Di artikel sebelumnya saya membahas ponsel apa yang dipakai orang Korea: Galaxy 81%, iPhone 19% — dengan satu pengecualian, perempuan usia 20-an dengan 67% iPhone.

Tapi cerita sebenarnya ada di dalam casing itu. Korea termasuk sedikit negara di mana aplikasi bawaan Google dan Apple sama sekali tidak jadi penguasa. Petanya bukan Google Maps, alat bayarnya bukan Apple Pay, dan messenger-nya bukan WhatsApp.

Ini bukan soal selera. Ini lahir dari undang-undang yang menahan data peta agar tak keluar negeri, sistem identitas yang dibangun di sekitar nomor telepon, dan platform lokal yang tumbuh di atas keduanya. Struktur itu nyaman buat orang Korea — dan jadi tembok buat kamu.

Kabar baiknya, temboknya jelas-jelas merendah pada 2025–2026. Artikel ini soal apa yang benar-benar terpasang di ponsel orang Korea, dan bagian mana yang bisa kamu pakai.

📌 Pembaruan untuk artikel sebelumnya: Di “Galaxy vs iPhone” saya menulis bahwa Google Maps dibatasi secara hukum di Korea. Pernyataan itu jadi usang pada 27 Februari 2026, ketika dewan di Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi menyetujui secara bersyarat pengiriman peta presisi Google ke luar negeri — 18 tahun setelah permohonan pertama pada 2007. Tapi ada tangkapannya: ekspor baru terjadi setelah pemerintah memastikan syaratnya terpenuhi, jadi per Agustus 2026 belum ada perubahan nyata yang teramati. Rinciannya di bagian peta di bawah.

Jawaban singkatnya

  • KakaoTalk punya 47.48 juta pengguna — praktis seluruh negeri. Dengan 76.1 miliar kali dibuka per bulan, ia dibuka 4.8x lebih sering dari No. 2 Instagram (15.9 miliar). Inilah aplikasi yang paling sering dibuka orang Korea.
  • YouTube: 113.6 miliar menit per bulan — 20x Netflix. Aplikasi yang paling lama ditonton orang Korea. KakaoTalk itu masuk-keluar; YouTube itu duduk-menetap.
  • Pada Juli 2026, aplikasi Google melewati Naver untuk pertama kalinya (47.02 juta vs 46.85 juta) — pembalikan pertama sejak Mobile Index mulai mencatat pada Maret 2021.
  • Peta: Naver Map (28.92 juta) > Kakao Map (12.55 juta) >> Google Maps (9.69 juta). Kelemahan Google soal hukum, bukan selera — dan hukum itu berubah pada Februari 2026.
  • Tembok buat orang asing mulai runtuh. Naver menambahkan verifikasi paspor pada Juni 2026, dan Baemin membuka dukungan multibahasa serta pembayaran kartu luar negeri pada Februari 2026 — pembayaran orang asing di semester pertama melompat +331%.

Aplikasi yang benar-benar dipakai orang Korea — MAU aplikasi besar

Ini rata-rata pengguna aktif bulanan (MAU) untuk paruh pertama 2026 (Januari–Juni), dari Mobile Index milik IGAWorks.

PeringkatAplikasiRata-rata MAUSekilas
1YouTube49.91 jutaPraktis TV-nya
2KakaoTalk47.48 jutaMessenger nasional
3Naver46.25 jutaPortal, bukan cuma mesin pencari
4Google45.27 juta
5Chrome41.70 juta
6Coupang34.53 jutaPosisi Amazon-nya
7Naver Map29.37 jutaPengganti Google Maps
8Instagram25.76 juta
9Baemin23.77 jutaAntar makanan No. 1
10Toss21.84 jutaSuper-app keuangan
11Karrot21.21 jutaBarang bekas antartetangga
12Samsung Wallet18.62 jutaAplikasi bayar No. 1
13Kakao Bank18.58 juta
17ChatGPT15.44 jutaInstalasi baru teratas semester I
25Kakao Pay10.47 juta

Kalau diukur pakai waktu, peringkatnya kelihatan sama sekali berbeda. Rata-rata bulanan, Januari–November 2025:

AplikasiTotal waktu pakaiKali dibuka
YouTube114.0 miliar menit (~1.9 miliar jam)14.9 miliar
KakaoTalk32.4 miliar menit76.1 miliar
Instagram27.9 miliar menit15.9 miliar
Naver19.1 miliar menit14.4 miliar

KakaoTalk dibuka puluhan kali sehari tapi hanya sekelebat, sementara YouTube, begitu dibuka, tak pernah ditutup. 76.1 miliar kali dibuka berbanding 114.0 miliar menit — dua aplikasi itu menguasai waktu layar orang Korea dengan cara yang sepenuhnya berbeda.

