Jawaban singkatnya
- Road shop meninggalkan Myeongdong bukan karena resesi — model distribusinya sendiri yang berubah. Dengan tingkat kekosongan hanya 5.6%, Myeongdong justru bisa dibilang terlalu padat.
- Gerai waralaba kosmetik anjlok dari 2,876 pada 2019 menjadi 957 pada 2024 — dua pertiganya lenyap dalam lima tahun. The Face Shop, sang raja dengan 1,208 gerai domestik, keluar sepenuhnya dari bisnis waralaba.
- Mereknya belum mati. Mereka menutup etalase dan pindah ke Olive Young, Daiso, dan kanal online luar negeri — lalu kembali untung. Lantai dasar Myeongdong kini milik Olive Young dan apotek.
Kenapa Sudah Tak Ada Road Shop Tersisa di Myeongdong?
Road shop tidak bangkrut lalu meninggalkan etalase kosong — bisnis lain masuk dan membayar sewa lebih tinggi untuk merebut lokasi itu. Tingkat kekosongan Myeongdong pada kuartal I 2026 tercatat 5.6%, jauh di bawah rata-rata 8.8% enam kawasan komersial utama Seoul. Jalanannya tidak sepi. Yang berganti hanyalah komposisi penyewanya.
Road shop adalah toko yang menjual produk dari satu merek saja — industrinya menyebutnya single-brand shop. Semuanya bermula dari Missha. Lahir pada tahun 2000 sebagai toko online Beauty Net, merek ini membuka gerai offline pertamanya pada 2002 di depan Ewha Womans University, dengan banderol yang saat itu terasa mustahil: ₩3,300 untuk sebuah kosmetik. Itulah brand shop kosmetik pertama di Korea. Dalam satu dekade, modelnya sudah memenuhi jalanan. Pada pertengahan 2010-an, jalan utama Myeongdong adalah lanskap Etude House, Missha, Innisfree, dan Tony Moly yang bertumpuk beberapa lapis di satu blok.
Kenapa Myeongdong?
Model laba road shop bertumpu berat pada pembelian borongan oleh turis. Di masa turis rombongan Tiongkok dan daigong (agen pembelian borongan lintas batas) menjejalkan sheet mask dan BB cream ke koper mereka per dus, Myeongdong adalah lokasi ritel kosmetik dengan penjualan per meter persegi tertinggi di negeri ini. Itulah sebabnya road shop sanggup menanggung sewa lantai dasar Myeongdong yang brutal — dan itu pula sebabnya, ketika permintaan itu menguap setelah 2017, merekalah yang pertama tersingkir.
Keruntuhan dalam Angka: Gerai Waralaba Tersisa Sepertiga dalam Lima Tahun
Menurut Komisi Perdagangan Adil Korea, gerai waralaba kosmetik secara nasional turun dari 2,876 pada 2019 menjadi 1,356 pada 2022 — lebih dari separuhnya lenyap dalam tiga tahun. Penurunannya tidak berhenti di situ, dan trennya terlihat jauh lebih tajam di statistik pemerintah ketimbang di siaran pers merek mana pun.
📉 Jumlah Toko Ritel Kosmetik Nasional (per April setiap tahun)
| Tanggal | Toko kosmetik nasional | Perubahan tahunan |
|---|---|---|
| April 2023 | 39,193 | — |
| April 2024 | 38,577 | −616 |
| April 2025 | 36,733 | −1,844 |
| April 2026 | 34,766 | −1,967 (−5.4%) |
Dalam tiga tahun, 4,427 toko (−11.3%) lenyap. Semua ini terjadi justru saat ekspor K-beauty memecahkan rekor — etalase offline domestik menyusut persis ketika dunia membeli kosmetik Korea lebih banyak dari sebelumnya.
