuju perampingan. Rentang itu turun dari 38.4% pada 2020 ke 29.2%, sementara 1,000–1,600cc naik dari 21.6% ke 27.0% untuk mengisi celahnya. Dalam enam setengah tahun yang sama, pangsa di atas 2,000cc nyaris tak bergerak (29.5% → 30.3%). Mobil Korea tidak membesar secara membabi buta — mereka beralih ke mesin turbo kecil dan hibrida.

Kenapa mobil mungil menghilang?

Ironisnya, keringanan pajaknya justru royal. Mobil mungil (di bawah 1,000cc, dan tak lebih dari 3.6 m panjang, 1.6 m lebar, 2.0 m tinggi) mendapat pembebasan pajak perolehan sampai ₩750,000, diskon tol jalan bebas hambatan 50%, potongan 50% atau lebih untuk parkir umum, bebas pajak konsumsi individual, dan pengembalian pajak bahan bakar sampai ₩300,000 per tahun.

Meski begitu, penjualan mobil mungil ambruk dari 216,221 unit pada 2012 menjadi 74,239 pada 2025tinggal sekitar sepertiganya, terendah dalam 20 tahun.

Penyebabnya bukan berkurangnya insentif — melainkan berkurangnya pilihan mobil. Chevrolet Spark dihentikan pada 2022, menyisakan Korea dengan hanya empat mobil mungil (Casper, Morning, Ray, Ray EV), dan tak ada model baru yang diluncurkan sejak 2023. Ditambah lagi, mobil mungil yang dulu dimulai dari kisaran ₩9 juta kini mulai dari sekitar ₩13 juta, bertumpang tindih dengan rentang harga Avante. Dengan uang yang sama, pembeli tinggal memilih mobil yang lebih besar.


Bahan Bakar Apa yang Dipakai Orang Korea?

Inilah perubahan paling dramatis di jalanan Korea dalam lima tahun terakhir: diesel ambruk, dan hibrida serta mobil listrik mengambil alih tempatnya.

⛽ Registrasi mobil menurut bahan bakar — kumulatif vs baru (Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi)

Bahan bakarKumulatif (Juni 2026)Baru (semester I 2026)
Bensin46.3% (12.36 juta)32.2%
Diesel31.3% (8.36 juta)2.5%
Hibrida10.5% (2.81 juta)34.1%
LPG6.9% (1.83 juta)7.4%
Listrik4.1% (1.10 juta)23.2%
Hidrogen0.2% (47,000)
57.6%
Pangsa mobil ramah lingkungan (hibrida + listrik + hidrogen) di antara mobil baru pada semester I 2026
2.5%
Pangsa diesel di antara mobil baru — tinggal sepertiga dari 7.8% pada 2024
+112.6%
Pertumbuhan registrasi mobil listrik baru pada semester I 2026 (dibanding tahun lalu)

Registrasi diesel kumulatif berbalik negatif pada 2021 untuk pertama kalinya, dan penurunan tahunannya makin tajam setiap tahun — pada 2025 saja sekitar 500,000 unit diesel lenyap. Ini efek gabungan dari kontroversi debu halus, aturan emisi yang lebih ketat, dan hibrida yang menghapus keunggulan irit bahan bakar milik diesel. Hari ini, hanya dua atau tiga dari setiap 100 mobil penumpang baru yang terjual di Korea berbahan bakar diesel.

LPG — bahan bakar khas Korea

Kenyataan bahwa mobil LPG (liquefied petroleum gas) masih mengisi 7% adalah hal yang sangat Korea. Lama dibatasi hanya untuk taksi, rental, dan mobil penyandang disabilitas, LPG dibuka untuk semua orang pada 2019. Banyak taksi Seoul memakainya, dan dengan harga bahan bakar sekitar setengah harga bensin, LPG populer di kalangan pengemudi berjarak tempuh tinggi.

Mobil listrik melewati fase chasm (dataran permintaan) pada 2023–2024 saat subsidi menyusut dan kebakaran baterai jadi berita, tapi penjualannya meledak lagi sejak 2025 dan menembus satu juta unit kumulatif pada paruh pertama 2026. Satu catatan: keringanan pajak konsumsi individual untuk mobil listrik (₩3 juta) dan keringanan pajak perolehan (₩1.4 juta) dijadwalkan berakhir pada akhir Desember 2026, dan diskon tol dikurangi bertahap dari 40% pada 2025 menjadi 30% pada 2026.


Rahasia Carnival Sembilan Kursi — Bagaimana Jumlah Kursi Mengubah Tagihan Pajak

Satu mobil yang luar biasa sering kamu lihat di parkiran Korea adalah Kia Carnival — 78,218 unit terjual pada 2025 saja. Dan porsi yang mengejutkan darinya sengaja dibuat sembilan kursi, kadang malah lebih murah daripada versi tujuh kursi. Kenapa?

Pertama, satu salah kaprah yang umum

Kamu akan sering dengar bahwa "yang sembilan kursi murah karena dihitung van," tapi itu keliru. Menurut Undang-Undang Pengelolaan Kendaraan Bermotor Korea, mobil penumpang berkapasitas 10 kursi atau kurang; van berkapasitas 11 kursi atau lebih. Carnival sembilan kursi jelas-jelas mobil penumpang, dan pajaknya dihitung dari kapasitas mesin — versi bensin 3.5 sembilan kursi kena sekitar ₩900,000 per tahun.