Menurut pengukuran Januari–Mei 2026, YouTube masih di 113.6 miliar menit per bulan — lebih dari 20x Netflix (5.61 miliar menit). (Tabel sebelumnya memakai Januari–November 2025, paragraf ini Januari–Mei 2026, jadi angkanya sedikit berbeda.)

Juli 2026: peringkatnya terbalik

Ini berita paling segar dalam artikel ini. Pada Juli 2026, aplikasi Google menyentuh 47,022,854 pengguna dan melewati Naver (46,845,017) dengan selisih 177,837 — pertama kalinya sejak Mobile Index mulai mencatat pada Maret 2021.

Pada bulan yang sama, ChatGPT mencapai 16,456,151 pengguna dan posisi ke-7 di kategori produktivitas — 2.6x lipat No. 2 (Daum dengan 6.3 juta). Per Januari 2026, waktu orang Korea di ChatGPT berjumlah 3.4 miliar menit, naik 8x lipat dalam setahun.

⚠️ Firma riset yang berbeda menunjukkan No. 1 yang berbeda. Menurut ukuran Wiseapp·Retail, KakaoTalk No. 1; menurut Mobile Index, YouTube. Keduanya estimasi berbasis sampel panel, jadi periksa angka siapa yang sedang kamu baca. Sama halnya dengan KakaoTalk — 47.48 juta di atas adalah rata-rata semester I versi Mobile Index, sementara 47.70 juta yang dikutip di artikel sebelumnya adalah rata-rata bulanan Januari–April versi Wiseapp.

Peta — jurang yang dibangun undang-undang, dan keputusan yang butuh 18 tahun

Buka Google Maps di Korea dan petunjuk jalan kaki nyaris tak berfungsi. Navigasi mobil sama saja. Transportasi umum jalan, tapi bahkan itu pun kurang akurat dibanding aplikasi lokal.

Ini bukan karena Google kurang berinvestasi di Korea. Ini soal undang-undang.

Bagaimana aturannya bekerja

Undang-Undang tentang Penyusunan dan Pengelolaan Data Spasial membatasi pengiriman data survei presisi (peta) ke luar negeri. Mengekspornya butuh persetujuan dewan pertimbangan pengiriman hasil survei ke luar negeri — diketuai Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi serta beranggotakan Kementerian Pertahanan Nasional, Badan Intelijen Nasional, dan anggota sipil.

Google sudah mengajukan permohonan ekspor peta presisi skala 1:5,000 sejak 2007, dan selalu ditolak (termasuk pada 2016). Karena Google Maps mengolah data di server luar negeri, tanpa datanya ia tak bisa membangun layanan yang memadai.

27 Februari 2026 — persetujuan bersyarat

Setelah 18 tahun, ada keputusan. Dewan itu memutuskan persetujuan bersyarat, dengan enam syarat yang menyertainya.

  1. Citra satelit dan udara wilayah Korea hanya boleh memakai rekaman yang sudah diproses secara keamanan. Citra runtun waktu historis Google Earth dan Street View wajib mengaburkan fasilitas militer dan keamanan.
  2. Menghapus atau membatasi tampilan koordinat untuk wilayah Korea.
  3. Data asli harus diproses di server domestik milik perusahaan mitra Google di Korea, dan hanya data yang lolos pemeriksaan pemerintah yang boleh diekspor.
  4. Cakupan ekspornya dibatasi seminimal yang dibutuhkan untuk navigasi dan penunjuk arah — tidak termasuk materi sensitif keamanan seperti garis kontur.
  5. Membangun kerangka penanganan insiden keamanan, ditambah langkah teknis segera untuk keadaan darurat keamanan nasional (“tombol merah”) dan manajer khusus peta Korea yang ditempatkan di dalam negeri.
  6. Ekspor data diizinkan hanya setelah pemerintah langsung memastikan syaratnya terpenuhi. Ketidakpatuhan berkelanjutan atau pelanggaran serius bisa menangguhkan atau mencabut izinnya.

Industri dalam negeri melawan, dan permohonan keterbukaan informasi diajukan. Sebagian membaca langkah itu sebagai daya tawar menghadapi tekanan tarif Amerika Serikat.