Perbesar khusus pada gerai waralaba dan penurunannya makin curam. Lokasi waralaba kosmetik turun dari 1,071 pada akhir 2023 menjadi 957 pada akhir 2024, merosot 10.6%. Tingkat pembukaan gerai pada periode yang sama hanya 3.8%, terendah di antara kategori grosir dan ritel utama; tingkat penutupannya 15.9%, termasuk yang tertinggi. Pendapatan rata-rata per waralaba juga turun 12.6% menjadi ₩201 juta. Nyaris tak ada yang membuka toko baru. Yang ada hanya penutupan.
Apa yang Terjadi pada Tiap Merek
🏷️ Road Shop Generasi Pertama: Empat Merek — Puncak vs. Sekarang
| Merek | Operator | Puncak gerai domestik | Terkini | Peristiwa penentu |
|---|---|---|---|---|
| The Face Shop | LG H&H | 1,208 (Nov 2015) | Toko berdiri sendiri punah | Jul 2023: Keluar dari bisnis waralaba — 406 kontrak waralaba The Face Shop + Nature Collection diubah jadi perjanjian pasokan |
| Missha | Able C&C | 407 (2020) | 269 (2024: 89 waralaba, 180 milik sendiri) | Laporan resmi Des 2025 — keluar dari toko milik sendiri domestik dan duty-free; penutupan bertahap hingga 24 Agu 2026 |
| Skinfood | Skinfood (Pinetree) | — | 22 waralaba (2022) | Okt 2018: Rehabilitasi korporasi → 2019 dijual ke Pinetree seharga ₩200 miliar |
| Nature Republic | Nature Republic | 600+ | 267 waralaba (akhir 2024) | Feb 2025: Myeongdong World Store tutup; ekuitas tergerus habis |
The Face Shop — Pemimpin Pasar yang Membunuh Tokonya Sendiri
The Face Shop adalah single-brand shop nomor satu berdasarkan pangsa pasar pada 2013, dan per November 2015 mengoperasikan 1,208 gerai domestik serta 1,792 gerai luar negeri. Inilah merek yang paling laku dan punya paling banyak lokasi di antara semua road shop.
Lalu, pada Juli 2023, merek ini meninggalkan bisnis waralaba sepenuhnya. LG Household & Health Care mengubah seluruh 406 kontrak waralaba The Face Shop dan Nature Collection dari “perjanjian waralaba” menjadi “perjanjian pasokan produk.” Pemilik toko tak lagi wajib menjual hanya produk LG H&H — dan sebagai gantinya, papan nama The Face Shop diturunkan. Kehadiran offline yang tersisa berbentuk Nature Collection, toko multi-merek yang memajang beberapa merek LG H&H di bawah satu atap. Praktisnya, merek ini secara sukarela mengubah tokonya sendiri menjadi toko multi-merek.
Hari ini, kisah pertumbuhan The Face Shop bukan di Korea — melainkan di Amerika Utara. Lini “Rice Water Bright” milik merek ini, yang dibangun dari konsep pembersihan dengan air beras, masuk ke gerai Target di seluruh AS dan terjual sekitar 33,000 unit per bulan di Amazon Amerika Utara.
Missha — Toko Milik Sendiri Terakhir Tutup Agustus 2026
Missha adalah prototipenya — brand shop kosmetik pertama di Korea, lahir tahun 2000. Alur mundurnya terbaca gamblang di laporan-laporan resminya.
Setelah membukukan rugi operasi ₩19 miliar pada 2018, perusahaan menyatakan berputar ke segmen premium. Harga produk tunggal dinaikkan ke kisaran ₩40,000–50,000 dengan memperkuat klaim bahan, dan Elizabeth Olsen digaet sebagai duta global. Tapi citra road shop murah melekat keras, dan belokan mendadak ke atas justru membingungkan. Ketika COVID-19 datang, rugi operasi 2021 membengkak jadi −₩22.4 miliar.
Yang menyusul adalah kejernihan. Pangkas offline domestik lebih dari separuh. Geser bobotnya ke luar negeri. Gerai domestik turun metodis: 407 pada 2020 → 294 pada 2022 → 273 pada 2023 → 269 pada 2024 (89 waralaba, 180 milik sendiri).