Alasan sebenarnya ada di undang-undang pajak konsumsi individual, yang hanya memajaki mobil penumpang berkapasitas “delapan kursi atau kurang.” Begitu sebuah Carnival jadi sembilan kursi:

Itulah sebabnya, dalam daftar harga resmi Kia, trim Noblesse yang sama dibanderol ₩40.71 juta sebagai sembilan kursi dan ₩43.26 juta sebagai tujuh kursi — selisih ₩2.55 juta. Perbedaan spesifikasi memang ikut berperan, tapi ini contoh telak kebijakan pajak yang menyetir pilihan konsumen.

Komposisi bahan bakar Carnival menceritakan kisah era yang sama: pada 2025, hibrida 1.6 mengisi 59.4% penjualan, bensin 3.5 sebesar 21.7%, dan diesel 2.2 hanya 18.9%. Diesel, yang dulu jadi pilihan baku minivan, kini di bawah seperlima.


Kenapa Cuma Putih, Abu-abu, dan Hitam?

Menurut produsen cat Axalta, 76% mobil baru di Korea pada 2024 berwarna netral — 33% putih, 26% abu-abu, 14% hitam, 3% perak. Biru, warna berkromatik paling populer, hanya sanggup 10%.

🎨 Pangsa warna mobil baru di Korea (Axalta Global Automotive Color Popularity Report)

Warna202120232024
Putih32%33%33%
Abu-abu21%25%26%
Hitam16%16%14%
Perak11%4%3%
Semua warna netral80%78%76%

Kecenderungan memilih warna netral memang global (rata-rata dunia 81%), tapi alasan Korea sedikit berbeda. Yang paling sering disebut adalah penyusutan nilai mobil bekas: orang Korea tidak menyimpan mobil lama-lama dan pasar jual-kembalinya aktif, jadi warna mencolok menurunkan harga jual kembali secara kentara. Tingginya porsi leasing dan sewa jangka panjang juga mendorong pembeli ke warna aman. Meski begitu, pangsa warna netral perlahan turun, dari 80% pada 2021 ke 76% pada 2024.

Cara membaca mobil dari pelat nomornya

  • Pelat putih, tulisan hitam — mobil pribadi biasa
  • Pelat biru — kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik dan mobil hidrogen
  • Pelat kuning — kendaraan komersial seperti taksi, bus, dan truk
  • Pelat hijau mint — mobil penumpang perusahaan senilai ₩80 juta atau lebih (diperkenalkan pada 2024)

Berapa Lama Orang Korea Memakai Satu Mobil?

Makin lama dan makin lama. Menurut KAMA, 38.4% kendaraan terdaftar pada Maret 2026 berusia 10 tahun atau lebih — tertinggi sejak datanya tersedia pada 2001, dan naik hampir 7 poin persentase dari 31.6% pada 2020.

🕰️ Pangsa kendaraan berusia 10+ tahun dari waktu ke waktu (KAMA)

Tahun10+ tahun15+ tahun
201033.6%
202031.6%11.8%
202435.1%
2026.338.4%14.6%

Alasannya sederhana. Harga rata-rata mobil penumpang baru menanjak dari ₩39.84 juta pada 2020 ke ₩50.5 juta pada 2024 — naik lebih dari ₩10 juta dalam empat tahun — sementara bunga pembiayaan melompat dari kisaran 3% ke 5–9%. Akibatnya registrasi baru turun dari 1.9 juta pada 2020 ke 1.65 juta pada 2024. Kalau kamu membayangkan jalanan Korea penuh model terbaru, kenyataannya empat dari setiap sepuluh mobil sudah berumur lebih dari satu dekade.

Sumber data · tanggal acuan

  • Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi, siaran pers "Cumulative vehicle registrations" (per akhir Juni 2026) dan data mentah "Vehicle Registration Status Report" menurut kapasitas mesin (per akhir Juli 2026) — Portal Statistik MOLIT
  • Statistik registrasi mobil baru Carisyou Data Lab — menurut usia, gender, dan jenis bodi (setahun penuh 2025, semester I 2026)
  • Registrasi baru per merek dari Korea Automobile Importers & Distributors Association (KAIDA) — kaida.co.kr (setahun penuh 2025, semester I 2026)
  • Statistik usia kendaraan dan penjualan mobil mungil dari Korea Automobile & Mobility Association (KAMA) (per Maret 2026)
  • Korea Automotive Research Institute, "Demographic and Social Changes and the Korean Automobile Market," Industry Analysis Vol. 145 (Maret 2025)
  • Axalta, 2024 Global Automotive Color Popularity Report, bab Korea — berdasarkan data produksi/pengecatan milik produsen cat itu sendiri (bukan statistik registrasi pemerintah)
  • Dasar hukum pajak: Undang-Undang Pajak Daerah Pasal 127, Undang-Undang Pembatasan Perlakuan Khusus Pajak Daerah Pasal 66–67, Undang-Undang Pajak Konsumsi Individual Pasal 1, Undang-Undang Pembatasan Perlakuan Khusus Pajak Pasal 109 (berlaku per Agustus 2026)
  • ※ Pangsa mobil baru menurut bahan bakar berbeda antara Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi dengan Carisyou (hibrida 34.1% vs 26.6%). Angka dalam artikel ini mengikuti versi kementerian.