⚠️ Per Agustus 2026, belum terkonfirmasi apakah syaratnya sudah lengkap dan petunjuk arah Google Maps di Korea benar-benar membaik. Periksa sendiri sebelum kamu bepergian.

Apa yang dilakukan aplikasi lokal sementara itu

AplikasiRata-rata MAU Q1 2026Q1 2025Perubahan
Naver Map28.92 juta26.68 juta+2.24 juta
Kakao Map12.55 juta10.98 juta+1.57 juta
Google Maps9.69 juta9.05 juta+0.64 juta

Menurut hitungan Naver sendiri, Naver Map melewati 31 juta MAU pada Maret 2026. Menariknya, sebagian besar pertumbuhan Google Maps diatribusikan pada orang asing yang masuk — hampir tidak ada pembaruan fitur khusus Korea, dan itu lebih dekat ke efek aplikasi bawaan Android.

Selagi regulasi menahan Google selama 18 tahun, Naver dan Kakao mengolah data presisi dengan bebas di server domestik dan membangun jarak: navigasi AR dalam ruangan, tampilan terbang 3D, jadwal kedatangan bus yang ultrapresisi, peta dalam ruangan Museum Nasional Korea, dan rekomendasi rumah makan berbasis AI.

Kesimpulan buat pelancong: bahkan pada 2026, pakailah Naver Map. Ia mendukung bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang, dan sejak 2024 ulasan serta filter tempat ikut diterjemahkan.

Messenger — kenapa tak ada yang bisa menggantikan KakaoTalk

Dominasi KakaoTalk terlihat ganjil bahkan dari angkanya saja. MAU 47.48 juta, dan 76.1 miliar kali dibuka per bulan.

Seperti dibahas di artikel sebelumnya, dominasi itu justru mengguncang pangsa merek ponsel di Korea. Di Amerika Serikat, yang mengunci orang di iPhone adalah stigma “gelembung hijau” iMessage — dan Korea tak punya penghalang semacam itu. Pindah ke Galaxy dan ruang obrolan, stiker, serta daftar temanmu ikut semua. Biaya pindahnya nyaris nol.

Satu catatan: KakaoTalk No. 1 di dalam negeri tapi hanya sekitar No. 10 secara global, dan di luar Korea ia nyaris tak ada, kalah dari WhatsApp, WeChat, dan Line. Keluar dari Korea dan tak ada yang memakainya.

Buat pelancong: pasang begitu mendarat. Itu cara baku bertukar foto dan berkas di Korea. Tawarkan AirDrop dan 80% kemungkinan lawan bicaramu memakai Android.

Pembayaran — negeri di mana Samsung Wallet jadi No. 1

MAU aplikasi pembayaran per Mei 2026:

AplikasiMAUvs tahun lalu
Samsung Wallet19.04 juta
Kakao Pay11.87 juta+37% (rekor)
KB Pay10.37 juta+20%
Shinhan SOL Pay8.19 juta+4%
Paybook/ISP6.56 juta+1%
Naver Pay (aplikasi terpisah)6.53 juta+15%
NH Pay5.01 juta+48% (pertumbuhan teratas)

⚠️ Angka 6.53 juta milik Naver Pay itu hanya untuk aplikasi terpisahnya. Naver Pay yang dipakai di dalam aplikasi Naver tidak tercakup di sini. Membacanya sebagai “Naver Pay setengahnya Kakao Pay” akan keliru.

Toss ada di kelasnya sendiri. Rata-rata MAU semester I 2026-nya 21.84 juta dan akumulasi waktu pakainya 440 juta jam — No. 1 yang dominan di keuangan dan perbankan. Waktu pemakaian perbankannya kira-kira 9x lipat No. 2.

Waktu pakai bulanan per orang memperlihatkan Toss itu sebenarnya apa.

AplikasiRata-rata waktu bulanan per pengguna
Toss1 jam 58 menit
Kakao Pay35 menit 36 detik
Naver Pay25 menit 18 detik
Kakao Bank23 menit 36 detik

Toss bukan aplikasi pembayaran — ia lebih dekat ke aplikasi yang dibuka orang Korea saat memikirkan uang.

Buat pelancong: seperti dibahas sebelumnya, satu-satunya penerbit mitra Apple Pay per Juni 2026 adalah Hyundai Card. Samsung Wallet jalan di hampir semua mesin. Kalau kamu pakai iPhone, bawa kartu fisik untuk amannya.

Belanja — Coupang, dan hidup setelah kebocoran data

Rata-rata MAU Coupang pada semester I 2026 adalah 34.53 juta, dan Juni saja mencetak rekor 35.09 juta.