Lalu, pada 11 Desember 2025, Able C&C merilis pengumuman resmi tentang keluarnya mereka dari toko milik sendiri domestik dan duty-free. Operasi duty-free berakhir 31 Desember 2025. Toko milik sendiri ditutup bertahap seiring berakhirnya masing-masing masa sewa, antara 13 Desember 2025 dan 24 Agustus 2026. Jaringan waralaba tetap dipertahankan. Keputusan ini datang di tahun ke-25 merek tersebut.
Skinfood — Dari Rehabilitasi Korporasi ke Pendapatan ₩80 Miliar
Kejatuhan Skinfood bukan semata soal pasar. Pada 2018, terungkap bahwa mantan CEO menggelapkan sekitar ₩12.2 miliar dana perusahaan. Merek ini masuk rehabilitasi korporasi Oktober tahun itu — momen yang kemudian jadi simbol runtuhnya road shop generasi pertama.
Pada 2019, firma ekuitas swasta Pinetree Partners mengakuisisi perusahaan: Skinfood seharga ₩177.6 miliar ditambah anak usahanya iPeerlis ₩22.4 miliar, totalnya ₩200 miliar. Gerai waralaba menyusut dari 37 pada 2020 menjadi 22 pada 2022.
Pemulihannya tidak lewat toko fisik. Jalurnya adalah rak Olive Young, e-commerce lintas batas (CBT), dan platform vertikal seperti Zigzag, Ably, dan Musinsa. Identitas mereknya — “Jangan dimakan, berikan pada kulitmu,” dengan lini Black Sugar dan Propolis sebagai jangkar — tetap utuh. Yang berubah hanya kanalnya. Pendapatan 2024 menyentuh ₩78.1 miliar (+32.6% YoY), laba operasi ₩10.4 miliar. Tren naik berlanjut ke 2025 dan mendorong pendapatan melewati angka ₩80 miliar.
Nature Republic — Terusir dari Tanah Termahal di Korea
Inilah penutupan paling simbolis di Myeongdong. Lokasi Myeongdong World Store milik Nature Republic memegang harga tanah resmi tertinggi se-Korea selama 23 tahun berturut-turut. Harga tanah standar 2026: ₩188.4 juta per meter persegi — sekitar ₩622 juta per 3.3 meter persegi, setara satu pyeong dalam ukuran Korea.
Ke Mana Pelanggannya Pergi — Olive Young dan Apotek
Kalau belanja kosmetik menyusut sedalam road shop-nya, Myeongdong pasti sudah kosong. Nyatanya Myeongdong padat. Pada kuartal I 2026, kunjungan wisatawan asing menembus sekitar 4.76 juta — rekor tertinggi sepanjang masa. Uangnya masih ada. Yang berubah adalah tempat orang membelanjakannya.
🔄 Bagaimana Penyewa Lantai Dasar Myeongdong Berubah
| Era | Pemandangan jalan utama Myeongdong |
|---|---|
| 2016 | Puncak road shop: Etude House, Missha, Innisfree, dan Tony Moly bertumpuk beberapa lapis di satu blok |
| 2022 | COVID mengosongkan turis; spanduk “Disewakan” dan pengumuman tutup bermunculan di seluruh kawasan |
| 2026 | Kekosongan nyaris hilang. Gerai Olive Young dan apotek besar berorientasi turis mengisi ruangnya |
Olive Young membukukan pendapatan ₩5.83 triliun pada 2025, naik lebih dari 20% dibanding tahun sebelumnya. Secara nasional, jaringannya mengoperasikan 1,367 gerai per kuartal II 2026, dan sembilan di antaranya ada di Myeongdong saja, berjarak 1–3 menit jalan kaki satu sama lain. Model membandingkan ratusan merek lalu melemparkannya ke satu keranjang telah jadi standar, menggantikan toko yang hanya menjual satu merek.