Lalu ada episode memikat yang menelanjangi perilaku konsumen Korea.

Kebocoran data Coupang November 2025 → Februari 2026 nilai pembayaran turun ke ₩4,021.9 miliar → namun Juni 2026 estimasi pembayaran mencapai ₩4,833.7 miliar dan MAU 35.09 juta — lebih tinggi daripada saat insiden (₩4,473.5 miliar).

Pesaingnya bahkan tak menangkap limpahannya. Pada Juni yang sama, Gmarket ada di ₩283.7 miliar (−33.7% dibanding November sebelumnya) dan 11st di ₩270.9 miliar (−22.4%).

Belanja daring asal Tiongkok (AliExpress, Temu) terbelah menurut generasi. Dalam MAU aplikasi belanja menurut usia pada Juli 2026, Coupang No. 1 di semua kelompok usia, tapi No. 2-nya adalah platform Tiongkok di semua kelompok kecuali usia 40-an (Naver Plus Store). Remaja sampai usia 30-an memakai AliExpress; usia 50-an dan 60-an ke atas memakai Temu.

Per Juni 2026: AliExpress 8.01 juta (+20.0%), Temu 7.52 juta (−6.6%).

Antar makanan — dan Karrot, fenomena yang sangat Korea

Antar makanan (MAU Juni 2026)

AplikasiMAUvs setahun lalu
Baemin24.33 juta+7.6%
Coupang Eats13.72 juta+25.9%
Yogiyo4.05 juta−13.3%

Estimasi nilai pembayaran empat platform antar makanan pada Juli 2026 mencapai ₩3.28 triliun, sebuah rekor.

Barang bekas — Karrot

Inilah aplikasi Korea yang paling sulit dipahami orang asing.

UkuranKarrotSebagai pembanding
Rata-rata MAU Q1 202623.19 jutaBunjang 5.2 juta
Rata-rata kali dibuka per bulan per orang172.25–6 kali sehari
Total waktu semester I 2026310 juta jamNo. 2 di kategori belanja (No. 1 Coupang, 440 juta)
Rata-rata waktu per orang pada Juni141.2 menitLebih lama dari Coupang yang 128.5 menit

Lebih dari 4 dari 10 pengguna smartphone memakai aplikasi barang bekas. Tiga aplikasi besarnya (Karrot, Bunjang, Joonggonara) punya 23.39 juta pengguna setelah dihilangkan duplikasinya, dan total pembukaannya tumbuh 90.7% dalam empat tahun.

Karrot menahan orang lebih lama daripada Coupang karena ia bukan sekadar aplikasi barang bekas. Ia lebih dekat ke komunitas ketetanggaan sekaligus pembunuh waktu. Kabar lingkungan, lowongan kerja paruh waktu, mencari teman jalan-jalan — semuanya terjadi di sini.

Sosial — Instagram, dan para pendaki cepat

Wiseapp·Retail, rata-rata MAU bulanan aplikasi media sosial Januari–April 2026:

KakaoTalk 47.70 juta → Instagram 28.08 juta → Band 15.59 juta → TikTok 9.43 juta → Naver Cafe 9.04 juta → X 7.95 juta → Pinterest 7.72 juta → Facebook 7.47 juta → Threads 7.29 juta → Discord 6.80 juta → TikTok Lite 6.42 juta.

Laju pertumbuhan tertinggi dipegang Zeta (48.1%), disusul TikTok Lite (46.8%).

Pertumbuhan TikTok Lite mencolok. Per Januari 2026: MAU +61.1%, waktu pakai +82.9%.

★ Dan statistik paling aneh dari semuanya — aplikasi obrolan karakter AI Zeta hanya punya rata-rata MAU 1.29 juta, tapi waktu pakai bulanan per orangnya pada Juni menyentuh 2,411.7 menit (sekitar 40.2 jam) — keterikatan tertinggi di antara semua aplikasi yang disurvei. Akumulasi waktunya di semester I adalah 310 juta jam, sekitar 70% milik Coupang (440 juta) padahal Coupang memegang MAU 27x lipat.

Sebanyak itulah waktu yang dihabiskan remaja dan anak usia 20-an Korea untuk mengobrol dengan karakter AI.

★ Apa yang sebenarnya bisa dipakai orang asing? — tembok yang mulai runtuh

Ini bagian paling praktis buat pelancong.

Struktur masalahnya

Verifikasi identitas di aplikasi Korea umumnya membutuhkan Alien Registration Card (ARC) plus nomor ponsel Korea. Tapi ARC hanya diterbitkan untuk orang yang tinggal 90 hari atau lebih, jadi pelancong jangka pendek terhalang sejak awal.

Yanolja Research menganalisis unggahan Reddit soal perjalanan ke Korea dari 2023–2025: masalah digital menyumbang 27.8% dari keluhan pengunjung asing dan pembayaran 12.0%. Di dalamnya, pendaftaran dan verifikasi identitas 13.1% (masalah digital teratas) dan batasan pembayaran seperti kartu luar negeri yang ditolak 11.5% (masalah pembayaran teratas).

Seorang turis Tiongkok merangkumnya begini.

“Korea sepertinya hampir satu-satunya negara di mana nomor telepon wajib untuk mendaftar. Di luar negeri, kebanyakan aplikasi membolehkanmu mendaftar cuma dengan email.”

Kasus nyatanya juga dilaporkan. Seorang turis yang tak bisa mendaftar aplikasi antar makanan memesan lewat nomor teman Koreanya — kurirnya menelepon si teman, yang lalu menelepon si turis. Satu ayam goreng, tiga orang di telepon.

Keluhan yang masuk ke Korea Tourism Organization mengikuti pola yang sama: masalah pemesanan daring dan verifikasi pembayaran, kartu terbitan luar negeri ditolak, nomor ponsel Korea diwajibkan, dan verifikasi nama asli mustahil untuk pembayaran daring.

2025–2026: temboknya runtuh

AplikasiAkses buat orang asingBukti
Naver / Naver MapJauh lebih baikVerifikasi paspor ditambahkan 9 Juni 2026 — verifikasi identitas cukup dengan foto paspor, tanpa nomor Korea. Reservasi, pemesanan, dan pembayaran di dalam peta
BaeminJauh lebih baikFeb 2026: aplikasi antar makanan Korea pertama dengan bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, login Google, kartu luar negeri Mastercard/Visa/JCB, Alipay dan WeChat Pay; Mei 2026: kartu luar negeri via Apple Pay. → pembayaran orang asing semester I +331%, nilai transaksi +308%
Coupang Eats✅ Dukungan bahasa InggrisMengadopsinya sebelum Baemin
Kakao Map✅ Memperluas bahasa InggrisPencarian, tempat, dan petunjuk arah berbahasa Inggris diperluas; terjemahan membaik
k.rideKhusus orang asingAkun Google/Apple atau pendaftaran cukup email, 100+ bahasa, bayar otomatis dengan kartu luar negeri
Creatrip / Gangnam UnniPendaftaran cukup email. Gangnam Unni terhubung ke WeChat dan Line
Toss / Kakao Pay / Karrot / Coupang / Kakao T (aplikasi utama)⚠️ Belum terkonfirmasiTak ditemukan panduan resmi. Periksa sendiri di dalam aplikasinya

Di tabel itu, perubahan performa Baemin adalah bukti paling jelas bahwa perbaikannya benar-benar bekerja. Turunkan penghalangnya dan ternyata permintaannya memang sudah ada sejak awal.

Taksi — bukan Kakao T, tapi k.ride

Untuk memesan taksi di Korea, orang Korea memakai Kakao T. Tapi ada aplikasi terpisah yang dibangun untuk orang asing.

k.ride — aplikasi khusus orang asing dari Kakao Mobility, diluncurkan Juni 2024. Ia memanggil taksi Kakao T Blue, Venti, Black, dan deluxe.

Uber juga ada. MAU-nya 1/20 milik Kakao T, tapi ia tumbuh dua digit tiap bulan berkat panggilan orang asing, dan jumlah perjalanannya naik lebih dari 50% dibanding tahun lalu. Catatan: MAU-nya dihitung dari panel Korea, jadi pemakaian oleh orang asing kurang terwakili.

Fakta bahwa Kakao Mobility sampai membangun aplikasi terpisah untuk orang asing adalah bukti bahwa aplikasi utamanya memang sulit mereka pakai.