Apotek besar adalah wajah baru Myeongdong di pertengahan 2020-an. Gerai seperti Ready Young dan Very New menjual kosmetik, suplemen kesehatan, dan obat bebas berdampingan, dipajang untuk dijelajahi sendiri sambil menenteng keranjang belanja — pendekatan Olive Young, diterapkan pada apotek. Per Maret 2026, kunjungan apotek menyumbang 68% transaksi konsumsi medis oleh orang asing. Seiring gaung cosmeceutical menyebar lewat media sosial, “belanja apotek” jadi perhentian wajib dalam itinerary ke Korea.
Daiso juga poros yang tak bisa diabaikan. Tony Moly meluncurkan lini kosmetik warna eksklusif Daiso lewat sub-mereknya Bon Sep dengan 19 SKU dan kini berkembang jadi 40, dengan penjualan kumulatif menembus 3 juta unit. Pendapatan perusahaan dari kanal baru — Daiso, ekspor, dan lainnya — melonjak 145%, dari ₩11.8 miliar pada 2024 menjadi ₩28.9 miliar pada 2025. Titik harga yang jadi fondasi road shop — kosmetik seharga ₩3,300 — tidak lenyap; ia hanya pindah dari rak road shop ke rak Daiso.
Kalau Kamu Mencari Merek Itu di Myeongdong
- Missha, Skinfood, Tony Moly — Jangan cari toko mereknya. Cari raknya di dalam Olive Young. Di antara sembilan gerai Myeongdong, toko "Town" yang lebih besar punya pilihan paling lengkap.
- The Face Shop — Tidak ada toko berdiri sendiri. Cek Nature Collection (toko multi-merek LG H&H) dan Olive Young.
- Kalau yang kamu pedulikan cuma harga — Sebagian lini Tony Moly, Skinfood, dan lainnya muncul sebagai produk eksklusif Daiso. Bahan dan volumenya bisa berbeda dari lini reguler, jadi bandingkan labelnya.
- Kosmetik apotek — Harga cosmeceutical dan syarat diskon di apotek besar Myeongdong berbeda-beda per lokasi. Bandingkan minimal dua toko sebelum membeli.
Jadi Ini Keruntuhan atau Perpindahan?
Lihat jumlah tokonya saja, ini keruntuhan. Toko menyusut. Satu merek menjalani rehabilitasi korporasi. Satu lagi modalnya tergerus habis. Tapi begitu laporan keuangannya dimasukkan, gambarannya berbeda.
💰 Operator Road Shop Generasi Pertama: Hasil Terkini (2025)
| Perusahaan | Pendapatan 2025 | Laba Operasi | Strategi Inti |
|---|---|---|---|
| Able C&C (Missha) | ₩242 miliar (+1.2%) | ₩17.7 miliar | Keluar dari toko milik sendiri domestik dan duty-free; porsi luar negeri 68% → target 75% pada 2026 |
| Tony Moly | ₩220.3 miliar (+24.5%) | ₩14.4 miliar (+18.7%) | Road shop dipangkas dari 400 → ~90; pindah ke Olive Young, Daiso |
| Skinfood | ₩80.9 miliar | ₩10.4 miliar (2024) | Olive Young, CBT luar negeri, platform vertikal |
| Nature Republic | — | Kerugian berlanjut | Transisi kanal terlambat; Myeongdong World Store tutup |
Sebuah pola muncul. Perusahaan yang bergerak cepat menutup toko offline dan berpindah kanal kembali membukukan laba. Yang bertahan memegang tokonya tergelincir ke defisit modal. Tony Moly memangkas road shop-nya dari 400 menjadi sekitar 90 — dan pendapatannya tumbuh 24.5%. Toko yang tersisa ditata ulang di sekitar kawasan komersial padat turis, dan penghematannya dialihkan ke Daiso serta ekspor.