Kartu transportasi — perbaikan yang setengah jadi

Pemerintah juga bergerak — tapi sebagian aturan justru berlawanan arah

Aplikasi yang sebaiknya dipasang pelancong

KeperluanPilihanCatatan
PetaNaver MapInggris/Mandarin/Jepang. Verifikasi paspor (Juni 2026) membuka pemesanan. Kakao Map memperluas bahasa Inggris. Google Maps: perbaikan pasca-Feb 2026 belum terkonfirmasi
MessengerKakaoTalkBegitu mendarat. Standar untuk foto dan berkas
Taksik.rideKhusus orang asing. Daftar lewat email, kartu luar negeri, 100 bahasa
Antar makananBaeminSejak Feb 2026: Inggris/Mandarin/Jepang + kartu luar negeri + Apple Pay. Coupang Eats juga berbahasa Inggris
TransportasiMobile T-moneyIsi ulang kartu luar negeri diumumkan untuk Maret 2026 (pastikan di lapangan). Tautan langsung Apple Pay gagal
TerjemahanPapagoKhusus bahasa Korea. Pakai Google Translate sebagai pendamping
PemesananNaverDengan verifikasi paspor, pesan, order, dan bayar di dalam peta
Valas & pembayaranWOWPASS · T-money Travel Card PlusTransportasi + tukar valas + pembayaran jadi satu

Hal yang mungkin kamu pasang tapi tak bisa dipakai: Toss, Kakao Pay, Karrot, dan aplikasi utama Coupang — tak ditemukan panduan pendaftaran resmi untuk orang asing. Silakan coba, tapi jangan berharap ia bekerja.

Kenapa aplikasi lokal yang menang

Terakhir, alasan strukturalnya, ada empat.

1. Sistem verifikasi identitas berubah jadi penghalang masuk.

“Sampai sekarang, turis asing yang ingin memakai aplikasi Korea terhalang verifikasi identitas berbasis nomor ponsel Korea atau penolakan pembayaran kartu luar negeri.” — Jeon Seong-min, profesor administrasi bisnis, Universitas Gachon

Infrastruktur verifikasi nama asli adalah pipa dasar buat pelaku usaha domestik, tapi jadi tembok yang tak bisa didaki pemain luar. Seperti kata Lee Seong-yeop, profesor Universitas Korea, “ekosistem TI Korea yang berdiri sendiri berubah jadi penghalang digital buat orang asing.”

2. Regulasi ekspor data peta. Selagi Google tak bisa membawa keluar peta presisi selama 18 tahun, Naver dan Kakao mengolahnya bebas di dalam negeri dan membangun jarak fitur: navigasi AR dalam ruangan, tampilan 3D, transportasi ultrapresisi.

3. Data lokal yang padat. Platform lokal memegang informasi lingkungan dan data keseharian yang lebih halus daripada platform global. Ini juga alasan Karrot menahan orang lebih lama daripada Coupang.

4. Struktur super-app. Toss menyerap sebagian besar waktu pemakaian perbankan (sekitar 9x lipat No. 2). Bank tradisional merombak aplikasinya dan menang jumlah instalasi tapi tak bisa menang waktu. KakaoTalk (messenger → pembayaran, belanja, pemesanan) dan Naver (pencarian → pembayaran, belanja, pemesanan) menjalankan struktur yang sama.

2025–2026: apa yang naik dan apa yang turun

Naik cepat

Turun atau stagnan

Regulasi

Singkatnya

Di ponsel orang Korea duduk KakaoTalk (76.1 miliar kali dibuka per bulan) dan YouTube (sekitar 110 miliar menit per bulan). Yang satu dibuka terus-menerus; yang lain tak pernah ditutup.

Di bawah keduanya duduk kombinasi yang tak ditemukan di tempat lain: Naver Map alih-alih Google Maps, Samsung Wallet alih-alih Apple Pay, dan Karrot — aplikasi barang bekas antartetangga yang dibuka nyaris separuh negeri lima kali sehari.

Struktur ini bukan soal selera; ia produk dari institusi. Delapan belas tahun regulasi ekspor peta dan verifikasi nama asli berbasis nomor telepon membelikan waktu buat platform lokal. Dalam waktu itu mereka menumpuk data lingkungan, dan sekarang jaraknya cukup lebar sampai aturan yang lebih longgar pun tak mudah menutupnya.

Kabar baik buat pelancong: temboknya jelas merendah pada 2025–2026. Naver kini mendaftarkanmu cukup dengan paspor; Baemin membuka bahasa Inggris dan kartu luar negeri lalu pembayaran orang asing naik 331%; dan Kakao membangun satu aplikasi taksi utuh khusus untuk orang asing.

Ekosistem digital Korea masih dunianya sendiri. Tapi sekarang ada pintunya.

Sumber data

MAU & waktu pakai

Peta

Messenger & pembayaran

Belanja, antar makanan & barang bekas

Media sosial

Akses buat orang asing

Regulasi