Innisfree menempuh kurva yang sama. Pendapatannya turun dari ₩768 miliar pada 2016 menjadi ₩599 miliar pada 2018, dan gerai waralaba domestik kembali menyusut dari 234 pada akhir 2023 menjadi 190 pada akhir 2024. Sebagai jawaban, merek ini mendefinisikan ulang kemasan dan nada mereknya — dari “sensibilitas naturalis” menjadi “performa tinggi berbasis alam” — agar cocok di rak multi-merek.
Yang lenyap, pada akhirnya, bukan mereknya. Melainkan cara mereka dijual. Model di mana seorang pramuniaga berdiri di bawah papan merek tunggal dan merekomendasikan produk untukmu sudah digantikan model di mana kamu, sang pelanggan, menyusuri lorong berisi ratusan merek dan membandingkannya sendiri. Satu kalimat itu menjelaskan kenapa kamu tak lagi melihat papan nama road shop di jalanan Myeongdong.
Yang Akan Kamu Lihat Berbeda di Myeongdong Setelah Tahu Ini
Kepadatan sembilan gerai Olive Young yang berjejal dalam radius 1–3 menit jalan kaki di Myeongdong hari ini persis sama dengan kepadatan Missha, Innisfree, dan Etude House yang berdesakan di blok yang sama satu dekade lalu. Struktur fisik kawasan komersialnya tidak berubah. Yang berganti hanya papan namanya — dari satu merek menjadi toko multi-merek.
Sumber data
- Newsis — Apotek mengambil alih lantai dasar Myeongdong; era road shop kosmetik memudar (2026.5.22) · Mengutip Cushman & Wakefield Q1 2026 Seoul Retail Marketbeat
- Herald Economy — 2,000 road shop kecantikan lenyap dalam setahun · Tren jumlah toko kosmetik nasional, data waralaba KFTC
- Market Economy News — Missha keluar dari toko milik sendiri (2025.12.12) · Jadwal penutupan menurut pengumuman Able C&C, porsi luar negeri
- Newsis — Jumlah gerai Missha, road shop generasi pertama, terus menyusut · Jumlah gerai Missha per tahun
- Hankyung — LG H&H keluar dari bisnis waralaba kosmetik (2023.7) · Konversi 406 kontrak The Face Shop
- Korea Textile News — Akhir era road shop kecantikan (2025.12) · Strategi per merek, Tony Moly 400→90 gerai, Nature Republic Myeongdong World Store
- Hankyung — Pemilik baru Skinfood, Pinetree, dipastikan (2019.6) · Harga akuisisi ₩200 miliar
- News1 — Lokasi Nature Republic Myeongdong: harga tanah resmi tertinggi se-Korea, 23 tahun beruntun
- The Fact — Jumlah gerai anjlok, kerugian berlanjut; Nature Republic bergejolak · Jumlah gerai, defisit modal
- eToday — Laba operasi Able C&C 2025 ₩17.7 miliar
- Beauty Nury — Kinerja Tony Moly 2025 · Pendapatan ₩220.3 miliar, laba operasi ₩14.4 miliar, kanal baru ₩28.9 miliar (+145%)
- Daily Pop — Menyusuri jalan utama Myeongdong 2016·2022·2026
- Financial News — Olive Young ada di mana-mana di jalanan Myeongdong · Sembilan gerai di kawasan Myeongdong
- Beauty Economy — Waralaba road shop kosmetik jadi beban · Data waralaba kosmetik KFTC: 2,876 (2019) → 1,356 (2022)
- Newsis — Dari kosmetik ₩3,300 ke ikon K-beauty: kisah Missha · Gerai pertama di depan Ewha Womans University, 2002
- Top Daily — Road shop pulih, tapi Innisfree tertinggal · Tren pendapatan Innisfree
- EBN — Able C&C keluar dari toko milik sendiri dan duty-free · Jadwal penutupan bertahap (2025.12.13–2026.8.24), porsi luar negeri kuartal IV 68%